
... Lucas berusaha mengejar Nara yang berlari pergi, tapi Nara langsung naik taksi menuju markas klan Gensai sambil meneteskan air mata tanpa menunggu dan menjelaskan kepada Lucas. Nara langsung mencari kontak Naga di handphonenya lalu menelpon Naga tapi karena Naga sedang tidak dekat dengan handphone miliknya Naga tidak mengetahui bahwa Nara menghubungi dirinya. Nara baru menyadari kontak Naga dihandphone miliknya bernama Naga Gensai sehingga dia tidak menyadari bahwa sebenarnya Naga adalah kekasihnya selama ini....
“Permisi Pak, bisakah saya bertemu dengan Naga!” pinta Nara penuh harap sambil meneteskan air mata.
“Apakah anda sudah membuat janji?” tanya Zebro ramah yang menahan rasa ibanya karena Zebro berpikir bahwa Nara masih lupa ingatan.
“Belum Pak, tapi saya mohon izinkan saya bertemu dengan Naga! Apa bapak lupa dengan saya?” pinta Nara sambil terus menangis yang membuat Zebro sadar bahwa ingatan Nara sudah pulih.
“Mohon tunggu sebentar!” pinta Zebro yang langsung menghubungi tujuh pengawal Naga yang pada saat itu diterima oleh Lust.
... Mendengar bahwa Nara berada di gerbang depan markas klan Gensai, Naga langsung pergi untuk menjemput Nara. Ketika Nara melihat Naga yang baru turun dari mobil, Nara langsung berlari memeluk Naga sambil menangis meminta maaf. Naga membalas memeluk Nara dengan penuh kahangatan menyadari bahwa ingatan Nara sudah pulih sepenuhnya....
“Aku membencimu!” kata Nara setelah melepas pelukannya dari Naga sambil memukul dada kiri Naga penuh kelembutan.
“Kenapa kamu membenciku Nara?” tanya Naga terkejut sambil menatap Nara yang sedang menghapus air matanya sambil tertunduk cemberut.
“Kamu membuatku tidak bisa menghabiskan waktu bersamamu selama dua bulan terakhir!” jawab Nara sambil menatap Naga manja.
“Kenapa kamu tidak mengatakan kepadaku bahwa kamu adalah kekasihku? Kamu memiliki banyak kesempatan untuk mengatakan hal itu, tapi kenapa tidak kunjung kamu katakan bahkan sampai saat ini?” tanya Nara sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.
“Gara - gara aku kamu harus terbaring di rumah sakit hingga hilang ingatan dan ketika kamu sudah mulai kembali menajalni aktivitas seperti biasa, aku tidak ingin merusak kebahagaianmu karena kamu berhak untuk menjalani kehidupan normal yang lebih aman seperti mahasiswa pada umumnya!” jawab Naga sambil menatap Nara dalam - dalam.
“Menyebalkan!” kata Nara sambil terus memukul dada Naga berkali - kali dengan penuh kelembutan yang membuat Naga langsung memeluk Nara dengan penuh kasih sayang sambil tersenyum lega.
“Aku akan menginap di markas klan Gensai mengganti waktu yang terbuang tanpa bersamamu!” pinta Nara manja yang membuat Naga terkejut hingga melepaskan pelukannya dari Nara.
__ADS_1
“Apa tidak boleh?” tanya Nara memastikan sambil menatap Naga penuh harapa.
“Tentu boleh, tapi kita memerlukan izin dari Ibumu!” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.
... Naga langsung pergi bersama Nara menuju rumah Nara untuk meminta izin kepada Mamahnya Nara menginap di markas klan Gensai sambil membawa beberapa barang pribadi Nara. Tanpa pikir panjang Mamahnya Nara langsung mengizinkan Nara untuk menginap di markas klan Gensai yang membuat Nara tersenyum penuh kebahagiaan dan memeluk Mamahnya. Mamahnya Nara juga langsung tersenyum lega menatap Naga sambil mengusap pundak kanan Naga setelah mendengar bahwa ingata Nara sudah pulih seutuhnya....
... Ketika Nara telah selesai mengemas beberapa barang pribadinya Nara melihat Naga yang mengobrol dengan cukup akrab dengan Mamahnya dan membuat Nara sedikit terkejut karena sejauh yang dia ingat Naga belum pernah bertemu dengan Mamahnya. Mamahnya menceritakan bahwa selama Nara tidak sadarkan diri Naga selalu merawat dan menjaga Nara setiap harinya bergantian dengan Mamahnya terkadang Jihan dan Yuna juga datang untuk membantu. Setelah mendengar hal itu Nara langsung menatap Naga dengan mata berkaca - kaca lalu menanyakan kenapa selama Nara hilang ingatan Mamahnya tidak pernah menceritakan tentang Naga....
“Itu semua bukan salah Ibumu Nara, aku yang meminta Ibumu untuk tidak menceritakan tentang hubungan kita sebelum kamu tidak sadarkan diri. Aku sangat berharap bahwa kamu tidak akan pernah lagi tidak sadarkan diri akibat ledakan ataupun hal - hal berbahaya karena aku.” kata Naga sambil menatap Nara penuh penyesalan dan merasa bersalah.
