Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Pembunuh Berantai


__ADS_3

... Pada awalnya Naga tidak menaruh perhatian kepada kasus ini karena percaya pasti kepolisian akan segera menangkap pelakunya. Namun ketika pembunuhan wanita yang sedang dalam perjalanan pulang dengan banyak tikaman ditubuhnya membuat Naga mulai mempelajari kasus ini. Lagi - lagi Naga percaya kepada pihak kepolisian karena sumber daya manusia pihak kepolisian saat ini sudah jauh lebih baik daripada sebelum perang melawan para bola alien....


... Namun ketika pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus pembunuhan yang terjadi sembilan bulan terakhir ini dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku dan meminta masyarakat untuk waspada terutama para wanita membuat Naga terkejut dan langsung menghubungi Leta Karen. Naga tidak menyalahkan pihak kepolisian karena hal ini merupakan kasus baru yang pernah terjadi di Indonesia sehingga wajar jika mereka menarik kesimpulan pelakunya lebih dari satu orang. Wajar juga meminta masyarakat untuk tetap tidak panik dan waspada karena pihak kepolisian juga memerlukan lingkungan masyarakat yang kondusif dalam melakukan penyelidikan....


... Setelah menghubungi Leta Karen, Naga diminta untuk menemuinya di ruangan kerja Rio di FISIP UI. Naga pergi ke FISIP UI sekitar jam tiga sore yang mana hari itu Nara sedang ada kelas dan agenda sehingga Nara baru akan pulang sekitar jam 7 malam. Ketika Naga sedang berjalan menuju ruangan kerja Rio secara tidak sengajar Nara melihat Naga dan langsung menghampiri Naga dengan penuh semangat serta senyuman....


“Naga ada apa kamu ke kampus?” tanya Nara sambil tersenyum bahagia.


“Aku ada perlu dengan profesor Rio dari kriminologi UI.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.


“Apa ada sesuatu terjadi?” tanya Nara memastikan.


“Lebih tepatnya berusaha agar sesuatu tidak terjadi.” jawab Naga lemah lembut.


“Aku mengerti, hati - hati Naga!” jawab Nara yang tersenyum sambil melambaikan tangannya ketika Naga lanjut pergi ke ruangan kerja profesor Rio.


... Nara tahu bahwa kasus pembunuhan selama sembilan bulan terakhir bukan urusan klan Gensai tapi klan Gensai dizinkan membantu atas persetujuan POLRI. Nara juga menyadari bahwa sesuatu yang buruk mungkin terjadi membuat Naga harus turun tangan tapi disisi lain Nara juga percaya bahwa Naga pasti akan berhasil mencegah hal buruk itu terjadi. Naga yang baru tiba di ruangan kerja profesor Rio langsung disambut oleh Leta Karen dan dua orang detektif dari POLRI yang menangani kasus pembunuhan tersebut....


... Sebelum Naga tiba dua detektif bersama dengan Leta Karen dan profesor Rio sedang mendiskusikan terkait kasus pembunuhan yang terjadi sambil melihat beberapa foto yang mereka tempelkan di sebuah whiteboard ditambah dengan beberapa tulisan keterangan foto tersebut. Leta Karen mengungkapkan hipotesisnya bahwa pelaku dari semua kasus pembunuhan yang terjadi selama sembilan bulan terakhir dilakukan oleh satu orang. Namun ketika mereka semua berusaha menerima hipotesis tersebut tidak ada satupun dari mereka yang bisa menemukan alasan untuk membenarkan hipotesis tersebut dan hal itu mereka sampaikan kepada Naga....

__ADS_1


... Naga dengan penuh percaya diri membenarkan hipotesis tersebut dan mengatakan motif pelaku membunuh para korban adalah bau darah karena sang pelaku menyukai bau darah segar. Wajar jika pembunuhan pertama dikatakan sebagai kasus perampokan yang berakhir dengan pembunuhan berdasarkan brankas yang coba dibuka secara paksa. Namun bukankah brankas yang dicoba dibuka secara paksa juga memberikan informasi yang lain terutama ketika ada seseorang yang tewas di rumah tersebut....


“Pelaku membunuh korban terlebih dahulu dan baru mengetahui tentang brankas setelah membunuhnya.” kata Leta Karen penuh percaya diri yang baru terpikirkan hal tersebut setelah mendengar perkataan Naga sambil melihat ke arah profesor Rio dan kedua detektif yang bersamanya.


“Ketiga foto pembunuhan dengan benda tumpul juga menunjukan motif pelaku.” kata Naga penuh percaya diri yang membuat semua orang melihat kembali ketiga foto tersebut dengan seksama.


“Ketiga tkp pembunuhan dengan benda tumpul banyak bersimbah darah.” kata Hasan salah satu detektif yang baru menyadari fakta tersebut setelah kembali melihat ketiga foto kasus pertama dengan seksama.


“Tapi itu juga bisa menunjukan bahwa pelaku melakukannya dengan penuh amarah bukan karena menyukai bau darah.” lanjut Hasan sambil melihat ke arah Naga.


