
... Naga yang mengetahui tempat persembunyian ‘Datuk’ di Thailand bersama kelompok ‘Asosiasi Baru’-nya membuat Naga langsung terbang menuju Thailand seorang diri sambil membawa Enma. Setelah mengamati markas persembunyian ‘Datuk’ beserta ‘Asosiasi Baru’ seharian, malamnya Naga datang ke tempat tersebut dengan Enma yang sudah siap menebas siapapun di hadapannya. Ketika sudah tiba di gerbang depan markas tersembunyi ‘Asosiasi Baru’ dengan cepat Naga langsung menebas penjaganya sambil menatap mereka dingin....
... Ketika Naga baru berjalan beberapa langkah melewati gerbang depan markas tersembunyi ‘Asosiasi Baru’ semua anggota ‘Asosiasi Baru’ langsung keluar sambil membawa senjata tajam ataupun tumpul agar menangani Naga tanpa keributan. Tanpa basa basi Naga langsung melesat mengayunkan Enma menebas dan membunuh para anggota ‘Asosiasi Baru’ satu persatu. Di tengah pertarungan tiba - tiba muncul seorang wanita yang langsung membunuh para anggota ‘Asosiasi Baru’ dengan pedang yang dia bawa untuk menolong Naga....
“Misao!” kata Naga dingin sambil melihat ke arah Misao.
“Aku tahu apa yang aku lakukan tidak akan meluluhkan hati kak Yuri atas insiden pesawat ID709 dan aku juga tahu bahwa kamu melakukan semua ini demi melindungi kekasihmu. Jadi biarkan aku membantumu untuk menghabisi mereka semua karena kamu harus segera membunuh orang yang memimpin mereka semua Naga! (dalam bahasa Jepang)” kata Misao putri bungsu dari keluarga Arashikage dengan penuh percaya diri sambil melihat semua anggota ‘Asosiasi Baru’ yang ada di hadapannya.
“Tong...tang-tang...tong...tang-tang!” kata Misao bersenandung sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya sendiri dan melompat - lompat di tempat.
... Para anggota ‘Asosiasi Baru’ tersenyum mengejek melihat Misao sambil menatap Misao meremehkan. Namun tidak lama kemudian Misao melesat dengan cepat menebas dan membunuh para anggota ‘Asosiasi Baru’ selayaknya orang yang sedang menari dengan pedangnya. Naga langsung menyusul Misao membunuh para anggota ‘Asosiasi Baru’ sambil bergerak masuk ke dalam gedung tempat ‘Datuk’ bersembunyi dengan beberapa pengawalan....
... Semua pengawal yang menjaga ‘Datuk’ dengan mudah berhasil Naga bunuh satu persatu dan di waktu yang bersamaan semua anggota ‘Asosiasi Baru’ di halaman markas ‘Asosiasi Baru’ juga tewas dibunuh oleh Misao. Pada awalnya ‘Datuk’ berusaha melawan Naga dengan senjata api yang dia bawa tapi tidak satupun dari tembakannya yang berhasil mengenai Naga sementara Naga berhasil memotong tangan kanan bawah ‘Datuk’. ‘Datuk’ kembali berusaha melawan Naga dengan tangan kirinya yang memegang pedang tapi karena ‘Datuk’ bukan orang kidal serangannya tidak berarti apapun dan Naga kembali memotong tangan kiri bawah ‘Datuk’ menggunakan Enma....
“Aaarrrggghhh tolong jangan bunuh aku!” pinta ‘Datuk’ yang menangis kesakitan sambil menatap Naga penuh harap.
__ADS_1
“Bukankah dengan memotong kedua tanganku sudah cukup untuk menebus kesalahanku yang tidak sengaja melukai kekasihmu Naga!” lanjut ‘Datuk’ yang masih menangis kesakitan sambil memohon kepada Naga.
“Aku tidak bisa mempercayai orang yang membunuh anak buahnya sendiri!” jawab Naga dingin yang langsung mengayunkan Enma ke leher ‘Datuk’.
... Setelah menebas leher ‘Datuk’ Naga langsung berjalan keluar markas ‘Asosiasi Baru’ sementara kepala ‘Datuk’ langsung jatuh ke lantai terpisah dari tubuhnya. Keesokan harinya Naga kembali ke Indonesai bersama dengan Misao yang ingin mengunjungi klan Gensai dan berusaha memperbaiki hubungan klan Gensai dengan klan Arashikage. Setibanya Naga di markas klan Gensai, Yuri yang melihat Misao datang bersama Naga langsung memasang muka masam sambil melirik ke arah Misao dengan tatapan sinis....
“Naga bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuanmu! (dalam bahasa Jepang” kata Yuri ketus sambil melirik Misao dengan tatapan sinis.
“Saya tahu nona Yuri, saya hanya ingin membantu Naga untuk mempercepat saja. (dalam bahasa Jepang)” jawab Misao ramah yang menatap Yuri dengan penuh hormat.
“Kak Yuri tragedi ID709 sudah lebih dari satu tahun yang lalu, sudah waktunya kakak melupakan kesalahan mereka lagipula mereka juga tidak tahu ada aku di dalam pesawat tersebut!” bujuk Naga sambil tersenyum menatap Yuri dengan manja.
