Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Liburan Semester


__ADS_3

... Ketika hari untuk mengikrarkan sumpah tiba, Pride langsung pergi untuk menjempu Resa sambil memastikan kembali pilihan Resa tersebut. Dengan tekad yang kuat Resa akan ikut mengikrarkan sumpah kepada Naga karena dia mencintai Pride. Pride dan Resa langsung pergi kembali menuju markas klan Gensai dimana disana semua anggota keluarga Gensai, para eksekutif dan para pengawal pribadi ikut hadir untuk menjadi saksi dari sumpah yang akan diucapkan oleh Pride dan Resa....


... Naga yang membawa Enma langsung pergi ke aula utama klan Gensai untuk menerima sumpah Pride yang baru saja datang bersama Resa. Naga cukup terkejut ketika Resa datang masuk bersama Pride tapi juga dia tidak heran ketika melihat Pride yang datang bersama Resa untuk mengikrarkan sumpah bersama. Pride bersumpah meskipun dirinya mencintai Resa tapi dirinya akan tetap memprioritaskan Naga sebagi orang nomor satu dalam hidupnya dan jika dia melanggar sumpah tersebut maka Naga berhak membunuhnya yang membuat Pride langsung menyayat telapak tangan kanannya di bilah pedang Enma yang Naga pegang....


“Jika kamu mengkhianati Resa maka aku sendiri yang akan membunuhmu!” lanjut Naga tegas sambil menatap Pride yang membuat Resa terkejut hingga melihat ke arah Naga ketika Naga sedang melukai telapak tangannya untuk menjabat tangan Pride dengan penuh kehormatan.


“Aku bersumpah meskipun Pride menjadi kekasihku, aku tidak akan mengambil kebanggaan Pride sebagai salah satu pengawal pribadi Naga dan aku akan selalu menjadi nomor dua setelah Naga dikehidupan Pride. Jika aku melanggar sumpahku maka Pride berhak membunuhku!” kata Nara bersumpah yang membuat Naga, Pride, Yuri, dan Eri terkejut sambil langsung melihat ke arah Resa.


... Setelah mengikrarkan sumpahnya Resa langsung menyayat telapak tangan kananya dengan bilah Enma yang membuat Resa mengetahui betapa mengerikannya Enma hingga Pride harus menahan tubuh Resa agar tidak terjatuh. Naga langsung menjabat tangan kanan Resa untuk mengikat sumpah darah sesuai dengan budaya klan Gensai. Naga, Pride, dan Resa saling membungkuk satu sama lain menandakan pengucapan sumpah dari Pride dan Resa kepada Naga sudah selesai....


“Sebuah kehormatan bagi kami menjadi saksi pengucapan sumpah kalian berdua Pride dan Resa. Semoga kalian bisa terus mengingat serta menjalankan sumpah kalian hingga kematian menjemput kalian dengan penuh kehormatan!” kata Yama lantang sambil melihat ke arah Pride dan Resa dengan penuh kebanggaan.


... Tidak lama setelah itu Yama langsung pergi meninggalkan aula utama klan Gensai diikuti oleh para eksekutif lainnya menandakan pengucapan sumpah dari Pride dan Resa telah selesai dilaksanakan. Tidak lama kemudian tim medis datang untuk mengobati luka di telapak tangan Naga, Pride, dan Resa. Ketika tim medis pergi meninggalkan Naga, Resa, dan Pride keenam pengawal pribadi Naga beserta Yuri dan Eri tersenyum bahagia sambil melihat ke arah Pride dan Resa kala mereka pergi meninggalkan aula utama klan Gensai....


“Resa kamu tidak seharusnya mengambil konsekuensi seperti itu.” kata Naga sambil melihat ke arah Resa cemas.


“Aku tahu Naga, tapi aku akan mengambil konsekuensi itu untuk membuktikan bahwa aku sungguh mencintai Pride.” jawab Resa penuh percaya diri sambil melihat ke arah Pride lalu kembali melihat ke arah Naga.


“Aku tidak akan pernah meragukan sumpahmu Resa.” jawab Naga penuh percaya diri sambil melihat ke arah Resa.


“Terima kasih Naga.” jawab Resa sambil tersenyum lega.

__ADS_1


“Aku pamit pulang dulu Naga!” kata Resa sambil tersenyum ramah.


“Tentu.” jawab Naga ramah.


“Pride, habiskan waktumu bersama Resa!” pinta Naga sambil melihat ke arah Pride sebelum pergi meninggalkan aula utama klan Gensai.


“Aku mengerti Naga.” jawab Pride sambil mengangguk penuh hormat yang membuat Resa tersenyum bahagia.


... Setelah mengikrarkan sumpah kepada Naga, Resa mengisi waktu liburan semester kali ini bersama Pride ke berbagai tempat yang mereka inginkan. Sementara Naga pada saat itu sedang menemani Eri yang selama beberapa bulan terakhir mendapatkan tawaran untuk bermain peran di salah satu mini series yang akan tayang di sebuah platform video online. Satu tahun terakhir Eri memiliki seekor kuda Arab berwarna hitam yang diberi nama Bao - Bao dan mereka sering menghabiskan waktu bersama di markas klan Gensai....


