Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Pengorbanan


__ADS_3

... Semua siswa kelas 12-2 langsung melihat ke arah Jonathan sambil menghajar para zombie sekaligus mendorong baricade troli. Jonathan yang sadar bahwa dirinya akan berubah menjadi zombie langsung memanjat baricade troli untuk melompat keluar dari baricade troli. Jonathan langsung menghajar beberapa zombie yang menghalangi laju baricade troli sambil mendorong troli membantu teman - temannya dari luar baricade sekalipun dirinya terus digigit oleh para zombie....


“Cepat dorong!” pinta Jonathan lantang yang membuat para siswa kelas 12-2 mendorong baricade troli sambil menangis.


“Ayo kita pulang ke rumah!” ajak Jonathan sambil menangis dan menahan rasa sakit dari gigitan para zombie.


... Para siswa kelas 12-2 menangis semakin jadi kala mendengar suara Jonathan terutama ketika Jonathan mengerang menahan kesakitan akibat gigitan para zombie. Naga langsung menghapus air matanya dan ikut melompat keluar baricade troli untuk membunuh para zombie yang menghalangi laju baricade troli. Naga yang kesal karena dirinya kembali gagal melindungi salah satu anggota keluarganya langsung membunuh para zombie satu persatu dengan brutal....


“Jo!” teriak Resa sambil menangis melihat Jonathan yang sudah dikerubungi dan digigit oleh para zombie hingga terbaring tak berdaya.


“Naga!” panggil Nara cemas dalam tangisnya.


“Cepat keluar!” pinta Naga lantang sambil terus membuuh para zombie satu persatu.


... Para zombie yang mengerubungi Jonathan dan menyerang Naga membuat para siswa kelas 12-2 dengan mudah mendorong baricade troli hingga mencapai pintu belakang gymnasium. Setibanya di depan pintu belakang gymnasium Julian dan Teguh langsung membuka ikatan baricade agar mereka bisa keluar sambil tetap terlindungi oleh baricade yang mereka buat. Namun ketika Julian hendak membuka pintu belakang gymnasium rupanya pintu tersebut terkunci hingga Julian dan Teguh berusaha mendobraknya....


“Naga pintunya terkunci!” teriak Nara cemas sambil meneteskan air mata.


... Mendengar hal itu Naga semakin gencar membunuh para zombie sambil bergerak menjauh dari pintu belakang gymnasium. Langkah Naga terhenti ketika Jonathan yang sudah berubah menjadi zombie berlari menyerangnya tapi selalu Naga hindari tanpa melawan. Kala Julian dan Teguh mengambil ancang - ancang untuk mendobrak pintu belakang gymnasium secara bersama - sama tiba - tiba pintu belakang gymnasium dibuka oleh seorang wanita....

__ADS_1


“Naga pintunya sudah terbuka! Ayo keluar!” pinta Nara sambil menangis.


... Mendengar suara Nara membuat pandangannya langsung melihat ke arah Nara tapi tidak lama kemudian pandangannya langsung berpaling ke arah sosok wanita yang membukakan pintu. Yuri bersama dua pengawalnya membuka pintu belakang gymnasium setelah mendengar Nara memanggil Naga kala pintunya masih terkunci. Melihat Yuri datang membantu Naga langsung berlari ke arah baricade troli dan langsung melompatinya untuk bisa segera keluar dari gymnasium bersama yang lain....


“Naga!” kata Yuri yang langsung memeluk Naga dengan penuh kasih sayang.


“Nona Yuri, tuan Naga kita tidak memiliki banyak waktu!” kata salah satu pengawal Yuri mengingatkan.


... Yuri, Naga, bersama kedua pengawal Yuri dan para siswa kelas 12-2 langsung berlari ke arah lapangan tenis sekolah mereka kala para zombie yang berada di luar gymnasium berlari ke arah mereka. Ketika mereka masuk ke dalam lapangan tenis dan hendak keluar dari pintu sisi lainnya tiba - tiba para zombie sudah mengepung mereka dari kedua pintu keluar. Para zombie yang datang semakin banyak membuat pintu masuk yang mereka lewati berhasil di dobrak dan mengejar ke arah mereka....


“Kak Yuri beri aku sesuatu!” pinta Naga sambil fokus melihat ke arah para zombie yang sedang berlari ke arah mereka.


