
... Naga yang menyadari bahwa posisi mereka bisa dikepung bergerak sendirian ke arah lain agar barikade senjata api gagal di kepung. Terjadi kontak senjata antara Joan beserta pasukan Salient Global melawan para tim keamanan kerajaan yang ada pada saat itu. Mendengar suara tembakan Naga langsung bergerak membunuh para anak buah Joan yang berusaha mengepung barikade dengan tangan kosong dan senjata tajam yang dia dapat dari pasukan Salient Global....
... Naga juga mencuri senjata api milik salah satu pasukan Salient Global untuk membunuh para pasukan Salient Global yang terus berdatangan untuk mengepung barikade dan membunuh raja Felipe VI. Setelah saling membalas tembakan satu sama lain antara tim keamanan kerajaan dengan pasukan Salient Global, akhirnya Joan beserta anak buahnya berhasil membunuh tim keamanan yang membuat barikade. Ketika Joan beserta anak buahnya masuk ke dalam ruangan di belakang barikade mereka tidak menemukan seorangpun yang membuat Joan sadar bahwa ruangan tersebut hanya tipu muslihat yang Naga buat....
... Joan beserta anak buahnya langsung pergi menuju atap gedung tersebut untuk pergi melarikan diri dan di waktu yang bersamaan kepolisian, dan militer negara Spanyol tiba untuk menangkap para pasukan Salient Global. Naga yang melihat sebuah helikopter yang baru saja datang menyadari bahwa Joan beserta anak buahnya akan melarikan diri yang membuat dirinya langsung berlari mengejar Joan beserta anak buahnya. Terjadi kontak senjata antara Naga dengan anak buah Joan dan terdapat seorang penembak jitu di helikopter yang akan menjemput Joan yang berhasil menembak bahu kiri Naga....
... Naga terus bergerak untuk menghindari serangan dari sang penembak jitu yang berada di helikopter sambil terus mendekati posisi Joan beserta anak buahnya. Dengan cepat Naga menghindari setiap peluru yang mengarah kepadanya sambil menembaki salah satu anak buah Joan yang berusaha menghadangnya hingga anak buah Joan tewas di tempat. Ketika Joan hendak naik helikopter tiba - tiba helikopter tersebut meledak karena bom yang ditembakan oleh Naga dari peluncur granat senapa yang dia pegang....
... Tanpa basa basi Joan langsung menembaki Naga yang dengan mudah Naga hindari setiap tembakan yang mengarah kepadanya sambil berlari ke arah Joan. Naga langsung menendang tangan kanan Joan agar senjata yang dia pegang terlepas lalu dengan cepat Naga menusuk dada kanan Joan tepat dibawah ketiak Joan. Setelah mendapat luka tusukan tersebut Joan langsung terduduk dan menyandar tidak jauh dari posisinya sebelumnya dengan darah yang terus mengalir keluar dari dalam tubuhnya hingga akhirnya tewas di tempat....
... Raja Felipe VI akhirnya berhasil diselamatkan dan kembali bertemu dengan keluarganya dengan penuh suka cita. Keesokan harinya raja Felipe VI menemui perdana menteri Spanyol Manuel Delgado Villegas dan langsung meminta kepala keamana kerajaan untuk mengantarkannya ke kepolisian Spanyol untuk diadili atas kejahatannya dengan bukti yang telah di dapatkan oleh interpol yang bekerja sama dengan kepolisian Spanyol. Berita penangkapan Manuel Delgado Villegas menjadi viral baik di seluruh Spanyol dan di seluruh dunia sekaligus membatalkan semua tuduhan Spanyol kepada Naga dalam upaya pembunuhan raja Felipe VI....
“Secara pribadi aku meminta maaf karena Manuel telah berusaha menjadikanmu kambing hitam atas rencananya membunuhku dan keluargaku, (dalam bahasa Spanyol)” kata raja Felipe VI sambil menatap Naga dengan penuh hormat.
“Aku juga berterima kasih karena kamu telah menyelamatkanku, bahkan sebanyak dua kali. (dalam bahasa Spanyol)” lanjut raja Felipe VI sambil tersenyum bangga menatap Naga yang diikuti senyuman dari seluruh keluarga raja Felipe VI.
“Aku memang anak yang terlahir untuk berperang, tapi daripada berperang untuk memenuhi ambisi pribadiku aku lebih suka berperang demi melindungi orang banyak. Anda dan keluarga anda berhak untuk mendapatkan itu! (dalam bahasa Spanyol)” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap raja Felipe VI dengan penuh hormat.
“Bagaimana dengan permintaanku tempo hari? (dalam bahasa Spanyol)” tanya raja Felipe VI sambil menatap Naga penuh harap.
__ADS_1
“Aku mendengar Uni Afrika akan mengadakan pertemuan darurat, mungkin Leonor bisa mulai dari sana! (dalam bahasa Spanyol)” jawab Naga penuh percaya diri sambil melihat ke arah Leonor.
