
... Jonathan yang mengetahui sedikit tentang keluarga Gensai menceritakan kepada teman - temannya bahwa keluarga Gensai merupakan pemimpin klan Gensai yang telah melindungi Indonesia dari ancaman dalanm dan luar negeri sejak Indonesia merdeka. Klan Gensai tidak harus selalu berasal dari keluarga Gensai tapi keluarga Gensai akan selalu menjadi ketua klan Gensai yang diwariskan secara turun temurun. Setiap anggota keluarga Gensai telah dididik dan dilatih untuk menjadi pemimpin klan Gensai sejak kecil....
... Hal - hal seperti bela diri dan seni berperang telah mereka pelajari sejak kecil hingga mereka terbiasa dengan situasi seperti sekarang. Naga merupakan keluarga Gensai generasi ketiga dimana dirinya memiliki bakat yang tidak lazim dimiliki oleh anak - anak pada umumnya dimana Naga memiliki insting alami sebagai pembunuh dan memiliki reflek di atas manusia normal. Bakat tersebut membuat Naga dijuluki sebagai anak yang terlahir untuk berperang....
... Jonathan juga tahu bahwa keluarga Gensai generasi ketiga adalah anggota klan Gensai termuda yang mendapatkan misi pertamanya yakni di usianya yang baru menginjak 15 tahun. Artinya sejak kelas 10 Naga sudah menjalankan berbagai macam misi rahasia sebagai anggota klan Gensai dimana salah satu misi yang diduga diselesaikan oleh Naga adalah misi pembunuhan 5 petinggi organisasi kriminal di Surabaya. Mendengar cerita Jonathan semua siswa pleton 2 terkejut hingga terdiam membisu sambil melihat Naga....
“Sudah berapa banyak nyawa yang kamu renggut?” tanya Jonathan memastikan.
“Aku sudah lama berhenti menghitungnya.” jawab Naga dingin.
“Kamu berada di mana saat Charlie terjatuh? Apa yang kamu lakukan saat itu?” tanya Jonathan yang tertunduk ragu sambil mengepalkan tangannya ketakutan.
“Apa maksudmu Jo?” tanya Nara terkejut sambil melihat ke arah Jonathan.
“Aku mendengar bahwa keluarga Gensai generasi ketiga memiliki kelainan sehingga dirinya tidak bisa memahami emosi orang - orang disekitarnya.” jawab Jonathan sambil menatap Nara.
“Bisa jadi itu bukan Naga, Jo.” kata Nara membela Naga.
“Keluarga Gensai generasi ketiga hanya ada dua orang yakni anak pertama seorang putri dan anak kedua seorang putra. Putra keluarga Gensai lah yang memiliki kelainan tersebut.” jawab Jonathan penuh percaya diri.
“Aku tidak membunuh Charlie, pertama aku tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan membunuh Charlie bahkan keuntungan emosional pun aku tidak akan dapat. Kedua Ilham menjadi saksiku karena aku selalu bersama Ilham termasuk ketika Charlie terjatuh dan meninggal.” jawab Naga santai sambil menatap Jonathan.
“Benar, orang yang bertengkar dengan Charlie adalah aku dan setelah mendengar suara Kevin aku naik ke lantai atas bertemu dengan Naga. Sejak saat itu hingga kami melihat Charlie yang sudah tewas Naga selalu bersamaku.” kata Ilham membenarkan klaim Naga.
“Semua tim pencari pasti mendengar suara tembakan sebelum Charlie terjatuh dan ketika kalian sedang memperdebatkan manipulasi suara aku memeriksa setiap megazin dari tim pencari. Hanya megazine milik Charlie yang kehilangan beberapa peluru sementara yang lainnya tidak ada yang kehilangan peluru. Menurutku Charlie bertemu dengan beberapa bola alien yang membuat dia menembakan senjatanya lalu satu bola alien berhasil mendorong Charlie hingga terjatuh sebelum Charlie memusnahkan bola alien tersebut.” kata Naga penuh percaya diri.
__ADS_1
“Maaf aku telah menuduhmu.” kata Jonathan sambil tertunduk merasa beraslah.
“Tidak perlu, jika aku adalah dirimu yang mengetahui tentang keluargaku aku juga akan berpikiran hal yang sama denganmu.” jawab Naga santai.
“Jika kamu adalah anggota keluarga Gensai generasi ketiga itu artinya kamu adalah sosok di balik insiden Jum’at berdarah?” tanya Julian yang membuat Jonathan terkejut tapi beberapa teman yang lain kebingungan.
“Insiden apa itu?” tanya Teguh penasaran.
... Julian menceritakan bahwa saat liburan semester genap kelas 11 ada berita viral tentang keberhasilan satuan tugas gabungan polisi dengan jaksa yang berhasil memusnahkan kelompok kriminal yang telah menjual wanita ke berbagai negara. Namun ayahku berkata bahwa satuan gabungan itu hanya diminta untuk mengklaim keberhasilan tanpa melakukan apapun. Orang yang memusnahkan kelompok kriminal itu adalah seorang anak muda seusia Julian dari keluarga Gensai generasi ketiga....
... Cerita tentang anak ini mungkin terdengar seperti mitos ataupun legenda tapi nyatanya cerita tentang anak ini adalah sebuah realita. Ayah Julian mengatakan bahwa semua mayat kelompok kriminal pasti tewas karena senjata tajam kalaupun ada yang tewas tertembak pasti karena peluru dari rekan mereka sendiri bukan peluru dari pihak berwajib. Kisahnya terdengar mengerikan tapi berkat dirinya banyak nyawa wanita terselamatkan dan banyak orang tua yang berhenti bersedih karena anak - anak mereka bisa kembali pulang....
