
... Vanessa menceritakan bahwa sekitar dua Minggu sebelum Naga pergi ke Spanyol, Naga mengunjungi keluarga Vongol terlebih dahulu dan akhirnya Naga meminta bantuan kepada keluarga Vongola. Tanpa basa basi Vongola Safina ibunya Vanessa langsung menyetujui permintaan Naga dan akhirnya Vanessa bersama beberapa anggota Vongola pergi ke Indonesia khusus untuk Vanessa menyamar sebagai asisten profesor Gamal seperti saat ini. Naga menambahkan bahwa dirinya tidak memberitahu siapapun diluar klan Gensai karena Naga membutuhkan semua orang untuk tidak mengetahui bahwa Vanessa berasal dari keluarga Vongola Italia....
“Kamu harus segera ke Afrika Naga! (dalam bahasa Inggris)” kata Vanessa mengingatkan sambil menatap Naga.
“Iya aku akan pergi ke pertemuan darurat Uni Afrika bersama Leonor yang mekawili negara Spanyol. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga santai.
“Tidak apa kan Nara?” tanya Naga memastikan sambil menatap Nara.
“Tentu tidak apa - apa Naga.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Apa yang terjadi di Afrika?” tanya Nara penasaran sambil menatap Naga.
... Vanessa menjelaskan bahwa banyak pemimpin negara dari benua Afrika dan banyak tetua dari berbagai darata Afrika yang mengenal Naga dengan cukup baik. Hal itu membuat mereka marah ketika pemberitaan bahwa Naga dituduh berupaya membunuh raja Felipe VI karena mereka percaya bahwa Naga tidak akan melakukan hal secamam itu. Beberapa hari terakhir banyak orang di Afrika melakukan protes di beberapa kedutaan Spanyol yang ada di beberapa negara di benua Afrika dan mereka siap membantu Naga untuk membuktikan bahwa Naga tidak melakukan yang dituduhkan kepadanya oleh Spanyol....
... Meskipun raja Felipe VI sudah mengklarifikasi tapi fakta tersebut membuat banyak para petinggi Uni Afrika berpikir jika orang seperti Naga bisa dengan mudah dikambing hitamkan maka hal itu bisa berlaku kepada mereka juga dan hal itu tidak bisa dibiarkan. Akhirnya Uni Afrika sepakat untuk mengadakan pertemuan darurat untuk membahas hal itu Uni Eropa di undang dalam pembahasan tersebut dan Spanyol juga diundang secara khusus karena negara yang menuduh Naga adalah Spanyol. Vanessa yakin kehadiran Naga di pertemuan tersebut bisa menengahi atau bahkan meredam emosi banyak negara Afrika atas pemberitaan tuduhan yang mengarah kepada Naga dengan berdialog dengan mereka semua di Uni Afrika....
“Sebelumnya mungkin kamu bisa memastikan luka di bahu kirimu pulih terlebih dahulu Naga! (dalam bahasa Inggris)” pinta Vanessa sambil menatap Naga dengan senyum penuh kemenangan yang membuat Nara terkejut.
“Kamu terluka Naga?” tanya Nara memastikan sambil menatap Naga cemas.
__ADS_1
“Melihat dari caramu menahan rasa sakitnya sudah pasti itu tembakan dari senapan runduk yang memiliki peluru lebih besar daripada senapan biasa! (dalam bahasa Inggris)” kata Vanessa sambil menatap Naga dengan senyum penuh kemenangan yang membuat Naga menatap Vanessa untuk berhenti berbicara.
“Ayo kita pergi ke rumah sakit Naga!” pinta Nara cemas yang langsung bangkit dari duduknya sambil menatap Naga.
“Aku sudah diobati Nara, jadi aku sudah lebih baik.” jawab Naga yang tersenyum menatap Nara sambil memegang tangan kiri Nara dengan penuh kelembutan.
“Dengan luka dari peluru senapan runduk harusnya kamu menggunakan alat bantu penyangga tangan, apa kamu sudah diobati Naga? (dalam bahasa Inggris)” tanya Vanessa sambil tersenyum penuh kemenangan yang membuat Naga memelototi Vanessa untuk memberi kode agar berhenti berbicara.
“Kamu selalu saja menyembunyikan lukamu, apakah kamu masih belum mengerti jika kamu terluka ada aku, kak Yuri, dan Eri yang mencemaskanmu? Apakah bagimu kami tidak ada artinya sampai kamu selalu melakukan hal ini?” tanya Nara kesal sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.
“Ayo kita pergi ke rumah sakit!” pinta Nara sambil menahan tangis yang akhirnya membuat Naga pergi bersama Nara menuju rumah sakit.
“Memang Naga terlihat seperti apa? (dalam bahasa Inggris)” tanya profesor Gamal penasaran sambil melihat ke arah Vanessa.
“Terlihat seperti manusia pada umumnya, memiliki rasa simpati, empati, kasih sayang dan kelembutan. (dalam bahasa Inggris)” jawab Vanessa sambil tersenyum melihat profesor Gamal.
