Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Misi Terakhir


__ADS_3

... Para siswa pleton 2 sungkan untuk meminta waktu istirahat karena pada dasarnya mereka yang ingin pergi menyusul serta membantu Naga. Di sisi lain mereka juga khawatir jika perkiraan waktu mereka tiba untuk menemui Naga yang Lust sampaikan tidak tercapai karena terlalu banyak beristirahat. Mendengar hal itu Lust hanya bisa tertawa dan menjelaskan bahwa dirinya membuat estimasi tersebut dengan catatan bahwa setiap satu jam sekali mereka akan beristirahat maksimal lima belas menit....


... Namun Lust tidak mendengar permintaan salah satu dari mereka untuk beristirahat jadi Lust tetap melanjutkan perjalanannya. Setelah tiga jam berjalan mereka baru beristirahat satu kali dan kebetulan sudah mendekati jam makan siang akhirnya mereka sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Momen makan siang bersama ini dimanfaatkan oleh para siswa pleton 2 untuk lebih mengenal Lust agar mereka tidak canggung satu sama lain....


“Apakah Lust itu nama aslimu?” tanya Teguh penasaran.


“Bukan, itu kode namaku sebagai prajurit dari klan Gensai.” jawab Lust ramah.


“Lalu nama aslimu?” tanya Teguh yang langsung disenggol oleh Jihan yang duduk di sebelahnya agar Teguh berhenti bertanya.


“Kenapa?” tanya Teguh yang berbicara hanya dengan gerak bibirnya sama sambil melihat ke arah Jihan.


“Kalian cukup memanggilku Lust.” jawab Lust sambil tersenyum ramah.


“Permisi apakah Naga bisa bergerak menghindari tembakan peluru senjata api?” tanya Diki penasaran sambil melihat ke arah Lust.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya Lust memastikan sambil menatap Diki.


“Hmm malam sebelum kami tiba di markas batalion satu ada salah satu teman kami yang menembaki Naga hingga megazinenya habis tak bersisa tapi tidak ada satupun peluru yang mengenai Naga.” jawab Diki sambil melihat ke arah Lust.


“Hoo begitu, iya Naga bisa bergerak menghindari peluru yang mengarah kepadanya.” jawab Lust santai sambil melihat ke arah Diki.


“Wah benar - benar luar biasa.” kata Diki sambil menggelengkan kepalanya kagum.


... Setelah beristirahat beberapa saat selepas makan siang mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju markas batalion dua. Kali ini sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol dan bertukar cerita satu sama lain yang membuat suasana perjalanan mereka menjadi lebih ceria serta penuh tawa. Mereka berjalan sesuai dengan rencana Lust dimana setiap satu jam sekali mereka beristirahat dan ketika hari mulai gelap mereka sepakat untuk beristirahat di salah satu rest area yang mereka lewati....


... Dengan sigap mereka memeriksa area sekitar rest area sambil memeriksa detektor bola alien memastikan tidak ada bola alien di sekitar rest area tersebut. Setelah memastikan rest area tersebut aman mereka berpencar untuk mencari persediaan makanan yang ada di rest area tersebut. Tidak lama kemudian mereka kembali berkumpul untuk makan malam bersama dengen makanan yang mereka temukan dan sebagian makanan yang mereka bawa....

__ADS_1


“Lust apakah Naga mudah terbangun ketika sedang tidur?” tanya Nara penasaran sambil menikmati makan malamnya.


“Iya Naga mudah terbangun ketika sedang tidur.” jawab Lust yang menatap Nara sambil tersenyum jahil.


“Ah malam sebelum kami tiba di markas batalion satu aku melihat Naga sedang tertidur sambil duduk. Ketika aku hendak menutupi tubuh Naga dengan selimut tiba - tiba Naga terbangun sambil mengeluarkan belati yang dia pegang.” jelas Nara agar Lust tidak berpikir aneh - aneh.


“Rupanya kamu sangat berharga ya bagi Naga.” jawab Lust sambil tersenyum ramah menatap Nara dan membuat semua siswa pleton 2 melihat ke arah Lust.


... Lust menceritakan bahwa selama ini dirinya hanya melihat Naga tertidur sambil duduk dengan penuh kewaspadaan ketika Naga sedang pergi bersama nona Yuri kakak perempuannya. Sekalipun mereka sedang liburan Naga tidak bisa tidur berbaring di atas ranjang dan dia baru bisa tertidur ketika duduk tidak jauh dari ruangan tempat nona Yuri tidur. Berkat nona Yuri saat ini Naga bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik kepada orang - orang di sekitarnya tapi Naga yang tertidur sambil duduk penuh kewaspadaan merupakan bentuk ekspresi Naga bahwa dirinya tidak ingin kehilangan seseorang yang sangat berharga....


