Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Perang Dari Masa Depan


__ADS_3

... Interaksi antara member Red Velvet dengan Naga, Yuri, dan Nara ketika sedang berada di konser Red Velvet sempat viral di media sosial terutama di kalangan para penggemar Red Velvet yang penasaran tentang siapa Naga, Yuri, dan Nara sebenarnya. Namun hingga berita tersebut menghilang dari media sosial para penggemar Red Velvet tidak berhasil mengetahui identitas sebenarnya dari Naga, Yuri, dan Nara yang bisa membuat semua member Red Velvet menyapa mereka dengan penuh hormat. Kehidupan perkuliahan Nara dan para siswa kelas 12-2 lainnya berjalan lancar hingga UAS (Ujian Akhir Semester) selesai, tapi ketika mereka sudah mulai libur tiba - tiba muncul sebuah portal di tengah - tengah pertandingan sepak bola antara Jepang melawan Korea Selatan dalam ajang Asian Games....


... Dari portal tersebut muncul beberapa pasukan militer dengan persenjataan lengkap bersama seorang wanita yang langsung memasuki saluran komunikasi yang terhubung dengan seluruh jaringan komunikasi di stadion tersebut. Wanita itu berbicara bahwa dirinya merupakan manusia dari empat puluh lima tahun di masa depan dan dia menjelaskan bahwa empat puluh lima tahun ke depan manusia dalam peperangan. Wanita tersebut meminta para ayah, ibu, kakek, dan nenek mereka untuk ikut berperang bersama mereka demi menyelamatkan umat manusia di masa depan....


... Setelah pengumuman tersebut orang - orang dari masa depan langsung bertemu dengan PBB dan beberapa perwakilan dari berbagai macam negara untuk menjelaskan serta membahas rencana mereka. Mendengar penjelasan dari pemimpin orang - orang dari masa depan bernama Tea PBB dan seluruh perwakilan dari berbagai macam negara sepakat untuk bekerja sama mencegah serangan dari para alien yang disebut ‘landak putih’ oleh orang - orang dari masa depan. Namun Tea meminta cukup orang - orang dari masa depan dan klan Gensai dari Indonesia yang menangani hal ini demi mencegah terjadinya kepanikan global....


... Tea menjelaskan pada awal penyerangan landak putih terjadi kepanikan global sehingga sebagian besar negara kurang cepat tanggap dalam menangani hal ini dan berujung jatuh korban yang sangat besar pada satu minggu pertama serangan landak putih. Kondisi saat ini di masa depan klan Gensai merupakan pasukan tempur garda terdepan yang mereka miliki untuk melindungi keberlangsungan umat manusia selain dari militer gabungan dari seluruh negara. PBB dan perwakilan banyak negara tahu sepak terjang klan Gensai dari Indonesia sehingga tanpa pikir panjang mereka menyetujui hal tersebut terlebih demi mencegah kepanikan global seperti yang Tea sampaikan....


... Klan Gensai langsung dihubungi terkait informasi tersebut dan langsung setuju tanpa ragu yang membuat orang - orang dari masa depan langsung terbang menuju markas klan Gensai di Indonesia. Seluruh klan Gensai di masa Naga langsung membantu semua persiapan ketika orang - orang dari masa depan sudah tiba di markas klan Gensai. Naga sedang menelpon Nara memberitahu bahwa dirinya selama beberapa hari ke depan mungkin tidak bisa dihubungi karena sedang dalam misi bersama orang - orang dari masa depan seperti yang ditayangkan di televisi....


“Aku percaya kamu akan baik - baik saja Naga, iya kan?” tanya Nara sambil menahan tangisnya yang perlahan air matanya mulai menetes.


“Iya Nara, aku akan baik - baik saja!” jawab Naga penuh percaya diri.


“Nara, maafkan aku telah membuatmu dalam situasi seperti ini lagi.” lanjut Naga sambil tertunduk merasa bersalah.


“Kamu tidak perlu meminta maaf Naga, aku bangga memiliki kekasih yang selalu bisa diandalkan dalam menyelamatkan dunia.” jawab Nara yang meneteskan air mata sambil menutup mulutnya sendiri.


“Setelah selesai kita akan menghabiskan waktu bersama lagi kan? Memperingati hari kematian teman - teman kita yang gugur bersama yang lain?” tanya Nara memastikan yang terus meneteskan air mata.

__ADS_1


“Aku akan kembali sebelum hari peringatan kematian teman - teman kita Nara.” jawab Naga penuh percaya diri.


“Hati - hati, Naga!” pinta Nara sambil menangis dan tidak lama kemudian langsung mengakhiri panggilannya dengan Naga.


... Nara tidak bisa menutupi rasa kekhawatirannya hingga membuat dirinya menangis tapi disisi lain juga Nara tidak ingin bersikap egois menahan Naga untuk dirinya seorang. Nara akhirnya bangkit dan percaya bahwa Naga akan segera kembali kepadanya seperti misi - misi sebelumnya yang selalu bisa Naga selesaikan. Setelah selesai bertelepon dengan Nara, Naga langsung menghampiri pimpinan militer gabungan dari masa depan....


