Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Objek Pembuktian Teori


__ADS_3

... Setelah panglima TNI melakukan kontak dengan Naga dan WHO Kobe, panglima TNI langsung memanggil Pride dan memberitahukan keadaan Naga yang membuat Pride langsung tersenyum penuh kebahagiaan. Pride langsung berlari ke tenda kelas 12-2 dengan wajah penuh senyuman dan memberitahu mereka semua bahwa Naga masih hidup. Sontak Yuri serta semua orang yang ada di tenda langsung tersenyum lega penuh syukur dan Yuri bersama Nara langsung meneteskan air mata terharu sambil saling berpelukan satu sama lain....


“Rasanya aku ingin memukul Naga ketika Naga pulang.” kata Yuri sambil menghapus air matanya sendiri.


“Kita kehilangan kontak dengan Naga karena Naga tidak sadarkan diri selama tiga hari setelah pesawat mereka jatuh nona Yuri.” kata Pride sambil tersenyum lega.


...


... Setelah semua penghalang menuju jembatan penghubung gedung sayap B dibersihkan Naga, Envy, dan Souji langsung berjalan menuju gedung sayap B dengan sangat berhati - hati. Mereka bertiga jalan mengendap - endap sambil sesekali berjalan jongkok agar tidak terlihat oleh para zombie dengan penuh kehati - hatian. Namun ketika mereka bertiga sudah dekat dengan ruangan penyimpanan penyakit yang Naga butuhkan secara tidak sengaja tongkat yang dibawa oleh Souji memukul salah satu benda dari alumunium yang menghasilkan suara nyaring hingga terdengar oleh semua zombie yang ada di gedung sayap B....


... Seketika para zombie di gedung sayap B langsung berlari mengejar Naga, Envy, dan Souji. Pada awalnya Naga meminta Envy dan Souji untuk pergi ke ruangan penyimpanan yang mereka rencanakan sementara Naga akan memancing para zombie untuk mengejar dirinya. Namun setibanya Envy dan Souji di depan ruangan yang mereka cari ternyata para zombie sudah banyak yang berada di lorong tersebut akibat mendengar suara nyaring yang ditimbulkan oleh Souji secara tidak sengaja sebelumnya....


... Para zombie yang berada di depan ruang penyimpanan langsung mengejar Envy dan Souji. Ketika mereka berdua sedang berlari menyelamatkan diri para zombie yang mengejar mereka semakin banyak sehingga Envy sempat membunuh beberapa dari mereka. Namun karena jumlah zombie yang terlalu banyak membuat mereka memutuskan untuk lari kembali ke gedung utama....


... Saito dan Mayu yang sejak tadi mengawasi gedung sayap B sadar bahwa Envy serta Souji membutuhkan bantuan mereka. Saito dan Mayu langsung membuka pintu gedung utama dengan jembatan penghubung sambil berteriak agar Souji bersama Envy berlari lebih cepat. Akhirnya Souji dan Envy berhasil selamat kembali ke gedung utama lalu mereka menutup pintu gedung utama dengan jembatan penghubung yang membuat para zombie terjebak di jembatan penghubung....


... Naga yang dikejar oleh beberapa zombie berhasil membunuh para zombie yang mengejarnya dengan menebas kepala mereka menggunakan Enma. Setelah tidak ada zombie yang mengejarnya Naga berusaha kembali menuju ruang penyimpanan yang sudah tidak ada zombie karena para zombie mengejar Envy dan Souji hingga terjebak di jembatan penghubung. Naga langsung masuk ke dalam ruang penyimpanan dengan penuh kewaspadaan dan ketika hendak membuka pintu ruangan tersebut rupanya pintunya terkunci sehingga Naga berpikir untuk membobolnya....

__ADS_1


“Kriiing ... kriiing ... kriiing.” suara telepon berdering yang membuat Naga mengurungkan niatnya untuk membobol pintu ruang penyimpanan.


“4-9-7-9-5 ... 4-9-7-9-5” kata Mayu dari telepon dengan perlahan sambil memperhatikan Naga di salah satu kamera pengawas ruang penyimpanan setelah kembali dari menolong Envy dan Souji.


... Naga langsung membuka dan masuk ke dalam ruang penyimpanan dengan menggunakan pasword yang diberikan oleh Mayu. Ketika Naga sudah berada di dalam ruang penyimpanan, Naga langsung mengambil beberapa sampel penyakit dan memasukannya ke dalam box alumunium. Saat hendak pergi keluar dari ruang penyimpanan rupanya ada seorang zombie yang sudah berada tepat di depan pintu masuk ruang penyimpanan....