... Naga langsung menempelkan beberapa foto yang dia dapatkan dari tim forensik setelah mendapatkan izin dari POLRI guna mempelajari kasus pembunuhan berantai yang baru terjadi di Indonesia ini. Naga langsung menunjukan bekas suntikan di salah satu lengan masing - masing korban tempat pelaku mengambil darah korban untuk memenuhi hasratnya sekaligus menjadi mahkota untuk dirinya sendiri. Naga juga menjelaskan hal itu masih berlangsung pada korban keempat dan kelima yang mengalami luka tusukan beberapa kali tapi tidak pada korban keenam dan ketujuh karena pelaku telah menyempurnakan teknik membunuhnya....


... Naga mengatakan bahwa pelaku membunuh setiap kali turun hujan untuk memenuhi hasratnya karena aroma darah segar akan semakin kuat ketika terkena air hujan. Pada akhirnya pelaku terus belajar dari pembunuhan yang dia lakukan untuk menyempurnakan teknik yang dia gunakan untuk membunuh agar dia bisa memenuhi hasratnya dengan efektif dan efisien. Hal itu yang membuat pelaku membunuh korban keenam dan ketujuh tanpa meninggalkan bekas suntikan dan itu membuat pelaku jauh lebih menakutkan sekarang....


“Benar korban keempat hingga ketujuh tewas dikala waktu hujan.” kata Rio detektif dari POLRI rekan kerja dari Hasan.


“Aku tidak bermaksud mencurigaimu, tapi jika orang awam mendengar hal ini mereka bisa mengira bahwa kamu adalah pelakunya Naga.” kata Hasan sambil melihat ke arah Naga dengan bangga, kagum, sekaligus merinding.


“Need wolf to catch wolf! Kita harus bisa berpikir selayaknya seorang psikopat ketika kita berusaha menangkap seorang psikopat. Lagipula aku tidak akan memikirkan perkataan orang awam yang menilaiku sebagai psikopat karena seorang ahli sudah pernah mendiagnosaku sebagai psikopat yang berpotensi mengancam masyarakat umum, benarkan prof Leta?” kata Naga penuh percaya diri sambil melihat ke arah Leta Karen yang membuat dua detektif beserta profesor Rio terkejut.

__ADS_1


“Kamu adalah anomali dari sebuah anomali Naga.” jawab Leta Karen penuh percaya diri sambil menatap Naga.


“Mungkin, atau aku beruntung karena aku memiliki kak Yuri berbeda dengan psikopat di luar sana.” jawab Naga penuh percaya diri.


“Mungkin.” jawab Leta Karen sambil mengangguk setuju.


“Duk ... duk ... duk!” suara hujan yang turun sangan lebat mengenai genteng dari setiap bangunan yang ada di kampus UI.


... Ketika mendengar suara hujan Naga langsung memeriksa pembunuhan korban ketujuh yang sudah enam belas hari lalu dan Naga meminta profesor Rio untuk memeriksa perkiraan cuaca tiga hari kedepan sekitar jam empat sore hingga jam sepuluh malam. Profesor Rio mengatakan bahwa perkiraan cuaca yang diminta Naga berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) adalah cerah. Seketika Naga langsung melihat semua orang yang ada di ruangan tersebut dengan sangat serius....


“Pelaku akan melakukan pembunuhan lagi hari ini di sekitaran UI, bisakah kita bekerja sama dengan PLK UI (Pengamanan Lingkungan Kampus)?” tanya Naga terburu - buru.


“Bisa Naga, aku akan menghubungi komandan PLK untuk segera kesini!” jawab Leta Karen yang langsung mengambil handphonenya untuk menghubungi komandan PLK.


“Tunggu aku mengerti jika kamu menduga pelaku akan melakukan pembunuhan hari ini kala hujan berdasarkan informasi yang kamu sampaikan tadi, tapi bagaimana kamu yakin pelaku akan melakukan pembunuhan di area kampus UI?” tanya Husein penasaran sambil menatap Naga penuh tanya.


... Naga langsung menunjukan bahwa tiga kasus pembunuhan pertama dilakukan di sekitar PIK (Pantai Indah Kapuk) yang mana daerah tersebut merupakan daerah perumahan terkenal elit. Dua pembunuhan berikutnya dia melakukan pembunuhan di sekitar Jakarta Selatan yang terkenal trendi dan selalu ramai orang lalu lalang hampir setiap waktu. Dua pembunuhan berikutnya dilakukan di sekitar kampus Gunadarma, satu di sekitar Kelapa Dua dan satu lagi di sekitar Margonda yang mana Depok memiliki curah hujan lebih tinggi dibanding Jakarta Selatan dan Jakarta Selatan memiliki curah hujan lebih tinggi daripada Jakarta Utara....


“Dia ingin berkata kepada seluruh dunia bahwa orang kaya nan elit tidak bisa bebas dari aksinya, tempat ramai bukan jadi halangan baginya untuk melakukan aksinya, dan orang - orang cerdas tidak akan bisa menangkap dirinya.” kata Naga penuh percaya diri yang membuat semua orang dalam ruangan tersebut merinding dan berusaha mempercayai hipotesis Naga.

__ADS_1


__ADS_2