
... Tim pencari langsung menduga bahwa Charlie memanipulasi surat suara agar mereka tetap bertahan dan melanjutkan operasi pembersihan. Tapi Deby dan Nara tidak sepakat dengan dugaan tersebut sekalipun Vivi sudah memegang bukti kuat surat suara miliknya sendiri. Vivi yang kesal langsung menganggap semua penderitaan yang dia alami selama ini akibat ulah Charlie yang membuat Ilham langsung marah kepada Vivi....
... Deby mulai berpikir bahwa Charlie akhir - akhir ini bersikap aneh dan jadi lebih pendiam. Yoshua berpikir mungkinkah Charlie bunuh diri karena merasa bersalah ataupun depresi dengan situasi yang mereka hadapi saat ini. Namun Kevin teringat dengan tekad Charlie yang terus berjuang untuk meluluhkan hati Nara langsung menyangkal pemikiran bahwa Charlie bunuh diri....
... Tidak lama setelah tim penyerbu kembali ke markas, tim pencari juga sudah kembali ke markas dengan ekspresi penuh duka yang membuat semua orang cemas. Beberapa saat kemudian Naga dan Ilham membawa mayat Charlie di atas tandu yang membuat semua siswa pleton 2 menangis penuh kesedihan atas kepergian Charlie. Dengan penuh kesedihan dan air mata semua siswa pleton 2 menguburkan jasad Charlie tidak jauh dari markas mereka saat ini....
“Apa ini?” tanya Jihan berpura - pura tidak tahu ketika melihat beberapa surat suara yang ditunjukan oleh Kevin kepadanya di depan semua orang.
“Surat suara yang dimiliki oleh Charlie.” jawab Kevin yang masih dalam duka.
“Tolong katakan kenapa Charlie memiliki semua ini?” lanjut Charlie sambil menatap Jihan penuh tanya.
“Aku memilih untuk pulang saat pemungutan suara kemarin, fakta bahwa Charlie menyembunyikan ini adalah untuk memanipulasi surat suara agar seolah - olah banyak dari kita yang memilih untuk tetap tinggal.” kata Vivi kesal sambil memegang surat suara miliknya yang diberikan Kevin kepada Jihan.
“Aku meminta Charlie untuk menghancurkan surat suara pasti karena itu dia masih menyimpannya.” kata Jihan berdalih.
“Lalu kenapa hanya surat suara yang ingin pulang yang masih dia pegang?” tanya Yoshua memastikan sambil menatap Jihan curiga.
... Mendengar hal itu membuat para siswa pleton 2 saling mencurigai satu sama lain dengan alasan bahwa surat suara telah dimanipulasi. Vivi yang biasanya diampun marah yang membuat Teguh juga ikut marah hingga terjadi adu mulut diantara mereka berdua. Namun Jonathan berhasil melerai mereka dan mengalihkan diskusi mereka pada saat itu kepada kronologi kematian Charlie....
“Aku mendengar Charlie bertengkar sebelum terjatuh hingga tewas.” kata Kevin yang membuat semua orang terkejut dan melihat ke arah Kevin.
__ADS_1
“Mungkinkah itu bukan sebuah kecelakaan?” tanya Kevin ragu - ragu.
... Mendengar perkataan Kevin membuat semua siswa semakin saling mencurigai satu sama lain sementara Naga hanya menyimak dengan tenang. Vivi meminta mereka semua untuk menyelesaikan permasalahan manipulasi surat suara terlebih dahulu karena sudah ada bukti jelas tentang hal itu. Jihan yang didesak oleh Vivi membuat Teguh dan Julian meminta Vivi untuk membicarakannya dengan baik - baik tapi hal itu justru membuat semua orang jadi semakin mencurigai Jihan, Julian dan Teguh secara bersamaan....
... Nara mengingatkan semua teman - temannya untuk tetap berdiskusi dengan tenang karena mereka semua saat ini sudah sangat emosi satu sama lain. Namun perkataan Nara tidak digubris oleh siapapun terutama oleh Raka dan Vivi. Raka yang terus mendesak Jihan membuat Teguh marah yang membuat mereka beradu mulut....
...Ketika Teguh hendak memukul Raka tiba - tiba Nara menahan tangan Teguh yang membuat Teguh secara tidak sengaja memukul wajah Nara. Melihat hal itu Kevin langsung berusaha menhajar Teguh, tapi dengan cepat Naga menarik Teguh lalu memukul perutnya dengan pukulan satu inchi khas Bruce Lee yang membuat Teguh terpental cukup jauh. Teguh langsung tersungkur kesakitan sambil berguling memegangi perutnya sendiri sementara siswa pleton 2 yang lain langsung berdiri terdiam melihat ke arah Naga....
“Perhatikan arah tinjumu!” pinta Naga sambil melihat ke arah Teguh dengan tatapan dingin tapi penuh ketenangan.
“Nara apa kamu baik - baik saja?” tanya Naga penuh kelembutan sambil memeriksa wajah Nara yang terkena pukulan Teguh.
“Apa maksudnya?” tanya Hana memastikan sambil melihat ke arah Ilham.
