Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Operasi Pemusnahan


__ADS_3

... Lust langsung pergi ke tempat yang Naga minta diikuti oleh semua pasukan pleton 2 yang ikut bersamanya. Sementara Naga bersama Pride, Greed, Gluttony, Wrath, Envy dan beberapa pasukan militer terus berjalan lurus melewati polsek Rengasdengklok di jalan Raya Rengasdengklok. Ketika Naga sudah tiba di dekat Bank Mandiri Rengasdengklok kelompok lain juga bersiap di posisi mereka masing - masing sesuai dengan yang diminta oleh Naga....


... Naga, Pride, Greed, Gluttony, dan Envy berjalan mengendap - endap hingga tiba di pertigaan jalan Raya Rengasdengkol dengan jalan Karya Bhakti. Mereka berlima langsung mulai menembaki para bola alien yang ada di area tersebut membuat para bola alien mulai bergerak ke arah mereka. Mereka berlima menembaki para bola alien sambil berjalan mundur perlahan sementara para bola alien yang berjumlah banyak mulai bergerak ke arah barat berusaha menyerang kelompok Naga dari arah barat....


“Pasukan barat! Tembak!” perintah Naga melalui radio yang membuat semua pasukan barat mulai menembaki para bola alien.


“Pasukan senjata berat! Tembak!” lanjut Naga tegas melalui radio yang membuat Wrath beserta pasukan senjata berat di belakang Naga serta di area barat mulai menembaki para bola alien dengan artileri dan RPG (Rocket Propelled Grenade).


... Serangan tersebut membuat para bola alien berusaha mundur melarikan diri sementara kelompok Naga yang tadinya berjalan mundur sekarang jadi berjalan maju secara perlahan. Naga meminta pasukan penembak jitu mulai menyerang para bola alien yang membuat para bola alien semakin banyak yang musnah. Nara yang sedang bersiap merasa janggal karena tidak ada satupun bola alien yang bergerak ke arah mereka sementara kelompok lain sedang sibuk berperang....


“Nara kamu mau pergi kemana?” tanya Lust sambil melihat ke arah Nara yang membuat langkah Nara langsung terhenti.


“Kamu pasti tahu bahwa Naga berusaha melindungi kami lagi bukan?” tanya Nara yang membuat teman - temannya saling bertukar pandangan satu sama lain.


“Kamu harus mempercayai Naga, Nara! Jika kamu bergerak karena perasaanmu kamu bukan hanya bisa merusak rencana Naga tapi mungkin kamu juga akan membahayakan nyawa Naga!” jawab Lust tegas sambil menatap Nara.


... Perkataan Lust membuat Nara kembali ke posisinya semula dan bersiap - siap sesuai yang diminta oleh Naga. Sudah tiga puluh menit berlalu pasukan cadangan bagian barat, kelompok senjata berat, kelompok penembak jitu dan kelompok Naga berperang memusnahkan para bola alien tapi tidak ada satupun bola alien yang bergerak ke arah timur. Para siswa pleton 2 yang mulai merasa perkataan Nara benar membuat Lust kembali mengingatkan mereka untuk percaya kepada Naga....


“Lust bersiaplah!” pinta Naga tegas yang membuat semua siswa pleton 2 kembali fokus dan bersiap menembak.


“Tembak!” lanjut Naga tegas yang membuat semua siswa pleton 2 terkejut karena tiba - tiba banyak bola alien yang bergerak ke arah mereka.


... Lust dan semua siswa pleton 2 yang bersamanya dengan sigap menembaki para bola alien yang bergerak ke arah timur. Sementara Naga meminta kelompok senjata berat yang bersamanya untuk mundur ketika Naga, Pride, Greed, Gluttony dan Envy menembakan bom asap merah ke arah utara jalan Raya Rengasdengklok. Setelah bom asap berwarna merah terlihat dari pasukan barat, timur dan pasukan penembak jitu Naga langsung menghubungi markas untuk meledakan area tersebut....

__ADS_1


... Tidak lama kemudian pesawat pengebom datang dan mulai menjatuhkan bom ke area yang terdapat asap berwarna merah hingga beberapa ratus meter ke arah utaranya. Ledakan pada area tersebut membuat semua pasukan bersorak sorai penuh kemenangan dengan penuh semangat. Terlebih saat mereka semua memastikan sudah tidak ada lagi bola alien yang terdeteksi membuat semua orang saling berjabat tangan dan saling merangkul satu sama lain atas keberhasilan mereka....


“Little boy konfirmasi visual!” pinta sang komandan batalion dua.