“Selamat siang, aku Naga yang akan bertanggung jawab penuh atas misi kali ini mewakili klan Gensai.” sapa Naga sambil menjabat tangan pimpinan militer dari masa depan yang seorang wanita.


“Selamat siang, aku Tea!” jawab Tea sambil tersenyum ramah menjabat tangan Naga.


“Terima kasih atas dukungannya yang bisa dengan cepat langsung dilaksanakan!” lanjut Tea sambil tersenyum penuh hormat menatap Naga.


... Banyak anggota militer gabungan dari masa depan merupakan anggota klan Gensai generasi keempat yang begitu melihat Naga sedang bersama Tea langsung bergegas menghampiri mereka. Tanpa ragu mereka langsung berlutut menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan untuk memberi hormat kepada Naga sebagai ketua klan Gensai generasi ketiga. Naga tidak terkejut melihat sikap tersebut tapi hal itu membuat Naga langsung menatap Tea dalam - dalam karena nama Tea bukan sesuatu yang asing baginya....


“Apakah namamu Atleta Altea Gensai?” tanya Naga memastikan sambil menatap Tea dalam - dalam.


“Iya, namaku Atleta Altea Gensai.” jawab Tea sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Kamu Tea bidadari kecilku!” kata Naga sambil tersenyum bangga menatap Tea yang dijawab anggukan oleh Tea.

__ADS_1


“Siapa nama ibumu?” tanya Naga penasaran sambil menatap Tea.


“Kekasihmu sejak SMA.” jawab Tea sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Lee Nara?” tanya Naga memastikan yang dijawab anggukan dengan penuh senyuman oleh Tea dan membuat Naga tersenyum bahagia menatap Tea.


... Tea menjelaskan tentang landak putih yang menjadi musuh mereka di masa depan kepada Naga sambil berjalan menuju ruangan markas utama mereka untuk mengakses informasi yang dimiliki oleh Tea beserta pasukannya. Tea memberitahu bahwa mereka berhasil menemukan toksin yang dapat membunuh para landak putih tapi jika mereka melakukannya di masa Tea maka manusia hanya tersisa sedikit. Akhirnya para perwakilan umat manusia yang tersisa sepakat untuk pergi ke masa lalu agar nyawa yang hilang akibat landak putih bisa di cegah dengan memanfaatkan mesin waktu bernama jumplink....


... Tea menjelaskan bahwa serangan landak putih pertama kali muncul di bagian utara Rusia pada tahun 2059 tapi tidak ada tanda - tanda benda asing masuk ke atmosfer bumi di seluruh satelit yang dimiliki oleh bumi. Orang - orang dimasa depan percaya bahwa landak putih sudah tiba di bumi sebelum tahun 2059 dan jika berhasil ditemukan maka perang melawan landak putih bisa dicegah. Tea membawa beberapa sampel kuku dari tangan landak putih yang menunjukan bahwa kuku tersebut semuanya memiliki jejak abu vulkanik dari Tiongkok atau Korea....


“Aku tahu seseorang yang bisa membantu kita, ayo kita pergi!” ajak Naga penuh percaya diri sambil menatap Tea.


... Naga langsung menghubungi Diki untuk bertemu yang kebetulan sudah berada di Jakarta setelah UAS selesai. Setelah Diki memberikan alamat rumahnya Naga langsung membonceng Tea dengan menggunakan sepeda motor untuk pergi ke rumah Diki. Diki langsung menyambut kedatangan Naga dan Tea yang membuat Diki terpana melihat kecantikan Tea lalu Naga segera menyadarkan Diki kembali....


... Setelah perkenalan singkat antara Diki dan Tea, Diki langsung membuka laprtopnya untuk menunjukan hal yang diminta oleh Naga. Diki menjelaskan bahwa makhluk yang muncul di Rusia tapi memiliki abu vulkanik dari Tiongkok atau Korea bisa jadi berasal dari letusan milenium gunung Changbai di perbatasan Korea dan Tiongkok pada tahun 946 sebelum masehi. Abu dari letusan gunung tersebut menyebar ke seluruh dunia dan masih bisa ditemukan sampai saat ini terkubur di dalam es....


... Naga bersama Tea yang memperhatikan monitor laptop Diki langsung mengerti bahwa landak putih sudah berada di bumi sejak lama dan mereka menggali ke atas menuju permukaan dengan cakarnya sehingga di cakarnya terdapat abu vulkanik dari letusan gunung Changbai. Melihat respon Tea dan Naga membuat diki terkejut terlebih ketika Tea dan Naga kompak meminta dirinya untuk memunculkan proyeksi es mencair di Rusia dari tahun 2014 - 2059. Melihat proyeksi tersebut Naga dan Tea langsung paham bahwa landak putih menghangat yang membuat es mencair agar mereka lebih mudah menggali menuju ke permukaan....


“Terima kasih Diki!” kata Naga sambil tersenyum bangga menatap Diki.

__ADS_1


__ADS_2