Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Kembali Hidup


__ADS_3

... Orang yang menghubungkan Ibunya Jenny dengan para pejabat di berbagai dunia untuk mendukung pendanaan penelitian serum keabadian terus menjalani hidup merasa dirinya tidak diketahui terlibat dalam kasus tersebut. Namun tanpa dia sadari Naga sudah tahu identitas dari orang tersebut bernama Benitto Mussolini dari keluarga mafia Cosa Nostra, Italia. Ketika Mussolini sedang mandi Naga datang ke kediamannya dan langsung membunuh semua penjaganya satu persatu menggunakan Inai sang tombak kehampaan....


“Siapa kamu? (dalam bahasa Inggris)” tanya Mussolini penasaran.


“Aku hanyalah seorang remaja yang tidak terima kamu membunuh anak - anak tidak bersalah. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga sambil terus memainkan lampu wastafel yang membuat lampu tersebut nyala mati nyala.


“Jadi kamu yang menghabisi semua orang dalam proyek serum keabadian, lalu apa yang kamu dapatkan dari membunuhku? (dalam bahasa Inggris)” tanya Mussolini yang berusaha menutupi rasa takutnya.


“Kedamaian! (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga yang masih memainkan lampu wastafel sehingga membuat Naga kadang terlihat dan kadang tidak.


“Kedamaian mahal harganya, tapi aku bisa membelinya untukmu sebutkan berapa hargamu! (dalam bahasa Inggris)” pinta Mussolini ketika lampu wastafel terus mati sementara air keran dari wastafel mulai terdengar.


“Apa kamu masih disitu anak muda? (dalam bahasa Inggris)” tanya Mussolini memastikan ketika tidak mendengar jawaban dari Naga.


... Perlahan Mussolini berjalan mendekati kursi bekas di duduki oleh Naga dan langsung menyalakan lampu wastafel dimana Naga sudah tidak ada disana. Mussolini langsung mematikan air keran wastafel sambil memanggil para penjaga yang berjaga di seluruh rumahnya. Namun Mussolini tidak menyadari bahwa air keran yang luber mulai membasahi lantai dimana ada sebuah kabel di lantai tersebut dan langsung menyetrum Mussolini hingga tewas....


... Satu Minggu kemudian Nara mendapatkan sebuah kartu pos yang berasal dari Jepan dan bertuliskan ‘kamu masih ingatkan dengan apa yang dikatakan oleh Tea?’ Di hari yang sama Yuri sedang membersihkan kamar Naga agar tetap seperti saat Naga masih ada bersama mereka. Ketika Yuri sedang membersihkan tempat penyimpanan senjata khusus milik Naga, Yuri baru menyadari bahwa Inai tombak kehampaan tidak ada di tempatnya....


... Yuri langsung mencari Sloth dan Lust untuk bertanya terkait tombak Inai yang mungkin dibawa oleh Naga ketika sedang membantu Jenny di Tiberias, Israel. Mendengar hal itu Lust baru menyadari bahwa Inai selalu Naga bawa kemanapun ketika Naga sedang berada di Tiberias, Israel. Yuri dan Nara kompak langsung melakukan video call kepada Naga yang membuat Naga langsung membuat video call grup bersama Nara serta Yuri....


“Naga!” teriak Yuri dan Nara kompak yang langsung menangis terharu ketika melihat Naga berada di layar handphone mereka masing - masing.


... Naga menjelaskan bahwa ketika dirinya memeriksa komputer utama di laboratorium rahasia milik Ibunya Jenny, Naga menemukan ada seorang ketua mafia dari Italia yang mengontrol semua jaringan dalam proyek serum keabadian. Namun informasi terkait ketua mafia tersebut berada terpisah dari informasi yang berhasil di ekstrak oleh Sloth. Naga yang mengetahui bahwa DNA nya spesial dan bisa menjadi ancaman kembali untuk anak - anak yang tidak bersalah memutuskan untuk melenyapkan diri dari dunia dan bergerak dari balik bayang - bayang memusnahkan seluruh jaringan yang terlibat dalam proyek serum keabadian hingga ke akarnya....


“Dua minggu lagi ada libur panjang dari hari Kamis hingga Minggu apakah kak Yuri dan Nara mau pergi berlibur ke Jepang?” tanya Naga sambil menatap Yuri dan Nara di monitor handphonenya dengan penuh harap.


“Aku bisa Naga.” jawab Nara sambil tersenyum bahagia menatap Naga.


“Kakak juga bisa dek.” jawab Yuri sambil tersenyum bangga menatap Naga.


“Tolong atur keberangkatannya dengan Nara ya kak!” pinta Naga sambil tersenyum penuh harap menatap Yuri.

__ADS_1


“Iya, tidak perlu khawatir dek!” jawab Yuri sambil tersenyum bangga menatap Naga.


“Aku sangat merindukan kalian berdua!” kata Naga sambil tersenyum yang membuat Yuri dan Nara ikut tersenyum bahagia mendengarnya.


... Satu Minggu sebelum keberangkatan Nara ke Jepang teman - teman kelas 12-2 berencana kembali liburan bersama dan mengajak Nara untuk ikut serta agar mereka bisa menghibur Nara karena mereka paham bahwa Nara yang paling merasa kehilangan atas kepergian Naga. Namun Nara menolak dengan penuh keramah tamahan karena sudah ada janji tanpa memberitahu bahwa Naga masih hidup dan dia akan berlibur bersama Naga. Meskipun teman kelas 12-2 cemas kepada Nara tapi mereka tetap menerima dan memahami Nara yang mungkin masih membutuhkan waktu untuk sendiri....


