Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Lamaran


__ADS_3

... Hari Sabtu siang Naga langsung pergi ke Bandung untuk menemui adik Wrath sekaligus satu - satunya keluarga kandung Wrath yang tersisa. Ketika Naga datang menemui adik Wrath tanpa didampingi oleh Wrath adiknya langsung menyadari bahwa Wrath telah gugur dalam bertugas hingga membuatnya menangis. Naga langsung menceritakan kronologi kematian Wrath kepada adiknya sambil memberikan wasiat serta barang - barang peninggalan Wrath kepada adiknya....


“Tolong jangan minta maaf Naga!” pinta adiknya Wrath yang menghapus air matanya sendiri sambil menatap Naga.


“Kakakku sangat bangga bisa melayanimu terlebih aku dan kakaku berhutang banyak kepadamu serta kepada klan Gensai karena telah mengubah hidup kami menjadi seperti saat ini. Jadi tolong jangan ambil kebanggaan kakaku Naga!” lanjut adiknya Wrath yang kembali meneteskan air mata.


“Aku mengerti, jika kamu membutuhkan sesuatu tolong jangan sungkan untuk menghubungiku!” pinta Naga sambil menatap adiknya Wrath.


“Terima kasih Naga.” jawab adiknya Wrath dengan penuh hormat.


... Setelah selesai berbicara dengan adiknya Wrath, Naga langsung pergi menuju MPL Arena langsung dari Bandung untuk menjemput Nara dan Eri sekaligus akan menghabiskan malam Minggu bersama mereka berdua. Eri yang baru pertama kali menyaksikan euphoria pertandingan turnamen mobile legend begitu semangat hingga tersenyum penuh kebahagiaan menikmati atmosfer pertandingan. Usia Eri dan Sheryl yang berbeda satu tahun juga membuat Eri bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar termasuk pertandingan MPL itu sendiri....


... Eri yang berparas imut juga menarik perhatian banyak orang yang datang menyaksikan pertandingan MPL kala itu hingga banyak yang menyapa Eri sekalipun mereka tidak mengetahui nama Eri. Tidak sedikit pula para penggemar Sheryl yang bertanya beberapa hal kepada Eri ketika Eri keluar bersama Nara, Sheryl, dan Melisa setelah selesai pertandingan. Ketika ada seorang penggemar Sheryl yang ingin berjabat tangan dengan Eri tiba - tiba Naga muncul di belakang pria tersebut sambil mengalungkan tangan kirinya dan meletakan jari tengahnya tepat di leher pria tersebut....


“Sebaiknya jangan berpikir mempermainkan adikku hanya untuk memuaskan rasa penasaranmu!” kata Naga yang tersenyum menyeramkan sambil melihat ke arah pria tersebut dan membuat pria tersebut langsung terdiam mematung.


“Kak Naga!” kata Eri terkejut diikuti Nara dan Sheryl yang juga ikut terkejut melihat Naga tiba - tiba sudah berada di belakang pria tersebut.


“Bagaimana pertandingannya?” tanya Naga sambil melepaskan tangannya dari leher pria yang hendak bersalaman dengan Eri dan membuat pria tersebut seolah - olah baru saja terlepas dari seseorang yang mencekiknya.


“Seru kak!” jawab Eri penuh semangat.


“Bagaimana mungkin seorang manusia melakukan hal seperti itu?” tanya pria tersebut yang masih gemetar ketakutan sambil melihat ke arah Naga.

__ADS_1


“Jika kamu mempermainkan adikku kamu tidak akan bertemu dengan sosok manusia melainkan iblis dan belum ada kata yang diciptakan oleh manusia untuk menggambarkan betapa mengerikannya iblis tersebut.” jawab Naga sambil melihat pria tersebut dingin.


“Haruskah aku buktikan bahwa ucapanku bukan tuduhan semata?” lanjut Naga yang langsung membuat Eri memegang lengan atas Naga.


“Aku selalu percaya ucapan kak Naga, itu juga alasanku meminta kak Naga bertemu dengan Zeni kemarin.” kata Eri sambil tersenyum bahagia menatap Naga.


“Aku tahu.” jawab Naga yang tersenyum menatap Eri.


... Tidak lama setelah itu Eri dan Nara pamit kepada Sheryl dan yang lainnya untuk menghabiskan waktu malam Minggu bersama Naga makan malam bersama. Sepanjang perjalanan dan saat makan malam bersama Eri menceritakan keseruan pertandingan MPL dengan penuh semangat yang membuat Naga tersenyum lega serta bahagia melihat Eri yang sangat bahagia. Sesekali Nara juga menambahkan cerita Eri yang membuat Eri semakin bersemangat dan bahagia ketika menceritakan pengalaman pertamanya menyaksikan pertandingan MPL....


... Di akhir semester tujuh Jihan, Deby, dan Vivi telah menyelesaikan sidang skripsinya dan akan diwisuda beberapa bulan ke depan bergantung dengan kebijakan kampus mereka masing - masing. Hal itu membuat semua kelas 12-2 sepakat untuk merayakannya dengan menyewa sebuah vila di daerah kawasan puncak selama dua hari satu malam. Acara utama mereka dimulai setelah selesai makan malam dengan diawali ucapan selamat serta perayaan untuk Jihan, Deby, dan Vivi yang sebentar lagi akan resmi menyandang gelar sarjana....