“Aku dan Charlie telah memanipulasi surat suara selama ini.” kata Ilham sambil melihat semua teman - temannya dengan mata berkaca - kaca.
... Mendengar hal itu para siswa pleton 2 mengungkapkan ketidak percayaannya dan kekesalan mereka kepada Ilham. Terlebih setelah mendengar alasan Ilham yang ingin membunuh semua bola alien dengan melibatkan semua teman - temannya dari pleton 2. Kemarahan siswa pleton 2 sekarang berganti kepada Ilham yang membuat Ilham menerimanya dengan berlapang dada karena dirinya juga merasa bersalah kepada semua teman - temannya....
“Bagaimana kalian berdua melakukan semua itu? Butuh lebih dari kalian berdua untuk merekaya surat suara.” tanya Jonathan yang membuat Ilham terdiam membisu.
“Ketua dan wakil ketua kelas.” jawab Naga dingin yang langsung bangkit berdiri dan membuat semua siswa pleton 2 langsung melihat ke arah Jihan dan Julian.
__ADS_1
“Teman - teman maafkan aku.” kata Jihan yang tertunduk merasa bersalah dengan mata berkaca - kaca dan membuat Julian berdiri di sampingnya mengaku bersalah.
... Pada awalnya semua siswa pleton 2 tidak ingin mempercaiyai hal itu tapi Jihan dan Julian sudah meminta maaf sambil menunjukan rasa bersalah mereka di depan semuanya. Seketika semua siswa pleton 2 menangis sambil melihat ke arah Jihan berharap ucapan Naga tidak benar. Mendengar teman - temannya yang meminta Jihan untuk menjelaskan alasan mereka melakukan semua ini membuat Jihan, Julian, dan Ilham terdiam membisu ragu....
“Sejak kapan kamu mengetahui ini Naga? Kenapa kamu tidak memberi tahu kami semua?” tanya Jonathan sambil menatap Naga penasaran yang membuat semua siswa pleton 2 ikut melihat ke arah Naga.
“Sejak pertama rencana manipulasi surat suara disusun oleh mereka berempat.” jawab Naga dingin sambil melihat ke arah Jonathan.
... Naga menceritakan pada malam itu dirinya hendak pergi ke toilet dan secara tidak sengaja mendengar bahwa ujian seleksi masuk perguruan tinggi tahun ini di batalkan tapi poin tambahan tetap berlaku dan akan digunakan untuk ujian seleksi masuk perguruan tinggi tahun selanjutnya. Pada awalnya Naga tidak memikirkan hal apapun setelah mendengar berita itu karena keesokan harinya Naga yakin Charlie dan Ilham akan memberitahu hal tersebut kepada semuanya. Namun setelah selesai dari toilet Naga melihat Charlie, Ilham, Jihan dan Julian sedang mengobrol yang secara tidak sengaja terdengar rencana manipulasi surat suara....
... Mendengar hal itu akhirnya Naga memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka berempat dari Charlie yang sudah mensabotase protofon hingga mereka berempat yang akan mulai memanipulasi surat suara. Benar saja keesokan paginya tidak ada satupun dari mereka yang menyampaikan tentang berita pembatalan ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Mereka justru menginformasikan bahwa protofon pleton 2 sedang rusak dan mereka perlu peralatan untuk memperbaikinya....
... Rencana mereka berempat yang sejalan dengan tujuan Naga membuat Naga memutuskan untuk menutup mulutnya juga terkait apa yang dia ketahui tentang protofon dan manipulasi surat suara. Mendengar cerita Naga semua siswa pleton 2 langsung mengekspresikan kekesalan mereka kepada Jihan, Julian, dan Ilham dengan penuh kekecewaan. Yoshua yang tidak percaya berita seleksi ujian masuk perguruan tinggi dibatalkan merasa sangat terpukul hingga terduduk tanpa berbicara sepatah katapun sambil tertunduk lesu....
“Siapa kamu sebenarnya Naga?” tanya Jonathan penasaran sambil menatap Naga.
“Apa maksudmu? Apakah itu penting?” tanya Rani yang masih kecewa kepada Jihan, Julian, dan Ilham.
... Pada awalnya Jonathan tidak berpikir macam - macam tentang Naga sekalipun Naga menjadi siswa terbaik dalam hal menembak secara tiba - tiba karena selama ini dikenal sebagai siswa yang tidak banyak bicara. Namun kejadian hari ini membuat Jonathan teringat kembali dengan hal - hal yang dilakukan oleh Naga mulai dari menembak para bola alien tanpa meleset ditugas operasi pembersihan pertama mereka hingga membunuh para bola alien dengan belati. Lalu Naga yang selalu bersikap tenang di setiap situasi dan kondisi termasuk pada saat ini membuat Jonathan curiga kepada Naga tentang identitas Naga sebenarnya terlebih Naga satu - satunya siswa yang paling tidak dia ketahui hingga saat ini....
“Izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Naga Raijin Gensai dari keluarga Gensai.” kata Naga yang seketika membuat Jonathan terkejut.
__ADS_1