Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Asosiasi


__ADS_3

... Tanpa ragu Sloth langsung menancap gas hinga akhirnya mobil yang dia kendarai menabrak satelit buatan dan membuat satelit buatan tersebut hancur tak tersisa. Elle dan Naga yang mengamati proses pengunggahan Aries yang gagal dari dalam truk para ******* langsung mengambil prototipe Aries lalu keluar dari truk tersebut. Elle melompat keluar terlebih dahulu ke mobil lapis baja yang dikendarai oleh Wrath sedangkan Naga baru melompat kala truk tersebut hendak jatuh ke dalam jurang yang membuat Pride dengan sigap melakukan manuver agar Naga bisa berpegang kepada sayap belakang mobil yang dikendarai Pride....


“Kamu baik - baik saja Naga?” tanya Pride sambil tersenyum bangga menatap Naga yang sedang rebahan di atas tanah.


“Terima kasih Pride.” jawab Naga sambil tersenyum lega.


“Kita berhasil Naga! (dalam bahasa Jepang)” kata Elle ketika turun dari mobil lapis baja dan langsung memeluk Naga sambil tersenyum bahagia.


... Setelah Sloth dan Gluttony kembali ke bumi, Naga, Wrath, Pride, Greed, Gluttony, Sloth, dan Elle langsung pulang ke Indonesia. Elle ikut pulang ke Indonesia karena Naga berencana membagi dan menyimpan salah satu bagian proyek Aries di markas klan Gensai sementara satu potongan lainnya akan di serahkan ke BIN yang nanti akan berkoordinasi dengan interpol. Nara yang mendapat kabar dari Naga bahwa dirinya mau pulang kembali ke Indonesia berniat menjemput Naga di bandara tapi Naga meminta Nara untuk menunggunya di markas klan Gensai....


“Naga!” sapa Nara yang langsung memeluk Naga dengan penuh kehangatan setibanya Naga di markas klan Gensai.


“Nara perkenalkan ini Elle dan Elle ini Nara! (dalam bahasa Inggris)” kata Naga setelah melepas pelukannya dari Nara.


“Senang akhirnya bisa bertemu kak Nara! (dalam bahasa Inggris)” kata Elle sambil tersenyum ramah menjabat tangan Nara.


“Sebenarnya aku ingin bertemu kak Nara ketika kak Nara sedang berada di Osaka, Jepang beberapa Minggu yang lalu bersama kak Naga tapi saat itu aku sedang ada kegiatan sehingga aku tidak bisa menemui kak Nara! (dalam bahasa Inggris)” jelas Elle sambil tersenyum ramah menatap Nara.

__ADS_1


... Seharian Nara menghabiskan waktu bersama Naga di markas klan Gensai terpotong kala BIN dan interpol datang untuk mengambil salah satu potongan prototipe Aries untuk diamankan di salah satu fasilitas rahasia interpol. Setelah beristirahat satu malam Elle kembali ke Osaka, Jepang untuk melanjutkan kehidupannya seperti sedia kala. Liburan semester tiga Nara hanya menghabiskan waktu bersama Naga karena mendapat kabar bahwa Naga telah tiada meskipun hanya beberapa Minggu merupakan hal yang paling berat yang pernah dilalui oleh Nara selama dia hidup....


“Selamat pagi Nara! Bagaimana kabarmu?” sapa profesor Gamal sambil tersenyum ramah ketika mereka bertemu hendak ke kelas masing - masing di hari pertama semester empat.


“Pagi prof, saya sehat dan baik prof, bagaimana dengan prof sendiri?” tanya balik Nara sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat.


“Saya juga baik dan saya senang melihat kamu datang ke kampus kembali dengan penuh senyuman. Apakah faktanya bahwa Naga masih hidup?” tanya profesor Gamal sambil tersenyum menatap Nara.


“Benar prof.” jawab Nara sambil tersenyum lega.


... Kehidupan perkuliahan Nara kembali berjalan seperti biasa dengan tantangan yang tentu berbeda karena saat ini Nara sudah memasuki semester empat dalam perkuliahannya. Beberapa Minggu kemudian ada sebuah berita dimana seorang pendeta di tembak mati ketika sang pendeta hendak pergi menggunakan mobilnya dengan senjata api dari dekat. Hal itu cukup menjadi perhatian publik karena hal tersebut jarang terjadi di Indonesia apalagi korban merupakan salah satu pemuka agama dan orang - orang disekitar korban tidak ada yang mengetahui motif yang jelas untuk terjadinya pembunuhan kepada korban....


