Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Amarah


__ADS_3

... Sheryl cukup terkejut melihat sisi lain dari Naga ketika memperlakukan Eri adiknya dan membuat dirinya semakin tertarik serta menyukai Naga hingga membuat dirinya tersenyum melihat ke arah Naga. Yuri yang pada malam itu berencana makan malam bersama Naga dan Nara terkejut ketika masuk ke dalam ruang rawat inap Naga karena ada Eri serta Sheryl juga. Sheryl langsung berdiri dan menghadap ke arah Yuri untuk menyapa Yuri dengan penuh hormat....


“Halo kak Yuri, aku Sheryl kak!” kata Sheryl memperkenalkan diri.


“Hoo Sheryl, kamu sudah baik - baik saja?” tanya Yuri yang langsung tahu bahwa Sheryl merupakan korban pembunuh berantai yang berhasil Naga selamatkan sekaligus korban penculikan dari kasus Ko Phan Ngan.


“Aku sudah baik - baik saja kak berkat kak Naga.” jawab Sheryl sambil tersenyum manis penuh percaya diri.


“Syukurlah, kalau begitu ayo ikut makan malam bersama kami!” ajak Yuri sambil tersenyum ramah yang membuat Sheryl terkejut.


“Ah tidak usah kak, aku juga mau pulang!” kata Sheryl berusaha menolak.


“Gak apa Sheryl, ayo ikut makan malam! Nanti biar aku antar pulangnya, gak apa kan Naga?” jawab Nara yang tersenyum ramah menatap Sheryl lalu menatap Naga.


“Iya, tidak masalah.” jawab Naga santai.


... Akhirnya Sheryl ikut makan malam bersama Yuri, Naga, Nara, dan Eri yang kebetulan saat itu Yuri membawa bekal makan malam cukup berlebih sehingga cukup untuk mereka berlima meskipun pada awalnya hanya berniat untuk bertiga saja. Yuri yang penasaran atas keberadaan Eri membuat Eri menceritakan bahwa ketika para pengawal Naga kembali Eri diam - diam mencari tahu tentang Naga yang tidak datang bersama ketujuh pengawalnya. Singkat cerita Eri menguping pembicaraan enam pengawal Naga yang sedang berada di markas klan Gensai terkait Wrath yang sedang dirawat di rumah sakit sementara Naga terpaksa harus ikut berada di rumah sakit atas permintaan Yuri....


“Hmm kamu sudah berani menguping ya!” kata Yuri sambil menatap Eri.


“Maaf kak, aku khawatir dengan kak Naga ketika melihat kakak - kakak pengawal pribadi kak Naga kembali ke markas tanpa kak Naga.” jawab Eri sambil tertunduk merasa bersalah.


“Kakak hanya tidak ingin kamu khawatir ketika melihat Naga terluka karena bagaimanapun tidak jarang Naga akan pulang sambil membawa luka. Jika kamu sudah mampu menguasai diri agar tidak terlalu sedih ketika Naga pulang dengan keadaan terluka pasti kakak juga akan memberitahumu.” jelas Yuri sambil menatap Eri dengan penuh kelembutan.


“Baik kak, aku akan belajar untuk segera terbiasa!” jawab Eri penuh percaya diri.


...Sheryl melihat sisi lain Naga ketika bersama Nara, Eri, dan Yuri yang membuat dirinya merasa tidak salah mencintai Naga meskipun dia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Eri, Yuri, dan Nara juga begitu ramah kepadanya yang membuat Sheryl merasa nyaman serta bahagia menghabiskan waktu makan malam bersama mereka semua. Ketika mereka sedang mengobrol santai setelah selesai makan malam bersama sambil bercanda tawa tiba - tiba Lust membuka pintu dan merasa canggung ketika melihat Naga sedang bersama yang lain....

__ADS_1


“Masuk Lust!” pinta Naga ramah.


“Baik Naga.” jawab Lust sigap yang langsung masuk dan menghampiri Naga.


“Kami sudah menemukan sang kepala ular Naga.” jawab Lust penuh percaya diri.


“Bagaimana dengan operasi pembersihan?” tanya Naga memastikan.


“Kami sudah berkoordinasi 12 jam dari sekarang pasukan gabungan militer klan Gensai, Kopassus, pasukan khusus Thailand, dan interpol akan bekerja sama melakukan operasi pembersihan.” jawab Lust penuh percaya diri.


“Kamu tidak akan ikut pergi kan Naga?” tanya Yuri sambil menatap Naga tajam.


“Tidak kak.” jawab Naga sambil menggelengkan kepalanya santai.


“Tolong selesaikan semuaya Lust, terima kasih!” pinta Naga dengan penuh hormat sambil menatap Lust.


“Saya permisi, nona Yuri, nona Eri, Nara, Sheryl!” pamit Lust dengan penuh hormat yang langsung pergi dari ruang rawat inap Naga.