... Tangis haru ataupun senyum penuh kebanggaan menghiasi wajah para siswa kelas 12-2 dalam perayaan kelulusan untuk Jihan, Deby, dan Vivi. Tingkah laku Teguh, Diki, dan Raka yang selalu mengundang tawa juga membuat acara perayaan tersebut penuh dengan canda tawa hingga mereka semua bisa tertawa lepas penuh kebahagiaan. Ketika mereka mulai berpesta dengan berbagai macam permainan yang menghibur tiba - tiba Jihan meminta Naga bernyanyi untuk Nara karena dia tahu Naga pasti akan menolak jika diminta bernyanyi untuk dirinya....


“Ayolah Naga untuk perayaan kelulusanku tolong bernyanyi untuk Nara!” pinta Jihan sambil menatap Naga penuh harap yang membuat semua teman - temannya mendukung permintaan Jihan tersebut.


... Meskipun awalnya sempat menolak tapi karena permintaan teman - temannya dan juga Nara akhirnya Naga setuju untuk bernyanyi dalam perayaan kelulusan Jihan, Deby, dan Vivi. Hal itu membuat semua teman - teman kelas 12-2 tersenyum bahagia menantikan penampilan Naga dengan penuh semangat. Ketika Naga mengetik Slank semua teman - temannya mengira Naga akan menyanyikan lagu ‘ku tak bisa’ untuk Nara termasuk Nara sendiri tapi Naga akhinya memilih lagu Slank berjudul ‘anyer 10 Maret’ yang membuat teman - temannya kebingungan karena tidak familiar dengan lagu tersebut....


“Tanpa dirimu dekat dimataku, aku bagai ikan tanpa air. Tanpa dirimu ada disisiku, aku bagai hiu tanpa taring.” lirik yang dinyanyikan Naga membuat semua teman - temannya tersenyum menikmati alunan lagu ‘anyer 10 Maret’.


“Tanpa dirimu dekap dipelukku, aku bagai pantai tanpa lautan. Kembalilah kasih!” lanjut Naga yang membuat Nara tersenyum bahagia menatap Naga.


... Sejak Naga menyanyikan lagu ini dengan mode karaoke semua teman - temannya terkejut karena liriknya begitu dalam dan mereka tidak menduga bahwa Naga bisa mengetahui lagu seperti ini. Nara yang mendengarkan dari awal menatap Naga dengan penuh senyum kebahagiaan dan teman - teman lainnya hanyut terbawa suasana yang dibuat oleh Naga. Setelah Naga selesai bernyanyi semua teman - temannya memberikan Naga tepuk tangan yang sangat meriah dan meminta Naga untuk bernyanyi sekali lagi tapi Jihan ingin bertanya terlebih dahulu kepada Naga....

__ADS_1


“Naga kenapa kamu menyanyikan lagu itu untuk Nara?” tanya Jihan penasaran.


“Karena ketakutan terbesarku saat ini adalah kehilangan Nara.” jawab Naga santai sambil menatap Nara yang membuat Nara tersenyum.


“Woo!” sorak sorai Teguh dan Diki kompak dengan penuh senyuman.


“Aku tidak menyangka Naga bisa mengetahui lagu semacam itu!” puji Hana sambil tersenyum melihat ke arah Naga.


“Ayo Naga lanjut lagu ke dua untuk Nara!” pinta Deby dengan penuh semangat.


“Ah aku pikir setelah pertanyaan Jihan kalian sudah lupa.” jawab Naga sambil tersenyum tipis.


... Naga langsung mencari lagu Slank kembali yang membuat semua teman - temannya penasaran lagu apa yang akan Naga pilih kali ini untuk Nara. Naga langsung memilih lagu Slank berjudul ‘Satu’ yang membuat teman - temannya saling bertukar pandangan karena mereka tidak familiar dengan lagu tersebut. Ketika Naga mulai menyanyikan lagu tersebut dan lirik lagunya terpampang di layar monitor semua teman - teman Naga langsung terkejut dengan liriknya....


“Apa artinya dunia bila kau tak senyum, tanpa cintamu aku pasti ... mati!” suara Naga mengikuti yang sudah hapal liriknya sambil berjalan ke arah Nara.


“Maukah kamu menikah denganku Nara?” tanya Naga yang langsung membuka sebuah box kecil berisi cincin di hadapan Nara serta berhenti menyanyi yang membuat Nara dan teman - temanya Naga terkejut.


“Aku mau Naga!” jawab Nara sambil tersenyum manis dan langsung memeluk Naga dengan penuh kasih sayang dan tangis haru.


... Setelah Nara melepas pelukannya dari Naga, Naga langsung memasangkan cincin yang dia bawa di jari manis tangan kiri Nara diikuti tepuk tangan penuh suka cita setelahnya dari teman - teman kelas 12-2. Awalnya Nara mengira bahwa Naga dan Jihan merencanakan hal ini tapi Naga dan Jihan kompak menjawab bahwa mereka tidak merencanakan hal tersebut. Kemudian Naga menjelaskan bahwa dirinya sudah membeli cincin tersebut beberapa bulan yang lalu karena Naga membaca bahwa pernikahan membutuhkan persiapan....


... Setelah membaca - baca artikel tentang persiapan dan acara pernikahan akhirnya Naga berpikir untuk mengajak Nara menikah sebelum Nara diwisuda agar dirinya bisa mempersiapkan segalanya dengan matang. Namun Naga tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk mengajak Nara menikah sehingga cincin tersebut selalu Naga bawa tanpa diberikan kepada Nara. Akhirnya ketika teman - temannya meminta bernyanyi untuk kedua kalinya Naga langsung terpikir untuk mengajak Nara menikah setelah menyelesaikan lagu keduanya....

__ADS_1


__ADS_2