
... Penyerangan ke markas klan Gensai dapat ditangani dengan mudah tanpa mengerahkan seluruh kekuatan dari klan Gensai itu sendiri. Namun hal itu membuat para pengawal pribadi Naga membantu mengatasi para penyerang karena berpikir Nara sudah aman dan berada jauh dari area penyerangan. Ternyata itulah yang diincar oleh Mikoto untuk bisa menculik Nara sekaligus membawa Enma beserta sarungnya dengan cara yang telah dia pelajari sebelumnya....
... Ketika Eri sudah terbang kembali menuju markas klan Gensai bersama Greed dan Naga pergi dari bandara Kertajati menggunakan mobilnya tiba - tiba Mikoto menghubungi Naga memberitahu lokasi markas dirinya. Mikoto hanya memberitahu lokasi markasnya tanpa membicarakan hal yang lain dan langsung meakhiri panggilannya dengan Naga. Naga dengan cepat pergi ke lokasi markas Mikoto yang diberitahukan melalui telepon dan setibanya disana Naga memarkirkan mobilnya cukup jauh dari gerbang utama untuk mengamati keadaan sekitar....
... Rupanya Mikoto dan orang - orang yang bersamanya hanya ingin membunuh Naga sehingga mereka tidak menyiapkan siasat apapun untuk kedatangan Naga yang membuat Naga langsung berjalan ke arah pintu gerbang markas Mikoto. Tanpa basa basi Naga langsung membunuh kedua penjaga di depan pintu gerbang tersebut dengan tangan kosong dan berjalan santai masuk ke dalam markas Mikoto. Setelah melewati pintu gerbang rupanya sudah banyak pembunuh bayaran serta orang - orang bawahan Mikoto yang sudah menunggu kedatangan Naga....
... Tanpa banyak bicara para pembunuh bayaran dan orang - orang bawahan Mikoto langsung berlari untuk membunuh Naga menggunakan benda tajam seperti belati, pedang, kapak dan yang lainnya. Dengan santai dan cepat Naga menghindar, menangkis dan melawan balik mereka semua hingga membuat mereka dikalahkan satu persatu oleh Naga dengan tangan kosong. Jumlah para pmebunuh bayaran dan orang - orang bawahan Mikoto berjumlah ratusan orang sehingga Naga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalahkan mereka semua terlebih jumlah mereka terus bertambah ketika Mikoto meminta seluruh orangnya yang berada di markas untuk membunuh Naga....
... Ketika Naga sedang berada dalam pertempuran sengit melawan para pembunuh bayaran dan orang - orang bawahan Mikoto tiba - tiba Pride, Lust, Greed, Gluttony, Sloth, dan Envy datang untuk membantu. Lust dan Gluttony memberitahu Naga bahwa semua teman - teman kelas 12-2 sudah berada di tempat yang aman sesuai dengan yang mereka minta. Sloth langsung memberikan sebuah pedang sakabato milik Naga pemberian salah satu penempa pedang legendaris dari Jepang bernama Shakku Arai sebelum dia wafat....
“Bagaimanapun kami adalah pengawal pribadimu Naga, kamu tidak seharusnya melakukan semua ini sendirian!” kata Envy setelah membunuh beberapa orang bawahan Mikoto dan pembunuh bayaran.
“Aku akan menerima konsekuensi atas kelalaianku menjaga Nara, Naga tapi sebelum itu izinkan aku menebus kesalahanku dengan menyelamatkan Nara terlebih dahulu!” pinta Pride penuh percaya diri setelah membunuh beberapa orang bawahan Mikoto dan pembunuh bayaran.
“Serahkan yang disini kepada kami dan jemputlah Nara, Naga!” pinta Lust penuh percaya diri yang langsung berlari menerjang para bawahan Mikoto dan pembunuh bayaran yang menghalangi jalan Naga.
__ADS_1
... Dengan cepat Naga berlari sambil membawa sakabato menghindari setiap bawahan Mikoto dan pembunuh bayaran yang hendak mengehentikannya. Keenam pengawal pribadi Naga mulai mengalahkan para bawahan Mikoto dan para pembunuh bayaran satu persatu dengan kekuatan mereka masing - masing. Setibanya Naga di sebuah rumah tempat Mikoto tinggal selama di Indonesia, Naga langsung berjalan santai mendekati Mikoto....
“Mikoto wajar jika kamu menyalahkanku atas kematian kakakmu dan ingin membalas dendam kepadaku, tapi berhentilah melibatkan orang lain! (dalam bahasa Jepang)” pinta Naga tegas.
“Diam! Orang - orang yang diselamatkan kakakku tapi tidak tahu bahwa kakakku mengorbankan nyawanya demi mereka harus merasakan penderitaanku! Setelah membunuhmu klan Arashikage dan Jepang akan aku hancurkan hingga tidak tersisa! (dalam bahasa Jepang)” jawab Mikoto yang langsung bangkit dari duduknya dan menendang Naga hingga Naga terpukul mundur beberapa langkah.