... Naga bisa saja membunuh zombie tersebut dengan mudah tapi Naga memilih untuk menyuntikan dirinya sendiri dengan salah satu sampel penyakit yang dia temukan di ruang penyimpanan untuk menguji langsung teorinya. Naga langsung memeriksa setiap laci untuk mengambil jarum suntik dan memilih - milih sampel penyakit apa yang akan dia suntikan kepada dirinya sendiri. Sadar akan besarnya resiko yang dia hadapi Naga langsung menulis pesan di sebuah kertas yang bertuliskan ‘Envy tolong beritahu Nara bahwa aku sangat mencintainya’....


... Melihat hal itu Souji, Saito, dan Mayu merasa tidak enak hati terutama Envy yang merasa semakin gagal telah menjadi pengawal pribadi Naga. Naga langsung menyuntikan salah satu sampel penyakit yang dia dapat ke bahu kirinya dan menunggu agar sampel penyakit tersebut menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah merasa cukup menunggu dengan percaya diri Naga langsung membuka pintu ruang penyimpanan yang membuat sang zombie masuk ke dalam ruangan tersebut....


... Seketika Souji, Saito, Mayu, dan Envy langsung bernapas lega ketika melihat sang zombie yang tidak menyadari keberadaan Naga. Dengan santainya Naga berjalan melewati sang zombie dan pergi keluar dari ruang penyimpanan menuju jembatan penghubung. Sebelum kembali ke gedung utama WHO Kobe, Naga menyempatkan diri meminum minuman kaleng yang ada di kanting gedung sayap B sambil tersenyum lega teorinya berhasil....


... Keberhasilan Naga langsung diinformasikan kepada pemerintah Indonesia, Jepang, dan PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) yang membuat mereka tersenyum gembira mendapatkan solusi dari permasalahan wabah zombie yang ada. Setelah selesai Naga dan Envy langsung kembali terbang menuju Indonesia melalui bandara internasional Itami Osaka, Jepang. Setibanya Naga dan Envy di bandara internasional Soekarno Hatta, mereka melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Seribu bersama perwakilan dari kopassus....


... Kepulangan Naga juga sudah diberitahukan kepada Yuri dan siswa kelas 12-2 sehingga mereka menantikan kedatangan Naga di tepi pantai. Ketika Naga dan Envy mulai terlihat semua orang yang menantikan kedatangan mereka langsung tersenyum lega dan penuh kebahagiaan. Nara dan Yuri berlari menghampiri Naga yang baru turun dari perahu dan mereka langsung memeluk Naga dengan penuh kasih sayang sementara yang lainnya berjalan santai menghampiri mereka berdua sambil tersenyum lega dan bangga melihat ke arah Naga dan Envy....


“Apa yang terjadi dengan tangamu Envy?” tanya Yuri cemas sambil melihat ke tangan kiri Envy yang sudah tidak memiliki telapak tangan.

__ADS_1


“Aku memotongnya kak.” jawab Naga santai yang membuat para siswa kelas 12-2 terkejut dan langsung melihat ke arah Naga.


“Naga menyelamatkanku, jika Naga tidak memotongnya mungkin aku sudah berubah menjadi zombie.” tambah Envy yang tersenyum lega sambil meneteskan air mata.


“Ada apa Envy?” tanya Yuri lemah lembut sambil menghampiri Envy.


“Maafkan aku nona Yuri, pada akhirnya aku malah dilindungi oleh Naga bukan aku yang melindungi Naga.” kata Envy yang tertunduk menangis merasa bersalah dan membuat para siswa kelas 12-2 langsung mengerti ucapan Naga sebelumnya yang berusaha meringankan perasaan Envy.


“Anggap saja impas Envy, meskipun kamu seorang wanita kamu mampu membopongku berjalan selama dua jam tanpa henti.” jawab Naga ramah yang membuat Envy langsung menghapus air matanya sendiri.


“Naga!” panggil sang panglima TNI yang baru saja tiba sambil berjalan menghampiri Naga dan yang lainnya.


“Dunia berhutang padamu! Teori dan ide brilianmu memberikan kita semua solusi untuk menghadapi wabah ini. Semua pemimpin negara sudah diberitahukan tentang keberhasilanmu dan mereka menitipkan salam serta ucapan terima kasih kepadamu.” lanjut sang panglima TNI.


“Sudah menjadi kewajibanku Pak.” jawab Naga sigap dengan penuh hormat.


“Terima kasih ya!” jawab sang panglima TNI yang tersenyum bangga menatap Naga.

__ADS_1


“Hoo iya aku dengar kamu menyuntikan sampel penyakit kepada dirimu sendiri sebagai objek untuk membuktikan teorimu dan sepertinya luka tusuk di perutmu juga belum pulih, jadi sebaiknya istirahat yang cukup serahkan sisanya kepada kami!” pinta sang panglima TNI sambil tersenyum bangga lalu berjalan pergi.


__ADS_2