Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Resa dan Pride


__ADS_3

... Setelah selesai Naga bersama semua teman - temannya dari kelas 12-2 kembali berkumpul lalu Naga memastikan keadaan Nara baik - baik saja dengan penuh kelembutan. Hana, Raka, dan Deby protes meragukan bahwa Naga selalu diam diposisinya karena Hana, Raka, Nara, Resa, dan Jihan sempat melewati semak - semak tempat Naga bersembunyi tapi dia yakin tidak ada siapa - siapa disitu. Mendengar protesan dari Hana, Raka, dan Deby, Naga meminta izin untuk memutar rekaman kamera CCTV yang mengarah ke posisinya sejak awal....


... Terlihat jelas sejak awal Naga sudah berada di sana bahkan ketika Hana, Raka, Nara, Resa, dan Jihan sempat melewatinya Naga masih tetap berbaring disana tanpa bergerak sedikitpun. Melihat rekaman tersebut membuat semua teman - temannya Naga geleng - geleng tidak percaya bahwa Naga sejak awal sudah berada di dalam semak - semak tanpa bergerak sedikitpun. Naga mengatakan bahwa kemampuan teman - temannya tidak tumpul masih sama seperti kala mereka sedang berperang melawan para bola alien....


... Hanya saja ketenangan teman - temannya mudah goyah sehingga Naga bisa dengan mudah memanfaatkan hal itu untuk menipu teman - temannya agar tidak menyadari keberadaan Naga. Salah satunya ketika Naga menembak tepat ditengah punggung Jihan kala Jihan sedang menghadap ke barat yang membuat Nara dan Resa berpikir Naga menembak dari arah timur. Padahal Naga menembak dari jarak sangat dekat yang membuat dirinya bisa menembak arah sesuai yang dia inginkan untuk mengelabui Nara dan Resa....


“Walaupun pada akhirnya Naga tetap menang tapi rasanya kita berasa bernostalgia seperti dulu ya!” kata Teguh sambil tersenyum bahagia.


“Tidak!” jawab Jihan sambil melihat ke arah Naga.


“Menurutku ini jauh lebih menegangkan, ketika tahu Naga ada diluar sana mengamati kita rasanya aku benar - benar berhadapan dengan kematian sementara ketika melawan para bola alien aku belum pernah merasakan hal tersebut.” lanjut Jihan sambil melihat ke arah Naga.


“Aku setuju dengan Jihan!” tambah Julian sambil melihat ke arah Naga.


“Naga kenapa kamu tidak mengajak Pride? Jika kamu mengajak Pride jumlahnya kan jadi seimbang tim 1 enam orang dan tim 2 enam orang!” tanya Vivi modus.


“Ah berbicara tentang Pride kenapa kamu tidak meminta Pride untuk masuk Resa?” tanya Naga yang membuat semua orang langsung melihat ke arah Resa.


“Kenapa kamu meminta Resa untuk menyuruh Pride masuk?” tanya Diki keheranan.


“Kedatangan Pride kesini bukan untukku tapi untuk menjemput Resa.” jawab Naga santai yang membuat Resa langsung memeriksa handphonenya.


“Apa?” jawab semua teman - teman Naga kecuali Resa kompak.


“Bukankah wajar seorang laki - laki menjemput kekasihnya.” jawab Naga santai nan polos yang membuat semua teman - temannya terkejut tidak percaya.


“Itu memang hal yang wajar tapi kami terkejut karena baru tahu Resa dan Pride adalah sepasang kekasih!” jawab Teguh yang masih tidak percaya dan membuat semua teman - temannya melihat ke arah Resa yang sedang mengirim pesan kepada Pride memintanya masuk.


“Kenapa kamu tidak memberitahuku Naga?” tanya Nara penasaran.

__ADS_1


“Hubungan Pride dan Resa adalah privasi mereka, meskipun kamu kekasihku aku tidak memiliki hak untuk membicarakannya terlebih Resa juga belum memberi tahu kalian semua.” jawab Naga ramah sambil menatap Nara.


“Eh?” celetuk Resa yang terkejut mendengar jawaban Naga.


“Ada apa Resa?” tanya Jihan penasaran.


“Aku merahasiakan hubunganku dengan Pride sampai saat ini karena aku pikir kamu tidak memberitahu teman - teman yang lain jadi aku juga tidak boleh memberitahu mereka terlebih setelah kami mengikrarkan sumpah kepadamu.” jawab Resa yang membuat Naga kebingungan sementara teman - temannya yang lain hanya geleng - geleng kepala sambil tersenyum melihat ke arah Naga.


“Kamu mengikrarkan sumpah apa kepada Naga?” tanya Diki penasaran.


... Resa menceritakan Desember lalu dirinya mengikrarkan sumpah kepada Naga bahwa sekalipun Pride menjadi kekasihnya tapi Resa tidak akan menghalangi Pride dari tugasnya sebagai pengawal pribadi Naga ataupun sebagai bagian dari klan Gensai. Resa juga akan menerima bahwa dirinya akan selalu menjadi nomor dua bagi hidup pride karena nomor satu yang akan selalu diprioritaskan oleh Pride adalah Naga dan jika Resa melanggar sumpah tersebut maka Pride akan membunuh Resa. Mendengar cerita Resa teman perempuan dari kelas 12-2 langsung terkejut melihat ke arah Naga tidak percaya....


