Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Persediaan


__ADS_3

... Di markas Sarah, Diki, dan Hana yang sedang beristirahat tiba - tiba mendengar sesuatu yang membuat mereka langsung memeriksanaya. Rupanya pasukan cadangan dari SMK Analis Kimia secara tidak sengaja menemukan markas pleton 2 yang membuat mereka memeriksa markas tersebut. Pasukan cadangan SMK Analis Kimia tersebut mengaumi kinerja pleton 2 dari catatan rencana serta strategi yang mereka baca di ruangan utama markas pleton 2....


... Ketika pasukan cadangan SMK Analis Kimia sedang memeriksa beberapa catatan pleton 2 dengan sigap Diki, Sarah dan Hana langsung menodongkan senjata ke arah mereka. Namun tidak lama kemudian mereka langsung saling berkenalan satu sama lain dan mulai membicarakan tentang perang melawan para bola alien. Pasukan cadangan SMK Analis Kimia menceritakan bahwa mereka juga pada awalnya satu kesatuan tapi karena perbedaan pendapat akhirnya terbagi menjadi 2....


... Kelompok yang datang ke markas pleton 2 adalah kelompok yang ingin pergi ke Jakarta sementara kelompok sisanya adalah kelompok yang ingin tinggal untuk melanjutkan operasi pembersihan. Mereka menceritakan bahwa ujian seleksi masuk perguruan tinggi tahun ajaran ini di batalkan yang membuat Diki, Sarah, dan Hana terkejut tidak percaya mendengarnya. Pasukan cadangan SMK Analis Kimia juga menjelaskan bahwa informasi tersebut di sampaikan melalui protofon tiap pleton....


... Diki, Sarah, dan Hana menceritakan bahwa protofon milik mereka rusak sehingga mereka tidak tahu informasi tersebut. Pasukan cadangan SMK Analis Kimia menjelaskan bahwa poin tambahan untuk ujian seleksi masuk perguruan tinggi tetap berlaku tapi hal itu akan diterapkan untuk ujian seleksi masuk perguruan tinggi tahun depan karena tahun ini telah dibatalkan. Pasukan cadangan SMK Analis Kimia menawarkan diri untuk memperbaiki protofon pleton 2 yang langsung disetujui oleh Diki, Sarah, dan Hana tanpa pikir panjang....


“Ini tidak bisa diperbaiki, lihat benda persegi panjang ini adalah modular frekuensi tapi ada dua bagian yang hilang.” kata salah satu siswa SMK Analis Kimia sambil menunjukan papan sirkuit protofon milik pleton 2.


“Jadi maksudmu kami tidak bisa menerima pesan radio karena bagian itu hilang?” tanya Diki memastikan.


“Mungkinkah terlepas karena membentur sesuatu?” tanya Diki sambil memikirkan beberapa kemungkinan.


“Ini tidak bisa dilepas kecuali seseorang sengaja melepasnya. Intinya protofon ini tidak rusak tapi seseorang sengaja mensabotasenya agar tidak berfungsi.” jawab salah satu siswa SMK Analis Kimia yang langsung membuat Diki, Sarah, dan Hana terkejut saling bertukar pandangan satu sama lain.


...


... Yoshua dan Deby yang sedang mencari persediaan obat di rumah sakit membicarakan tentang keinginan mereka yang ternyata sama - sama ingin menjadi dokter. Namun Debu mengurungkan niatnya karena dia tidak memiliki nilai yang cukup tinggi di sekolah sementara Yoshua mengurungkan niatnya karena sekolah kedoteran yang membutuhkan biaya mahal serta waktu yang lama untuk lulus. Tidak lama kemudian Vivi dan Naga memanggil mereka berdua untuk membantu mengambil obat - obatan yang mereka butuhkan di apotek rumah sakit tersebut....


“Naga apa yang kamu minum?” tanya Deby memastikan ketika melihat Naga langsung meminum 2 butir obat sekaligus.

__ADS_1


“Ini obat penghilang sakit.” jawab Naga sambil menunjukan obat yang dia temukan.


“Apa lukamu cukup parah sehingga membutuhkan penghilang sakit? Kita sedang di rumah sakit mungkin kami bisa membantu mengobatimu!” kata Deby penuh percaya diri sambil menatap Naga.


“Ah tidak perlu Nara sudah menutup lukanya dan belum 24 jam. Rasanya sudah tidak terlalu sakit terlebih setelah aku meminum obat ini.” jawab Naga yang tersenyum santai sambil menatap Deby.


... Deby, Vivi, Yoshua, dan Naga langsung mengambil semua persediaan obat yang ada untuk mereka bawa ke markas mereka. Kevin yang sedang duduk di kursi resepsionis secara tidak sengaja menemukan baterai yang langsung dia pasang untuk handicam miliknya. Ketika Kevin hendak merekam pesan terakhir yang berisikan ungkapan perasaanya kepada Nara tiba - tiba dia mendengar suara seseorang yang sedang berdebat membuat dirinya menghentikan rekaman dan berjalan ke arah suara tersebut untuk memeriksanya....


