Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Kepulauan Seribu


__ADS_3

... Pengawal Yuri meminta Yuri beserta yang lainnya untuk segera pergi sebelum Kevin menjadi zombie dan mulai menyerang mereka. Namun Yuri menyadari bahwa Naga sedang marah kepada dirinya sendiri karena gagal melindungi salah satu temannya dan hampir membuat seseorang yang dicintainya hampir tewas tepat di depan matanya. Kevin yang sudah berubah menjadi zombie langsung berlari hendak menyerang Naga yang masih terdiam membuat teman - temannya panik....


... Dengan cepat Naga langsung menusukan kerambit yang dia pegang ke bagian kanan kepala Kevin lalu mencabutnya. Yuri dan pengawalnya langsung bertukar pandangan menyadari jika dibiarkan Naga akan mengamuk untuk memburu para zombie yang ada. Tanpa pikir panjang Yuri langsung berlari ke arah Naga dan memeluk Naga dengan penuh kelembutan....


“Naga, Nara masih membutuhkanmu untuk bisa tiba di Kepulauan Seribu, begitupun dengan teman - temanmu yang lain!” kata Yuri sambil menangis memeluk Naga.


“Kakak juga ingin kamu pergi ke Kepulauan Seribu bersama kakak!” lanjut Yuri sambil menangis memeluk Naga penuh kelembutan.


“Ya? Kakak mohon!” pinta Yuri yang menatap Naga kala melepaskan pelukannya dari Naga dengan tetap memegang kedua pundak Naga sambil menangis.


“Aaahhh!” teriak Naga yang langsung memukul dinding di samping kirinya hingga membuat dinding tersebut retak dan Yuri langsung kembali memeluk Naga dari belakang sambil menangis berusaha menenangkan Naga.


“Ayo semuanya kita pergi!” pinta pengawal Yuri yang membuat mereka semua mulai berjalan kembali menuju utara.


... Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan menuju utara dan sekitar jam 5 sore mereka tiba di pos keamanan sebelum di evakuasi ke Kepulauan Seribu. Klan Gensai yang bekerja sama dengan pemerintah untuk mengevakuasi masyarakat langsung menyadari kedatangan Yuri, Naga beserta teman - temannya saat mereka terlihat dari pos keamanan. Yuri, Naga, dan para siswa kelas 12-2 langsung di terbangkan menggunakan helikopter untuk menuju Kepulauan Seribu....


... Setibanya di Kepulauan Seribu Naga, Yuri, dan para siswa kelas 12-2 di tempatkan dalam satu tenda. Mereka langsung membersihkan diri mereka masing - masing sebelum makan malam bersama. Ketika makan malam bersama mereka tidak melihat Naga, tapi Yuri meminta teman - temannya tidak perlu khawatir dan memberikan waktu untuk Naga menenangkan diri....


“Kak Yuri apa tidak sebaiknya kita mencari Naga terlebih dahulu untuk membawakannya makan malam?” tanya Nara cemas sambil menatap Yuri.


“Setelah kamu selesai makan malam ya!” pinta Yuri lemah lembut sambil menatap Nara dengan penuh senyuman.


“Jika kamu mencari Naga dan membawakannya makanan tapi kamu belum makan malam dan Naga mengetahuinya itu akan menambah beban Naga. Sebelum dekat dengan kalian orang terdekat Naga selain keluarga inti adalah tujuh pengawal pribadinya. Namun sampai saat ini dia belum pernah merasakan kehilangan orang terdekatnya dalam sebuah misi, jadi berikan waktu untuk Naga menenangkan diri dahulu!” jelas Yuri sambil tersenyum ramah melihat teman - teman Naga.


... Setelah selesai makan malam Yuri dan Nara mencari keberadaan Naga sambil membawakan makan malam untuk Naga. Yuri dan Nara berhasil menemukan Naga yang sedang duduk termenung di tepi pantai yang jauh dari area tenda evakuasi. Yuri meminta Nara untuk memberikan makan malam kepada Naga serta menemani Naga kala itu yang dijawab Nara dengan anggukan penuh senyuman....


“Naga!” panggil Nara lemah lembut sambil duduk di samping Naga yang membuat Naga langsung melihat ke arah Nara dan memeluknya dengan erat.


“Kamu makan malam dulu ya!” pinta Nara setelah membalas pelukan Naga dengan penuh kelembutan sambil menatap Naga.

__ADS_1


... Naga langsung memakan makanan yang dibawakan oleh Nara sambil ditemani Nara untuk mengobrol hingga membuat Naga kembali tenang. Setibanya mereka kembali ke tenda untuk beristirahat Jihan meminta Nara untuk tidur di sebelah Yuri yang langsung disetujui oleh Nara dan Yuri mengerti maksud dari permintaan Jihan. Tidak lama setelah itu mereka semua langsung tertidur pulas karena lelah termasuk Nara dan Yuri sementara Naga kembali tertidur sambil duduk di tempatnya menghadap ke arah Nara dan Yuri yang tidur di depannya....


