
...Semua siswa kelas 12-2 saling bertukar cerita satu sama lain dalam kelompok kecil tentang kegiatan mereka satu bulan terakhir setelah para bola alien musnah dari bumi. Mereka bertukar cerita dengan penuh semangat yang membuat mereka tertawa hingga membuat mereka semua bersyukur serta bahagia akan kehidupan mereka saat ini. Tidak lama kemudian wali kelas mereka yang baru masuk untuk memperkenalkan diri sekaligus mempersiapkan kelas sebelum memulai semester terakhir mereka di SMA Juvenile Cendekia....
“Selamat pagi semuanya!” sapa Bu Dita wali kelas baru kelas 12-2.
“Pagi Bu!” jawab semua siswa kelas 12-2 kompak.
...Di semester terakhir ini Bu Dita akan menjadi wali kelas untuk kelas 12-2 menggantikan Bu Lydia. Bu Dita langsung mengucapkan bela sungkawa kepada semua siswa kelas 12-2 karena mereka harus melihat Bu Lydia yang gugur di depan mata mereka. Bu Dita juga bangga karena siswa kelas 12-2 bisa bertahan hingga akhir dan saling melindungi satu sama lain sehingga banyak dari siswa kelas 12-2 yang selamat dari peperangan ini....
“Siapa ketua kelasnya?” tanya Bu Dita memastikan.
“Jihan, Bu Dita!” jawab Teguh lantang.
“Jihan, kamu bersedia untuk menjadi ketua kelas lagi di semester terakhir ini?” tanya Bu Dita memastikan dengan penuh kelembutan.
“Menurutku Naga lebih layak untuk menjadi ketua kelas Bu!” pinta Jihan sambil melihat ke arah Naga yang membuat Bu Dita juga langsung melihat ke arah Naga sementara Naga terkejut mendengar hal itu.
“Jangan Bu, Jihan hanya bercanda mana mungkin aku yang suka tidak masuk kelas menjadi ketua kelas? Menurutku Jihan yang paling layak menjadi ketua kelas karena keberadaan kami semua disini telah menjadi bukti bahwa Jihan mampu memimpin kami melewati peperangan ini.” jawab Naga penuh percaya diri.
“Aku juga setuju Jihan tetap menjadi ketua kelas kami Bu karena mungkin jika bukan Jihan yang memimpin kami, kami semua tidak bisa duduk di kelas ini kembali.” tambah Nara penuh percaya diri.
“Aku juga sependapat dengan Naga dan Nara, Bu!” tambah Resa sambil tersenyum ramah yang membuat Jihan melihat ke arahnya.
... Setelah itu semua siswa kelas 12-2 yang ikut dalam misi pemusnahan bola alien di Rengasdengklok setuju jika Jihan tetap menjadi ketua kelas 12-2 yang membuat Jihan terkejut sambil melihat mereka satu persatu. Raka, Hana, dan Sarah hanya mengangguk setuju ikut pendapat yang lain karena mayoritas sudah mendukung Jihan untuk kembali menjadi ketua kelas. Tanpa basa basi Bu Dita langsung meresmikan Jihan kembali sebagai ketua kelas dan meminta kerja samanya untuk satu semester ke depan sebelum pergi meninggalkan kelas....
__ADS_1
“Hey!” panggil Jihan yang sudah berdiri di depan kelas meminta perhatian semua teman - temannya.
“Kenapa kalian tidak memilih Naga sebagai ketua kelas? Sudah sangat jelas kemampuan Naga dalam memimpin jauh lebih baik daripada aku kalian semua menyaksikannya sendiri saat kita melalui semua ini terutama saat kita menyelesaikan misi di Rengasdengklok.” lanjut Jihan sambil melihat semua teman - temannya satu persatu dengan tatapan keheranan.
“Justru karena aku tahu betapa hebatnya Naga dalam memimpin makanya aku percaya akan penilaian Naga.” jawab Nara sambil tersenyum bangga menatap Jihan.
“Benar, aku tidak akan meragukan rencana yang disusun oleh Naga termasuk dalam memilihmu sebagai ketua kelas.” tambah Resa sambil melihat ke arah Jihan penuh percaya diri.
“Naga pasti sudah memperhitungkan penilaiannya dan aku akan ikut pada penilaian Naga.” jawab Diki penuh percaya diri yang membuat semua siswa kelas 12-2 mengangguk setuju sambil tersenyum melihat ke arah Jihan.