... Kevin dan Charlie saling terkejut ketika keduanya bertemu di tangga darurat setelah Kevin membuka pintu tersebut untuk memeriksa sumber suara yang dia dengar sebelumnya. Suara yang di dengar oleh Kevin samar - samar sehingga Kevin tidak membahas lebih lanjut dengan Charlie ketika Charlie berkata bahwa hanya ada dirinya sendiri di tangga darurat tersebut. Mendengar hal itu Kevin berniat kembali memeriksa lantai tersebut mencari persediaan yang mungkin mereka butuhkan....


“Kenapa kamu tidak menanyakannya tentang kejadian kemarin?” tanya Charlie mencegah Kevin untuk pergi.


“Nara menerimaku dan kami berpacaran.” jawab Charlie penuh percaya diri yang membuat Kevin langsung tertunduk lemas.


“Bercanda, aku bilang agar Nara memikirkannya terlebih dahulu tapi meski dia menolaku aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Nara. Aku akan terus berusaha meluluhkan hatinya sampai dia mau menerimaku.” lanjut Charlie sambil tersenyum penuh percaya diri.


“Hoo begitu baiklah.” jawab Kevin gugup.


“Ada apa? Kamu gugup karena punya pesaing untuk mendapatkan hati Nara?” tanya Charlie penuh percaya diri.


“Apa maksudmu?” tanya Kevin berdalih.

__ADS_1


“Kamu juga menyukai Nara.” jawab Kevin sambil tersenyum penuh percaya diri.


“Bagaimana kamu tahu?” tanya Kevin penasaran.


“Kamu setiap hari selalu memandanginya, apa kau salah?” tanya balik Charlie sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Kevin.


... Tiba - tiba terdengar suara teman - teman yang lain memanggil semua tim pencari yang masih berada di dalam gedung untuk segera turun karena ada banyak persediaan di sebuah truk terutama amunisi senjata yang mereka gunakan. Semua anggota tim pencari tersenyum bahagia mendapatkan banyak persediaan yang mereka butuhkan, bahkan Deby hingga menangis terharu akan keberuntungan mereka pada hari itu. Nara juga tersenyum menatap Naga sambil menunjukan amunisi yang dia temukan dan membuat Naga ikut tersenyum menatap Nara....


... Mengingat banyaknya persediaan yang mereka temukan Ilham meminta mereka semua kembali berkumpul di depan truk setelah dua puluh menit mengambil barang - barang yang telah mereka temukan sebelumnya. Ketika Nara dan Vivi sedang memasukan kotak megazin ke dalam truk unutk dibawa ke markas mereka tiba - tiba terdengar suara tembakan. Seketika mereka langsung membawa senjata api mereka masing - masing dan langsung berlari untuk segera masuk ke dalam rumah sakit....


... Namun ketika mereka baru berlari hendak masuk ke dalam rumah sakit tiba - tiba terdengar suara teriakan Charlie yang jatuh hingga membuatnya tewas seketika. Tidak lama kemudian semua anggota tim pencari berkumpul dan langsung menangis meratapi kepergian Charlie yang tewas karena terjatuh kecuali Naga. Setelah cukup berduka Naga dan Ilham langsung membawa tandu dan kain untuk menutupi jenazah Charlie kala mereka membawanya kembali ke markas....


“Ini kertas suaraku kemarin malam!” kata Vivi setelah memeriksa sebuah kertas di saku Charlie dan langsung memperlihatkannya kepada teman - teman tim pencari lainnya yang membuat Ilham terkejut.


“Namun kenapa kertas suara milikmu ada di saku Charlie?” tanya Yoshua penasaran sambil melihat ke arah teman - temannya yang lain.


...


... Tiba - tiba tim penyerbu mendengar suara tembakan walaupun tidak ada bola alien yang terdeteksi di detektor. Hal itu membuat semua anggota tim penyerbu kembali berkumpul dan membuat Resa sadar bahwa Yuna tidak ada bersama mereka hingga akhirnya berlari ke arah blok ruangan isolasi kembali. Semua narapidana ruangan isolasi berhasil keluar dari ruangan mereka masing - masing dan membuat Yuna terduduk ketakutan melihat mereka semua....


... Para narapidana meminta Yuna untuk menceritakan kondisi dan situasi di luar tapi Yuna hanya diam seribu bahasa yang membuat para narapidana memancing teman - teman Yuna yang lain dengan memanggil serta menembakan senapan milik Yuna ke arah langit - langit. Mendengar hal itu semua anggota tim penyerbu sadar bahwa suara tembakan berasal dari para narapidana yang terbebas akibat ulah Yuna dan membuat mereka langsung berlari ke arah ruangan isolasi. Ketika tim penyerbu tiba di blok ruangan isolasi Jonathan dan Julian langsung mengunci pagar besi pembatas blok ruangan isolasi dengan bagian penjara lainnya yang membuat para narapidana kembali marah....

__ADS_1


__ADS_2