
...Para narapidana meminta tim penyerbu untuk membuka pagar besi sambil mengancam akan membunuh Yuna. Pada awalnya semua anggota tim penyerbu ketakutan dan kebingungan akan tindakan yang harus mereka ambil, tapi dengan cepat Resa mengarahkan senapa miliknya ke arah salah satu narapidana. Resa meminta semua anggota tim penyerbu untuk mengarahkan senapan kepada para narapidana karena mereka memiliki 7 senapan sementara di pihak narapidana hanya memiliki satu senapan saja....
“Resa apa kamu tidak melihat Yuna yang sedang disandera?” tanya Rani memastikan sambil melihat ke arah Resa.
“Dia bertindak sesukanya dan membahayakan semua orang maka dia harus bertanggung jawab atas tindakananya.” jawab Resa yang membuat semua teman - temanya mengarahkan senapa kepada semua narapidana di depannya.
...Mendengar perkataan Resa, Yuna hanya mampu terdiam sambil meneteskan air mata penuh penyesalan atas keputusan dan tindakannya sendiri. Yuna dengan penuh penyesalan meminta maaf kepada teman - temannya dan meminta mereka untuk pergi meninggalkan dirinya. Namun tiba - tiba dua narapidana langsung memegangi tubuh Yuna berusaha membuka baju Yuna yang membuat semua tim penyerbu marah akan tindakan tersebut....
...Yuna yang tidak berdaya hanya mampu menangis dan menjerit penuh harap agar dirinya tidak di perkosa. Hal itu membuat Resa marah sambil meneteskan air mata dan menurunkan senjata miliknya yang membuat semua tim penyerbu kembali menurunkan senjata milik mereka masing - masing. Para narapidana memberikan waktu sepuluh menit untuk tim penyerbu membebaskan mereka serta memberikan beberapa senjata api kepada para narapidana....
...Ketika mereka sedang berdiskusi tentang tindakan mereka tiba - tiba muncul empat bola alien yang terdeteksi di detektor bola alien. Hal itu membuat tim penyerbu sepakat untuk membebaskan para narapidana dan memberikan beberapa senjata api mereka kepada para narapidana. Ketika pagar besi sudah dibuka dan Yuna mulai berjalan keluar tiba - tiba para narapidana berkhianat dengan menarik Yuna kembali yang membuat semua anggota tim penyerbu melarikan diri meninggalkan Yuna bersama para narapidana....
...Para narapidana mulai berjalan keluar sambil membawa Yuna bersama mereka dengan tujuan awal menangkap para gadis dari tim penyerbu. Para narapidana mulai berpencar mencari tim penyerbu sambil membawa senapan yang mereka dapatkan dari tim penyerbu. Salah satu narapidana bertemu dengan sebuah bola alien yang membuat dia kebingungan sekaligus terkejut....
...Tanpa basa basi sang bola alien langsung membunuh narapidana tersebut dengan menyerang kepalanya secara langsung. Salah satu narapidana membawa Yuna ke ruang medis penjara tersebut dan berusaha memperkosa Yuna kembali. Namun kali ini Yuna berhasil melawan dengan cara memukul sang narapidana hingga kesakita lalu memanfaatkan hal tersebut untuk melarikan diri....
__ADS_1
...Yuna berhasil bersembunyi di dalam salah satu lemari besi di sebuah ruangan meskipun masih tetap ketahuan oleh sang narapidana yang mengejarnya tapi Yuna masih aman berada di dalam karena lemari tersebut bisa dikunci dari dalam. Ketika sang narapidana sibuk berusaha membuka lemari besi tempat Yuna berada tiba - tiba muncul sebuah bola alien dari langit - langit ruangan tersebut. Sang bola alien langsung mengejar sang narapidana yang berlari ketakutan dan tidak bisa menembakan senapan yang dia bawa....
...Ketika sang narapidana hendak menahan sang bola alien dengan salah satu pintu sel penjara tiba - tiba tentakel sang bola alien langsung menusuk kedua bola mata sang narapidana. Rupanya tim penyerbu memanfaatkan kedatangan para bola alien untuk membunuh para narapidana dengan rencana yang telah mereka susus sebelumnya. Julian meminta empat senjata mereka untuk diberikan kepada para narapidana dengan peluru kosong....
...Ketika mereka sedang membuka pintu pagar besi pembatas blok ruangan isolasi Jonathan memberi kode kepada Yuna bahwa ada empat bola alien yang sedang bergerak ke arah mereka. Raka dan Teguh bertugas memancing para bola alien sementara yang lain berusaha menyelamatkan Yuna. Dua orang narapidana yang sedang mencari tim penyerbu secara tidak sengaja melihat jasad salah satu narapidana yang kepalanya sudah terpenggal....
...Sebuah bola alien langsung menyerang salah satu narapidana yang membuat narapidana lainnya menyadari bahwa senapa yang diberikan oleh tim penyerbu merupakan senapan kosong tanpa peluru. Yuna yang sedang berlari untuk keluar dari dalam penjara tiba - tiba melihat bola alien yang membuat dirinya bersembunyi untuk beberapa saat. Di waktu yang sama Resa berhasil menemukan senjata miliknya yang dibawa oleh salah satu narapidana dan langsung mengisinya dengan peluru....