“Little boy konfirmasi visual!” pinta sang komandan batalion dua yang membuat semua siswa pleton 2 saling bertukar pandangan cemas karena Naga tidak kunjung merespon permintaan sang komandan.


“Little boy konfirmasi visual!” pinta sang komandan batalion dua sekali lagi.


“Kami sudah tidak melihat para bola alien Pak.” jawab Naga santai yang membuat semua siswa pleton 2 bernapas lega sambil tersenyum.


“Pak drone pengintai juga sudah tidak mendeteksi adanya bola alien di Rengasdengklok.” lapor salah satu petugas yang mengamati kondisi Rengasdengklok dari layar komputer dengan menggunakan drone pengintai sambil melihat ke arah sang komandan batalion dua.


“Kerja bagus semuanya!” puji sang komandan dua yang membuat semua orang di markas batalion dua ikut tersenyum bahagai merayakan keberhasilan misi meledakan para bola alien di Rengasdengklok.


“Naga masih ada satu bola alien sekitar dua kilometer dari sini!” kata Nara yang membuat semua orang terkejut dan melihat ke arah yang sama dengan Nara.


“M2000!” pinta Naga yang membuat Sloth langsung memberikan senapan yang diminta oleh Naga.


“Gunakan aku sebagai tumpuan membidik!” pinta Sloth yang membuat Naga langsung meletakan laras M2000 di pundak kanan Sloth sementara Sloth langsung menggunakan penyumbat telinga di kedua telinganya.


“Huuufff!” kata Naga membuang napas setelah menarik napas panjang dan langsung menembak sang bola alien yang tersisa.


“Bola alien excomunicado!” kata Lust yang melihat bola alien musnah dengan menggunakan range finder yang dia pegang.

__ADS_1


... Para pasukan cadangan terkejut menyaksikan kemampuan Naga yang mampu memusnahkan bola alien yang berada di jarak lebih dari dua kilometer. Sementara para pasukan dari pleton 88 dan 40 yang mengetahui Naga memiliki julukan ‘Scarlet Bullet’ tidak terkejut melihat aksi Naga. Mereka semua pulang ke markas batalion dua sambil mengobrol santai satu sama lain untuk saling mengenal satu sama lain meskipun banyak dari mereka baru pertama kali bertemu....


... Setibanya mereka di markas batalion dua seluruh pasukan yang ada di markas tersebut langsung menyambut kedatangan mereka dengan tepuk tangan yang meriah penuh kebanggaan. Ini menjadi pengalaman pertama sekaligus menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi pleton 2 sebagai pasukan cadangan. Naga langsung melaporkan keberhasilan mereka kepada komandan batalion dua dan meminta tenda untuk pleton 2 beristirahat sebelum mereka dipulangkan....


“Semuanya sudah mendapatkan tempat untuk beristirahat?” tanya Naga yang baru masuk ke dalam tenda pleton 2 setelah makan malam bersama yang lainnya.


“Sudah Naga, terima kasih.” jawab Jihan mewakili semua siswa pleton 2 sambil tersenyum lega menatap Naga.


“Jihan bolehkah aku tidur di tenda pleton 2?” tanya Naga penuh harap yang seketika membuat Jihan melongo terkejut.


“Kenapa kamu meminta izin kepadaku? Kamu yang meminta kepada komanda untuk menyediakan tempat istirahat untuk kami jadi seharusnya kamu tidak perlu meminta izin dariku.” jawab Jihan kebingungan.


“Apa itu artinya aku tidak boleh bergabung dengan pleton 2 lagi komandan?” tanya Naga sambil tersenyum menatap Jihan yang membuat semua siswa pleton 2 tersenyum paham maksud dari permintaan izin Naga.


... Jihan yang terlambat mengerti langsung mengizinkan Naga untuk beristirahat bersama mereka di tenda pleton 2 sambil tersenyum. Tujuh pengawal pribadi Naga datang untuk memindahkan tempat tidur Naga ke tenda pleton 2 bersama dengan barang - barang milik Naga. Setelah selesai para siswa pleton 2 meminta tujuh pengawal Naga untuk tetap bersama mereka menghabiskan malam bersama sebelum mereka dipulangkan ke orang tua mereka masing - masing....


“Diki apa makan malam tadi cukup?” tanya Naga ramah memastikan sambil melihat ke arah Diki.


“Cukup Naga.” jawab Diki sambil mengangguk.


“kruk ... kruk ... kruk.” tiba - tiba terdengar suara perut Diki yang masih lapar.


“Sepertinya kurang, Gluttony tolong bagikan kepada semuanya!” pinta Naga ramah sambil melihat ke arah Gluttony.

__ADS_1


__ADS_2