
... Naga terbangun paling pertama tapi dia tidak bergerak sama sekali karena tidak ingin membangunkan Nara yang masih tertidur di pundaknya. Tidak lama kemudian Nara mulai terbangun yang membuat Naga tersenyum kala menatap Nara diikuti Nara yang juga tersenyum menatap Naga. Para siswa kelas 12-2 yang lain juga mulai terbangun setelah matahari sudah menyinari ruangan siaran dan membuat mereka bersiap - siap untuk memulai rencana mereka....
... Naga langsung memasukan sebuah cd (compact disc) player ke dalam mesin pemutar cd player hingga terdengar audio musik di semua speaker sekolah mereka. Naga mulai mengatur agar audio musik tersebut hanya terdengar di speaker sisi kiri gedung sekolah mereka dan hal itu dipastikan oleh Jonathan dan Julian yang mengamati pergerakan para zombie ke arah sisi kiri gedung. Ketika Jonathan dan Julian sudah memastikan semua zombie pergi ke arah sisi kiri gedung sekolah mereka Diki hendak bergerak keluar tapi tidak lama kemudian dirinya langsung masuk kembali dengan panik karena masih tersisa satu zombie di depan ruangan siaran....
... Melihat keadaan zombie tersebut Jonathan menduga bahwa zombie tersebut mungkin mengalami gangguan pendengaran sejak masih manusia sehingga dirinya tidak bisa dengan jelas mendengar suara musik yang mereka putar. Merasa itu mungkin Naga meminta Julian untuk memimpin jalan mereka menuju atap sekolah melewati belakang zombie tersebut secara perlahan. Semua siswa kelas 12-2 langsung mengikuti Julian yang bergerak secara perlahan melewati sang zombie, tapi ketika Jonathan sedang melewati zombie tersebut secara tidak sengaja menabrak Kevin yang ada di depannya dan menjatuhkan botol minum yang dia pegang....
... Semua siswa kelas 12-2 langsung berhenti dan melihat ke arah sang zombie yang ada di samping kiri mereka. Tiba - tiba sang zombie langsung mengaum sambil melihat ke arah kelas 12-2 dan langsung menyerang mereka. Naga dengan sigap menghentikan serangan sang zombie sambil meminta semua teman - temannya untuk segera pergi ke atap....
... Setelah teman - temannya mulai naik ke lantai atas Naga langsung membunuh sang zombie yang menyerangnya dengan mematahkan lehernya dan langsung berlari menyusul teman - temannya yang lain. Di waktu yang bersamaan tiba - tiba audio musik yang mereka putar berhenti yang membuat pertarungan Naga dan langkah kaki para siswa kelas 12-2 kembali menarik perhatian para zombie. Semua zombie langsung berlari ke arah siswa kelas 12-2 yang hendak menuju atap gedung sekolah mereka dari lantai 4 bagian tengah gedung....
... Naga yang sudah tiba di lantai 4 langsung membunuh para zombie yang berdatangan ke arah mereka ketika Kevin, Diki, dan Raka berusaha mendobrak pintu menuju atap gedung sekolah. Jonathan, Julian, dan Teguh langsung membantu Naga menghadang para zombie agar tidak mengikuti mereka menuju atap gedung sekolah. Ketika Naga sedang melawan para zombie tiba - tiba ada zombie yang menerjang Naga hingga membuat Naga terjatuh dan terbaring sambil menahan Zombie yang berusaha mengigitnya....
...Secara tidak sengaja darah zombie tersebut menetes ke bibir Naga sebelum Naga berhasil mendorongnya dan mematahkan lehernya. Melihat hal itu Nara yang cemas langsung memeriksa area sekitar dan melihat sebuah terpal di dekat pintu keluar menuju atap. Nara langsung mengambilnya dan meminta para siswi kelas 12-2 untuk membentangkan terpal tersebut dan menurunkannya ke lantai bawah agar menutupi tangga menuju atap gedung sekolah....
... Terpal tersebut langsung menjuntai ke lantai 4 menutupi para zombie dari tangga menuju ke atap gedung sekolah. Para zombie yang menginjak terpal tersebut membuat mereka terjebak di balik terpal dan terus meronta - ronta untuk mengejar para siswa kelas 12-2 tapi para siswi menahan terpal tersebut dari depan pintu menuju atap agar para zombie tetap terjebak di balik terpal. Melihat para zombie yang sudah terjebak membuat Naga langsung berlari dan menendang pintu menuju atap dengan lutut kanannya hingga berhasil terbuka dengan sekali tendangan....
“Cepat!” pinta Naga yang membuat semua siswa kelas 12-2 langsung keluar menuju atap gedung sekolah mereka.