... Ayah Julian menambahkan bahwa keluarga Gensai generasi ketiga telah membantu banyak masyarakat Papua terbebas dari kelompok bersenjata yang mengancam nyawa mereka. Masyarakat Papua hingga menciptakan sebuah lagu yang menceritakan perjuangan keluarga Gensai generasi ketiga dalam membebaskan mereka dari para kelompok bersenjata yang sering membunuh masyarakat Papua. Ayah Julian berpesan yang paling penting dari kehidupan adalah hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain dengan apapun cara yang kita mampu....
“Dengan sebilah pedang?” tanya Julian memastikan.
“Iya.” jawab Naga sambil mengangguk.
“Berhentilah marah kepada Julian, Jihan dan Ilham! Jika kalian masih marah lampiaskan lah kemarahan kalian kepadaku!” pinta Naga sambil melihat semua teman - temanya yang membuat mereka kebingungan.
“Kenapa Naga?” tanya Nara memastikan.
... Naga menceritakan ketika pleton 2 mendapatkan tugas operasi pembersihan dan kita diminta mempersiapkan senjata masing - masing tiba - tiba ada pilihan untuk membawa senjata tajam yang padahal kita sama sekali belum diajari berperang menggunakan senjata tajam. Saat itu Naga menyadari bahwa beberapa petinggi militer yang mengetahui identitas Naga ingin memerintahkan Naga secara tidak langsung melalui penugasan pleton 2. Jadi apapun yang terjadi mereka akan tetap diberikan tugas operasi pembersihan karena Naga bagian dari pleton 2....
“Maafkan aku, karena kalian sekelas denganku kalian harus terseret dalam peperangan ini.” kata Naga merasa bersalah.
__ADS_1
“Kami melihatnya hari ini bahwa manusia lebih menakutkan daripada bola alien dan kalian bertiga sama seperti para narapidana di penjara hari ini.” jawab Rani kesal sambil melihat ke arah Jihan, Julian, dan Ilham.
“Siapapun dirimu dan apapun yang kamu katakan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Jihan, Julian, dan Ilham telah menipu kami walaupun aku tidak bisa bilang bahwa kamu terlibat karena menutup mulut setelah mengetahui semua ini.” lanjut Rani sambil menatap Naga kesal.
... Mendengar perkataan Rani membuat Jihan menjelaskan bahwa dirinya ingin pleton 2 tetap bersatu sekalipun dengan alasan ujian seleksi masuk perguruan tinggi sambi terduduk meminta maaf penuh penyesalan diikuti oleh Julian dan Ilham yang meminta maaf juga. Namun hal itu membuat semua siswa pleton 2 pergi dengan air mata penuh kekecewaan. Setelah semuanya pergi Jihan dan Ilham menangis dengan penuh penyesalan sementara Julian termenung menyadari kesalahannya....
... Naga menyadari psikologis Yoshua terganggu setelah mendengar kabar ujian seleksi masuk perguruan tinggi dibatalkan yang membuat Naga mulai memperhatikan Yoshua secara diam - diam. Setelah pembicaraan malam itu seperti biasa Naga pergi menyendiri untuk berolahraga sebentar lalu menikmati waktu sendirinya sebelum pergi tidur. Tiba - tiba Nara datang dan langsung duduk tepat di samping Naga yang membuat Naga melihat ke arah Nara....
“Apakah luka - luka ditubuhmu itu karena pelatihan dan misi dari klan Gensai?” tanya Nara memastikan sambil melihat ke arah Naga.
“Iya.” jawab Naga santai sambil memandangi langit malam.
“Nara mungkin ini terdengar seperti aku terlalu percaya diri tapi sebaiknya kamu berhenti menyukaiku dan carilah laki - laki lain di luar sana yang jauh lebih baik dariku!” pinta Naga sambil menatap Nara yang membuat Nara terkejut.
“Apakah ini artinya aku sudah ditolak bahkan sebelum aku menyatakan perasaanku?” tanya Nara memastikan sambil menatap Naga.
“Semua yang dikatakan Jonathan dan Julian adalah benar, kamu berhak mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada perang seperti saat ini. Sementara perang adalah bagian dari hidupku dan aku tidak yakin bisa memberikanmu kehidupan yang normal seperti laki - laki pada umumnya. Aku ditakdirkan untuk berperang dan aku takut kamu ...” kata Naga yang langsung dipotong oleh Nara dengan mencium bibir Naga.
“Ketika aku tahu pertama kali bahwa kita dilatih untuk memusnahkan para bola alien aku ketakutan. Namun setiap berada di dekatmu ketakutanku memudar hingga tidak tersisa dan setiap kali melihatmu serta mendengar suaramu aku merasa aman dan bahagia. Hingga akhirnya setelah kita melalui berbagai macam rintangan sampai saat ini aku menyadari bahwa salah satu kebahagiaany adalah menghabiskan waktu bersama kamu.” kata Nara setelah melepas ciumannya dari bibir Naga sambil menatap Naga dalam - dalam.
“Tidak semua yang dikatakan Jo benar, kamu bukan laki - laki yang tidak bisa merasakan emosi orang - orang disekitarmu.” lanjut Nara sambil tersenyum manis.
“Aku memang tidak bisa merasakan dan memahami orang - orang di sekitarku, tapi kakakku melatih dan mengajariku agar aku bisa memahami dan merasakan emosi orang - orang di sekitarku.” jawab Naga sambil menatap Nara.
“Dan kakakmu berhasil.” jawab Nara sambil tersenyum bahagia yang membuat Naga ikut tersenyum sambil menatap Nara.
__ADS_1