... Dengan santai Mikoto mengambil sebilah pedang yang ada di ruangan tersebut dan membuat Naga menghunus sakabato yang dia bawa. Tanpa banyak bicara Mikoto langsung menerjang dan menyerang Naga yang membuat mereka saling menebas dan saling menendang satu sama lain. Kekuatan, kecepatan, dan kelincahan mereka berdua membuat pertarungan mereka berlangsung sangat sengit dengan saling membalas serangan satu sama lain....
... Kekuatan serangan mereka berdua di atas rata - rata membuat semua benda yang ada di sekitar mereka hancur berantakan setiap kali mereka melakukan gerakan hingga bilah pedang Mikoto terbelah menjadi dua. Mikoto yang sadar pedangnya terbelah langsung membuang pedang tersebut dan dengan santai berjalan mengambil pedang lain yang ada di ruangan tersebut. Naga dengan sabar menunggu Mikoto mengambil pedang yang dia mau sambil menatap Mikoto dengan tatapan tajam....
“Apa karena sekarang kamu memiliki seorang kekasih hingga kamu melemah? (dalam bahasa Jepang)” tanya Mikoto sambil berjalan perlahan menuju pintu keluar.
“Monster sepertimu tidak mungkin melemah karena seorang kekasih! (dalam bahasa Jepang)” teriak Mikoto yang langsung menyerang Naga kembali.
... Pertarungan sengit diantara mereka berdua kembali berlanjut dimana mereka salign menyerang satu sama lain dengan sangat cepat dan kekuatan mereka membuat benda - benda di halaman hancur lebur. Naga yang menggunakan sakabato kala itu harus mengalami luka di pundak kirinya kala menahan serangan Mikoto akibat terkena bilah pedangnya sendiri. Naga berhasil mendorong Mikoto untuk berhenti menekan pedang miliknya menyayat pundak kirinya sendiri tapi Mikoto dengan cepat langsung menendang Naga hingga membuat Naga membentur salah satu dinding bangunan yang ada di halaman....
__ADS_1
“Berdirilah! (dalam bahasa Jepang)” bentak Mikoto sambil melihat ke arah Naga yang masih terbaring.
“Ini masih belum cukup, berdirilah Naga! (dalam bahasa Jepang)” bentak Mikoto kembali yang membuat Naga perlahan bangkit.
... Tanpa banyak bicara Naga langsung menerjang menyerang Mikoto hingga membuat kepala Mikoto terluka dan mengeluarkan darah akibat dipukul oleh sakabato milik Naga. Naga memanfaatkan bilah tajam yang terbalik dari sakabato untuk menyerang Mikoto terus menerus hingga membuat Mikoto kesakitan di setiap bagian tubuhnya akibat serangan beruntun dari Naga yang sangat cepat. Naga mengambil kuda - kuda khas teknik hiten mitsurugi ryu miliknya lalu menyerang Mikoto secara beruntun dengan kecepatan penuh diakhiri dengan tebasan ke arah perut Mikoto yang membuat Mikoto terlempar beberapa meter....
... Nara yang baru siuman dari pingsannya langsung terkejut ketika menyadari dirinya berada di sebuah kamar yang asing dan langsung teringat bahwa sebelumnya ada beberapa orang yang menculiknya. Dengan berhati - hati Nara memeriksa setiap sudut kamar beserta area sekitar kamar hingga berhasil menemukan Enma yang diletakan diatas sebuah lemari. Meskipun Nara tahu hanya Naga saja yang boleh memegang Enma tapi Nara teringat ketika dirinya pertama kali bertemu dengan Eri dimana Eri berkata bahwa Enma juga ingin melindungi Nara....
“Aku mohon Enma jangan lukai aku karena sepertinya saat ini Naga sangat membutuhkanmu!” kata Nara berbicara sendiri sambil melihat ke arah Enma.
... Selama beberapa saat Nara ragu untuk mengambil Enma tapi ketika mendengar suara keributan dari luar Nara dengan mantap langsung mengambil Enma dan berlari ke arah suara keributan yang dia dengan sebelumnya. Nara berlari cukup lama untuk mencari asal suara keributan yang dia dengar sebelumnya hingga akhirnya Nara melihat Naga sedang berdiri melihat ke arah Mikoto. Sementara Mikoto yang seluruh tubuhnya penuh luka akibat tebasan sakabato bilah tumpulnya terbujur tidak berdaya hingga tidak mampu untuk bangkit lagi....
“Naga!” panggil Nara yang langsung berlari menghampiri Naga sambil membawa Enma di kedua tangannya dan membuat Naga berbalik melihat ke arah Nara.
“Pundak kirimu terluka, punggungmu juga terluka, ayo kita segera obati luka - lukamu!” pinta Nara cemas sambil memeriksa wajah serta tubuh Naga untuk mengetahui bagian mana saja yang terluka sementara Naga menatap Nara terkejut karena Nara bisa memegang Enma tanpa terluka sedikitpun.
__ADS_1
“Nara terima kasih sudah bertahan dan tidak terluka.” kata Naga yang tersenyum lega sambil menatap Nara.