...Julian dan Rani juga sudah mulai bergerak mengambil senjata api yang dibawa oleh para narapidana lalu mengisinya dengan megazine berpeluru. Mereka yang sudah terbiasa melihat mayat korban serangan bola alien bergerak dengan tenang dan penuh waspada. Dua narapidana yang tersisa saling bertemu satu sama lain untuk keluar bersama, tapi salah satu narapidana tidak percaya terkait bola alien yang dikatakan rekan narapidananya hingga akhirnya mereka bertemu secara langsung dengan dua bola alien sekaligus....
...Kedua narapidana tersebut langsung bertarung melawan dua bola alien, tapi salah satu narapidana melarikan diri meninggalkan rekan narapidananya yang lain. Akhirnya Yuna berhasil keluar dari dalam penjara dan langsung mendengar suara Resa yang memanggil namanya hingga membuat dirinya bergegas berlari menghampiri Resa. Setelah berhasil menyelamatkan Yuna, Jonathan dan Raka datang untuk membantu Yuna yang sedang berlari bersama Resa dari kejaran para bola alien....
...Resa berusaha mengambil senapan miliknya tapi terus ditembaki oleh sang narapidana hingga Resa tidak bisa mengambil senapan miliknya. Sang narapidana juga langsung menendang perut Resa beberapa kali yang membuat Resa meneteskan air mata kesakitan. Sang narapidana yang kesal kepada Yuna berpikir untuk membunuh Yuna terlebih dahulu tapi Resa dengan sigap mendorong Yuna yang membuat telinga kiri Resa terluka akibat lesatan peluru....
...Ketika sang narapidana hendak menendang Resa kembali giliran Yuna yang melindungi Resa dengan melemparkan pasir ke arah mata sang narapidana hingga dirinya kesakitakn kesulitan melihat. Tanpa disengaja sang narapidana terus menembakan senjata yang dia bawa secara membabi buta hingga semua pelurunya habis. Tidak lama kemudian muncul seorang narapidana yang berhasil selamat setelah mengalahkan dua bola alien yang menyerang dirinya....
__ADS_1
“Cepat bunuh para gadis ini!” teriak sang narapidana yang kesakitan karena matamnya terkena pasir yang dilemparkan Yuna.
...Sang narapidana yang selamat dari serangan dua bola alien langsung mengambil senjata milik Resa dan menembakannya ke arah narapidana lain tepat di kepalanya. Anggota tim penyerbu lain yang baru tiba langsung mengarahakn semua senapanya kepada narapidana yang tersisa membuat sang narapidana melemparkan senjata yang dia pegang. Tanpa banyak bicara sang narapidana langsung berjalan pergi melewati semua anggota tim penyerbu yang membuat tim penyerbu hanya mengarahkan senapan mereka tanpa menembak ataupun berbicara sepatah katapun....
“Resa kamu berdarah!” kata Jihan cemas memeriksa luka di telinga kiri Resa.
“Aaah.” kata Jihan menahan rasa sakit ketika Jihan memeriksa lukanya.
...
...Di markas Diki, Sarah, dan Hana masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa protofon mereka disabotase hingga tidak berfungsi. Akhirnya pasukan cadangan SMK Analis Kimia berpamitan kepada Diki, Sarah, dan Hana sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka. Mereka juga menyarankan agar pleton 2 untuk segera pulang karena tidak ada gunanya menjalankan operasi pembersihan saat seleksi ujian masuk perguruan tinggi tahun ini dibatalkan....
“Tunggu, tentang protofon kami yang disabotase apakah tidak ada kemungkinan bahwa kalian salah menarik kesimpulan?” tanya Diki gelisah.
“Benar, masih ada kemungkinan kami salah. Kami pergi dulu!” kata salah satu siswa SMK Analis Kimia sambil menarik semua teman - temannya untuk bergegas pergi.
__ADS_1
...Siswa SMK Analis Kimia menjawab seperti itu demi kebaikan pleton 2 karena jika pleton 2 mulai saling tidak percaya satu sama lain maka mereka akan semakin kesulitan dalam menghadapi setiap masalah yang akan datang kemudian. Diki, Sarah, dan Hana yang masih gelisah dengan kasus protofon sepakat untuk merahasiakan hal ini untuk sementara waktu dari teman - temannya. Setelah memasang kembali protofon yang belum lama mereka bongkat Diki, Sarah, dan Hana langsung menyambut kepulangan tim penyerbu....
...Yuna yang merasa bersalah langsung mengambil kotak medis untuk mengobati luka Resa. Melihat kondisi Resa, Diki, Sarah, dan Hana penasaran tapi tidak satupun anggota tim penyerbu saat itu yang langsung menceritakan pengalaman mereka saat pergi ke penjara. Yuna mengobati luka Resa dengan penuh kelembutan sambil berterima kasih telah menyelamatkan dirinya dan meminta maaf penuh penyesalan akibat ulah dirinya yang membahayakan semua orang terutama Resa....