Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Pendaratan Darurat


__ADS_3

... Naga langsung memeriksa keadaan pesawat dan arah angin guna mendukung rencananya mendarat di bandara Kertajati. Satgas penanggulangan terorisme merasa itu terlalu berbahaya karena lokasi Naga saat ini terlalu dekat dengan bandara Kertajati tapi menurut Naga bahan bakar mereka tidak akan cukup jika harus memutar menuju bandara Husein Sastranegara. Tiba - tiba co pilot meminta Naga mengikuti insting Naga karena dirinya percaya kepada keputusan Naga sebagai pilot....


... Beberapa petugas yang melihat Naga berbelok bersiap mendaratkan pesawat di bandara Kertajati melaporkan bahwa tindakan Naga berbahaya dan terlalu beresiko tapi Yuri meminta mereka semua untuk percaya kepada Naga. Mendengar hal itu kepala penanggulangan kepresidenan dari istana menyetujui rencana Naga dan meminta semua satgas untuk bersiap membantu Naga termasuk mengerahkan para petugas terkait di sekitar bandara Kertajati. Tiba - tiba pesawat ID 709 kehilangan tenaga karena bahan bakar yang semakin menipis menyadari hal itu Naga langsung mematikan mesin pesawat dan akan meluncur untuk pendaratan dengan sepenuhnya kendali manual....


... Pesawat ID 709 yang melaju terlalu cepat membuat Naga memutuskan untuk berputar di udara guna mengurangi kecepatan pesawat. Naga memperhatikan ketinggian pesawat dan jarak pesawat ke arah landasan pacu dengan seksama untuk mengeluarkan roda pendaratan. Merasa laju pesawat masih terlalu cepat Naga memutuskan untuk melewati waktu pendaratan dan memilih untuk berputar satu kali lagi guna mengurangi kecepatan pesawat....


... Ketinggian pesawat sudah terlalu dekat dengan daratan dan dengan sigap Naga menyalakan kembali mesin pesawat guna mengerahkan seluruh tenaga pesawat yang tersisa untuk pendaratan. Ketika roda pesawat sudah menyentuh daratan Naga mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk memberhentikan pesawat. Pesawat yang mendarat dengan kecepatan tinggi membuat para penumpang berteriak panik dalam kondisi duduk bersiap untuk pendaratan darurat....


“Berhentilah!” teriak Naga sambil mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghentikan laju pesawat.


... Pada akhirnya pesawat berhasil berhenti dan mendarat di bandara Kertajati meskipun pesawat ID 709 mendarat melewati landasan pacu yang tersedia. Mengetahui Naga berhasil mendaratkan pesawat semua anggota satgas dan anggota keluarga penumpang langsung bersorak sorai gembira sambil menangis haru karena keluarga mereka selamat. Tenaga medis dan para pihak terkait yang sudah bersiap siaga di bandara Kertajati langsung menghampiri pesawat ID 709 untuk memberikan bantuan yang di perlukan kepada semua penumpang....


... Para penumpang langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dari bandara Kertajati untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tiga hari kemudian keluarga penumpang berdatangan ke rumah sakit tempat para penumpang dirawat untuk menjemput mereka termasuk Yuri, Nara, Yuna, dan Jihan. Ke tujuh pengawal pribadi Naga sudah di kerahkan ke rumah sakit tempat Naga di rawat terlebih dahulu dan menyambut kedatangan Yuri, Nara, Yuna, dan Jihan....


“Naga!” panggil Nara dan Yuri kompak yang langsung berlari memeluk Naga secara bersamaan dan membuat Naga juga langsung memeluk mereka berdua.

__ADS_1


“Tidak perlu khawatir Nara, aku akan kembali bersamamu, kak Yuri dan yang lainnya.” kata Naga sambil membelai rambut Nara lemah lembut karena Nara menangis tersedu - sedu yang membuat Yuri melepaskan pelukannya dari Naga terlebih dahulu ketika mendengar Nara menangis.


... Yuri, Yuna, dan Jihan mengerti perasaan Nara melewati semua ini dari mulai mengetahui Naga menjadi salah satu korban bioteroris, masyarakat Indonesia yang menolak pendaratan pesawat ID 709 hingga akhirnya Naga beserta seluruh penumpang lainnya memutuskan untuk tidak mendarat. Tidak lama kemudian Nara melepaskan pelukannya dari Naga yang membuat Naga langsung menghapus air mata Nara dengan penuh kelembutan. Co pilot, kepala pramugari, seorang pramugai, dan dua orang pejabat tinggi maskai ID 709 datang ke kamar rawat inap Naga dengan penuh hormat sambil tersenyum bangga melihat ke arah Naga....