“Bagaimana Leonor? (dalam bahasa Spanyol)” tanya raja Felipe VI sambil menatap putri sulungnya.
“Aku akan berusaha yang terbaik ayah! (dalam bahasa Spanyol)” jawab Leonor dengan penuh hormat sambil melihat ke arah raja Felipe VI.
... Berita pembatalan tuduhan kepada Naga dalam upaya pembunuhan raja Felipe VI membuat Nara, klan Gensai dan semua teman - teman Naga dari kelas 12-2 bisa bernapas lega terutama setelah mendengar konferensi pers yang disampaikan langsung oleh raja Felipe VI. Raja Felipe VI secara pribadi meminta maaf kepada Naga dan klan Gensai atas tuduhan yang disematkan kepada Naga akibat ulah dari perdana menterinya sendiri. Raja Felipe VI juga mengucapkan terima kasih kepada Naga yang telah melindungi dirinya sebanyak dua kali hingga membuatnya bisa selamat dan berdiri untuk melakukan konferensi pers pada saat itu....
... Vanessa yang masih muda, cantik, dan cerdas membuat dirinya disukai oleh para mahasiswa di jurusan dan fakultas tempat Nara berkuliah. Hal itu membuat Vanessa dengan mudah dekat dengan Nara dan teman - teman kuliah Nara lainnya. Vanessa yang menyamar sebagai asisten profesor Gamal membuat dirinya terbiasa makan siang dikantin mahasiswa bersama profesor Gamal bahkan ketika sedang tidak bersama profesor Gamal, Vanessa juga lebih sering makan siang di kantin mahasiswa yang membuat dirinya semakin dekat dengan para mahasiswa....
... Ketika berita tuduhan kepada Naga viral di dunia maya profesor Gamal dan Vanessa adalah dua orang yang memberikan semangat kepada Nara agar Nara tetap percaya kepada Naga meskipun mereka berdua tahu bahwa Nara akan selalu percaya kepada Naga. Setelah konferensi pers raja Felipe VI dan pembatalan tuduhan kepada Naga Vanessa dan profesor Gamal juga langsung menghampiri Nara untuk mengucap syukur bersama yang membuat mereka memutuskan untuk makan siang bersama. Meskipun pada awalnya hanya mereka bertiga, tapi pada akhirnya teman - teman Nara yang lain juga ikut makan siang bersama mereka di kantin mahasiswa....
“Nara kita masih dikampusmu!” jawab Naga sedikit berbisik sambil tersenyum menatap Nara ketika Nara melepas pelukannya.
“Apa kita harus pergi?” tanya Nara manja sambil menatap Naga.
“Kamu masih ada kelaskan dan tampaknya kamu juga sedang makan siang.” jawab Naga sambil tersenyum bahagia menatap Nara.
“Apa kamu sudah makan?” tanya Nara memastikan.
__ADS_1
“Sudah Nara, aku datang karena merindukanmu dan ingin mengobrol denganmu sebentar.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.
... Nara langsung berinisiatif membelikan yoghurt blueberry untuk Naga sebelum berjalan bersama ke meja Nara dan teman - temannya. Naga duduk di samping Nara dan di depan Vanessa yang membuat Vanessa tersenyum menatap Naga untuk menyapanya. Profesor Gamal juga langsung tersenyum menyapa Naga dengan penuh kehangatan menyambut kedatangan Naga begitupun beberapa teman Nara yang mengetahui tentang Naga....
“Apakah kamu bisa melihat masa depan? (dalam bahasa Italia)” tanya Vanessa sambil fokus menikmati makan siangnya.
“Kalian benar - benar adik kakak tanpa harus tes DNA! (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga sambil tersenyum ramah melihat ke arah Vanessa.
“Apa yang kakaku katakan? (dalam bahasa Inggris)” tanya Vanessa penasaran yang langsung menatap Naga dan membuat semua orang terkejut karena Vanessa tampaknya sangat mengenal Naga.
“Pertanyaan yang sama seperti yang kamu tanyakan barusan. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga santai.
“Aku tidak bisa melihat masa depan, tapi aku merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi ketika aku berada di Spanyol walaupun aku tidak menduga bahwa akan seburuk ini. (dalam bahasa Inggri)” lanjut Naga sambil menikmati yoghur blueberry yang diberikan Nara.
“Kalian saling mengenal? (dalam bahasa Inggris)” tanya Nara penasaran.
“Hah iya, izinkan aku memperkenalkan diri kembali nona Nara! (dalam bahasa Inggris)” pinta Vanessa sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Aku Vongola Vanessa dari keluarga Vongola Italia! (dalam bahasa Inggris)” lanjut Vanessa sambil tersenyum ramah menatap Nara.
__ADS_1
“Vongola!” kata Nara, profesor Gamal, dan teman - teman Nara yang sedang bersamanya kompak terkejut.