Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Harga Kepala Naga


__ADS_3

... Mendengar ucapan Resa, Naga langsung tersenyum bangga menatap Resa dan Pride tersenyum penuh percaya diri menatap Naga siap melakukan intruksi apapun yang Naga berikan. Tidak lama kemudian handphone Naga kembali berdering dan kali ini Vanessa dari keluarga Vongola Italia yang menelpon Naga. Naga langsung menerima panggilan tersebut dengan mode loud speaker agar Nara dan Pride khusunya bisa ikut mendengarkan....


“Apa panggilan ini sedang dalam mode loud speaker? (dalam bahasa Inggris)” tanya Vanessa memastikan.


“Iya, aku merasa apa yang akan kamu sampaikan Nara berhak mendengarnya dan aku juga sedang bersama Pride. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga penuh percaya diri.


“Oh, halo Nara lama tidak bertemu! (dalam bahasa Inggris)” sapa Vanessa sambil tersenyum ramah dari balik handphone miliknya sendiri.


“Hai Vanessa, aku merindukanmu! (dalam bahasa Inggris)” jawab Nara sambil tersenyum manis.


“Aku juga merindukanmu, sayang aku menghubungi Naga dalam situasi seperti saat ini. (dalam bahasa Inggris)” jawab Vanessa murung.


“Apa yang terjadi Vanessa? (dalam bahasa Inggris)” tanya Nara penasaran sambil menatap Naga yang berdiri di hadapannya.


“Indonesia akan menjadi medan perang, ada seseorang yang memasang harga untuk kepala Naga. (dalam bahasa Inggris)” jawab Vanessa ramah.


“Berapa harga kepalaku? (dalam bahasa Inggris)” tanya Naga penasaran.


“Untuk saat ini 14 juta USD! (dalam bahasa Inggris)” jawab Vanessa yang membuat Nara dan orang - orang yang mendengarkan panggilan tersebut terkejut.


“Wow uang pensiun yang sangat banyak! (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga santai.

__ADS_1


... Vanessa menceritakan ada seseorang yang sangat menginginkan kepala Naga hingga dia berani mengeluarkan uang jauh lebih besar daripada ini untuk siapapun yang memberikan kepala Naga kepadanya. Vanessa belum tahu siapa orang yang menginginkan kepala Naga tapi dua sudah tahu bahwa banyak pembunuh bayaran dari seluruh dunia yang saat ini sedang terbang menuju Indonesia. Setelah selesai menerima panggilan dari Vanessa, Naga langsung meminta Pride untuk membawa Nara pulang ke markas klan Gensai....


... Tidak lama kemudian Naga menyadari ada seorang pria yang datang membawa senjata api dan berusaha menembaknya hingga membuat Naga meminta semua orang untuk menunduk. Pride langsung melindungi Nara dengan tubuhnya sementara pengunjung yang lain langsung menunduk sesuai dengan permintaan Naga. Di waktu yang bersamaan Naga terus menghindari peluru yang ditembakan ke arahnya sehingga pria tersebut berhenti menembak dan mengeluarkan sebilah belati untuk membunuh Naga....


... Dengan cepat Naga menangkis dan menghindari serangan pria tersebut lalu menendang dada pria tersebut hingga terpental ke salah satu dindin yang dekat dengan Sheryl dan teman - temannya. Tanpa ragu Naga langsung berlari menerjang dan menendang kepala pria tersebut hingga hancur yang membuat pria tersebut tewas seketika. Setelah membunuh pria tersebut tiba - tiba muncul seorang wanita yang menyerang Naga dengan pisau kukri miliknya....


... Dengan cepat Naga langsung bergerak ke belakang wanita tersebut sambil mencengkram leher sang wanita lalu merobeknya hingga darah keluar deras dari leher sang wanita tersebut. Wanita tersebut mengalami shock berat sambil memegang lehernya sendiri berjalan mundur menatap Naga ketakutan sementara Naga menatap sang wanita tersebut dengan tatapan dingin. Tidak berhenti sampai disitu Naga langsung memukul dada wanita tersebut dengan kekuatan penuh yang mengakibatkan wanita tersebut terpental ke salah satu dinding dan tewas seketika....


“Naga sepertinya akan semakin banyak orang yang datang ke sini!” kata Pride yang melihat kondisi di luar.


“Bersiaplah untuk membawa Nara kembali ke markas klan Gensai, Pride!” pinta Naga dengan tatapan dingin yang berjalan ke arah luar.


“Lama tidak bertemu, tuan Naga! (dalam bahasa Jepang)” sapa Sojiro Seta sambil tersenyum menatap Naga.


