Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Kelulusan


__ADS_3

... Teori Naga yang terbukti menjadi solusi menghadapi wabah zombie membuat WHO seluruh dunia membuat vaksin yang digunakan sebagai kamuflase dari para zombie yang sudah menguasai sebagian besar bumi. Vaksin tersebut di sebar luaskan ke seluruh penjuru dunia untuk berperang dan memusnahkan para zombie yang ada. Pemusnahan para zombie mulai dilakukan di berbagai tempat oleh berbagai macam orang dan dengan berbagai macam cara sehingga perlahan tapi pasti bumi kembali dikuasai sepenuhnya oleh umat manusia....


“Bukankah panglima TNI sudah memintamu dan mengizinkanmu untuk beristirahat!” pinta Yuri tegas sambil menatap Naga yang berusaha membujuk Yuri agar mengizinkannya ikut membantu membersihkan para zombie di Indonesia.


“Hiten Mitsurugi Ryu miliku dengan Enma akan sangat mempercepat memusnahkan para zombie kak!” bujuk Naga sambil menatap Yuri penuh harap.


“Tetap tidak! Luka di perutmu masih belum sepenuhnya pulih!” jawab Yuri tegas.


“Hiten Mitsurugi Ryu itu apa?” tanya Nara sambil sedikit berbisik kepada Lust yang berdiri di sampingnya.


... Lust menceritakan dengan sedikit berbisik bahwa Hiten Mitsurugi Ryu merupakan salah satu teknik berpedang dari Jepang yang melegenda karena teknik tersebut ditujukan untuk melawan banyak orang dalam artian pembantaian. Teknik ini diabadikan lewat sebuah catatan oleh pengguna terakhirnya karena tidak ada lagi penerus dari teknik ini sehingga beberapa ahli pedang di dunia mempelajari teknik ini secara bersama - sama. Semua ahli pedang yang mempelajari teknik ini sepakat bahwa Naga adalah ahli pedang terbaik yang berhasil menggunakan teknik ini dengan sempurna bahkan Naga berhasil memodifikasihnya agar lebih baik lagi....


“Luka diperutku sudah lama jadi sekarang sudah lebih baik kak terlebih meskipun tertusuk lukanya kecil dan tidak dalam.” kata Naga yang masih berusaha membujuk Yuri sambil menatap Yuri penuh harap.


“Wrath besi penyangga meja makan kasur rumah sakit tebalnya ada sepuluh centi? Panjangnya sekitar dua puluh centi kan ya?” tanya Envy yang langsung menghampiri Wrath dan mendorongnya keluar untuk menemani dirinya.


“Apa? Besi yang menusuk perut kamu setebal sepuluh centi dengan panjang dua puluh centi? Kamu bilang luka kecil dan tidak dalam? Itu menusuk perutmu hingga menembus pinggangmu!” kata Yuri tegas menegur Naga yang membuat semua siswa kelas 12-2 dalam tenda tersebut terkejut mendengar rincian luka tusukan yang dialami oleh Naga sementara Naga langsung tertunduk pasrah.


“Nanti saat kamu ganti perban kakak harus ikut dan menyaksikannya secara langsung!” pinta Yuri tegas sambil menatap Naga tajam.


“Kalian semua tolong pastikan Naga tetap di dalam tenda ya! Kalau Naga berusaha keluar dari tenda ini pukul atau lemparkan apapun ke kepalanya, jika Naga melawan langsung teriak dan aku akan memukulnya secara langsung!” pinta Yuri tegas sambil melihat ke arah siswa kelas 12-2.


“Baik kak Yuri!” jawab siswa kelas 12-2 kompak.

__ADS_1


... Nara yang cemas langsung menghampiri Naga dan memastikan kebenaran tentang luka tusukan yang dialaminya. Naga langsung membenarkan hal itu dan membuat teman - temannya terkejut tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya yang dialami oleh Naga. Disisi lain Teguh, Julian, Diki, dan Raka kagum dengan perjuangan Naga hingga sanggup menahan rasa sakit dari luka tusukan yang menembus perutnya....


... Dua bulan berlalu para zombie di seluruh dunia berhasil di musnahkan dan kehidupan mulai kembali berjalan normal di seluruh dunia. Tragedi global yang menimpa selama satu tahun terakhir membuat pemerintah Indonesia menyatakan semua siswa kelas 6, 9, dan 12 lulus serta berhak mengikuti ujian seleksi masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Semua siswa kelas 12-2 kecuali Naga bekerja keras untuk bisa lulus dalam ujian seleksi masuk ke perguruan tinggi dengan jurusan pilihan mereka masing - masing....


... Pertengahan bulan Juni semua siswa kelas 12-2 berkumpul untuk merayakan kelulusan mereka sebelum memulai perjalanan mereka di dunia perkuliahan. Jihan dan Yuna telah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa Universitas Indonesia sementara Julian akan berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Teguh, Diki, dan Resa diterima sebagai mahasiswa Universitas Padjajaran sedangkan Deby dan Hana akan berkuliah di Universitas Gadjah Mada....


