
... Tiba - tiba Rani jatuh pingsang dan tidak lama kemudian Rani berubah menjadi zombie yang langsung berusaha menyerang teman - temannya yang lain. Namun dengan sigap Naga langsung mematahkan leher Rani hingga membuatnya tewas seketika. Melihat Rani yang tergeletak sudah tidak bernyawa, semua siswi kelas 12-2 langsung mendekati jasad Rani sambil menangis penuh kesedihan....
... Naga langsung mencari sehelai kain yang ada di ruangan tersebut untuk menutupi jasad Rani sebagai bentuk penghormatan dirinya kepada Rani. Para siswa yang berjaga di depan pintu serta jendela juga ikut meneteskan air mata kala Naga menutup jasad Rani dengan sehelai kain yang dia temukan. Tidak lama setelah itu Naga melihat keadaan diluar sekolah dan terpikirkan sebuah rencana untuk mereka menyelamatkan diri dari sekolah....
“Lantai dua tepat dibawah ruangan ini adalah ruangan siaran bukan?” tanya Naga sambil melihat teman - temannya.
“Iya, apa kamu memiliki rencana?” tanya Jihan sambil melihat ke arah Naga.
“Sejauh yang aku ingat disana ada komputer, kita turun kesana dan cari tahu apa yang sedang terjadi!” jawab Naga penuh percaya diri.
“Dengan selang yang tadi aku gunakan?” tanya Nara memastikan.
“Benar.” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap Nara.
... Naga langsung mengambil tangan manekin yang ada di ruangan lab sains untuk mengambil selang pemadam di luar ruangan sains sambil meminta Jonathan untuk membuka sedikit pintu masuk ruangan lab sains. Setelah selang pemadam kebakaran berhasil di tarik oleh Naga hingga mencapai batasnya, Naga langsung membuat simpul untuk pegangan dan pijakan mereka. Kevin dan Vivi langsung membantu Naga membuat simpul dengan jarak sekitar lima puluh centimeter dan dibuat selang - seling....
... Setelah selesai Naga langsung mengeluarkan selang tersebut dan sesuai dengan perkiraan Naga selang tersebut sampai ke lantai dua tempat ruangan siaran. Naga meminta Julian untuk turun terlebih dahulu memastikan keadaan ruangan siaran yang langsung diiyakan oleh Julian tanpa pikir panjang. Julian langsung turun secara perlahan serta hati - hati hingga melewati lantai kelas 12 yang penuh dengan zombie dan akhirnya tiba di ruangan siaran....
... Julian yang berhasil masuk ke dalam ruangan siaran langsung memeriksa seluruh isi ruangan tersebut dan mengunci pintu dari dalam setelah memastikan ruangan tersebut aman. Satu persatu siswa kelas 12-2 mulai turun ke ruangan siaran melalui selang yang dibuat Naga secara perlahan dan hati - hati. Ketika Naga hendak turun para zombie yang terus berusaha membobol ruangan lab sains berhasil menerobos masuk dan langsung menerjang ke arah Naga....
... Dengan tenang Naga langsung melompat sambil menahan tubuhnya ke pinggiran kelas dinding lantai di bawahnya membuat para zombie yang menerjangnya berjatuhan keluar. Kemudian dengan santainya Naga melepaskan pegangannya untuk turun ke ruangan siaran yang ada di bawahnya sambil kembali memegang pinggiran dinding ruangan siaran. Tidak lama kemudian Naga langsung melompat masuk ke dalam ruangan siaran yang membuat teman - temannya terkejut karena berpikir Naga terjatuh ke bawah....
__ADS_1
“Aku pikir kamu terjatuh Naga.” kata Nara cemas sambil memegangi kedua lengan atas Naga.
“Aku baik - baik saja Nara, tidak perlu khawatir.” jawab Naga santai sambil menatap Nara dengan senyuman.
... Ketika Jonathan menyalan komputer di ruangan siaran rupanya jaringan internet sudah terputus sehingga mereka tidak bisa mendapatkan apapun dari komputer tersebut. Naga yang melihat telepon tombol tekan langsung mengambilnya dan menghubungkan dengan kabel LAN (Local Area Network) yang ada di ruangan siaran. Teman - teman kelas 12-2 hanya memperhatikan Naga tanpa menggannggunya sementara Naga langsung menghubungi seseorang dengan telepon tersebut....
