Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Gymnasium


__ADS_3

... Naga masuk terlebih dahulu ke dalam gedung sekolah mereka secara perlahan - lahan dan diikuti oleh semua siswa kelas 12-2 lainnya bergantian. Langit yang tertutup awan hitam dan hari yang sudah menjelang malam membuat suasana di dalam gedung sekolah menjadi semakin gelap terlebih tanpa adanya lampu yang menyala. Hal itu menjadi keuntungan bagi para siswa kelas 12-2 untuk turun dari satu lantai ke lantai lainnya tanpa mengalami kendala apapun....


... Setibanya mereka di pintu masuk gedung sekolah, mereka langsung berjalan mengikuti sisi samping gedung sekolah menuju ke arah gymnasium yang berada di sebelah utara dari gedung sekolah. Ketika sedang berlari menuju gymnasium mereka semua saling berpasang - pasangan agar tidak ada yang terjatuh dan tertinggal kecuali Naga. Tiba - tiba Hana yang sedang berlari bersama Sarah terpleset hingga tersungkur ke tanah dan di waktu yang bersamaan muncul beberapa zombie dari belakang yang membuat Sarah berjalan mundur secara perlahan....


“Sarah!” panggil Hana sambil mengulurkan tangannya ke arah Sarah.


... Namun Sarah yang ketakutan bukannya menolong Hana justru terus berjalan mundur dan akhirnya pergi melarikan diri ke arah lain bukan ke arah gymnasium. Naga yang berlari paling belakang langsung menyelamatkan Hana dari para zombie yang berusaha menyerangnya dengan cara mematahkan kepala mereka. Nara dan Yuna yang melihat Hana terjatuh juga kembali untuk menjemput Hana kala Hana sudah bangkit di tolong oleh Naga....


... Mereka berempat hanya mampu berdiam diri melihat Sarah yang berlari menuju lapangan sekolah mereka sambil menangis ketakutan membuat para zombie mengejarnya. Naga langsung meminta Nara, Hana, dan Yuna untuk segera menyusul teman - temannya sementara dirinya tetap berlari paling belakang setelah melihat Sarah tewas digigit oleh para zombie. Ketika mereka semua tiba di gymnasium Julian dan Jonathan meminta mereka semua untuk tetap tenang tidak bersuara, tapi tiba - tiba petir menyambar menampakan para zombie yang ada di gymnasium....


... Cahaya petir tersebut juga membuat para zombie dapat melihat para siswa kelas 12-2 yang membuat para zombie langsung mengejar para siswa kelas 12-2. Naga dengan sigap menahan dan membunuh para zombie yang berdatangan sementara Julian yang ingat ada ruangan penyimpanan alat - alat olahraga di dalam gymnasium langsung pergi ke arah ruangan tersebut dan memastikan ruangan tersebut aman. Setelah memastikan ruangan tersebut aman Julian langsung meminta semua teman - temannya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut sementara Naga dan para siswa lainnya berjalan masuk sambil menahan para zombie agar para siswi berhasil masuk terlebih dahulu....


“Dimana Sarah?” tanya Jihan setelah memperhatikan semua teman - temannya untuk mengabsen dan memastikan semuanya selamat.


“Naga apa kamu tidak melihat Sarah?” tanya Jihan yang mulai meneteskan air mata ketika melihat Naga tertunduk sementara Hana, Nara, dan Yuna mulai menangis.


“Aku tidak tahu harus mengatakan Sarah melarikan diri atau mengorbankan diri, tapi ketika Hana terjatuh dirinya pergi meninggalkan Hana berlari ke arah lapangan sekolah. Dia berlari sambil menangis ketakutan yang membuat para zombie mengejarnya memberikan waktu untuk Nara bersama Yuna menolong Hana dan membuat kami bisa berlari hingga kemari tanpa di kejar para zombie.” jawab Naga sambil tertunduk merasa bersalah yang membuat semua teman - temannya bersedih terutama para siswi yang langsung menangis.

__ADS_1


... Semua siswa kelas 12-2 yang berada di ruangan penyimpanan alat olahraga langsung duduk menenangkan diri. Tidak lama kemudian mereka semua mulai tertidur karena hari mulai malam dan mereka kelelahan berlari serta kehujanan sejak mereka pergi dari gedung sekolah menuju gymnasium. Seperti biasa Naga bangun paling pertama di susul oleh Nara yang kembali tidur di pundak Naga lalu teman - temannya yang lain juga terbangun karena matahari sudah mulai bersinar....


“Apa tidurmu nyenyak Nara?” tanya Naga lemah lembut sambil menatap Nara.


“Iya, berkat kamu.” jawab Nara sambil mengangguk dengan penuh senyuman kala menatap Naga yang membuat Naga tersenyum lega.


“Apa kalian semua siap melanjutkan perjalanan?” tanya Naga memastikan sambil melihat ke arah teman - temannya.


