
... Helen menceritakan bahwa ditemukan DNA milik Naga di mobil van tepat di kendali peluncuran drone yang membunuh tim keamanan raja Felipe VI. Helen juga menceritakan bahwa dirinya menemukan sebuah file terenkripsi di dark web yang mengandung semua informasi tentang pertemuan Naga dengan raja Felipe VI di teluk Cala Figuera. Kendali peluncuran drone yang berhasil interpol temukan memiliki data seluruh tim keamanan raja Felipe VI sehingga drone tersebut terbang dan meledak sesuai dengan target yang berasal dari informasi data tersebut....
“Kamu dituduh melakukan upaya pembunuhan kepada raja Felipe VI dan seluruh anggota tim keamanan raja Felipe VI. (dalam bahasa Inggris)” kata Helen sambil menatap Naga tajam.
“Itu bukan aku! (dalam bahasa Inggris)” jawab Naga dingin sambil menatap Helen tajam dengan penuh percaya diri.
“Kami akan memindahkanmu ke lokasi aman untuk dakwaanmu setelah kamu dinyatakan sehat oleh dokter. (dalam bahasa Inggris)” jawab Helen penuh percaya diri lalu pergi meninggalkan Naga.
... Tidak lama kemudian Naga dibawa oleh sebuah tim untuk pergi ke lokasi aman guna menjalani perawatan dan berita Naga yang berusaha membunuh raja Felipe VI mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia. Berita Naga yang menggunakan pakaian tahanan dengan tangan dan kaki yang terborgol berjalan menuju mobil yang akan membawanya ke lokasi aman langsung viral di seluruh dunia. Putri Leonor tidak percaya bahwa Naga berusaha membunuh ayahnya begitupun dengan semua anggota klan Gensai, Nara dan teman - temannya dari kelas 12-2....
...
... Dua Minggu sebelum Naga pergi ke pulau Baleares, Spanyol Naga datang mengunjungi Vongola Famiglia dari Italia yang merupakan salah satu klan yang telah melindungi Uni Eropa sejak lama. Naga mengobrol banyak hal dengan keluarga inti Vongola dan meminta Vannesa sang anak terakhir dari keluarga Vongola untuk ke Indonesia membangun hubungan baik dengan Nara kekasih Naga. Pada awalnya Vannesa keheranan dan penasaran atas permintaan Naga, tapi Vongola Sefina ibu dari Vannesa memintanya untuk pergi menerima kesempatan ini tanpa perlu banyak tanya....
... Akhirnya dua hari kemudian Vannesa terbang ke Indonesia dan Naga perkenalkan dengan profesor Gamal agar Vannesa bisa menyamar sebagai assistennya dan membantu profesor Gamal selama Vannesa berada di Indonesia. Profesor Gamal yang percaya bahwa orang yang dibawa dan direkomendasikan Naga adalah orang - orang berkualitas langsung menerima Vannesa dengan penuh semangat. Keesokan harinya Vannesa mulai bekerja sebagai asisten profesor Gamal di FISIP UI sehingga dirinya bisa bertemu secara langsung dengan Nara....
...
“Jadi ini alasanmu memintaku untuk membangun hubungan dengan Nara! Apakah kamu bisa melihat masa depan? (dalam bahasa Italia)” gumam Vannesa ketika melihat berita Naga yang dituduh melakukan upaya pembunuhan kepada raja Felipe VI beserta semua pasukan keamanannya.
__ADS_1
...
... Naga hanya terdiam membisu selama perjalanannya menuju lokasi aman sambil menunggu putusan atas tuduhan yang mengarah kepadanya. Tiba - tiba mobil yang membawa Naga mati beserta dua mobil polisi yang mengawal mereka tanpa diketahui alasannya. Dua mobil polisi yang megnawal mereka langsung ditabrak dari samping oleh dua mobil yang berbeda sehingga kedua mobil tersebut terbalik....
... Sebuah tim dengan persenjataan lengkap keluar dari mobil yang baru saja tiba di belakang mobil yang membawa Naga dan langsung membunuh para polisi yang membawa Naga. Setelah itu pasukan tersebut langsung membawa Naga menuju mobil mereka dan memperlakukan Naga selayaknya tahanan. Naga kembali melanjutkan perjalan bersama pasukan tersebut yang membuat dirinya duduk di tengah - tengah pasukan tersebut sambil menatap lurus dingin....
“Siapa kalian ini? (dalam bahasa Spanyol)” tanya Naga yang langsung menyerang seseorang yang duduk di sebelah kanannya.
... Dengan tangan dan kaki terborgal Naga menyerang mereka satu persatu hingga membuat mereka kewalahan menghadapi Naga. Tidak butuh waktu lama Naga langsung mengambil salah satu pistol mereka dan langsung membunuh mereka semua yang membuat mobil berhenti karena menabrak sebuah pohon. Naga melepaskan borgol di kedua tangan dan kakinya menggunakan bagian senapan yang ada di mobil tersebut setelah Naga melepaskan setiap bagian dari senapan tersebut....
