
... Leta Karen menjelaskan bahwa tidak ada kata lain selain pengecut untuk menggambarkan perilaku dari pelaku yang membunuh wanita tidak berdaya kala mereka sedang seorang diri. Leta juga menceritakan bahwa remaja yang membunuh lebih banyak manusia daripada wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia dalam satu malam membunuh pria kuat dalam kondisi pria dengan jumlah banyak. Saking banyaknya korban yang jatuh pada malam itu banyak orang tidak percaya bahwa para korban dibunuh oleh seorang remaja bermodalkan sebilah pedang hingga mereka berpikir bahwa cerita tersebut hanyalah bualan semata....
... Namun jika cerita tersebut hanyalah bualan semata maka cerita itu akan hilang dimakan waktu dan kenyataannya cerita itu terus terdengar hampir di setiap pelosok dunia. Masyarakat di sekitar desa tempat para korban menjadi saksi atas kebrutalan dari remaja tersebut tapi mereka juga tidak berani menceritakan tentang remaja tersebut karena mereka semua ketakutan melihat dan merasakan hawa keberadaan dari remaja tersebut. Akhirnya kasus tersebut ditutup dengan kesimpulan bahwa pembunuhan malam itu terjadi karena peperangan antar gangster yang membuat dua kubu gangster kehilangan banyak anggotanya....
... Mendengar cerita itu sang pelaku terkejut dan hanya mampu terdiam karena merinding ketakutan. Leta Karen menegaskan bahwa sang pelaku hanyalah pembunuh menyedihkan yang tidak akan pernah mendapatkan apapun dari kejahatan yang dia lakukan selain kehinaan itu sendiri. Setelah mengucapkan hal itu Leta Karen langsung berdiri dan berjalan ke luar ruangan diikuti oleh Naga tapi sebelum Naga keluar dari ruangan tersebut Naga menatap sang pelaku dengan tatapan dinginnya. Hal itu membuat sang pelaku ketakutan dan menyadari bahwa orang yang diceritakan Leta Karen adalah orang yang sejak tadi duduk dimeja sebelah sekaligus yang menghajar dirinya ketika hendak melakukan pembunuhan di sekitar kampus UI....
... Setelah pelaku pembunuh berantai tertangkap masyarakat Indonesia kembali merasa aman dan lega termasuk teman - teman Naga dari kelas 12-2 yang khawatir akan keselamatan Yuna dan Jihan. Mereka percaya bahwa Naga pasti akan selalu melindungi Nara tapi belum tentu dapat tepat waktu menolong Yuna ataupun Jihan meskipun mereka berdua satu kampus dengan Nara. Seperti biasa liburan semester genap Naga bersama siswa kelas 12-2 berkumpul untuk memperingati kematian teman - teman mereka yang gugur....
... Pada kesempatan kali ini Teguh mengajak mereka semua untuk bermain air soft gun karena mereka telah lama tidak memegang senapan dan menembak bersama sekaligus bernostalgia dengan kenangan mereka saat perang melawan para bola alien. Tanpa ragu semua siswa kelas 12-2 langsung setuju tapi Raka berpendapat bahwa mereka semua pasti ingin satu tim dengan Naga karena ingin menang yang membuat semua orang kembali berpikir tentang usulan Teguh bermain air soft gun. Naga mengusulkan untuk membentuk tiga tim dimana dia sendirian dan tim yang lain terdiri dari siswa kelas 12-2 yang dibagi menjadi dua tim....
“Tetap saja kemampuanmu di atas manusia normal Naga, sebelum bermain kita sudah tahu siapa yang akan menang meskipun kamu sendirian!” kata Raka dalam grup chat kelas 12-2.
“Kalau begitu aku akan sendirian dan berdiam diri disuatu tempat tidak boleh bergerak dari area kecil tersebut. Dengan catatan aku yang akan menentukan area kecil tersebut dan masuk ke dalam area pertempuran paling dahulu untuk menentukan area tersebut, bagaimana?” tanya Naga di grup chat kelas 12-2.
__ADS_1
“Aku setuju, dengan Naga hanya berdia di satu area kecil akan meningkatkan kemungkinan kita mengalahkan Naga.” balas Julian diikuti Resa dan Nara yang juga setuju dengan usul Naga.
... Keesokan harinya Naga bersama teman - teman dari kelas 12-2 kembali berkumpul di tempat permainan air soft gun dan mereka semua langsung berganti pakaian ke pakaian militer lengkap dengan rompi target di dada mereka masing - masing. Mereka semua saling memuji penampilan satu sama lain karena sudah lama mereka tidak berpakaian seperti itu kecuali Naga dan mengingat kembali momen kebersamaan mereka saat berperang melawan para bola alien. Setelah semuanya siap Naga diberik waktu lima menit untuk memilih area tempat dia akan bersembunyi di dalam area permainan air soft gun....
