
... Geto yang menyadari satu persatu anak buahnya berhasil dibunuh oleh Naga, Dami, dan Sina memerintahkan anak buahnya untuk mengulur waktu dengan Naga sambil berusaha pergi dari pulau Jeju. Perintah Geto tersebut cukup mengubah alur pertarungan dimana Naga meminta Dami dan Sina untuk mencegak serta menghentikan manusia rekayasa pergi dari pulau Jeju. Pertarungan yang tidak seimbang sejak awal membuat Naga harus berkonsentrasi penuh melawan para manusia rekayasa yang menyerangnya sekaligus memastikan tidak ada manusia rekayasa yang berhasil keluar dari pulau Jeju....
“Dami, Sina pergilah ke lautan dan pastikan tidak ada satupun manusia rekayasa yang keluar dari pulau Jeju tiba ke semenanjung Korea!” pinta Naga tegas penuh percaya diri sambil mengatur napasnya sendiri.
“Apa yang kamu rencanakan Naga?” tanya Dami memastikan.
“Aku akan membunuh mereka sebanyak mungkin dengan satu kali tebasan!” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap tajam ke arah para manusia rekayasa.
“Apa kamu yakin itu satu - satunya cara untuk menghentikan mereka Naga?” tanya Yama ayah Naga memastikan melalui alat komunikasi dari markas gabungan.
“Itu cara yang paling efektif dan paling efisien untuk menghentikan mereka Ayah, lagipula sejak awal aku mempelajari hal ini untuk menghadapi musuh seperti mereka.” jawab Naga melalui alat komunikasi di telinganya.
“Baik, lakukan yang diperlukan Naga! Jangan sampai kamu melebihi batasmu!” pinta Yama tegas sambil melihat ke arah monitor.
“Kami juga akan mengikuti rencanamu Naga!” jawab Dami yang diikuti anggukan oleh Sina dan mereka berdua langsung pergi menuju pantai.
“Sebaiknya rekaman drone juga dimatikan karena akan sangat disayangkan drone pengintai milik Korea harus hancur karena rencanaku!” pinta Naga yang membuat Yama meminta drone pengintai Korea untuk dimatikan.
__ADS_1
... Tidak lama setelah permintaan Naga salah satu kamera drone pengintai yang menayangkan misi di pulau Jeju kepada masyarakat Korea Selatan dimatikan sementara kamera drone satunya masih tetap menyala hanya saja fokus mengamati Dami dan Sina yang berada di lautan antara pulau Jeju dengan semenanjung Korea. Ini pertama kalinya Yuri mendengar Ayahnya meminnta Naga untuk tidak melampaui batas yang membuat dirinya penasaran dan menghampiri ayahnya. Belum sempat Yuri bertanya tiba - tiba muncul seorang pria buta berjalan menghampiri Yama sambil memegang sebuah tongkat di tangan kanannya....
“Rupanya Naga telah mempelajari sejarah Enma ya tuan Yama.” kata Isso ramah ketika dirinya sudah tiba di samping Yama.
“Lama tidak bertemu Isso!” sapa Yama ramah yang tetap fokus mengamati layar monitor di depannya.
“Apa maksudnya Ayah? Ini pertama kalinya Ayah meminta Naga untuk tidak melampaui batasannya!” tanya Yuri sambil melihat ke arah Yama dengan mata berkaca - kaca yang membuat Yama melihat ke arah Yuri.
... Isso menceritakan bahwa beberapa ratus tahun yang lalu ada seorang ahli pedang bernama Genryusai yang mampu mengeluarkan kekuatan Enma bernama ‘Langit dan Bumi terbakar menjadi debu’. Teknik tersebut merupakan teknik berpedang yang sangat mengerikan karena tidak mengenal lawan ataupun kawan siapapun yang berada dalam area serangannya akan terbakar hingga tak tersisa. Semakin lama teknik tersebut digunakan maka semakin jauh pula dampak serangannya dan semakin panas pula area sekitarnya hingga bisa membakar sang ahli pedang yang menggunakan teknik tersebut sampai tak tersisa sedikitpun....
... Mendengar cerita Isso, Yuri, Nara, dan Eri langsung meneteskan air mata sementara Yuri mencoba berkomunikasi dengan Naga tapi alat komunikasi Naga sudah hancur akibat panas dari teknik tersebut. Isso mengatakan jika Naga masih hidup setelah menggunakan teknik ini maka secara tidak langsung Naga menjadi laki - laki terkuat dimuka bumi ini. Naga sudah mengaktifkan teknik ‘Langit dan Bumi terbakar menjadi abu’ beberapa saat yang lalu sehingga kondisi pulau Jeju dan laut sekitarnya mulai memanas....
“Kak Dami lautnya!” kata Sina yang melihat air laut disekitar mereka mulai menguap.
