
... Keesokan paginya semua siswa pleton 2 pergi menuju Jakarta termasuk Jihan, Julian, Naga, dan Ilham. Julian, Jihan, dan Ilham dikucilkan oleh teman - temannya akibat ulah mereka memanipulasi surat suara dan mensabotase protofon yang membuat mereka berjalan beberapa meter di belakang siswa pleton 2 lainnya. Naga berjalan tepat di depan ketiga orang tersebut sambil memperhatikan Yoshua secara diam - diam....
“Bukankah kamu ingin menghabisi semua bola alien?” tanya Resa ketus tanpa melihat ke arah Naga yang berjalan di sampingnya.
“Benar.” jawab Naga santai yang terus berjalan.
“Lalu kenapa kamu mengikuti kami pergi ke Jakarta?” tanya Resa ketus sambil melihat ke arah Naga yang terus berjalan di sampingnya.
“Bukankah aku sudah menjawab alasanku ingin membunuh para bola alien?” tanya Naga balik sambil melihat ke arah Resa yang membuat Resa kebingungan.
“Aku ingin memusnahkan semua bola alien demi keluargaku dan setelah melalui semua ini bagiku kelas 12-2 adalah keluargaku.” jawab Naga yang seketika membuat semua siswa pleton 2 melihat ke arah Naga.
“Aku tidak akan mencampakan keluargaku sekalipun keluargaku mencampakan aku. Setidaknya aku ingin memastikan kalian tiba dengan selamat di Jakarta sebelum aku melanjutkan berburu para bola alien di luar sana.” lanjut Naga sambil melihat ke arah Resa yang membuat Nara tersenyum mendengarnya.
... Semua siswa pleton 2 terus berjalan kaki menuju Jakarta dimana mereka hanya beristirahat untuk makan siang, makan malam dan tidur. Setelah berjalan selama dua hari tiba - tiba mereka menemukan sekumpulan mayat di depan mereka yang membuat mereka langsung bergerak dengan penuh kewaspadaan. Ketika sedang memeriksa mayat yang bergelimpangan di depan mereka Diki, Sarah, dan Hana langsung terkejut melihat para siswa SMK Analis Kimia....
“Ini mereka kan?” tanya Sarah memastikan.
“Benar.” jawab Diki sambil mengangguk.
“Ini alasan lain aku memilih tutup mulut setelah mengetahui tentang manipulasi suara dan sabotase protofon pleton 2. Pergi ke medan perang tanpa mengetahui informasi apapun sama seperti kita berjalan di jalanan penuh perangkap sambil menutup mata, itu bunuh diri.” kata Naga sambil melihat mayat siswa SMK Analis Kimia yang tergeletak dihadapannya.
__ADS_1
... Tidak lama kemudian semua siswa pleton 2 memeriksa amunisi SMK Analis Kimia untuk mereka bawa. Setelah itu Naga mengeluarkan kantong tidur milik masing - masing siswa SMK Analis Kimia untuk menutupi masing - masing jasadnya. Yoshua yang melihat jasad siswa SMK Analis Kimia berusaha membujuk teman - temannya untuk kembali menjalankan operasi pembersihan dengan dalih kemungkinan ujian seleksi masuk perguruan tinggi tidak dibatalkan....
... Yoshua menunjukan bahwa dirinya telah membunuh 37 bola alien dan berpikir bahwa dengan itu dia bisa mendapatkan poin tambahan hingga dia bisa memilih kampus yang dia inginkan. Banyak siswa pleton 2 yang kesal mendengar Yoshua yang masih berambisi untuk mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi dengan poin tambahan operasi pembersihan. Akhirnya para siswa pleton 2 kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan menghiraukan perkataan Yoshua sementara Naga terus mengmati Yoshua dengan seksama....
... Setelah matahari terbenam mereka memutuskan untuk beristirahat di taman hiburan yang mereka temukan. Mereka semua langsung berpencar berharap menemukan makanan yang masih tersisa di restoran ataupun kios - kios yang ada di sekitar area wahana tersebut. Setelah menemukan beberapa makanan mereka semua langsung makan malam bersama dengan lahap meskipun makanan yang mereka temukan hanya seadanya....
... Rani dan Jonathan berinisiatif mencari generator berharap bisa menerangi seluruh wahana agar cukup terang untuk mereka beristirahat. Jihan, Julian, Ilham dan Naga memisahkan diri tidak makan malam bersama yang lainnya membuat Nara cemas. Akhirnya Nara menanyakan pendapat teman - temannya yang lain tapi Deby menolaknya karena dia masih marah kepada Jihan, Julian, dan Ilham yang telah membohongi dirinya....
... Mendengar hal itu Diki bercerita bahwa siswa SMK Analis Kimia juga berbeda pendapat yang mengakibatkan mereka terpecah menjadi dua kubu. Mayat yang mereka lihat merupakan kubu yang berpendapat untuk pergi ke Jakarta tapi berakhir dengan mati secara mengenaskan. Diki juga berpendapat bahwa Jihan, Julian, dan Ilham tidak sepenuhnya salah karena mereka berusaha melindungi kita dengan cara mereka sendiri....