...Kuda tersebut begitu penurut dan dekat dengan Eri hingga satu waktu ketika ada seorang produser yang datang ke markas klan Gensai karena ada urusan melihat dan memuji kedekatan Eri dengan Bao - Bao. Akhirnya produser tersebut mengajak Bao - Bao untuk membuat sebuah film mini series dengan Eri yang mengawasi serta bertanggung jawab atas keselamatan Bao - Bao selama produksi film tersebut. Eri yang merasa senang dan tertantang akhirnya menyetujui hal tersebut setelah mendapat izin dari ketua klan Gensai sehingga selama sepuluh hari terakhir dibuatlah set panggung di markas klan Gensai untuk keperluan syuting....


... Ketika hendak melakukan sebuah adegan lompatan dengan menunggangi kuda sang aktor protes kepada sutradara karena tidak ada cukup ruang untuk mendarat dan mengerem. Sang aktor berkata untuk melakukan adegan lompatan kira - kira membutuhkan jarak sekitar 30 meter agar aksinya bisa berjalan lancar dan aman tanpa resiko berarti. Mendengar hal itu Eri terkejut karena pembuatan set panggung selama di markas klan Gensai Eri yang bertanggung jawab mengatur semuanya agar Bao - Bao bisa melakukan setiap adegan dengan selamat....


“Kami buat lokasi syuting ini sesuai dengan kebutuhanmu dan rancanganmu. Aku beri tahu ya, jika Bao - Bao tidak bisa melompat biaya pembuatan set lokasi, biaya tenaga kerja, dan semua biaya yang keluar dalam proses pembuatan setiap adegan di markas klan Gensai akan ditanggung olehmu!” bentak sang sutradara yang membuat Eri meneteskan air mata penuh penyesalan.


“Aku sudah sering bertemu dengan orang sepertimu berasal dari keluarga terhormat dan berpengaruh, tapi tidak akan mengubah fakta bahwa kamu masih seorang amatir yang bodoh. Apa karena kamu berasal dari keluarga Gensai maka kamu berpikir ini hanya permainan bermain peran?” tanya sang sutradara kesal yang terdengar oleh Naga dan membuat Naga langsung melihat ke arah Eri dan sang sutradara.


“Pak Sutradara tolong berhenti mengomeli adikku!” pinta Naga sambil melihat ke arah sang sutradara dingin yang membuat Eri langsung melihat ke arah Naga.


“Naga, adikmu bertanggung jawab penuh atas set lokasi syuting selama disini dan semua set lokasi syuting ini membutuhkan waktu lebih dari sepuluh hari untuk membangunnya dan sang aktor berkata tidak bisa melakukannya karena terlalu beresiko!” jawab sang sutradara yang membuat Eri meneteskan air mata penuh penyesalan dan hanya mampu terdiam karena merasa bersalah.

__ADS_1


“Tuan Naga, ini waktunya Eri untuk belajar dari kesalahannya biarkan dia sendiri yang mencari solusinya!” pinta Albert sang kepala pelayan klan Gensai sambil melihat ke arah Naga dengan penuh hormat.


“Aku mengerti Albert, jadi tolong berhenti membentak adikku!” jawab Naga sambil menatap melihat ke arah sang sutradara dengan tatapan tajam yang seketika mengubah suasana di lokasi tersebut menjadi mencekam.


“Aku akan melompat bersama Bao - Bao, tidak masalah bukan?” tanya Naga memastikan sambil melihat ke arah sang sutradara.


“Jangan kak Naga!” pinta Eri sambil meneteskan air mata.


“Diam saja Eri dan jangan membuang waktu lagi, kakakmu akan membantu menyelesaikan masalah yang kamu buat!” jawab sang sutradara sambil memegangi Eri agar Eri tidak pergi ke arah Naga.


“Berhenti menyentuh Eri dan pergi menjauhlah dari Eri!” pinta Naga tegas sambil menatap sang sutradara dingin.


“Kamu akan melakukannya kan Naga?” tanya sang sutradara memastikan.


“Iya.” jawab Naga dingin.


“Baiklah, aku akan pergi menjauh dari Eri!” jawab sang sutradara yang langsung pergi ke posnya bersiap untuk pengambilan gambar.


“Kak Naga jangan melakukannya! Kak Naga bisa terluka!” pinta Eri dengan mata berkaca - kaca berusaha menahan tangisnya.


“Eri ada sebuah aturan di keluarga Gensai setiap anak terakhir sedang belajar maka kakaknya harus membantunya melewati pelajaran tersebut!” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatap Eri.

__ADS_1


“Sejak kapan kita memiliki aturan seperti itu?” tanya Eri sambil meneteskan air mata.


“Sejak hari ini!” jawab Naga sambil tersenyum bangga menatap Eri yang membuat Eri meneteskan air matanya penuh haru.


__ADS_2