... Dami dan Sina terkejut melihat laut disekitar mereka begitu pula orang - orang di markas gabungan yang melihat dari kamera drone pengintai di atas Dami dan Sina. Geto tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi dia menyadari Naga melakukan sesuatu yang mengubah atmosfir di sekitar pulau Jeju berubah menjadi lebih panas. Tanpa membuang waktu lagi Naga langsung melesat menyerang salah satu manusia rekayasa yang ada di depannya....
... Geto dan semua anak buahnya terkejut karena gerakan Naga saat ini lebih cepat dan mereka juga terkejut karena Naga mengayunkan pedangnya dari jarak yang cukup jauh dari target. Seolah - olah Naga hanya ingin menyayat mereka dengan ujung bilahnya saja sehingga salah satu manusia rekayasa berusaha menangkis serangan Naga dengan belati yang dia bawa. Namun ketika ujung bilah Enma mengenai belati sang manusia rekayasa tiba - tiba langsung terjadi ledakan besar yang membuat sebuah kelurusan dengan arah bilah Enma hancur tak tersisa termasuk meluapkan air laut beberapa meter dari bibir pantai pulau Jeju....
__ADS_1
“Lautnya menguap! Cepat pergi dari sini!” pinta Dami yang langsung membuat Sina menancap gas kapal yang mereka tumpangi karena air laut disekitar mereka bergerak dengan sangat cepat menutupi air laut yang hilang.
“Kalian masih berada dalam jangkauan serangan Naga pergi dari sana!” pinta Yama tegas kala semua orang dalam markas gabungan masih terkejut tidak percaya yang mereka lihat dari layar monitor.
... Serangan barusan membuat Naga berhasil membunuh beberapa manusia rekayasa sekaligus dalam satu kali tebasan. Belum sempat Geto dan anak buahnya merespon serangan Naga, Naga langsung melesat dan kembali melakukan beberapa tebasan yang salah satu tebasannya membuat awan di atas pulang Jeju lenyap akibat panas dari Enma. Setelah Naga melakukan beberapa tebasan tiba - tiba hawa panas di sekitar pulau Jeju menghilang....
“Hawa panasnya sudah tidak ada?” tanya Sina memastikan sambil melihat ke arah Dami sang kakak kembarnya.
“Dami, Sina tolong periksa keadaan Naga dan pastikan tidak ada manusia rekayasa yang berhasil kabur!” pinta Yama tegas yang membuat mereka berdua langsung kembali ke pulau Jeju dengan kapal yang mereka tumpangi.
... Drone pengintai yang masih berada di atas pulau Jeju juga mulai melakukan pencarian kepada Naga dan memastikan sudah tidak ada lagi manusia rekayasa. Namun akibat serangan Naga kamera drone tidak bisa melihat dengan jelas keadaan dibawah begitupun dengan kamera detektor panas tubuh yang masih terhalangi oleh panas yang diciptakan oleh teknik Enma sebelumnya. Dami dan Sina melihat tubuh Naga yang tergeletak mengeluarkan asap dengan beberapa luka bakar ditubuhnya yang membuat mereka langsung berlari memeriksa keadaan Naga....
“Kami membutuhkan bantuan medis segera!” pinta Dami melalui saluran komunikasi.
“Sina tetap bersama Naga hingga tim medis tiba, aku akan memeriksa keadaan sekitar!” pinta Dami yang dijawab anggukan oleh Sina.
... Beberapa menit kemudian tim medis datang dengan helikopter dan langsung membawa Naga untuk memberikan pertolongan. Beberapa pasukakn gabungan yang terdiri dari militer Korea Selatan, anggota klan Gensai, dan militer Indonesia memeriksa seluruh pulau Jeju. Mereka semua terkejut karena semua manusia rekayasa musnah tak tersisa sedikitpun selain bayangan bekas mereka terbakar akibat serangan dari Naga....
__ADS_1
... Jika mereka tidak menyaksikannya secara langsung mereka tidak akan percaya bahwa semua yang mereka lihat di pulau Jeju saat ini diakibatkan oleh serangan seorang manusia menggunakan sebilah pedang. Naga yang mengalami luka bakar langsung menjalani operasi di salah satu rumah sakit terbaik Korea Selatan dan membuat Nara, Eri, serta Yuri pergi menuju rumah sakit tersebut. Setelah dipastikan semua manusia rekayasa musnah beserta serum dan laboratorium yang menjadi markas mereka, pemerintah Korea Selatan mengumumkan hal tersebut kepada seluruh masyarakatnya yang disambut dengan penuh suka cita....
... Pada awalnya pemerintah Korea Selatan diminta untuk tidak memberitahukan kondisi Naga saat ini, tapi pada akhirnya presiden Korea Selatan memberitahukan kondisi Naga yang saat ini sedang di operasi akibat pertarungan sebelumnya. Sontak hal itu membuat seluruh masyarakat Korea Selatan mencari tahu rumah sakit tempat Naga dioperasi dan dirawat. Tidak lama kemudian banyak masyarakat Korea Selatan datang ke rumah sakit tersebut sambil membawa setangkai bunga sebagai simbol ucapan terima kasih dan doa agar Naga bisa segera pulih kembali....