Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Datuk Wind


__ADS_3

... Nara yang penasaran mencoba bertanya kepada Lust dan Envy yang duduk satu meja dengannya tapi Lust dan Envy memberikan kode bahwa mereka belum bisa memberikan penjelasan karena saat ini mereka akan mengkonfirmasi terlebih dahulu. Pride, Wrath, Sloth, Greed, dan Gluttony melihat ke arah Yura dengan tatapan penuh kewaspadaan bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Sahabat Yura yang sedang duduk bersamanya berusaha mencairkan suasana sekalipun dirinya tidak tahu masalahnya tapi Yura meminta sahabatnya untuk pergi ke kelas duluan sementara Yura akan berbicara dengan Naga....


“Apakah keluarga Gensai generasi ketiga menjadi sangat pengecut sampai harus mengerahkan seluruh pengawal pribadinya untuk bertanya kepada seorang wanita?” tanya Yura yang mengejek Naga sambil menatap Naga yang membuat sahabatnya terkejut dan memutuskan untuk tetap duduk bersama Yura.


“Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan kedatangan mereka bertujuh kesini untuk apa karena aku tidak berniat meminimalisir resiko tapi aku akan melenyapkan resiko yang ada!” jawab Naga dingin sambil menatap Yura tajam yang membuat Yura terkejut dan mulai gemetar ketakutan.


“Aku akan menjawab semua pertanyaanmu tapi tidak disini!” jawab Yura sambil tertunduk gemetar ketakutan.


“Setelahmu!” pinta Naga dingin yang membuat Yura langsung berdiri.


... Yura meminta sahabatnya untuk pergi ke kelas sementara dia akan berbicara dulu dengan Naga. Yura langsung pergi keluar dari kantin diikuti oleh Naga, Pride, dan Wrath sementara Nara hanya mampu melihat ke arah Naga yang menatap Yura dengan tatapan dingin. Naga meminta Yura untuk masuk ke salah satu mobil yang dia bawa untuk menjawab semua pertanyaan Naga kepadanya....

__ADS_1


... Tanpa basa basi Naga langsung bertanya tentang ‘Asosiasi’ dan kasus penembakan yang terjadi akhir - akhir ini. Yura bercerita bahwa sebenarnya ‘Asosiasi’ tidak dibubarkan melainkan anak - anak yang menjadi anggota ‘Asosiasi’ dieksekusi pada tahun 2005 oleh salah satu anggota mereka dengan kode nama ‘Wind’. Saat itu ‘Wind’ mendapatkan intruksi dari petinggi ‘Asosiasi’ dengan kode nama ‘Datuk’ untuk membunuh para ******* yang menyerang markas mereka....


... Tanpa ‘Wind’ ketahui bahwa ******* yang dimaksud adalah anak - anak anggota ‘Asosiasi’ beserta orang - orang suruhan ‘Datuk’ yang juga ditugaskan untuk membunuh anak - anak anggota ‘Asosiasi’ karena ‘Datuk’ merasa anak - anak tersebut telah gagal memenuhi ekspektasinya. Yura yang saat itu memiliki kode nama 27 berhasil melarikan diri dan selamat bersama seorang anak laki - laki dengan kode nama 29. Saat ini laki - laki dengan kode nama 29 telah membentuk ‘Asosiasi Baru’ berdasarkan intruksi dari ‘Datuk’ dan tugas pertama mereka adalah melenyapkan sisa - sisa dari ‘Asosiasi’ lama yang bisa mengancam keberadaan mereka karena mengetahui fakta sebenarnya yang terjadi kepada ‘Asosiasi’ lama....


... Ketiga korban dari kasus penembakan yang terjadi beberapa Minggu terakhir merupakan bagian dari ‘Asosiasi’ lama dan Yura ditugaskan untuk membunuh sang karyawan swasta sementara 29 ditugaskan untuk membunuh sang ibu rumah tangga. Yura akan dibebaskan dari ‘Asosiasi’ setelah dirinya berhasil membunuh ‘Wind’ yang saat ini bekerja di BIN dan sedang berusaha mengungkapkan kasus ini. Yura juga memberitahu bahwa ‘Datuk’ juga saat ini bekerja di BIN dan nama aslinya adalah Tohari Ahmad Suradji....


... Mendengar penjelasan Yura, Naga memutuskan bahwa Yura bukan resiko yang perlu dilenyapkan oleh Naga tapi Naga juga meminta agar Yura berhenti mengikuti permintaan ‘Asosiasi’. Informasi yang diberikan oleh Yura sudah lebih dari cukup untuk membubarkan ‘Asosiasu’ yang saat ini berada di balik bayang - bayang ‘Datuk’. Namun Yura mengatakan semua ini akan berakhir jika dirinya membunuh ‘Datuk’ dan itu adalah rencana yang akan Yura jalankan karena dia tahu bahwa ‘Datuk’ akan bertemu dengan ‘Wind’ nanti sore....


“Aku mengerti, aku akan memberitahu BIN tentang hal ini!” jawab Naga penuh percaya diri.