... Pada awalnya nona Yuri meminta Naga untuk tidak bersikap seperti itu tapi permintaan nona Yuri justru membuat Naga menderita dalam kegelisahan yang akhirnya nona Yuri tidak mempermasalahkan Naga yang tertidur sambil duduk. Untuk membangunkan Naga yang sedang tidur dengan penuh kewaspadaan cukup memanggil namanya maka dia akan langsung terbangun. Mendengarkan cerita Lust bukan hanya membuat mereka semakin akrab dengan Lust saja tapi mereka juga semakin mengetahui dan mengenal Naga yang selama ini tidak banyak hal yang mereka ketahui tentang Naga....


“Sebaiknya kalian beristirahat, kita akan melanjutkan perjalanan jam 4 pagi agar tiba di markas batalion dua sekitar jam 7 pagi!” pinta Lust ramah sambil melihat semua siswa pleton 2 yang bersamanya.


“Aku akan ikut berjaga denganmu!” pinta Jonathan dengan penuh percaya diri.


“Kami tahu kami tidak sebaik dirimu dalam hal yang berhubungan dengan peperangan tapi meskipun kami sudah dibebas tugaskan kami pernah bertugas sebagai pasukan cadangan.” jawab Jonathan penuh percaya diri yang membuat Lust tersenyum melihat semua siswa pleton 2 yang bersamanya.


... Lust dan Jonathan berjaga terlebih dahulu kala semua siswa pleton 2 tertidur. Julian dan Teguh giliran berjaga kedua menggantikan Lust serta Jonathan yang pada jam 4 pagi mereka berdua dibantu Lust langsung membangunkan semua siswa pleton 2. Setelah semuanya membasuh muka mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju markas batalion 2....


... Lust berserta siswa pleton 2 yang bersamanya tiba di markas batalion 2 jam 7 pagi dan langsung melapor kepada komandan batalion dua atas kedatangan mereka. Tidak lama setelah masuk ke area markas batalion dua Lust beserta siswa pleton 2 yang bersamanya melihat Naga sedang berjalan bersama 6 pengawal pribadinya. Mereka langsung berjalan mendekati Naga ketika Naga di hadang oleh banyak pasukan tentara dan beberapa pasukan cadangan siswa SMA seperti mereka....


“Naga kami akan ikut menjalankan misi dengamu!” pinta salah satu prajurit pleton 88 dari batalion dua.


“Kalian harus meminta izin terlebih dahulu kepada komandan batalion dua.” jawab Naga ramah sambil melihat ke arah pleton 88 dari batalion dua.


“Komandan mengizinkan kami untuk berimprovisasi dalam memusnahkan para bola Naga.” kata salah satu prajurit pleton 40 dari batalion dua.

__ADS_1


“Kami tidak bisa menjamin akan membawa kalian pulang kembali.” kata Naga tegas sambil melihat ke arah pleton 40 dari batalion dua.


“Pasukan cadangan SMA Praja Muda Nusantara akan mencari jalan pulang kami sendiri Naga!” kata salah satu Pasukan cadangan SMA Praja Muda Nusantara dari batalion dua penuh percaya diri.


“Siapa lagi?” tanya Naga yang langsung membuat semua prajurit yang berdiri di depannya mengangkat tangan untuk ikut dalam misi yang akan dijalankan Naga.


“Pleton 2 dari batalion satu juga akan ikut bergabung!” kata Nara yang membuat Naga langsung melihat ke arah Lust dan pleton 2 yang datang bersama Lust.


“Persiapkan diri kalian, sepuluh menit lagi kita berangkat!” pinta Naga lantang.


“Siap pak!” jawab semua prajurit kompak.


... Sebelum berangkat Naga menjelaskan bahwa misi mereka adalah untuk memberikan tanda di area Rengasdengklok tempat para bola alien berkumpul dan mencegah mereka menyebar ke area sekitarnya. Setelah mereka menandai area keberadaan para bola alien tim pengebom akan meledakan area tersebut. Tidak lama kemudian Naga bersama 4 pleton langsung pergi menuju Rengasdengklok dengan berjalan kaki....


“Naga apa kamu marah kepada Lust?” tanya Nara yang berjalan di samping Naga sambil melihat ke arah Naga.


“50% kesal dan 50% lega.” jawab Naga yang berjalan sambil menatap lurus ke depan.


“Lega?” tanya Nara kebingungan.


“Lega karena kalian tiba di markas batalion dua tanpa terluka.” jawab Naga ramah sambil melihat ke arah Nara yang membuat semua siswa pleton 2 yang ikut dalam misi Naga tersenyum.


... Setibanya di Rengasdengklok Naga meminta Sloth untuk memimpin pasukan penembak jitu mengambil posisi di tiga bangunan tertinggi di sekitar area mereka. Kemudian Naga meminta pasukan cadangan SMA Praja Muda Nusantara pergi ke area barat menuju SMPN 1 Kutawaluya. Naga meminta Wrath membagi dua kelompok pasukan senjata berat dimana satu kelompok pergi bersama pasukan cadangan SMA Praja Muda Nusantara dan satu kelompok lainnya ikut bersama Naga....


“Lust pimpin pleton 2 batalion satu ke arah timur menuju rumah sejarah Rengasdengklok!” pinta Naga tegas.


“Sisanya ikut aku!” lanjut Naga tegas.

__ADS_1


__ADS_2