... Pride yang menunggu Naga di mobil langsung membukakan pintu mobil untuk Naga dan Nara. Tidak lama kemudian Envy dan Gluttony yang giliran mengawasi Nara pada hari itu sebelum Naga pulang juga ikut pergi bersama Naga, Nara, dan Pride dengan mobil lain. Nara meminta Pride untuk membawa mereka ke rumah sakit karena ada luka tembak di bahu kiri Naga dan Naga langsung memberi kode kepada Pride untuk mengikuti permintaan Nara....
... Ketika Naga sedang diobati dan di pasangkan alat bantu penyangga tangan tiba - tiba grup chat kelas 12-2 ramai oleh Teguh yang menshare sebuah link dan berbicara bahwa Naga dibahas oleh Irene Red Velvet ketika Irene sedang melakukan live streaming. Rupannya berita pembatalan tuduhan kepada Naga atas upaya pembunuhan raja Felipe VI juga disimak baik - baik oleh para penggemar Red Velvet terlebih para penggemar yang mengetahui wajah Naga ketika Irene berlari untuk menghampirinya kala tiba di Indonesia dan ketika sedang mempersiapkan konser Red Velvet di Jakarta. Irene menjawab pertanyaan para penggemarnya bahwa dia percaya sejak awal Naga tidak melakukan hal seperti itu karena tidak mungkin laki - laki yang rela mengorbankan nyawanya demi orang lain yang tidak dia kenal mau membunuh seseorang tanpa alasan yang jelas ataupun demi ambisi pribadi....
__ADS_1
... Irene menceritakan ingatan dia tentang Naga ketika Naga datang ke Korea membantu pemerintahan Korea menghabisi para zombie yang sudah menyebar di seluruh Korea. Saat itu Naga mengawal cukup banyak orang dimana salah satu diantaranya member Red Velvet dan Naga melakukan semua hal yang dia bisa untuk melindungi kami semua menggunakan sebuah pedang. Ketika mereka sudah aman Irene selaku leader Red Velvet merasa khawatir kepada seluruh anggotanya dan setiap anggotanya menyakan keadaan Irene, Irene selalu menjawab bahwa dia baik - baik saja sambil tersenyum....
... Setelah memastikan semua anggotanya aman dan merasa nyaman, Irene pergi ke sebuah atap gedung sendirian lalu meneteskan air mata sambil melihat langit pada malam itu karena perasaannya bercampur aduk. Saat itu Naga yang sedang memeriksa keadaan tidak sengaja melihat Irene di atap gedung yang membuat Naga menghampiri Irene memastikan keadaan Irene baik - baik saja. Irene langsung menghapus air matanya ketika Naga bertanya tentang keadaannya lalu menjawab bahwa dirinya baik - baik saja sambil tersenyum....
“Jika kamu ingin menangis, menangislah! Tidak ada yang salah dengan menangis, kamu tidak akan kehilangan kehormatanmu, kamu tidak akan kehilangan harga dirimu, dan kamu tidak akan pernah terlihat lemah hanya dengan menangis! (dalam bahasa Korea)” pinta Naga sambil melihat langit malam Korea yang membuat Irene kembali meneteskan air matanya.
“Menjadi seorang pemimpin memang membuat kita harus memperhatikan segala hal dari orang - orang yang kita pimpin, tapi bukan berarti kita perlu menyingkirkan rasa kemanusiaan yang ada di dalam diri kita sendiri termausk rasa takut dan kesedihan. Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa kita takut, bahwa kita sedih karena semakin kita mengenal ketakutan dan kesedihan diri kita sendiri maka kita akan selalu bisa menemukan jalan untuk menghadapi semuanya. (dalam bahasa Korea)” lanjut Naga sambil melihat ke arah Irene.
“Kamu memiliki sahabat, keluarga, dan orang - orang terdekat yang menyayangimu. Jangan biarkan mereka menderita hanya karena kamu ingin terlihat kuat di depan mata mereka hingga akhinya perasaan itu menghancurkan dirimu sendiri dari dalam. (dalam bahasa Korea)” tambah Naga yang langsung pergi memberikan Irene tempat dan waktu untuk menangis meluapkan emosinya sendirian.
...
“Ah jadi wanita itu bernama Irene dari Red Velvet.” kata Naga yang mengingat momen yang sama setelah mendengar video yang dikirimkan oleh Teguh dan membuat Nara langsung melihat ke arah Naga.
“Kamu mengingat momen itu tapi tidak ingat bahwa wanita itu Irene Red Velvet?” tanya Nara memastikan.
“Saat itu aku tidak tahu namanya, jadi pada malam itu aku menghampirinya tanpa bertanya siapa namanya hingga aku baru tahu barusan.” jawab Naga santai.
“Rasanya aku tidak pantas menanyakan namanya pada saat itu melihat situasi dan kondisi, terlebih ketika melihatnya di atap aku langsung teringat kak Yuri yang pernah berada di keadaan yang sama. Ketika kak Yuri mencurahkan hidupnya demi aku, mengajariku, membelaku, melindungiku bahkan kak Yuri tidak pernah memikirkan dirinya sendiri ketika kak Yuri sedang bersamaku. Itu alasannya aku datang menghampirinya ketika melihatnya di atap karena aku merasa apa yang dia rasakan saat itu sama seperti yang kak Yuri rasakan ketika memberikan hidupnya untuk aku.” lanjut Naga sambil tersenyum bahagia menatap Nara.
__ADS_1