
... Gluttony langsung mengeluarkan semua persediaan makanan yang dibawa oleh Naga. Naga juga meminta menyiapkan peralatan untuk memasak dan mempersilahkan Yuna untuk memasak dibantu oleh yang lainnya karena Naga ingat saat di taman bermain Diki ingin makan - makanan hangat. Hal itu langsung membuat semua siswa pleton 2 tersenyum penuh kebahagiaan dan langsung menyiapkan kembali makan malam untuk mereka semua....
“Apa kamu sudah memperkirakan hal ini Naga?” tanya Lust memastikan sambil menatap Naga.
“Jika aku ingin benar - benar membuat semua teman - temanku berada di markas batalion satu aku akan meminta Wrath atau Greed untuk menghadang mereka.” jawab Naga sambil tersenyum penuh percaya diri.
... Rupanya Naga sudah menduga bahwa Lust akan membiarkan teman - temannya pergi untuk membantu dirinya dalam operasi pemusnahan para bola alien di Rengasdengklok. Bahkan Naga juga menduga bahwa Raka, Sarah, dan Hana tidak akan ikut sehingga Naga mempersiapkan makanan sesuai dengan jumlah siswa pleton 2 termasuk dirinya dan tujuh pengawal pribadinya. Kegiatan malam itu membuat para siswa pleton 2 saling mengenal dengan tujuh pengawal pribadi Naga terutama Diki dan Gluttony yang langsung akrab satu sama lain karena kesamaan mereka dalam selera makanan....
“Naga memanggil kalian Lust, Greed, Wrath, Sloth, dan Gluttony, apakah sisanya Pride dan Envy?” tanya Resa memastikan sambil melihat ketujuh pengawal pribadi Naga satu persatu.
“Iya.” jawab Pride dan Envy sambil mengangguk kompak.
“Kenapa kode nama tujuh pengawal pribadimu berdasarkan tujuh dosa besar Naga?” tanya Resa penasaran.
“Tuan Yama yang memberikan kode nama kepada kami agar Naga tidak jatuh ke salah satu dosa besar.” jawab Pride sambil melihat ke arah Resa.
“Tuan Yama?” tanya Teguh kikuk.
“Ayahnya Naga!” jawab semua siswa pleton 2 kompak.
“Otakmu masih berjalan lamban seperti biasanya ketika semua orang langsung mengerti!” protes Rani kesal sambil menatap Teguh yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.
“Naga apa kamu terluka?” tanya Nara penuh perhatian ketika ingat bahwa Naga sempat tidak langsung merespon panggilan komandan batalion dua setelah pengeboman berhasil dilakukan.
“Aku baik - baik saja.” jawab Naga sambil mengangguk yang membuat Nara langsung menatap Naga dengan tajam penuh perhatian.
“Sungguh, aku baik - baik saja.” lanjut Naga yang membuat tujuh pengawal pribadi Naga saling bertukar pandangan.
“Apa kamu tahu kebiasaan Naga yang suka menyembunyikan lukanya sendiri?” tanya Lust memastikan.
__ADS_1
“Iya.” jawab Nara sambil mengangguk yang membuat teman - teman pleton 2 terkejut.
... Nara menceritakan bahwa dirinya pernah menepuk punggu Naga dengan perlahan tapi Naga merespon dengan menahan rasa sakit. Naga berdalih bahwa Nara mengejutkan dirinya hingga hampir menjatuhkan makan malammya tapi ternyata dugaan Nara benar ketika Nara menepuk punggung Naga terdapat luka sobekan tepat dibawah area yang Nara tepuk. Ketujuh pengawal pribadi Naga langsung mengangguk kompak membenarkan cerita Nara sambil tersenyum melihat ke arah Naga yang menbuat siswa pleton dua tertawa geli melihat mereka....
... Enam pengawal pribadi Naga selain Lust kagum dengan kepekaan Nara hingga bisa menyadari kebiasaan Naga yang suka menyembunyikan lukanya sendiri dari orang lain. Mendengar hal itu Lust langsung mengatakan bahwa Nara adalah wanita yang bisa membuat Naga tidak bisa tertidur sambil berbaring dan harus tertidur sambil tertuduk kala sedang bersama. Keenam pengawal pribadi Naga langsung terkejut dan melihat ke arah Nara secara bersamaan....
... Teguh yang masih penasaran tentang hal tersebut membuat Pride menjelaskan bahwa Naga akan melakukan apapun demi melindungi orang tersebut sekalipun dari klan Gensai itu sendiri. Tiba - tiba telepon satelit yang dibawa oleh Lust berdering dan tertulis kode nama milik Yuri di layar telepon satelit tersebut. Lust langsung memberikan telepon satelit kepada Naga dan Naga langsung menerima panggilan kakaknya dengan penuh kelembutan sambil berjalan keluar dari tenda pleton 2....
“Itu nona Yuri, kakak perempuan Naga.” kata Lust yang melihat Nara tampak cemburu ketika mendengar Naga begitu lemah lembut berbicara lewat telepon.
“Oh, iya.” jawab Nara salah tingkah sambil tertunduk malu.