“Kapan kamu akan percaya kepadaku bahwa kebahagiaanku adalah bersama kamu? Aku bersumpah kemanapun kamu pergi aku akan selalu mendukungmu dan menunggumu karena aku sudah berjanji kepadamu bahwa aku akan selalu jadi rumahmu tempatmu untuk kembali Naga!” kata Nara yang langsung memegang kedua tangan Naga sambil meneteskan air mata.
“Maafkan aku Nara.” jawab Naga merasa beralah.
“Karena aku tidak bisa menyuruhmu untuk mencintaiku.” jawab Naga sambil menghapus air mata di pipi Nara yang membuat Nara langsung memeluk Naga dengan penuh kasih sayang.
... Setelah pamit kepada Mamahnya, Nara dan Naga langsung kembali ke markas klan Gensai. Kedatangan Naga dan Nara di markas klan Gensai langsung disambut oleh Lust yang langsung mengantarkan mereka ke kamar yang akan digunakan oleh Nara selama berada di markas klan Gensai. Naga langsung mengajak Nara untuk melihat - lihat kamarnya dan memastikan Nara bisa nyaman tinggal di kamar tersebut....
“Apa ada yang kamu perlukan Nara?” tanya Naga memastikan dengan lemah lembut sambil menatap Nara.
“Apa kita tidak bisa tidur berdua seperti di Osaka, Naga?” tanya Nara sambil menatap Naga penuh harap yang membuat Lust dan Naga terkejut.
“Jika kamu berbicara seperti itu semua orang yang mendengarnya akan salah paham.” kata Naga berusaha meluruskan pembicaraan sambil melihat ke arah Lust yang tersenyum jahil menatap Naga.
“Secara teknis kita memang tidur berdua, kamu menjadikan pahaku sebagai bantalan sementara aku tidak bisa tidur di kamar ketika sedang berada di luar markas klan Gensai bersama kak Yuri dan kamu.” lanjut Naga sambil melihat ke arah Lust sementara Lust masih tersenyum jahil menatap Naga.
__ADS_1
“Meskipun Naga satu generasi denganmu tapi beberapa pemikirannya sangat tradisional dan komitmennya tidak perlu diragukan lagi.” kata Lust sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Aku mengerti Lust.” jawab Nara sambil tersenyum bahagia.
“Kalau begitu tolong temani aku hingga tertidur!” pinta Nara manja sambil menatap Naga penuh harap.
... Tidak lama kemudian Nara langsung menggosok giginya sebelum tidur ketika Lust pergi meninggalkan kamar Nara. Naga duduk di tepi kasur menemani Nara yang mulai berbaring untuk tidur sambil membelai rambut di salah satu telinga Nara dan mengobrol santai. Perlahan mata Nara mulai tertutup dan setelah Nara tertidur, Naga kembali ke kamarnya untuk tidur juga....
... Keesokan paginya Nara bangun pagi untuk ikut berolahraga bersama Naga dan menemani Naga di setiap aktivitas rutin paginya. Yuri yang baru ikut ketika sedang sarapan tersenyum bahagia melihat Naga dan Nara yang selalu bersama di markas klan Gensai terlebih setelah mendengar bahwa ingata Nara sudah pulih seutuhnya. Setelah selesai sarapan dan membersihkan diri masing - masing, Naga pergi untuk mengantarkan Nara ke kampus....
“Naga, ayo ikut aku sebentar!” pinta Nara yang langsung menarik tangan Naga ketika Naga hendak pamit pulang setelah mengantarkan Nara.
“Kak Lucas!” pangil Nara setelah menghampiri Lucas.
“Nara kamu baik - baik saja?” tanya Lucas cemas sambil melihat ke arah Nara dan Naga bergantian.
“Kak Lucas aku mau mengucapkan terima kasih karena selama aku hilang ingatan kakak selalu ada untuk aku, tapi maaf aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita karena hubungan kita tumbuh kembang kala aku sedang hilang ingatan.” kata Nara yang langsung membuat Lucas terkejut.
“Aku mengerti, aku pikir aku bisa menggantikan Naga di hatimu baik saat hilang ingatan ataupun saat ingatanmu sudah pulih tapi tampaknya aku gagal ya.” kata Lucas sambil tersenyum berlapang dada.
“Kak Lucas tidak gagal karena jika aku tidak hilang ingatan aku tidak akan membuka hati untuk laki - laki lain selain Naga, maafkan aku yang hilang ingatan cukup lama.” jawab Nara merasa bersalah.
“Kamu tidak perlu meminta maaf Nara, itu bukan sesuatu hal yang bisa kita kendalikan.” kata Lucas sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Semoga kalian bisa terus bahagia ya!” lanjut Lucas sambil tersenyum melihat ke arah Nara dan Naga bergantian.
__ADS_1