“Kamu benar - benar tahu bagaimana cara membuat orang lain menderita tuan Naga! Setelah kamu mengalahkanku, hidupku jadi tidak berarti tapi aku bersyukur akan hal itu karena aku bisa mengembara dan menemukan arti hidup yang sebenarnya! (dalam bahasa Jepang)” lanjut Sojiro Seta sambil melihat pedangnya sendiri.


“Sudah lama aku tidak menghunus pedang dan pedangku juga sudah patah, mungkin aku masih jauh lebih baik daripada kalian semua! (dalam bahasa Jepang)” tambah Sojiro Seta yang langsung melemparkan pedang patahnya ke tanah sambil melihat para pembunuh bayaran yang berdiri di hadapannya.


... Tanpa banyak bicara para pembunuh bayaran yang ada di hadapan Naga dan Sojiro Seta langsung menyerang mereka berdua. Naga dan Sojiro Seta bertarung bersama - sama menghajar para pembunuh bayaran yang ada hingga mereka semua tewas satu persatu. Sojiro Seta langsung tersenyum penuh kebahagiaan menatap Naga setelah selesai bertarung karena merasa menyenangkan bisa bertarung bersama Naga dan sesekali tidak perlu mengkhawatirkan area belakangnya....


“Tuan Naga ketika informasi tentang harga kepala anda keluar ada seseorang yang menghubungiku dan bertanya apakah anda masih memiliki gantungan kunci lumba - lumba yang telah hangus? (dalam bahasa Jepang)” kata Sojiro Seta yang langsung membuat Naga terkejut dan menatap Sojiro Seta.

__ADS_1


“Sepertinya informasi tersebut sangat berguna untuk mengetahui dalam di balik semua ini tuan Naga. (dalam bahasa Jepang)” tebak Sojiro Seta penuh percaya diri.


“Setidaknya informasi tersebut mempersempit pencarianku tentang dalang di balik semua ini. (dalam bahasa Jepang)” jawab Naga penuh percaya diri.


“Silahkan pergi tuan Naga dan tolong tunjukan kepadaku kekuatan pedang yang dapat memutus kebencian serta seseorang yang terjebak di masa lalu! (dalam bahasa Jepang)” pinta Sojiro Seta sambil menatap Naga penuh percaya diri.


“Jihan, Resa dan yang lainnya Lust akan datang bersama Gluttony untuk mengantarkan kalian pulang, tunggulah sampai mereka tiba!” pinta Naga tegas sambil melihat ke arah teman - teman kelas 12-2 yang datang di acara fun match airsoft gun.


... Tanpa basa basi Naga langsung naik mobilnya dan pergi meninggalkan area tersebut sementara Nara langsung naik mobil Pride untuk segera pergi ke markas klan Gensai sambil menjelaskan hal yang terjadi kepada Mamahnya Nara saat dalam perjalanan. Terlihat beberapa mobil dan pemburu bayarang berusaha mengejar Naga tapi beberapa diantara mereka berhasil dihentikan oleh Sojiro Seta dengan kemampuannya dalam seni berpedang. Tidak lama kemudian Lust bersama Gluttony tiba di acara fum match airsoft gun dengan dua mobil yang berbeda dan langsung mengajak teman - teman Naga untuk segera pulang ke rumah mereka masing - masing....


“Kalian semua melihatnya kan? Bagaimana kekasih Nara menendang pria itu hingga kepalanya hancur!” kata Irfan salah satu teman Sheryl dari tim esportnya.


“Lalu bagaimana kekasih Nara merobek leher wanita itu dengan tangan kosong? Apakah dia benar - benar manusia?” lanjut Irfan sambil menunjuk jasad wanita yang bersandar di salah satu dinding.


“Bukan!” jawab Sheryl sambil melihat ke arah jasad wanita yang lehernya disobek Naga dan membuat Melisa sang kakak terkejut.


“Mereka menyerang kak Naga ketika kak Naga sedang bersama kak Nara sehingga kak Naga menunjukan sosok yang disebut iblis dalam dirinya. Artinya kak Naga akan melakukan apapun demi melindungi kak Nara termasuk menghilangkan rasa kemanusiaannya!” lanjut Sheryl penuh percaya diri sambil melihat ke arah teman - temannya lalu kembali melihat jasad wanita yang lehernya disobek Naga.


“Apa kamu melihat sosok Naga ketika Naga datang menyelamatkanmu Sheryl?” tanya Melisa memastikan.


“Tidak kak, saat menyelamatkan aku kak Naga menahan dirinya walaupun harus aku akui aku seperti melihat seorang tokoh utama dalam film fantasy yang mengalahkan dan membunuh semua musuh - musuhnya dengan mudah.” jawab Sheryl sambil menatap Melisa penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2