“Halo Dreamboat, apa kamu memiliki informasi apa yang sedang terjadi saat ini?” tanya Naga yang langsung mengubah panggilan tersebut ke mode pengeras suara agar bisa di dengar oleh semuanya.
“Halo tuan Naga, senang mendengar suara anda.” sapa Dreamboat dengan nada bicara AI (Artificial Intelligence) penuh hormat.
“Beri aku satu menit!” pinta Dreamboat yang langsung mencari tahu permintaan Naga dengan kemampuan ilmu komputer miliknya.
... Saat ini pulau - pulau kecil yang terpisah dari pulau - pulau besar di berbagai negara menjadi tempat untuk evakuasi masyarakat yang paling aman. Naga juga menanyakan kondisi Dreamboat dan orang - orang yang bersamanya tapi karena mereka berada di area yang jauh dari masyarakat umum serta dibatasi dengan pagar yang cukup tinggi nan kokoh sehingga mereka semua dalam keadaan aman. Dreamboat juga memberi tahu bahwa saat ini komunikasi yang tersedia hanya komunikasi menggunakan satelit ataupun saluran radio saja....
“Terima kasih atas informasinya Dreamboat.” kata Naga ramah.
“Dengan senang hati tuan Naga, kami sangat menantikan keselamatan tuan Naga.” jawab Dreamboat dengan nada bicara AI penuh hormat.
“Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk membahas ini, tapi apakah kamu memiliki rekan seorang AI?” tanya Raka penasaran.
“Tidak, dia manusia hanya saja menggunakan bantuan AI untuk berbicara.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Raka.
__ADS_1
“Jika mendengar penjelasan dari Dreamboat, pulau kecil terdekat dari posisi kita saat ini yakni Kepulauan Seribu.” kata Nara penuh percaya diri sambil melihat ke arah teman - temannya.
“Tapi itu tetap jauh dari sini, belum lagi banyak zombie di luar sana.” keluh Hana sambil merengek.
“Sebelum kita membicarakan hal itu kita perlu memisahkan toilet dan tempat kita untuk tidur seperti saat masa perang melawan bola alien!” pinta Naga ramah.
“Benar, ayo!” jawab Jihan setuju.
... Semua siswa kelas 12-2 saling bahu membahu untuk membuat toilet darurat di ruangan rekaman sementara ruangan siaran mereka gunakan sebagai tempat mereka untuk tidur. Setelah selesai membuat toilet darurat mereka kembali berkumpul sambil duduk di ruangan siaran merenungi hal yang baru saja mereka lewati. Sarah merasa berperang melawan para bola alien masih lebih baik daripada menghadapi zombie karena mereka harus kehilangan sekaligus membunuh teman mereka sendiri di waktu yang berdekatan demi keselamatan mereka....
... Dimana hal itu merupakan hal yang berat untuk mereka lakukan terlebih setelah semua yang mereka lalui bersama sampai saat ini. Naga mengajak semua teman - temannya untuk pergi dari sekolah menuju pulau Seribu besok pagi tapi Hana meminta mereka untuk mencoba pergi ke atap berharap ada helikopter penyelamat seperti serangan pertama para bola alien ke sekolah mereka. Tanpa pikir panjang Naga setuju dengan saran Hana yang membuat semua siswa kelas 12-2 juga langsung setuju dengan saran Hana....
“Kita akan menggunakan itu untuk mengalihkan perhatian mereka.” kata Naga sambil menunjuk speaker yang berada di salah satu sudut ruangan siaran.
“Apakah kita bisa hanya menyalakan sebagian speaker saja?” tanya Jihan memastikan.
“Iya kita bisa mengaturnya dari sini.” jawab Naga sambil menunjuk pengatur audio yang terdapat di ruangan siaran dan membuat semua teman - temannya mengangguk paham maksud dari rencana Naga.
“Untuk saat ini sebaiknya kita istirahat dulu!” pinta Naga ramah sambil melihat ke arah semua teman - temannya.
... Tidak lama setelah mereka sepakat tentang rencana besok, mereka semua langsung tertidur dengan posisi ternyaman yang berhasil mereka dapatkan. Nara tertidur dengan menyandarkan kepalanya di pundak kanan Naga sambil duduk berdua di lantai dekat jendela sementara para siswi lainnya tidur sambil duduk di kursi. Para siswa tidur di lantai berbaring bersebelahan satu sama lain selayaknya ikan dalam makanan kaleng....
__ADS_1