... Tidak lama setelah Lust pergi Sheryl pamit pulang yang membuat Nara langsung bangkit untuk mengantarkan Sheryl bersama dengan Greed serta Gluttony yang mengantar jemput Nara kala Naga sedang berada di rumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah Sheryl mereka berdua mengobrol santai yang membuat mereka semakin mengenal satu sama lain. Sheryl juga bisa lebih mengenal Naga dari penjelasan Nara karena karakter Naga yang memang tidak seperti laki - laki pada umumnya sehingga cara Naga berbicara juga sedikit berbeda....


... Setibanya di rumah Sheryl, Nara ikut turun dari mobil kala Sheryl turun untuk berpamitan kepada Sheryl. Setelah saling berpamitan satu sama lain Greed dan Gluttony langsung mengantarkan Nara pulang ke rumahnya sebelum kembali ke markas klan Gensai untuk beristirahat sebelum besok pergi bergabung untuk menjalankan operasi pembersihan. Operasi pembersihan dilaksanakan kurang dari 48 jam yang berhasil menyelamatkan banyak orang dari tangan kelompok kriminal yang sempat menculik Sheryl....


... Keberhasilan tersebut disambut suka cita oleh dunia internasional terlebih korban dari kelompok tersebut juga berasal dari berbagai negara dan benua. Keluarga korban juga menyambut kepulangan anak mereka masing - masing dengan penuh haru sambil mengucapkan terima kasih kepada pasukan gabungan yang terlibat dalam operasi pembersihan. Di hari Sabtunya Nara mengajak Naga untuk berkencan menonton pertandingan MPL (Mobile Legends Profesional League) sambil makan malam bersama di luar....


“Sheryl pasti akan senang dengan kehadiranmu nanti!” kata Nara yang tersenyum melihat ke arah Naga ketika Naga sedang berjalan ke arah mobil.


“Hah?” tanya Naga yang langsung berbalik menatap Nara dingin.

__ADS_1


“Jika kamu sudah tidak menginginkan aku lagi atau kamu hatimu sudah berpaling ke laki - laki lain cukup beritahu aku tidak perlu membuatku melakukan sesuatu untuk wanita lain!” lanjut Naga ketus sambil menatap Nara dingin yang membuat Nara terkejut melihat ekspresi Naga dan sadar bahwa Naga marah kepadanya.


“Naga! Naga!” panggil Nara yang langsung berlari dan berdiri di depan Naga sambil memegang kedua tangan Naga dengan mata berkaca - kaca.


“Aku tidak bermaksud seperti itu Naga, maafkan aku!” kata Nara yang menatap Naga sambil meneteskan air mata.


“Aku tidak ingin kehilanganmu dan aku tidak akan berpaling darimu, jadi tolong jangan menatapku seperti itu Naga!” pinta Nara sambil meneteskan air mata.


... Naga menghela napas panjang dan langsung menghapus air mata Nara dengan penuh kelembutan lalu memeluk Nara dengan penuh kasih sayang. Naga langsung meminta maaf kepada Nara karena dirinya telah marah dan bersikap dingin kepada Nara sebelumnya. Mendengar hal itu Nara langsung membalas pelukan Naga dengan penuh kehangatan sambil menyandarkan kepalanya ke dada Naga....


“Ayo berangkat!” ajak Naga penuh kelembutan sambil tersenyum menatap Nara.


“Kita mau kemana dulu?” tanya Nara sambil menghapus air matanya sendiri.


“Ke MPL!” jawab Naga santai yang membuat Nara terkejut.


“Engga Naga.” jawab Nara sambil menggelengkan kepalanya.


“Kamu sudah berusaha membeli tiketnya dan aku tidak akan pernah menyia - nyiakan usahamu.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.


“Bagaimana denganmu?” tanya Nara memastikan karena tidak ingin melihat Naga kembali marah kepadanya.


“Cukup dengan memelukmu amarahku sudah hilang.” jawab Naga santai yang tersenyum menatap Nara.


... Akhirnya Nara setuju untuk tetap pergi menonton pertandingan MPL bersama Naga sesuai dengan yang dia rencanakan sebelumnya. Naga yang sudah cukup sering menemani Nara menonton pertandingan MPL mulai mengerti alur pertandingan dan euphoria pertandingan yang terjadi. Ketika sedang asyik menonton secara tidak sengaja Naga dan Nara di sorot oleh kameramen yang membuat Sheryl mengetahui bahwa Naga hadir bersama dengan Nara....


... Setelah pertandingan selesai Sheryl bersama dengan Melisa dan teman - teman brand ambasador lainnya bertemu serta menyapa para penggemar tim esport mereka dengan penuh kehangatan. Namun ketika Naga dan Nara berjalan melewati mereka seketika fokus Sheryl pecah dan langsung meminta izin untuk pergi sebentar kepada management. Sheryl bergegas mengejar Naga dengan penuh semangat serta senyuman hanya untuk menyapa dan berbicara meskipun hanya sebentar....

__ADS_1


“Kak Naga, kak Nara!” panggil Sheryl yang membuat Naga dan Nara langsung berbalik badan melihat ke arah Sheryl.


__ADS_2