... Pride meminta semuanya untuk segera kembali yang membuat Lust menjelaskan kepada Nara bahwa semuanya baik - baik saja dan tidak terjadi apa - apa. Di waktu yang bersamaan Naga langsung memberitahu informasi tentang ‘Datuk’ dan ‘Asosiasi Baru’ kepada pihak BIN yang membuat mereka langsung mencari keberadaan Tohari Ahmad Suradji. Pencarian BIN ke tempat - tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian Tohari tidak kunjung membuahkan hasil sementara di sore harinya Yura berhasil menemukan Tohari yang sedang melalukan pertemuan dengan ‘Wind’ di sebuah area parkir....

__ADS_1


... Yura yang mengamati pertemuan antara Tohari dan ‘Wind’ langsung dibuat terkejut ketika Tohari mengangkat tangannya memberikan kode kepada penembak jitu bawahannya untuk menembak. Awalnya Yura mengira penembak jitu tersebut membunuh ‘Wind’ tapi rupanya penembak jitu tersebut menembak 29 yang sejak tadi juga sedang mengamati mereka. Yura langsung mencari keberadaan penembak jitu bawahan Tohari dan ketika Tohari mengangkat tangannya yang lain untuk memberikan kode dengan cepat Yura menembak penembak jitu tersebut untuk menyelamatkan nyawa ‘Wind’....


... Sadar rencananya telah gagal, Tohari berusaha membunuh ‘Wind’ dengan tangannya sendiri tapi ‘Wind’ dengan cepat berhasil bersembunyi di balik mobilnya sehingga hanya lengan atas kirinya saja yang terluka terkena tembakan. Yura juga berhasil memberikan tembakan peringatan kepada Tohari dan berhasil menembak lengan atas kanan sang supir Tohari yang membuat Tohari mundur dari area tersebut. Setelah keadaan sudah aman, Yura langsung turun dan menolong ‘Wind’ untuk mengobati lukanya karena ‘Wind’ tidak bisa ke rumah sakit akibat kasus ini....


... Setelah mengobati luka ‘Wind’, Yura langsung kembali mengejar Tohari untuk mengakhiri semuanya akan tetapi rupanya Tohari telah melarikan diri ke luar negeri setelah pergi dari area parkir sebelumnya. Mengingat 29 sudah dibunuh oleh penembak jitu bawahan Tohari, Yura berpikir bahwa dirinya sudah terbebas dari ‘Asosiasi’. Namun meskipun demikian Yura tetap waspada dalam menjalani setiap aktivitasnya karena Tohari masih hidup dan berada di luar negeri saat ini yang mungkin sewaktu - waktu akan datang untuk memburunya....


... Aksi Yura menyelamatkan ‘Wind’ dan Tohari yang kabur melarikan diri ke luar negeri juga sudah diketahui oleh Naga setelah salah satu petinggi BIN yang Naga kenal memberitahunya. Meskipun demikian insting Naga merasa ada yang janggal dan bahaya masih mengintai Nara di kampus tapi Naga sangat yakin bahwa ancaman bahaya itu bukan berasal dari Yura. Hal itu membuat Naga meminta Nara agar diantar jemput oleh dirinya dan Nara mengiyakan setelah mendengar penjelasan dari Naga sekaligus bisa membuat Nara lebih banyak menghabiskan waktu bersama Naga....


... Tiga hari kemudian 29 baru sadarkan diri setelah melalui operasi untuk menyelamatkan nyawanya akibat tembakan dari penembak jitu bawahan Tohari. Rupanya ketika 29 tertembak ada beberapa anggota BIN yang berhasil membawa dan menyelamatkan 29 sehingga saat ini 29 dirawat serta ditahan dengan pengawasan penuh oleh BIN. Setelah baru sadar 29 menceritakan semua hal yang dia tahu terutama setelah Tohari mengkhianati dirinya dengan berusaha membunuhnya saat pertemuan Tohari dengan ‘Wind’....


... 29 menjelaskan bahwa Yura merupakan target terakhir dari Tohari untuk melenyapkan semua orang yang berhubungan dengan ‘Asosiasi’ lama. Mendengar hal itu pihak BIN langsung memberitahu Naga yang membuat Naga langsung pergi ke kampus Nara sekalipun belum waktunya Nara untuk pulang. Ketika jam makan siang tiba - tiba muncul sekelompok orang yang langsung menembaki seisi kantin hingga membuat orang - orang di dalamnya tewas terkena tembakan....

__ADS_1


... Yura langsung menunduk di salah satu meja kantin sambil meminta sahabat serta orang - orang di sekitarnya agar menunduk bersembunyi di bawah meja. Nara juga langsung bersembunyi di bawah meja ketika penembakan di kantin kampusnya terjadi sambil menarik Tasya serta Mira yang bersamanya untuk ikut bersembunyi di bawah meja. Tasya dan Mira menangis histeris sambil menutup kedua telinganya ketika orang - orang bersenjata api terus menembaki seisi kantin tanpa henti sementara Nara dan Yura berusaha mencari kesempatan untuk menyerang balik....


... Naga yang baru datang langsung berlari ke arah kantin FISIP sambil menembaki anak buah Tohari dengan H&K SFP9 L yang dia bawa hingga semua anak buah Tohari tewas satu persatu. Baru saja Naga bertemu dengan Nara tiba - tiba anak buah Tohari datang semakin banyak dan mulai kembali menembaki seisi kantin dengan membabi buta. Beruntung Yura berhasil mengambil salah satu senjata beserta megazine milik salah satu anak buah Tohari yang tewas dan membantu Naga untuk membunuh anak buah Tohari yang terus berdatangan....


__ADS_2