“Sejauh yang aku tahu kamu adalah cinta pertama Naga dan aku bisa pastikan Naga akan setia kepada kamu karena Naga adalah pria yang berkomitmen.” kata Lust sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Nara.
... Tidak lama setelah operasi pemusnahan bola alien dengan serangan udara di daerah Rengasdengklok, operasi pemusnahan bola alien dengan cara yang sama juga dilakukan di seluruh dunia. Satu bulan berlalu kehidupan umat manusia mulai kembali normal seperti sedia kala meskipun banyak sarana dan prasarana yang masih belum kembali pulih akibat perang. Populasi manusia di seluruh dunia juga berkurang sekitar dua puluh sampai tiga puluh persen yang membuat mereka perlu segera beradaptasi dengan keadaan dunia saat ini....
... SMA Juvenile Cendekia kembali memulai aktivitas belajar dan mengajar mereka. Siswa kelas 12 di SMA Juvenile Cendekia hanya tersisa tiga kelas dimana kelas Naga masih sepenuhnya diisi oleh siswa kelas 12-2 sementara dua kelas lainnya diisi oleh siswa campuran dari berbagai kelas. Meskipun demikian suasana sekolah hari pertama tetap penuh kehangatan dan penuh keceriaan dari para siswa yang hadir sambil melepas rindu satu sama lain....
“Pagi Jihan!” jawab teman - temannya silih bergantian dengan penuh senyuman.
“Yo Naga!” panggil Teguh ketika melihat Naga yang baru masuk ke dalam kelas.
“Pagi semua!” sapa Naga sambil tersenyum melihat semua teman - temannya.
“Selamat pagi Naga!” sapa Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Naga apakah semua pengawal pribadimu selalu tinggal bersamamu?” tanya Vivi sambil tersenyum melihat ke arah Naga.
“Tidak, mereka lebih sering tinggal di rumah keluargaku.” jawab Naga santai.
__ADS_1
“Vivi kami semua tahu arah pembicaraanmu!” kata Resa penuh percaya diri.
“Langsung saja ke intinya!” pinta Rani sambil tersenyum penuh percaya diri yang membuat Vivi tersenyum sendiri.
“Bagaimana kabar Pride Naga?” tanya Vivi sambil tersenyum bahagia.
“Dia baik - baik saja.” jawab Naga santai sambil tersenyum ramah.
... Para siswa kelas 12-2 yang ikut dalam misi pemusnahan bola alien di Rengasdengklok sudah menduga bahwa Vivi tertarik kepada Pride yang memiliki wajah tampan. Raka, Sarah, dan Hana yang tidak ikut hanya bisa saling bertukar pandangan serta meminta teman - temannya untuk menceritakan yang sedang mereka bicarakan. Namun Resa hanya mengatakan bahwa Sarah dan Hana sangat rugi karena memutuskan untuk tidak ikut bersama yang lain menyusul Naga tempo hari....
“Kamu tidak bisa melihat betapa tampannya Pride!” kata Deby sambil tersenyum yang membuat semua teman - temannya terkejut sambil tersenyum bahagia.
... Selama ini Deby tampak tidak mempedulikan tentang laki - laki dan terlihat sangat fokus dalam belajar. Mendengar Deby berkata seperti itu membuat semua teman - temannya senang karena Deby juga sudah mulai bisa menikmati kehidupan masa remaja seperti remaja pada umumnya. Hana dan Sarah yang mendengar hal itu menjadi semakin penasaran serta ingin melihat fotonya tapi Naga sedang tidak membawa foto yang terdapat Pride di dalamnya....
“Nara bagaimana pendapatmu? Pride ganteng kan?” tanya Rani sambil tersenyum melihat ke arah Nara.
“Iya Pride sangat ganteng.” jawab Nara sambil tersenyum melihat ke arah Rani.
“Naga apa kamu akan diam saja?” tanya Teguh sambil melihat ke arah Naga.
“Memang apa yang harus aku lakukan?” tanya Naga kebingungan.
“Apakah kamu tidak dengar? Nara baru saja bilang bahwa Pride sangat ganteng, apa kamu tidak cemburu?” tanya Teguh yang langsung bangkit dari duduknya sambil menghampiri Naga.
“Haruskah aku cemburu? Bukankah Nara hanya bercanda membicarakan Pride?” tanya Naga sambil menatap Teguh yang membuat teman - temannya tersenyum tipis melihat sikap Naga sementara Teguh menggelengkan kepalanya tidak percaya.
“Rasa cemburu itu juga merupakan bentuk kita mengekspresikan rasa cinta kita kepada seseorang.” jawab Teguh yang mengangguk penuh percaya diri menatap Naga.
“Sejak awal Naga mendengarkan obrolan kita dengan logika termasuk ketika mendengar Nara memuji Pride.” kata Resa yang masih tersenyum melihat sikap Naga.
__ADS_1
“Tapi karena itu Naga menjadi spesial!” puji Nara sambil tersenyum menatap Naga yang membuat Naga salah tingkah sambil tersenyum tersipu malu.
“Wooo!” sorak sorai semua siswa kelas 12-2 kompak sambil tertawa melihat ke arah Naga dan Nara.