__ADS_1
... Naga langsung mengambil rantai yang ada di atap gedung sekolah dan langsung melilitkannya ke pintu menuju atap setelah semua siswa kelas 12-2 tiba di atap gedung sekolah. Kemudian Naga mengunci rantai tersebut dengan batang kayu pel yang berhasil dia temukan agar para zombie tidak bisa mendobrak menuju atap. Teman - teman yang lain tidak tinggal diam, mereka langsung mencari barang - barang yang ada di atap untuk digunakan mengganjal pintu menuju atap....
“Naga apa yang kamu lakukan?” tanya Nara cemas ketika melihat Naga langsung berdiri di tepi atap gedung sekolah hendak melompat.
“Tunggu disana Nara jangan ada yang mendekat!” pinta Naga tegas sambil terus menatap ke bawah dengan penuh waspada.
“Apa yang terjadi Naga?” tanya Nara yang melihat ke arah Naga dengan mata berkaca - kaca penuh kecemasan.
“Tadi ada darah yang menetes di bibirku.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah teman - temannya.
“Kamu baik - baik saja Naga!” kata Nara penuh percaya diri.
... Setelah semuanya yakin Naga baik - baik saja dan memastikan tidak lagi terdengar adanya para zombie yang berusaha mendobrak pintu menuju atap, mereka langsung membuat tanda SOS dari barang - barang yang ada di atap gedung sekolah mereka. Jonathan naik ke atas tembok pintu menuju atap untuk mengarahkan pembuatan huruf SOS agar terlihat sejelas mungkin dari helikopter penyelamat. Setelah semua huruf SOS terbentuk mereka langsung terduduk beristirahat sambil menunggu helikopter penyelamat yang lewat untuk menolong mereka semua....
... Mereka menunggu sambil mengobrol santai berteduh di tempat yang telah mereka susun. Melihat Naga yang hendak lompat bunuh diri karena khawatir akan berubah jadi zombie membuat Nara duduk di dekat Naga dan tidak ingin jauh dari Naga. Mereka menunggu sampai jam 3 sore tapi tidak ada satupun helikopter penyelamat yang lewat di atas sekolah mereka....
“Setelah aku ingat - ingat sejak kemarin kita tidak melihat helikopter penyelamat di langit.” kata Jihan sambil melihat ke arah teman - temannya.
__ADS_1
“Ah iya benar juga ketika para bola alien menyerang sekolah kita, kita melihat banyak helikopter di langit tapi kemarin kita tidak melihat satupun helikopter di langit.” kata Raka yang juga baru sadar.
“Ah sialan kenapa kita langsung mengikuti saran Hana tanpa menyadari hal ini!” protes Raka kesal sambil melihat ke arah Hana.
“Naga apa kamu tidak menyadarinya?” tanya Raka sambil melihat ke arah Naga.
“Aku sudah menyadarinya tapi aku tidak bisa langsung menarik kesimpulan bahwa tidak akan ada helikopter penyelamat terlebih saat Dreamboat mengatakan bahwa pulau - pulau kecil di sekitar pulau besar dijadikan tempat evakuasai pasti mereka membutuhkan helikopter penyelamat agar mempercepat evakuasi.” jawab Naga santai dan tenang sambil melihat ke arah Raka.
“Lagipula usaha kita ke atas sini bukan usaha yang sia - sia karena dengan mengamati dari sini kita bisa membuat rencana pelarian yang lebih matang.” lanjut Naga penuh percaya diri sambil melihat ke arah utara.
“Benar, meskipun waktu yang kita butuhkan tidak perlu seharian penuh untuk pergi ke Kepulauan Seribu tapi kita memerlukan persediaan dan perlengkapan karena jumlah zombie jauh lebih banyak daripada bola alien.” kata Julian sepakat.
“Eh? Hujan?” tanya Deby ketika menyadari rintik hujan di tangannya dan langsung melihat ke atas.
... Pada awalnya semua siswa kelas 12-2 berteduh hanya Naga seorang yang hujan - hujanan sambil membuka mulutnya ke atas. Melihat Naga yang sedang meminum air hujan membuat semua teman - temannya saling bertukar pandangan dan memutuskan untuk mengikuti Naga meminum air hujan. Ketika sedang menikmati segarnya air hujan tiba - tiba Naga teringat sesuatu dan langsung memeriksa para zombie yang ada di sekitar area sekolah....
“Ini kesempatan terbaik kita saat ini untuk pergi dari sekolah!” ajak Naga sambil melihat semua teman - temannya.
__ADS_1
“Hujan menghasilkan suara yang berisik seharusnya pendengaran mereka terganggun akibat suara hujan.” kata Jonathan yang langsung mengerti maksud Naga dan tiba - tiba petir juga ikut menyambar di langit.
“Dan ini akan menyempurnakan rencana pelarian kita.” tambah Naga penuh percaya diri yang langsung disetujui oleh semua teman - temannya.