... Naga bersama dua pengawal Yuri dari klan Gensai terus membunuh para zombie satu persatu sambil berjalan mundur berusaha menyusul Yuri dan yang lainnya. Jumlah zombie yang datang semakin banyak membuat salah satu pengawal Yuri dari klan Gensai langsung menutup pintu keluar lapangan tenis setelah Naga dan satu pengawal Yuri keluar dari lapangan tenis. Sang pengawal meminta Naga dan Yuri untuk segera pergi sementara dirinya mengikat pintu keluar dengan tubuhnya agar tidak bisa di dobrak oleh para zombie....


“Aku mohon pergilah nona Yuri, tuan Naga!” pinta sang pengawal yang mengorbankan dirinya sambil menangis menahan rasa sakit digigit para zombie.


... Naga langsung membungkuk penuh hormat kepada sang pengawal yang mengorbankan dirinya sebagai tanda penghormatan terakhir dari Naga dan membuat sang pengawal tersenyum bangga melihatnya. Naga langsung mengajak Yuri yang masih menangis untuk segera berlari bersama teman - temannya yang lain menuju proyek gedung sekolah yang sedang dibangun. Ketika mereka baru berlari masuk ke dalam proyek pembangunan salah satu gedung sekolah mereka Naga langsung berhenti secara mendadak dan membuat semuanya terkejut....


“Cepat naik ke atas!” pinta Naga tegas sambil melihat ke arah teman - temannya yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


... Tidak lama setelah Naga meminta mereka naik ke atas tiba - tiba muncul banyak zombie dari arah depan dan belakang mereka. Setibanya di lantai 2 mereka langsung berpencar mencari tempat bersembunyi tapi karena gedung tersebut masih dalam proyek pembangunan jadi tidak ada satupun ruangan yang memiliki pintu. Akhirnya Jihan melihat kesempatan mereka bersembunyi di atas atap pintu masuk samping gedung tersebut....


“Sebelah sini!” kata Jihan yang membuat semuanya pergi ke arah Jihan.


... Naga dan Julian mengambil kursi yang ada di dekat mereka untuk memudahkan mereka melompati dinding kaca yang belum jadi. Yuri, Naga, pengawal Yuri dan semua siswa kelas 12-2 secara bergiliran melompat ke atas atap pintu masuk samping gedung tersebut. Setelah semuanya berada di atas atap pintu masuk samping gedung tersebut mereka semua langsung terduduk tanpa berbicara sepatah katapun agar tidak terdengar oleh para zombie....


... Naga langsung memeluk Yuri dengan penuh kelembutan kala Yuri masih menangis mengingat pengawalnya sekaligus supir pribadi yang selalu menemani Yuri ketika Yuri bepergian mengorbankan dirinya untuk Yuri dan Naga. Beberapa menit kemudian para zombie kembali turun ke lantai 1 karena menduga Yuri, Naga, dan yang lainnya sudah tidak ada di gedung tersebut. Ketika mereka sedang duduk tenang beristirahat sejenak tiba - tiba radio taktis milik pengawal Yuri berbunyi tapi dengan cepat dia kecilkan suaranya hingga terdengar seperti berbisik....


“Perhatian kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar Gelora Bung Karno, Monas, Taman Kota Jakarta Garden City, dan Sekolah Juvenile Cendekia segera pindah mencari tempat perlindungan karena akan diadakan operasi peledakan di area tersebut.” kata suara dari radio taktis yang dibawa pengawal Yuri.


“Aku akan memancing mereka ke atap, kalian turun dan pergilah sesuai dengan rencana kita!” kata Naga sambil melihat semua teman - temannya.


“Tidak Naga kita semua harus pergi ini operasi ledakan!” pinta Nara sambil memegangi tangan Naga dengan mata berkaca - kaca.


“Tidak perlu khawatir Nara percayalah kepadaku! Aku pasti akan segera menyusul kalian!” pinta Naga sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Nara.


“Betul, Naga bisa bergerak dengan cepat termasuk turun dari bangunan bertingkat!” kata Yuri sambil memegang kedua pundak Nara dengan penuh kelembutan.


... Naga langsung memeluk Nara dan mencium kening Nara dengan penuh senyuman sebelum melompat masuk ke dalam proyek gedung sekolah yang masih di bangun sambil berteriak menarik perhatian para zombie. Tidak lama kemudian para zombie mulai berdatangan dan berlari mengejar Naga yang terus naik ke lantai atas dari gedung yang masih di bangun. Setelah dipastikan semua zombie yang ada di sekitar mereka mengejar Naga ke lantai atas Yuri bersama pengawalnya dan para siswa kelas 12-2 langsung masuk ke dalam gedung tersebut untuk segera turun dan pergi meinggalkan gedung tersebut....

__ADS_1


__ADS_2