... Keesokan paginya ketika para siswa kelas 12-2 terbangun mereka sudah melihat Pride, Wrath, Greed, Gluttony, dan Lust berada di tenda mereka sementara Naga dan Yuri sudah tidak terlihat di tenda mereka. Tidak lama kemudian Envy datang bersama dengan Slot yang membawa sebuah box terbuka berisi cairan yang terdapat sebilah pedang di dalamnya. Sloth langsung meletakan box terbuka yang berisi cairan dan pedang tidak jauh dari tempat tidur Naga....


“Apa kami membangunkan kalian?” tanya Lust ramah.


“Tidak apa Lust, apa yang terjadi?” tanya Jihan sambil mengambil kaca mata miliknya lalu bangkit dan berjalan menghampiri Lust.


“Tidak ada, Naga dan nona Yuri hanya sedang pergi menemui Panglima TNI.” jawab Lust ramah sambil tersenyum melihat ke arah Jihan.


“Gluttony!” panggil Diki yang langsung berjalan menghampiri Gluttony dengan kakinya yang terluka dengan penuh senyuman.


“Diki!” panggil Gluttony yang langsung berjalan ke arah Diki dan memeluk Diki melepas kerinduan mereka yang membuat semua orang di tenda tersebut tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.


“Ehem, perkenalkan namaku Hana!” kata Hana yang langsung mendekati Pride.


“Senang bisa kembali bertemu dengan kalian Vivi, Resa!” sapa Pride yang melihat ke arah Vivi lalu melihat ke arah Resa sambil mengusap rambut Resa.


“Pride kenapa kamu mengusap - usap rambut Resa? Aku juga ingin rambutku diusap olehmu!” protes Vivi manja sambil melihat ke arah Pride.


“Karena Resa tampak kesal melihat Hana yang menggodaku di pagi hari, jadi aku hanya berusaha menenangkannya saja.” jawab Pride sambil tersenyum ramah.


“Aku juga kesal dengan Hana yang menggodamu!” kata Vivi manja.


“Kamu bahkan tidak peduli dengan karakter Hana yang suka menggoda.” jawab Pride sambil tersenyum ramah menatap Vivi.


“Naga ada apa kamu dipanggil oleh panglima TNI pagi - pagi sekali?” tanya Nara ketika melihat Naga dan Yuri baru kembali ke tenda mereka.


...Naga menjelaskan bahwa dirinya diminta untuk ke Korea Selatan mencari informasi tentang penanganan wabah zombie karena Korea Selatan lebih dulu terserang dan mereka sempat bertahan selama satu Minggu. Kondisi saat ini sebagian besar Korea Selatan sudah di duduki oleh para zombie tapi sebagian besar kota Seoul jadi tempat mereka melakukan evakuasi. Naga diminta untuk datang kesana mencari informasi bagaiman Korea Selatan bisa bertahan selama satu Minggu dan membuat kota Seoul menjadi tempat mereka melakukan evakuasi yang juga mungkin bisa di lakukan oleh Indonesia dalam jangka waktu yang lebih lama....

__ADS_1


“Kalau begitu aku akan ikut denganmu!” pinta Nara penuh tekad.


“Tidak Nara, aku akan pergi bersama Envy dan dua orang kopassus.” jawab Naga sambil menatap Nara dalam - dalam.


“Tidak masalah jika menambah satu orang bukan? Terlebih kondisi psikologis kamu belum sepenuhnya pulih.” kata Nara cemas sambil menatap Naga.


“Aku sudah baik - baik saja Nara, berkat kamu.” jawab Naga sambil menatap Nara berusaha meyakinkan Nara tapi Nara tetap bersikukuh hendak mempersiapkan dirinya untuk bisa berangkat bersama Naga.


“Nara, maukah kamu menjadi rumahku tempatku untuk pulang?” tanya Naga sambil menatap Nara penuh harap.


“Aku mau Naga.” jawab Nara penuh percaya diri dengan penuh senyuman yang membuat semua orang di tenda tersebut ikut tersenyum bahagia.


“Kalau begitu aku mohon tetaplah disini untuk menjadi tempatku pulang! Ya?” tanya Naga penuh kelembutan sambil menatap Nara.


“Iya.” jawab Nara sambil mengangguk penuh senyuman.


... Naga langsung mencium kening Nara dan memeluknya dengan penuh kelembutan, lalu mengambil Enma untuk disarungkan serta meletakannya di atas kasur Naga. Naga dan Envy pergi menemui dua anggota kopassus yang akan menjalankan misi bersama mereka serta koordinasi dengan pilot yang akan membawa mereka. Setelah selesai berkoordinasi Naga kembali ke tenda untuk mengambil barang - barangnya karena dia akan segera berangkat....


“Kamu akan berangkat sekarang Dek?” tanya Yuri lemah lembut sambil menatap Naga.


“Iya kak.” jawab Naga sambil mengangguk ramah.


“Biar aku ambilkan pedangmu Naga!” kata Nara yang langsung berjalan hendak mengambil Enma untuk Naga.


“Tidak!” teriak Yuri penuh kecemasan yang membuat Naga langsung berlari menahan tangan Nara agar tidak menyentuh Enma.


“Huuufffttt!” ketujuh pengawal pribadi Naga yang langsung bernapas lega karena Naga berhasil menahan tangan Nara sebelum menyentuh Enma.


“Syukurlah.” kata Yuri lega sambil melihat ke arah Naga dan Nara.

__ADS_1


__ADS_2