“Wah sepertinya aku harus berterima kasih kepada Lust apapun yang dia katakan kepada kalian saat misi di Rengasdengklok.” kata Naga sambil tersenyum lega melihat teman - temannya yang membuat teman - temannya ikut tersenyum.
... Meskipun ini baru hari pertama mereka kembali bersekolah tapi mereka semua langsung mulai belajar seperti biasa karena hari ujian seleksi masuk perguruan tinggi sudah semakin dekat. Mereka semua belajar dengan serius memperhatikan setiap guru yang mengajar di kelas mereka. Ketika jam makan siang tiba semua siswa kelas 12-2 pergi ke kantin sekolah mereka secara bersama - sama....
... Kelas 12-2 makan sambil mengobrol santai dengan penuh suka cita dan sedikit candaan. Identitas Naga sebagai keluarga Gensai generasi ketiga ditutup rapat - rapat oleh semua teman - temannya dari kelas 12-2. Setiap ada orang yang bertanya bagaimana cara mereka bertahan hidup menghadapi para bola alien, semua siswa kelas 12-2 kompak menjawab bahwa mereka hanya berusaha untuk saling pengertian dan saling menghormati satu sama lain agar tidak terjadi perpecahan diantara mereka....
“Naga apa sepulang sekolah kamu sudah memiliki rencana?” tanya Nara memastikan sambil menatap Naga penuh harap.
“Belum ada apa Nara?” tanya Naga balik sambil menatap Nara.
“Mau gak kamu temenin aku daftar bimbingan belajar?” tanya Nara sambil menatap Naga penuh harap.
“Boleh.” jawab Naga sambil mengangguk yang membuat Nara langsung tersenyum.
__ADS_1
“Terima kasih Naga, sepulang sekolah ya!” pinta Nara sambil tersenyum sumringah.
... Setelah selesai makan siang semua siswa kembali ke kelas mereka masing - masing dan melanjutkan pembelajaran sampai jam setengah tiga sore. Tidak lama setelah merapihkan barang bawaan pribadinya Nara langsung bergegas ke meja Naga untuk segera pergi mendaftar bimbingan belajar. Mereka berdua pergi ke bimbingan belajar Alumni UI karena Nara ingin berkuliah di Universitas Indonesia berharap dengan belajar disana bisa membuat kesempatannya berkuliah di UI semakin besar....
... Setelah selesai mendaftar bimbingan belajar Nara mengajak Naga untuk pergi menonton bioskop di salah satu mall terdekat. Tanpa banyak bicara Naga langsung setuju dan mereka pergi menonton bersama salah satu film yang sedang tayang di bioskop pada saat itu. Naga menemani Nara dengan penuh kehangatan yang membuat Nara nyaman menghabiskan waktu bersama Naga hingga akhirnya Naga mengajak Nara untuk makan malam bersama di salah satu restoran di mall yang sama dengan tempat mereka menonton film....
“Terima kasih ya Naga sudah mau menemaniku hari ini.” kata Nara sambil menikmati makan malam pesanannya.
“Apa kamu bahagia?” tanya Naga memastikan.
“Tentu, aku sangat bahagia menghabiskan waktu bersama kamu hari ini.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Syukurlah kalau begitu.” kata Naga sambil tersenyum lega.
“Naga aku penasaran, adakah sesuatu yang kamu takuti di dunia ini?” tanya Nara sambil menatap Naga penasaran.
“Hmm setelah peperangan dengan bola alien ketakutanku bertambah satu.” jawab Naga sambil menatap Nara dengan tatapan serius.
“Apa yang kamu takutkan?” tanya Nara yang semakin penasaran.
“Aku takut kehilangan kamu.” jawab Naga sambil menatap Nara serius yang membuat Nara terharu hingga tidak bisa berkata - kata.
... Ekspresi Naga tidak menunjukan bahwa dirinya sedang berusaha merayu Nara, tapi Nara mengerti bahwa Naga mengungkapkan hal itu dari hatinya langsung. Setelah melalui berbagai macam halangan dan rintangan kala sedang melawan para bola alien Nara sadar bahwa Naga memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan perasaanya. Hal itu membuat Nara akhirnya tersenyum bahagia mendengar Naga yang takut akan kehilangan dirinya....
__ADS_1