... Lima menit berlalu kedua tim mulai berjalan ke kedua sisi area permainan sebelum permainan dimulai. Tim 1 terdiri dari Nara, Teguh, Diki, Jihan dan Deby sementara Tim 2 terdiri dari Resa, Julian, Vivi, Yuna, Hana, dan Raka. Ketika permainan dimulai kedua tim mulai bergerak berpencar tapi masih bisa saling melihat satu sama lain....
... Pengalaman mereka saat berperang melawan para bola alien masih terlihat dari setiap langkah yang mereka ambil dengan penuh kewaspadaan dan selalu siap untuk menembakan senjata mereka masing - masing. Naga yang sedang berkamuflase mulai melihat beberapa teman - temannya dari kedua tim tapi kedua tim tersebut tidak ada satupun yang menyadari keberadaan Naga. Naga dengan sangat hati - hati dan penuh perhitungan menembak ke arah Hana yang membuat Hana keluar dari permainan setelah rompi targetnya terkena peluru Naga....
“Itu peluru Naga!” kata Raka melihat cat kuning di rompi target milik Hana.
...Melihat tim 2 yang bergerak memeriksa perimeter Naga berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun membuat tim 2 tidak bisa menemukan Naga yang sedang berkamuflase. Dengan penuh pertimbangan Naga langsung menembak Deby yang membuat Deby keluar dari permainan setelah rompi targetnya terkena peluru Naga. Tembakan Naga tersebut membuat tim 1 dan tim 2 mulai menyadari keberadaan kedua tim tersebut masing - masing serta mulai saling menembak satu sama lain....
... Di tengah tim 1 dan tim 2 yang saling menembak satu sama lain Naga dengan tenang membidik serta menembak Yuna hingga Yuna keluar dari permainan. Kemudian Naga menembak Diki dan Raka yang membuat mereka berdua juga keluar dari permainan sehingga kedua tim tersisa hanya tiga orang saja. Mengetahui Naga berhasil mengeluarkan anggota tim mereka satu persatu akhirnya kedua tim menghentikan kontak senjata untuk fokus mengamati sekitar dengan penuh kewaspadaan dan bersiap siaga untuk menembak....
__ADS_1
“Semua anggota timku yang kalah karena peluru Naga!” teriak Teguh yang bersembunyi di balik sebuah pohon.
“Kami juga!” jawab Julian yang juga bersembunyi di balik sebuah pohon.
“Sebaiknya kita harus mengalahkan Naga terlebih dahulu!” usul Julian ketika anggota tim yang lainnya mengamati sekitar dengan penuh konsentrasi.
“Setuju!” jawab Jihan setelah melihat ke arah Nara dan Teguh yang mengangguk sepakat dengan usul Julian.
... Ketika tim 1 dan tim 2 mulai bekerja sama mencari Naga terlebih dahulu, Naga langsung mengamati serta memperhitungkan serangan berikutnya dengan cermat agar posisinya tidak diketahui oleh kedua tim lawan. Saat mendapat kesempatan Naga langsung menembak Vivi dan Teguh secara bergantian hingga mereka berdua kalah dalam permainan. Melihat peluru Naga yang menempel dipunggu Vivi dan Teguh membuat mereka sadar bahwa Naga selalu mengincar sisi belakang mereka....
“Semuanya saling berpunggungan!” pinta Julian tegas.
...Nara dan Jihan saling berpunggungan satu sama lain sementara Julian bersama Resa saling memunggungi satu sama lain sambil bergerak mencari Naga. Naga dengan sabar menunggu waktu yang tepat lalu menembak dada Julian dan membuatnya keluar dari permainan. Menyadari kali ini Naga menembak dari arah depan Resa, Jihan, dan Nara langsung saling memunggui satu sama lain sambil berjalan mencari Naga ke arah selatan dari posisi mereka....
__ADS_1
... Naga berdiam diri tidak bergerak sedikitpun sehingga ketika mereka bertiga melewati Naga tidak ada satupun dari mereka yang menyadari keberadaan Naga dan dengan cepat Naga manfaatkan untuk menembak punggung Jihan. Setelah Jihan keluar dari permainan Nara dan Resa saling memunggui satu sama lain sambil bergerak ke arah timur mereka menjauhi posisi Naga. Naga langsung menembak dada Resa yang membuat Resa keluar dari permainan dan menyisakan Nara seorang yang kebingungan mencari keberadaan Naga berdasarkan arah tembakan Naga....
... Naga memiliki banyak kesempatan untuk menembak Nara tapi dirinya tidak bisa melakukan hal itu sekalipun ini hanya sebuah permainan sehingga Naga berulang kali hanya membidik tanpa menembak. Akhirnya setelah membulatkan tekad Naga langsung berdiri dari tempat persembunyiannya dan menembak dada Nara yang membuat Nara keluar dari permainan. Naga berhasil memenangkan permainan air soft gun meskipun seorang diri sekaligus membuat teman - temannya yang menyaksikan lanjutan pertandingan di kamera CCTV terkejut mengetahui posisi Naga karena beberapa diantara mereka sempat melewati semak - semak tersebut....