“Kalau begitu kak Yuri tinggal buka lembaran baru saja dan menerima klan Arashikage di lembaran baru tersebut, iya kan?” kata Naga sambil memegangi pundak Yuri dan menatap wajah Yuri dengan memunculkan kepala Naga dari samping kiri Yuri dengan manja.
“Cih kenapa kamu bersikap manja seperti ini?” tanya Yuri sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
__ADS_1
“Hmm karena kalau kakak sedang kesal kakak menakutkan, apalagi kalau sedang marah.” jawab Naga sambil menatap Yuri dengan manja.
“Sekarang kamu sudah pandai merayu!” kata Yuri sambil tersenyum bahagia menatap Naga gemas yang membuat Naga ikut tersenyum.
... Akibat dirayu oleh Naga, Yuri sudah bisa mulai menerima klan Arashikage kembali diawali dengan memperlakukan Misao dengan penuh kehangatan seperti sedia kala. Ketika Naga dalam perjalanan pulang sehabis mengantarkan Misao yang terbang kembali ke Jepang secara tidak sengaja Naga melihat Nara yang sedang berkencan dengan Lucas. Naga hanya tersenyum lega melihat senyum terpancar di wajah Nara dan melanjutkan perjalanan pulang kembali ke markas klan Gensai....
... Ingatan Nara yang belum sepenuhnya pulih terkadang membuat Nara seolah - olah merasakan dejavu dimana dia merasa pernah menghabiskan waktu bersama seorang pria yang membuat dirinya bahagia tapi Nara masih belum ingat siapa sosok pria tersebut. Setiap kali Nara bertanya hal itu kepada Mamahnya, Mamahnya selalu berusaha menutupi hubungan Nara dengan Naga sesuai dengan yang Naga minta tempo hari begitupun ketika Nara bertanya hal tersebut kepada Yuna ataupun Jihan. Grup chat kelas 12-2 yang sedang ramai membicarakan acara memperingat kematian teman - temannnya yang gugur membuat Nara penasaran untuk menanyakan hal tersebut karena Nara juga belum mengingat hal itu....
... Jihan menjelaskan bahwa beberapa teman mereka dari kelas 12-2 ada yang gugur kala mereka berperang melawan para bola alien dan menghadapi wabah zombie. Mereka semua sepakat membuat tanggal kelulusan mereka sebagai hari untuk memperingati teman - teman mereka yang gugur sebagai penghormatan dan ucapan terima kasih atas jasa teman - teman mereka yang gugur. Membaca penjelasan dari Jihan membuat Nara sedikit teringat beberapa potongan kenangan saat berperang melawan bola alien dan menghadapi wabah zombie tapi dalam potongan tersebut masih ada sosok laki - laki yang belum jelas terlihat wajahnya di ingatan Nara....
... Ketika Nara sedang bergosok gigi sebelum tidur perhatian Nara terfokuskan oleh kalung yang dia gunakan dan tiba - tiba muncul ingatan ketika seseorang memberikan kalung tersebut di tengah sebuah taman dimana air mancur mulai surut tapi lagi - lagi wajah dari laki - laki tersebut tidak terlihat jelas dalam ingatan Nara. Awalnya Nara meyakinkan dirinya bahwa yang memberikan kalung tersebut adalah Lucas kekasihnya saat ini tapi hal itu justru semakin membuat Nara merasa bahwa bukan Lucas yang memberikan kalung tersebut. Nara yang tidak ingin ambil pusing akhirnya tertidur dan keesokan paginya ketika Nara hendak pergi menghabiskan akhir pekan bersama Lucas, secara tidak sengaja Nara menemukan gaun yang dibuatkan oleh Yohji Yamamoto atas permintaan Naga untuk dirinya....
... Ketika Nara memegang dan memperhatikan gaun tersebut dengan seksama muncul kenangan Nara di Jepang berpelukan dengan seorang pria yang Nara yakin bahwa itu bukan Lucas dari proporsi tubuhnya tapi Nara masih tidak ingat siapa laki - laki tersebut. Akhirnya Nara meletakan gaun tersebut dan bergegas menemui Lucas yang sudah datang untuk menjemputnya. Ketika Nara dan Lucas sedang berjalan menuju bioskop tiba - tiba Nara melihat permainan tembak - tembakan di salah satu arena bermain di dekat bioskop yang membuat Nara mengajak Lucas untuk bermain tembak - tembakan terlebih dahulu sebelum menonton bioskop karena Nara ingat perkataan Jihan yang mana mereka pernah berperang melawan para bola alien....
... Lucas dan Nara bermain menembak target di area permainan dekat bioskop dengan penuh suka cita. Namun setiap kali Nara menembakan peluru dari senjata mainan yang dia pegang kenangan tentang perang melawan bola alien dan menghadapi wabah zombie semakin kuat. Hingga akhirnya Nara ingat bahwa kalung yang dia pakai dan gaun yang ada di lemari bajunya diberikan oleh Naga, bahkan Nara juga ingat bahwa Naga yang selalu ada membantunya termasuk ketika dirinya terjebak di tengah baku tembak di kantin kampusnya sendiri....
__ADS_1
“Itu bukan kamu!” kata Nara sambil menatap Lucas terkejut.
“Apa maksudnya Nara?” tanya Lucas cemas sambil menatap Nara dan tidak lama kemudian Nara langsung berlari pergi sambil meneteskan air mata.