Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Surat Wasiat


__ADS_3

... Jihan, Nara, dan teman - teman kelas 12-2 lainnya terus berlatih segala hal yang diperlukan dalam peperangan. Perlahan tapi pasti kemampuan menembak serta bertahan hidup mereka semakin meningkat selayaknya seorang prajurit militer. Sementara para siswa dari berbagai sekolah terus berlatih para petinggi militer sedang melakukan rapat evaluasi dan perencanaan terhadap serangan para bola alien yang masih berlanjut hingga saat ini....


... Informasi tentang bola alien yang telah diketahui semakin banyak dan berharga sehingga para petinggi militer sudah menyiapkan berbagai rencana untuk melawan dan memusnahkan para bola alien yang masih tersisa. Saat ini bola alien dikategorikan menjadi tiga yakni bola alien kecil, sedang, dan besar. Dimana saat ini bola alien kecil dan sedang sudah terus menyerang umat manusia di seluruh dunia, tapi belum ada pergerakan dari bola alien besar....


...Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satu petinggi militer mengusulkan untuk mengerahkan pasukan cadangan siswa SMA guna memusnahkan para bola alien kecil hingga sedang. Mendengar hal itu Lintang cukup terkejut karena meskipun status para siswa sudah menjadi pasukan cadangan tapi kemampuan mereka belum berada di level yang sama dengan seorang prajurit terlatih. Namun petinggi militer lain yang mengetahui tentang Naga setuju dengan rencana tersebut dan meminta Lintang secara langsung untuk mengerahkan pasukan cadangan siswa kelas 12-2....


“Pada pukul 7 besok hari pasukan cadangan pleton dua dari kelas 12-2 SMA Juvenile Cendekia akan menjalankan operasi untuk memusnahkan bola alien.” kata sang komandan markas militer tegas yang membuat semua siswa yang mendengarnya kecuali Naga terkejut dan penuh tanya.


“Pleton dua akan meninggalkan kamp pada besok hari jam 7 untuk bergabung dengan batalion satu dari brigade ketiga dan melaksanakan operasi pembersihan. Tujuan operasi ini adalah melewati area pemukiman terdekat untuk melenyapkan sebanyak mungkin bola alien yang ada di sepanjang jalan.” jelas Lintang sang komandan pleton saat diminta sang komandan markas militer untuk menjelaskan.


“Seperti yang kalian tahu saat ini kita sedang dalam masa - masa sulit dan kita telah kehilangan banyak tentara. Kita sangat membutuhkan orang - orang yang bisa menembak memusnahkan para bola alien, jadi ingatlah bahwa saat ini kalian adalah seorang tentara.” lanjut sang komandan markas militer.


“Bagaimana dengan ujian seleksi masuk perguruan tinggi?” tanya Yoshua memastikan sambil mengangkat tangannya meminta izin bertanya.


“Setelah menyelesaikan operasi, kalian akan mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi sesuai jadwal. Jika kalian berhasil menjalankan operasi, kalian tidak hanya mendapatkan poin tambahan untuk ujian seleksi masuk perguruan tinggi tapi kalian juga akan kembali kepada keluarga kalian masing - masing.” jawab sang komandan markas besar tegas.


“Bubar!” perintah sang komandan markas besar setelah selesai memberitahu semua informasi yang dibutuhkan.


... Semua teman - teman Naga kesal mendapatkan perintah tersebut hingga tidak nafsu untuk makan malam yang membuat mereka hanya merenung, melihat makanan di depan mereka atau sedikit memainkan makanan di depan mereka. Beberapa dari mereka mendengar bahwa mereka diminta melaksanakan operasi pembersihna karena mereka adalah kelompok dengan anggota terbanyak. Naga yang sudah mengetahui hal tersebut ketika mereka semua dipanggil untuk menghadap sang komandan hanya menghabiskan waktu berdiri sambil memandangi bulan....

__ADS_1


“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Lintang penasaran yang tiba - tiba muncul dari belakang Naga sambil berjalan mendekati Naga.


“Aku? Aku hanya seorang siswa SMA biasa.” jawab Naga santai sambil terus melihat ke arah bulan di atasnya.


“Pada awalnya aku berpikir kamu hanya beruntung bisa menembak tepat mengenai target tiga kali secara berturut - turut. Namun setelah melihatmu yang begitu tenang saat serangan bola di sekolah, lalu mampu menembak para bola alien dengan sangat akurat tanpa keraguan, aku sadar kamu adalah seseorang yang terlatih.” kata Lintang yang membuat Naga melihat ke arahnya.


“Anda tidak perlu memikirkan hal itu Letnan.” jawab Naga sambil tersenyum dengan penuh hormat lalu pergi meninggalkan Lintang.


... Lintang masih penasaran akan identitas Naga sebenarnya, tapi karena ada pekerjaan yang harus segera dia selesaikan akhirnya dia pergi untuk kembali bekerja. Lintang dan Bima langsung mempersiapkan selembar kertas serta platik klip untuk diberikan kepada semua siswa dari pleton 2. Tidak lama kemudian Lintang memanggil Jihan dan menjelaskan terkait pembuatan surat wasiat untuk semua siswa di pleton 2....