“Apa kamu punya rencana Naga?” tanya Jihan memastikan.


“Iya kita akan mengikat troli - troli yang ada membentuk lingkaran dengan kita di dalamnya dan kita akan pergi menggunakan barikade troli hingga pintu keluar yang lain.” jawab Naga penuh percaya diri.


“Iya benar ada.” jawab Julian penuh percaya diri.


... Tanpa banyak bicara semua siswa kelas 12-2 langsung menyusun troli - troli yang ada di ruang penyimpanan alat olahraga untuk membentuk baricade melingkar. Sebelum diikat satu sama lain troli - troli tersebut diisi oleh bola dan barang apapun yang ada di ruangan tersebut agar troli tersebut menjadi lebih berat hingga sulit untuk dirobohkan oleh para zombie. Setelah baricade troli selesai dibuat Naga meminta semuanya untuk mengenakan bantalan pelindung yang ada di ruangan tersebut agar tubuh mereka lebih terjaga dari gigitan para zombie....


“Biar aku bantu Nara!” pinta Naga yang telah selesai menggunakan bantalan pelindung di kedua kaki dan tangannya.

__ADS_1


“Terima kasih Naga.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga ketika Naga sedang memasangkan bantalan pelindung di kedua kaki dan tangan Nara.


“Naga tolong pasangkan bantalan pelindung untuku juga!” pinta Hana manja sambil menjulurkan bantalan pelindung yang dia pegang.


“Tidak perlu mendengarkan Hana Naga, biar aku yang membantunya.” jawab Resa sambil menggelengkan kepalanya sendiri.


“Iya.” jawab Naga yang fokus memasangkan bantalan pelindung untuk Nara.


“Kamu harus berhenti menggoda laki - laki Hana!” pinta Resa sambil memasang bantalan pelindung di kedua kaki dan tangan Hana.


“Aku merasa Nara adalah wanita paling beruntung dalam situasi seperti ini karena Naga sangat bisa diandalkan dan selalu ada untuknya. Bahkan ketika tidurpun Nara benar - benar tampak nyaman bersandar di pundak Naga.” jawab Hana sambil melihat ke arah Naga penuh rasa cemburu.


“Bukan, aku yang beruntung karena Nara menyukaiku dan mau menerimaku sekalipun dia tahu tentang keluargaku serta tangan ini yang telah berlumuran darah.” jawab Naga sambil menunjukan kedua tangannya ke wajah Hana.


“Aku juga beruntung memiliki teman - teman seperti kalian karena aku tidak pernah sedikitpun berpikir bahwa aku akan memiliki teman yang ingin aku lindungi seperti saat ini. Selama aku bersekolah, aku selalu sendirian karena aku pendiam dan cara bicaraku yang berbeda dengan anak - anak lainnya. Namun kalian suka menyapaku, sesekali mengajakku mengobrol, bahkan kalian juga suka mengajaku bercanda.” lanjut Naga sambil melihat semua teman - teman dihadapannya.


“Seperti yang aku bilang ketika kita hendak pergi dari rest area markas kita saat operasi pembersihan. Bagiku kalian sudah seperti keluargaku, jadi mari kita bersama berusaha keluar dari masalah ini seperti kita menghadapi para bola alien beberapa bulan yang lalu!” ajak Naga sambil melihat ke arah teman - temannya satu persatu yang dijawab oleh semua siswa dengan anggukan penuh percaya diri.

__ADS_1


... Setelah semuanya siap Julian langsung membuka pintu ruang penyimpanan alat olahraga dan Naga langsung menerjang para zombie untuk memberikan waktu teman - temannya keluar dari ruang penyimpanan alat olahraga membentuk baricade melingkar menggunakan troli yang mereka siapkan. Setelah baricade melingkar terbentuk dan setiap talinya sudah dipastikan terikat kencang semua siswa kelas 12-2 mendorong baricade tersebut ke arah pintu belakang gymnasium. Pergerakan mereka langsung terhenti ketika para zombie mulai menyerang baricade troli hingga membuat para siswa bergiliran menghajar para zombie dengan menggunakan tongkat baseball dan peralatan yang ada di dalam baricade sambil terus mendorong baricade troli....


... Awalnya rencana mereka berjalan lancar terutama ketika Naga berhasil membunuh beberapa zombie yang menyerang baricade troli. Namun serangan para zombie yang semakin banyak membuat para siswi berhasil dijangkau oleh para zombie satu persatu meskipun pada akhirnya mereka bisa lolos dengan saling melindungi satu sama lain. Ketika Jihan ditarik oleh salah satu zombie, Jonathan yang berusaha melindungi Jihan secara tidak sengaja memberikan tangannya ke arah sang zombie hingga membuat tangan Jonathan digigit oleh salah satu zombie....


__ADS_2