“Vivi bagaimana dengan ujian seleksi masuk perguruan tinggimu?” tanya Jihan cemas ketika Vivi baru saja tiba di tempat mereka berkumpul.


“Aku akan berkuliah di UNAIR (Universitas Air Langga)!” jawab Vivi sambil tertawa bahagia yang membuat teman - teman lain yang mendengarnya ikut bahagia.


“Semuanya! Aku berhasil diterima di ITS (Institut Teknologi Sepulun Nopember)!” kata Raka dengan suara lantang kala dirinya baru tiba di tempat mereka berkumpul.


“Wah selamat Raka!” kata Teguh yang langsung berpelukan dengan Raka diikuti ucapan selamat dari teman - teman lainnya.


“Apa Naga tidak akan datang?” tanya Diki penasaran sambil melihat ke arah teman - temannya dan seketika suasana berubah menjadi hening karena mereka belum mendengar kabar apapun dari Naga.


“Tidak mungkin, Naga pasti baik - baik saja! Misi apapun yang dia jalani pasti akan dia selesaikan!” jawab Resa penuh percaya diri.


“Tapi Nara juga belum datang.” kata Hana cemas sambil melihat ke arah teman - temannya yang lain.


“Wooh itu mereka!” kata Teguh ketika melihat Naga dan Nara datang bersamaan.


“Nara bagaimana hasil ujian seleksi masuk perguruan tinggimu?” tanya Jihan penasaran dengan penuh semangat sambil menatap Nara.

__ADS_1


“Hmm sepertinya kita akan tetap sering bertemu.” jawab Nara sambil tersenyum menatap Jihan.


“Wah selamat Nara!” kata Jihan yang langsung memeluk Nara dengan penuh kehangatan dan diikuti ucapan selamat dari teman - temannya yang lain.


“Naga apa kamu benar - benar tidak bisa kuliah?” tanya Resa penasaran sambil melihat ke arah Naga.


“Iya, setelah selesai SMA aku harus mencurahkan seluruh hidupku untuk klan Gensai.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Resa.


“Dan Nara?” tanya Diki sambil tersenyum jahil menatap Naga.


“Dan Nara.” jawab Naga yang langsung tersenyum menatap Nara dan membuat Nara tersenyum manis menatap Naga.


... Kelas 12-2 merayakan kelulusan mereka dengan makan bersama, bermain game bersama, dan mengobrol bersama dengan penuh suka cita serta canda tawa. Mereka juga saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka baik ketika dalam masa perang melawan para bola alien ataupun ketika mereka sedang berperang melawan para zombie setelah Naga memberikan ide vaksin kamuflase. Dalam acara perayaan kelulusan ini mereka juga membawa foto teman - teman mereka yang gugur lengkap dengan figuranya....


“Teman - teman mungkin aku salah berpikir tentang hal ini, tapi aku ingin menjadikan hari ini bukan hanya sebagai hari kelulusan kita tapi juga hari peringatan kematian teman - teman kita dari kelas 12-2. Mereka meninggal di hari yang berbeda jadi aku berpikir untuk memperingati kematian mereka setiap tanggal ini untuk ke depannya.” kata Jihan yang melihat semua teman - temannya sambil ragu - ragu.


“Aku setuju, meskipun kita memperingati kematian teman - teman kita yang gugur pada hari perayaan kelulusan tapi bukan berarti kita bersyukur atas kepergian mereka. Bagiku ini salah satu cara terbaik kita untuk menghormati mereka karena mungkin tanpa mereka kita belum tentu bisa berkumpul merayakan kelulusan seperti saat ini.” kata Naga penuh percaya diri sambil melihat ke arah teman - temannya yang membuat Jihan lebih percaya diri.


“Aku juga setuju, memperingati hari kematian mereka ditanggal yang sama dengan tanggal perayaan kelulusan kita rasanya membuat mereka tetap bersama kita.” tambah Nara sambil melihat ke arah foto - foto teman - temannya yang telah gugur dan membuat teman - teman yang lain mengangguk setuju.


“Kalau begitu ayo kita sepakati tanggal kelulusan kita menjadi tanggal untuk memperingat hari kematian teman - teman kita yang lain. Setidaknya walaupun kita sudah sibuk kuliah merantau di berbagai kota, kita harus bisa terus berkumpul meskipun satu tahun satu kali!” ajak Teguh yang percaya diri dengan penuh senyuman sambil melihat teman - temannya.


“Benar, dimanapun acaranya aku akan berusaha untuk selalu datang lagipula setelah kuliah nanti sepertinya aku adalah orang yang paling tidak sibuk di antara kita semua.” jawab Naga penuh percaya diri.

__ADS_1


“Benarkah? Bukannya sebuah misi itu terkadang muncul tiba - tiba Naga?” tanya Teguh memastikan dengan wajah penuh tanya.


“Tidak perlu khawatir, aku bisa mengaturnya terlebih untuk alasan keluargaku sendiri.” jawab Naga sambil tersenyum yang membuat semua temannya ikut tersenyum.


__ADS_2