... Mendengar penjelasan tersebut Jihan hanya mampu menahan perasaan sedihnya sambil berusaha untuk tidak menangis. Dengan terpaksa akhirnya Jihan membagikan kertas beserta plastik klip tersebut kepada semua teman - temannya tanpa terkecuali. Semua teman - teman Jihan kecuali Naga hanya mampu terdiam melihat kertas yang mereka pegang dengan tatapan ketakutan dan kebingungan....


“Hey, berhenti memarahinya!” pinta Teguh yang langsung berdiri membela Jihan.


“Kenapa? Dia adalah ketua kelas jadi seharusnya dia mewakili kita semua!” bentak Raka yang langsung berdiri sambil menunjuk semua teman - temannya.


“Apa kamu meminta poin tambahan juga untuk hal ini?” tanya Raka kesal sambil berjalan mendekati Jihan.


“Kamu saja yang mengisinya!” pinta Raka kesal sambil melemparkan kertas miliknya ke arah Jihan yang sejak tadi hanya tertunduk kebingungan.

__ADS_1


... Melihat hal itu Teguh langsung menarik kerah baju Raka untuk menghajarnya, tapi berhasil di cegah oleh beberapa teman laki - laki lainnya. Disisi lain Naga langsung melesat menghajar wajah Raka hingga mundur beberapa langkah dan langsung menendang Teguh. Ketika teman - teman laki - laki yang lain hendak menahan Naga dengan cepat Naga menghindar dan mendorong teman - temannya yang berusaha menghentikannya....


... Naga kembali berlari ke arah Raka yang kali ini Raka hendak memukul Naga tapi berhasil Naga hindari sambil memegang rahang bawah Raka lalu menggesernya hingga Raka tidak bisa berbicara. Setelah itu Naga langsung melihat ke arah Teguh yang membuat teman - teman laki - laki lainnya berusaha kembali menahan Naga tapi lagi - lagi gagal. Jihan yang melihat itu langsung memasang badan di depan Naga sambil memejamkan mata ketakutan tapi Naga langsung memutari tubuh Jihan dengan sangat cepat....


... Ketika Naga hendak menyerang Teguh Nara langsung memasang badan untuk menutupi tubuh Teguh yang membuat Naga berhenti menahan serangannya. Melihat kemampuan dan pergerakan Naga semua teman - temannya terkejut hingga terdiam membisu karena selama ini Naga yang mereka kenal adalah siswa yang tidak banyak berbicara dan tidak banyak tingkah. Raka yang terus menunjuk mulutnya sendiri karena tidak bisa berbicara membuat teman - teman di sekitarnya panik sementara Naga kembali melihat ke arah Raka....


“Hentikan Naga!” pinta Jihan yang langsung berdiri di depan Naga sambil meregangkan kedua tangannya.


“Apa kamu ingin Raka tidak bisa berbicara selamanya?” tanya Naga sambil menatap Jihan dengan tatapan dingin.


... Akhirnya Jihan membiarkan Naga berjalan melewatinya mendekati Raka sekalipun Raka ketakutan ketika Naga berdiri di hadapannya. Tanpa banyak bicara Naga langsung memegangi wajah Raka untuk mengembalikan rahang bawahnya agar bisa kembali berbicara. Raka langsung mencoba untuk berbicara kembali setelah Naga mengembalikan posisi rahang bawahnya ke tempat semula....


“Sebaiknya jaga ucapanmu! Jika kamu masih berbicara sembarangan, aku yang akan membunuhmu bukan bola alien di luar sana!” ancam Naga sambil menatap Raka dengan tatapan tajam nan dingin yang membuat semua teman - temannya merinding merasakan ketakutan.


... Naga langsung kembali ke kasurnya untuk mengambil kertas miliknya dan salah satu barang berharganya. Setelah memasukan barang yang dia keluarkan serta sehelai rambut miliknya Naga langsung memberikannya kepada Jihan dengan penuh sopan santun. Teman - teman yang lain hanya terdiam melihat Naga yang memberikan wasiat kepada Jihan saat Jihan memungut kertas wasiat milih Raka....


“Ini wasiatku, keluargaku akan mengerti pesan ini!” kata Naga sambil sedikit membungkuk penuh hormat lalu pergi meninggalkan tenda pleton 2.


... Jihan yang masih merasa serba salah menerima surat wasiat Naga sambil menahan tangis karena kebingungan. Ketika teman - teman yang lain masih menentang surat wasiat tersebut Jihan memutuskan untuk pergi meninggalkan tenda pleton 2. Jihan hanya mampu terduduk di sebuah bangunan tidak jauh dari tenda pleton 2 sambil tertunduk kebingungan....

__ADS_1


... Ketika malam semakin larut semua siswa pleton 2 tidak bisa tidur karena memikirkan operasi yang akan mereka jalankan keesokan paginya. Akhirnya mereka semua kembali berkumpul sambil menuliskan surat wasiat masing - masing dipimpin oleh Jonathan lalu memberikannya kepada Jihan. Ketika mendengar suara pembicaraan dari dalam tenda pleton 2, Lintang bersama Bima langsung membuka pintu tenda dan melihat semua siswa pleton 2 yang masih terbangun serta mengobrol....


__ADS_2