“Hey, jangan hanya menatap bergabunglah bersama kami!” ajak Deby setelah dirinya berdiri dihadapan Julian, Jihan, Ilham dan Naga.
“Tunggu apa lagi, ayo!” ajak Deby ketika melihat Julian, Jihan, dan Ilham merasa canggung sementara Naga tersenyum bangga melihat ke arah Deby.
“Naga benarkan kataku.” kata Nara sambil tersenyum menatap Naga.
“Tentang apa?” tanya Naga keheranan.
“Kakakmu berhasil dan tidak semua perkataan Jo benar, buktinya kamu duduk bersama Julian, Jihan dan Ilham karena merasa bersalah telah tutup mulut iya kan?” tanya Nara memastikan.
“Hmm bisa dibilang begitu dan aku juga ingin melihat apa yang dikatakan kakakku terjadi.” jawab Naga sambil mengangguk.
__ADS_1
“Tentang apa?” tanya Nara penasaran.
“Aku berpendapat kata maaf tidak akan mengubah fakta kesalahan yang telah kita perbuat maka sebisa mungkin kita tidak berbuat sesuatu yang kita sesali. Kakakku berpendapat meskipu kata maaf tidak dapat mengubah fakta kesalahan yang telah kita perbuat tapi bisa membuat hati kita sedikit lega dan orang yang memaafkan adalah orang yang penuh kehangatan.” jawab Naga yang membuat semua teman - temannya tersenyum mendengar Naga.
... Tiba - tiba semua lampu taman bermain menyala yang membuat mereka semua berdiri menikmati pemandangan area taman bermain. Semua siswa pleton 2 sepakat untuk meniki semua wahana bermain yang ada di tamah bermain tersebut kecuali Yoshua dengan catatan tidak boleh berteriak. Mereka semua menikmati setiap momen kebersamaan mereka di wahana bermain tersebut dengan penuh suka cita dan penuh tawa....
... Nara dan Resa berlomba dalam permainan menembak untuk menentukan siapa penembak jitu terbaik. Kevin dan Teguh menjadi pendukung Nara sementara Yuna dan Jonathan mendukung Resa. Mereka semua mendukung dengan penuh semangat dan penuh energi hingga bergoyang - goyang kala Nara dan Resa sedang menembaki target di depan mereka....
... Yoshua yang masih belum bisa menerima ujian seleksi masuk perguruan tinggi di batalkan memisahkan diri dari teman - temannya berusaha untuk tetap belajar. Naga mengawasi Yoshua dari jauh secara diam - diam dan terkadang pergi menemui teman - temannya yang lain agar tidak ketahuan oleh Yoshua. Resa yang kalah dalam lomba menembak dari Nara langsung merajuk membuat Nara, Yuna, Kevin, Teguh, Jonathan, dan Diki tersenyum sambil berusaha menghibur Resa....
... Setelah puas bermain kesana kemari semua siswa pleton 2 memutuskan untuk berfoto bersama. Nara yang melihat Naga sedang berjalan langsung memanggil Naga untuk ikut serta berfoto bersama yang lainnya dengan penuh senyuman. Mereka semua asik berfoto dengan berbagai macam gaya dan kostum di dua ruangan foto box yang tersedia di taman bermain tersebut. Akhirnya mereka semua meminta Kevin untuk mengambil foto mereka semua secara bersamaan dengan handicam milik Kevin....
... Yoshua yang sudah mulai berhalusinasi melihat sebuah koran lama sebagai koran baru hingga membaca beritanya bahwa ujian masuk seleksi perguruan tinggi tidak jadi dibatalkan. Ketika Yoshua hendak memberitahu teman - temannya secara tidak sengaja dirinya melihat Vivi dan Julian yang sedang mengobrol santai di tepi pantai sambil memandangi lautan luas di hadapan mereka. Yoshua yang menyukai Vivi melihat hal itu langsung cemburu dan karena halusinasinya Yoshua mengira bahwa Vivi sedang berciuman dengan Julian....
... Ketika Kevin hendak mengambil foto dengan handicam miliknya secara tidak sengaja dirinya melihat sebuah rekaman video Charlie. Dalam video itu Charlie meminta maaf karena telah merusakn protofon mereka dan tiba - tiba muncul serangan dari beberapa bola alien. Pada akhirnya Charlie berhasil membunuh semua bola alien tapi salah satu alien berhasil mendorong Charlie hingga jatuh sebelum Charlie memusnahkannya seperti yang dikatakan oleh Naga....
“Syukurlah.” kata Deby sambil meneteskan air mata yang membuat semua teman - temannya langsung melihat ke arah Deby.
“Maksudku ...” lanjut Deby berusaha menjelaskan tapi langsung dipotong oleh Kevin.
“Kami mengerti maksudmu.” kata Kevin sambil menatap Deby.
__ADS_1
“Ini benar - benar sama percis yang dikatakan oleh Naga.” kata Jihan sambil melihat ke arah Naga setelah menyaksikan video Charlie yang terjatuh hingga tewas.