... Naga dibuat terkejut ketika membuka topeng yang menutupi wajah dari setiap anggota pasukan yang membawanya dari pihak kepolisian Spanyol karena wajah mereka adalah orang - orang yang Naga temui ketika berlatih tempur bersama Salient Global. Melihat hal itu Naga langsung tahu siapa yang telah menjebaknya meskipun Naga belum tahu apa motif dari Joan Vila Dilme menjebaknya. Tidak lama kemudian pihak interpol dan kepolisian Spanyol mengetahui bahwa rombongan yang membawa Naga diserang dan Naga menghilang....
“Apa kamu bisa melihat masa depan? (dalam bahasa Italia)” tanya Deckard sang anak pertama dari keluarga Vongola Italia.
“Tentu tidak, aku sudah menduga akan terjadi sesuatu yang buruk kepadaku tapi tidak seburuk ini. (dalam bahasa Italia)” jawab Naga dengan penuh percaya diri.
“Apa kamu bisa memperkirakan siapa pelakunya? (dalam bahasa Italia)” tanya Deckard sambil memberikan segela air mineral.
“Joan Vila Dilme.” jawab Naga penuh percaya diri.
__ADS_1
“Bukankah dia salah satu kenalanmu dari Spanyol? (dalam bahasa Itali)” tanya Deckard memastikan.
“Iya, tapi aku tidak tahu motif dia menjebakku. (dalam bahasa Italia)” jawab Naga sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi beristirahat.
... Salah satu anak buah Joan menemukan beberapa rekaman kamera CCTV yang menunjukan Naga pergi ke arah utara Barcelona dan jejaknya hilang di sekitar area pegunungan Pedraforca. Tanpa basa basi Joan langsung memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membunuh Naga yang berada di sekitar lokasi pegunungan Pedraforca. Ketika malam tiba Deckard langsung membangunkan Naga sambil bersiap - siap untuk berperang melawan para pasukan Salient Global yang dikirim oleh Joan Vila Dilme....
... Deckard dan Naga langsung memburu pasukan Salient Global yang berjumlah 15 orang dari balik bayang - bayang malam. Dengan kekuatan dan kecepatan yang dimiliki Naga tidak butuh waktu lama bagi Naga untuk membunuh beberapa pasukan Salient Global menggunakan belati yang dia pegang. Sementara Deckard menyergap pasukan Salient Global yang tersisa menggunakan senjata api berperedam yang dia bawa dan belati yang dia bawa....
... Di pagi harinya Naga dan Deckard mengumpulkan semua jasad pasukan Salient Global di rumah yang mereka tempati selama dua hari terakhir dan langsung menghubungi Joan menggunakan handphone salah satu anak buahnya. Joan memberitahu bahwa raja Felipe VI sangat mencintai kedamaian demi kedua putrinya dan hal itu juga akan dia wariskan kepada kedua putrinya dengan memberikan wawasan tentang perang itu sendiri kepada kedua putrinya yang mana hal itu sangat menghalangi bisnis tentara swasta seperti Salient Global. Sementara Naga adalah penjahat yang dibutuhkan untuk menciptakan perang itu sendiri karena Naga berada di tempat dan waktu yang tepat....
“Kamu tidak perlu lagi repot - repot mencariku karena aku yang akan mendatangimu! (dalam bahasa Spanyol)” kata Naga dingin dengan tatapan penuh percaya diri.
... Naga langsung pergi dari area pegunungan Pedraforca bersama Deckard lalu menuliskan koordinat tempat para mayat pasukan Salient Global yang dia kumpulkan dengan memanfaatkan kamera CCTV agar interpol dan kepolisian Spanyol bisa mengetahui hal tersebut. Helen bersama beberapa anggota interpol dan kepolisian Spanyol langsung pergi ke koordinat yang diberikan oleh Naga hingga mereka menemukan pesan bahwa pasukan tersebut bekerja untuk Salient Global. Saat itu juga Helen langsung menyadari bahwa Naga dijebak oleh Salient Global agar memicu peperangan yang menguntungkan bagi tentara swasta seperti Salient Global....
“Aku ingin membedah Salient, Aku ingin tahu semua komunikasinya, dan semua hal tentang Salient Global! (dalam bahasa Inggris)” pinta Helen kepada tangan kanannya.
“Mari kita kunjungi Salient Global sekarang juga! (dalam bahasa Inggris)” ajak Helen dengan penuh semangat.
... Di waktu yang sama raja Felipe VI mulai berusaha membuka matanya dan merespon rangsangan yang diberikan oleh sang dokter sehingga sang dokter memberikan informasi bahagia tersebut kepada keluarga raja Felipe VI. Berita tersebut juga disiarkan di seluruh media Spanyol sehingga Naga mengetahui berita tersebut dan langsung menyadari bahwa raja Felipe VI akan kembali dalam bahaya. Joan mendapat telepon dari nomor rahasia yang rupanya telepon tersebut berasal dari Manuel Delgado Villegas sang perdana menteri Spanyol yang menginginkan raja Felipe VI tewas lalu membunuh seluruh keluarganya....
__ADS_1