“Senang akhinya saya bisa mengetahui siapa anda sebenarnya Naga.” sapa sang kepala pramugari sambil tersenyum penuh hormat.


“Suatu kehormatan bisa terbang bersama anda kapten Naga.” lanjut sang co pilot sambil hormat dengan penuh kebanggaan menatap Naga.


“Jika ada kata kapten di depan namaku itu terlalu berlebihan.” jawab Naga bercanda yang membuat semua orang tersenyum.


... Pejabat tinggi dari maskapai ID 709 dengan penuh ketulusan serta kebanggan mengucapkan terima kasih kepada Naga yang telah membantu mereka menyelamatkan para penumpang. Co pilot dan kepala pramugari memberitahu Naga bahwa ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan Naga membuat Naga langsung berjalan mengikuti co pilot serta kepala pramugari. Di ruang tunggu rumah sakit tempat para penumpang di rawat rupanya para penumpang yang hendak pulang beserta keluarganya sudah berkumpul....


... Setelah bertegur sapa dengan seluruh penumpang beserta keluarganya mereka akhirnya bubar pulang ke rumah masing - masing sementara Naga kembali ke ruang rawat inapnya untuk bersiap pulang. Ketika Naga kembali ke ruang rawat inapnya untuk pulang semua siswa kelas 12-2 yang merantau langsung melakukan video call kepada Jihan untuk menyapa Naga. Mereka semua bersyukur dan tersenyum lega melihat Naga baik - baik saja bersama dengan Nara, Yuna, dan Jihan....


“Naga aku mendengar bahwa pesawat ID 709 sempat diberikan tembakan peringatan oleh jet tempur Jepang dan salah satu pesawat jet tempur Jepang berusaha menabrakan dirinya ke pesawat ID 709 apakah benar?” tanya Teguh penasaran.

__ADS_1


“Iya benar.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah layar handphone Jihan.


“Apakah kamu tidak takut? Bagaimana mungkin kamu bisa menjawab sesantai itu?” tanya Teguh yang terkejut melihat ekspresi Naga.


“Hmm sederhana karena aku pernah naik pesawat yang kemudian di ledakan oleh drone pembunuh ketika aku masih berada di dalam pesawat.” jawab Naga santai yang membuat semua teman - temannya terkejut.


“Apa?” tanya Yuri yang baru kembali ke kamar Naga setelah selesai mengurus administrasi kepulangan Naga.


“Eh? Itu hanya bercanda kak.” jawab Naga berdalih.


“Aku harus mematikan video callnya sepertinya pertanyaan Teguh akan membuat Naga dimarahi oleh kak Yuri.” kata Jihan sedikit berbisik sambil mendekatkan handphonenya ke arah mulutnya sendiri.


“Kalian bertujuh sebaiknya ada salah satu dari kalian yang bisa menjelaskan maksud dari perkataan Naga!” pinta Yuri tegas sambil menatap ketujuh pengawal pribadi Naga satu persatu.


... Sloth, Gluttony, Envy, dan Lust kompak langsung menujuk Wrath, Pride, serta Greed secara bersama - sama. Akhirnya Pride menceritakan salah satu pengalaman mereka ketika sedang menjalankan misi menangkap ******* ekonomi yang berusaha memalsukan dolar Amerika dengan sebuah cetakan uang asli seperti milik Amerika. Ketika sedang dalam misi tersebut Naga, Wrath, Pride, dan Greed mencuri salah satu pesawat milik militer Amerika yang membuat Amerika marah hingga mengirimkan drone pembunuh untuk meledakan mereka....

__ADS_1


... Sebelum drone pembunuh meledakan pesawat yang mereka terbangkan, mereka berempat terlebih dahulu masuk ke dalam tank yang berada di pesawat itu sehingga ketika pesawat meledak mereka keluar dengan menggunakan tank lengkap dengan parasut yang mengembang. Ketika mereka sedang di dalam tank drone pembunuh kembali berusaha menjatuhkan mereka dengan terus menembaki tank serta parasut yang mereka gunakan. Namun Wrath berhasil menjatuhkan salah satu drone pembunuh dengan senapan mesin yang ada pada tank tersebut sedangkan drone satunya berhasil diledakan menggunakan meriam....


“Naga berhasil membawa kami terbang menggunakan tank nona Yuri!” tambah Greed dengan penuh semangat yang membuat Yuri langsung menatapnya tajam hingga akhirnya Greed tertunduk tidak berani berbicara.


__ADS_2