... Naga mulai penasaran dan ikut menyelidiki kasus penembakan yang terjadi ketika terjadi penembakan kepada seorang ibu rumah tangga tepat mengenai jantungnya. Kasus penembakan yang terjadi kepada ibu rumah tangga ini mulai membuat masyarakat panik mengingat target dari kasus penembakan tersebut random sehingga masyarakat berpikir penembakan ini adalah kasus penembakan acak dan meminta pihak kepolisian segera untuk menyelesaikan kasus ini. Sementara BIN sudah mengetahui bahwa kasus penembakan yang terjadi berhubungan dengan satuan khusus BIN yang sempat dibentuk sekitar tahun 2000 - 2003 dimana satuan tersebut dikenal dengan nama ‘Asosiasi’ karena semua anggotanya berasal dari anak yatim piatu yang tidak memiliki keluarga satupun....


... Setelah beberapa jam membaca berkas ketiga korban dan memperhatikan foto - foto jasad korban dengan seksama Naga menyadari bahwa para korban merupakan orang - orang yang berasal dari kelompok yang sama. Ketika Naga mencari tahu tentang kelompok para korban Naga menemukan sebuah foto dan berkas - berkas terkait kelompok yang dikenal dengan nama ‘Asosiasi’. Naga langsung memeriksa sebuah foto dimana semua anggota ‘Asosiasi’ sedang berfoto bersama untuk mencari tahu kemungkinan target selanjutnya dari kasus penembakan tersebut....


... Naga mendapatkan informasi bahwa dari foto semua anggota ‘Asosiasi’ yang Naga minta untuk selidiki tersisa tiga orang yang masih hidup dimana salah satu anggota wanita yang masih hidup saat ini bekerja untuk BIN sebagai kepala salah satu tim unit tugas BIN. Satu orang pria yang masih hidup masih aktif sebagai anggota ‘Asosiasi’ yang saat ini dikenal dengan nama ‘Asosiasi Baru’ dan satu orang wanita yang masih hidup berkuliah di jurusan HI UI yang menjadi salah satu senior Nara di kampus. Mengetahui hal itu Naga fokus mencari tahu tentang wanita yang menjadi senior Nara di kampus lalu menghubungi salah satu petinggi BIN yang Naga kenal....

__ADS_1


“Aku tahu kasus penembakan yang terjadi akhir - akhir ini merupakan masalah internal BIN dan aku percaya pasti BIN bisa menyelesaikan masalah ini. Namun ada salah satu dari kalian yang bisa membahayakan kekasihku dan aku ingin melenyapkan resiko tersebut.” kata Naga dari balik telepon.


“Bisakah kita bertukar informasi Naga?” tanya salah satu petinggi BIN yang Naga kenal dari balik telepon.


“Tentu.” jawab Naga yang langsung mengirimkan informasi yang dia punya begitupun dengan petinggi BIN yang Naga kenal.


... Setelah bertukar informasi Naga mengetahui bahwa pendeta yang tewas dibunuh oleh karyawan swasta yang tewas selanjutnya, sementara sang ibu rumah tangga yang tewas telah terkonfirmasi dibunuh oleh pria yang masih hidup dari foto yang diselidiki oleh Naga. Pihak BIN terkejut karena masih ada salah satu anak dari ‘Asosiasi’ lama yang masih hidup dan berkuliah di UI menjadi salah satu senior dari Nara. Pihak BIN juga mengkonfirmasi bahwa wanita dari ‘Asosiasi’ lama yang memiliki kode nama ‘Wind’ tidak akan membahayakan Nara dan berada dipihak BIN untuk menyelesaikan kasus ini....


“Bisakah aku menyerahkan 27 kepada anda Naga?” tanya petinggi BIN memastikan.


“Tentu, dengan atau tanpa anda minta aku akan menghilangkan resiko yang berada di sekitar Nara!” jawab Naga tegas penuh tekad.


... Keesokan harinya saat jam makan siang Naga pergi ke kampus Nara bersama tujuh pengawal pribadinya tanpa membawa senjata. Nara yang terkejut melihat Naga langsung menghampiri Naga tapi Naga hanya membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan sambil tersenyum dan meminta Nara untuk menunggu sebentar. Lust dan Envy duduk di meja yang sama dengan Nara untuk melindungi Nara sementara Wrath, Pride, Greed, Gluttony, dan Sloth berjaga di setiap pintu masuk menuju kantin FISIP....


“Apa kamu yakin cukup cepat untuk membunuhku dengan garpu dihadapanmu?” tanya Naga sambil menatap Yura alias 27 dengan tajam setelah Naga duduk di depan Yuri yang membuat Yura mendekatkan sebuah garpu dalam jangkauannya.


“Ah maaf kalau salah paham karena aku baru selesai makan siang.” jawab Yura pura - pura tidak mengerti.

__ADS_1


“Aku tidak berniat basa basi karena aku tahu yang kamu inginkan dan aku bisa merenggut itu semua darimu! Aku bisa menjadi sangat kejam jika seseorang yang sangat berharga bagiku dilibatkan dalam sesuatu yang sangat berbahaya!” kata Naga sambil menatap tajam Yura yang membuatnya tidak punya pilihan.


__ADS_2