... Ketika Nara dan Yuri sudah keluar dari bandara Itami, Osaka, Naga langsung berlari serta memeluk Nara dan Yuri bersamaan sambil meneteskan air mata. Yuri dan Nara juga membalas pelukan Naga dengan penuh kehangatan sambil menangis haru lega karena Naga masih hidup. Naga langsung membawa Yuri dan Nara ke ‘the Hotel’ Osaka milik Shimazu Koji salah satu kenalan klan Gensai dari Jepang....


“Selamat datang di the Hotel Osaka, tuan Naga, nona Yuri, dan nona Nara! (dalam bahasa Inggris)” sapa Akira sang resepsionis hotel sekaligus putri semata wayang Shizmazu Koji sambil tersenyum penuh hormat menata Naga, Yuri, dan Nara.


“Kami ingin bermalam di kamar keluarga sampai hari Minggu. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga sambil tersenyum dengan penuh hormat.


“Naga!” panggil Koji yang langsung tersenyum menatap Naga.


“Nona Yuri dan pasti nona Nara, senang bertemu dengan kalian semua! (dalam bahasa Inggris)” lanjut Koji sambil tersenyum ramah menatap Naga, Yuri, dan Nara.


“Kalian sedang berlibur? (dalam bahasa Inggris)” tambah Koji sambil melihat mereka bertiga secara bergantian.


“Salah satu kamar keluarga terbaik kami! (dalam bahasa Inggris)” kata Koji sambil memberikan sebuah kunci kamar keluarga kepada Naga.


“Terima kasih tuan Koji. (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga dengan penuh hormat.


“Selamat menikmati Naga, nona Yuri, dan nona Nara! (dalam bahasa Inggris)” kata Koji sambil tersenyum ramah melihat mereka bertiga secara bergantian.


... Dua orang pelayan ‘the Hotel’ Osaka membantu Yuri dan Nara membawa barang - barang mereka menuju kamar keluarga mereka. Yuri dan Nara akan tidur dalam satu kamar sementara Naga akan tidur di kamar satunya meskipun hanya barang - barang Naga yang akan berada di kamar tersebut. Tidak lama kemudian Yuna yang cemas akan keadaan Nara menghubungi Nara ketika Yuna sedang bersama teman - teman kelas 12-2 yang lainnya....


“Nara bagaimana kabarmu? Kamu sedang berlibur juga?” tanya Yuna sambil tersenyum penuh semangat menatap Nara dari layar handphone miliknya.


“Aku baik - baik saja Yuna, ya aku sedang berlibur.” jawab Nara sambil tersenyum.


“Halo Nara!” sapa Jihan diikuti oleh teman kelas 12-2 yang lainnya secara bergantian.

__ADS_1


“Aku senang melihat kalian semua bahagia dengan berlibur bersama!” kata Nara sambil tersenyum bahagia melihat teman - temannya yang sedang berkumpul.


“Nara apa kamu tidak bisa ke tempat yang lebih terang agar wajahmu bisa terlihat lebih jelas?” pinta Yuna ramah.


“Tunggu, apakah disini sudah cukup jelas?” tanya Nara ketika sudah berganti posisi ke arah yang lebih terang dimana Naga sedang berada di belakang Nara memakan buah - buahan.


“Bukan hanya aku yang melihatnya kan?” tanya Teguh merinding ketakutan melihat Naga di belakang Nara.


“Aku juga lihat!” jawab Vivi yang mulai merinding ketakutan.


“Nara apa kamu baik - baik saja? Kamu tidak melihat ada seseorang di belakangmu?” tanya Yuna cemas.


“Lihat apa?” tanya Nara sambil melihat ke arah belakang.


“Apakah arwah Naga masih tetap melindungi Nara meskipun dia sudah meninggal?” tanya Jihan yang merinding ketakutan.


“Aaahhh!” teriak Yuna ketakutan yang secara tidak sengaja mematikan video call diantara mereka dengan Nara.


“kriiing ... kriiing ... kriiing!” suara nada dering handphone Nara dimana Yuna kembali menghubungi Nara melalui video call.


“Nara tolong dengarkan aku baik - baik, tolong jangan tanya alasannya! Aku tahu kamu sangat mencintai Naga dan kamu juga pasti sangat merindukan Naga, ungkapkanlah isi hatimu sekarang juga agar Naga tidak berlama - lama di dunia ini dan agar pergi ke tempat yang lebih baik!” pinta Teguh sambil meneteskan air mata diikuti teman - teman kelas 12-2 yang lain yang juga ikut bersedih.


“Kalian benar - benar lucu!” jawab Nara sambil tersenyum bahagia dan langsung mengarahkan kamera handphonenya kepada Naga.


“Mereka memintamu untuk pergi Naga!” lanjut Nara sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.


“Kenapa kalian memintaku untuk pergi ketika aku sedang berlibur dengan Nara?” tanya Naga penasaran yang langsung membuat semua siswa kelas 12-2 terkejut dan berteriak histeris penuh kebahagiaan.


“Halo semuanya, selamat menikmati liburan kalian!” lanjut Naga sambil tersenyum yang membuat semua teman - temannya ikut tersenyum lega dan bahagia.


“Sekarang kalian sudah tahukan betapa bahagianya aku hari ini? Aku akhiri panggilannya dulu ya sampai jumpa!” kata Nara yang tidak lama langsung mengakhiri video call dari Yuna.

__ADS_1


__ADS_2