“Apa tidak ada sumpah dalam klan Gensai yang hukumannya bukan hukuman mati Naga?” tanya Deby cemas.


“Untuk Pride tidak ada, tapi untuk Resa tidak seharusnya mengambil konsekuensi itu atas sumpahnya.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Resa.


“Resa?” tanya Hana cemas sambil memegang kedua tangan Resa.


... Resa menceritakan bahwa ucapan Naga kepada Pride kala Pride mengikrarkan sumpahnya sangat berarti bagi Resa karena selama ini Resa belum pernah mendapatkan ucapan seperti itu dari seorang pria termasuk ayahnya sendiri. Ketika Naga berkata bahwa dirinya akan membunuh Pride jika Pride mengkhianati Resa, Resa merasakan sosok pria yang melindunginya seperti seorang Ayah ataupun kakak laki - laki. Mungkin bagi Naga ucapan itu biasa saja tapi bagi Resa ucapan itu sangat bernilai yang membuat dirinya berani untuk mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menjaga sumpah yang dia ucapkan....


... Resa tahu bahwa dirinya bukan Nara, tapi Resa juga tahu bahwa dirinya dan teman - teman kelas 12-2 lainnya sudah Naga anggap sebagai keluarganya sendiri itulah alasan Naga berbicara seperti itu kepada Pride kala Pride mengikrarkan sumpahnya kepada Naga. Tidak lama kemudian Pride masuk dan langsung membantu Toshiro pemilik lapangan bermain air soft gun beserta Sachi yang membawakan minuman pesanan siswa kelas 12-2. Ketika sudah meletakan pesanan minuman kelas 12-2 di atas meja tiba - tiba Toshiro bergerak cepat untuk menyerang Naga tapi dengan sigap Naga menahannya sambil mengarahkan tangan kanannya ke leher Toshiro yang membuat teman - teman Naga terkejut....


“Sudah kuduga, bagi kebanyakan orang keluarga adalah kelemahan mereka tapi bagimu keluarga adalah sumber kekuatan tak terbatas yang mampu membuatmu melampaui batas kemampuanmu sendiri.” kata Toshiro dingin yang membuat Naga langsung melepaskan Toshiro.


“Tolong jaga baik - baik kekasih Naga Pride! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kejadian buruk menimpanya yang pasti tuan Yama dan para eksekutif klan Gensai sepertinya akan kerepotan jika sesuatu yang buruk terjadi kepada kekasih Naga.” pinta Toshiro sambil berjalan pergi meninggalkan Naga dan teman - temannya diikuti Sachi yang menyempatkan tersenyum menyapa Nara.


“Akan selalu saya ingat tuan Toshiro.” jawab Pride sambil sedikit membungkuk dengan penuh hormat ke arah Toshiro.


“Ini Resa!” kata Pride sambil memberikan segelas minuman kepada Resa dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


“Terima kasih Pride.” jawab Resa sambil tersenyum manis menatap Pride.


“Wooo!” kata Diki, Raka, Teguh, Deby, Yuna, Jihan, dan Hana kompak ketika melihat cara Pride memperlakukan Resa.


“Permisi kak Naga!” panggil seorang wanita gugup.


“Sheryl?” sapa Nara sambil tersenyum ramah melihat ke arah Sheryl.


“Halo kak Nara.” sapa Sheryl sambil tersenyum ramah menatap Nara.


“Dia salah satu brand ambasador tim esport yang tempo hari mengajakku untuk bergabung Naga.” jawab Nara sambil menatap Naga.


“Hoo begitu, ada yang bisa aku bantu?” tanya Naga sambil melihat ke arah Sheryl.


“Aku ingin mengucapkan terima kasih.” jawab Sheryl gugup.


“Untuk?” tanya Naga keheranan.


“Karena kak Naga telah menyelamatkanku tempo hari dari seorang pembunuh berantai.” jawab Sheryl malu - malu untuk menatap Naga yang membuat teman - temannya terkejut.


... Teman - temannya terkejut karena keterlibatan klan Gensai dalam penangkapan pembunuh berantai tersebut tidak diberitakan di media manampun. Naga dengan santainya menjelaskan bahwa dia hanya membantu profesor Leta Karen dari psikologi UI sehingga profesor Leta lah yang tampil dan menjelaskan di depan awak media tentang kronologi penangkapan pelaku. Teman - teman kelas 12-2 hanya tersenyum bangga menatap Naga karena mereka mengerti cara bicara Naga dan paham bahwa Naga tidak ingin hal itu dibesar - besarkan....


“Bolehkah aku mentraktir kak Naga?” tanya Sheryl malu - malu sambil menatap Naga penuh harap.


“Maaf aku tidak bisa.” jawab Naga datar.


“Bagaimana kalau bersama dengan kak Nara dan kakakku?” tanya Sheryl penuh harap yang membuat Naga langsung melihat ke arah Nara.


“Boleh Sheryl.” jawab Nara sambil tersenyum ramah yang membuat Sheryl tersenyum bahagia sambil menatap Naga.

__ADS_1


__ADS_2