
“Kamu tidak apa - apa Nara?” tanya Naga ramah sambil menatap Nara.
“Iya.” jawab Nara sambil mengangguk kebingungan.
“Maafkan aku atas kecerobohanku.” kata Naga sambil tertunduk merasa bersalah.
“Aku tidak apa - apa ...” belum Nara selesai menjawab Naga langsung pergi sambil tertunduk membawa Enma.
“Tolong jangan dimasukan ke dalam hati ya Nara, Naga tidak kesal kepadamu tapi dia kesal kepada dirinya sendiri karena ceroboh telah menyimpan Enma sembarangan setelah menyarungkannya terlebih kecerobohannya hampir membuatmu terluka.” pinta Yuri sambil mengelus bahu kiri Nara.
“Bukankah Nara hanya mau mengambil pedang milik Naga kenapa bisa membuat Nara terluka?” tanya Teguh penasaran sekaligus keheranan.
... Yuri menceritakan bahwa pedang milik Naga bernama Enma sang raja agung dari neraja yang dibuat oleh salah satu penempa pedang legendaris bernama Shimotsuki Kozaburo. Di Jepang para penempa pedang membuat pedang semematikan mungkin untuk merenggut nyawa seseorang sehingga mereka meyakini bahwa setiap pedang memiliki kepribadian dan tugas pendekar pedang untuk menjinakannya. Mereka percaya bahwa pedang yang hebat akan mengamati manusia dengan sangat cermat sehingga mereka sendirilah yang akan memilih penggunanya....
... Hal itu memunculkan stigma bahwa pedang yang berbahaya adalah pedang yang terkutuk. Namuna para penempa pedang berpendapat jika orang lemah takut pada sebuah pedang hingga menyebutnya pedang terkutuk maka itu merupakan sebuah kehormatan besar bagi penempa pedang. Saat pertama kali Yuri dan Naga melihat Enma di Jepang pedang tersebut tiba - tiba bergetar serta memancarkan aura yang membuat dirinya merinding....
... Sontak ketua klan Arashikage pemilik pedang tersebut meminta Naga untuk memegang dan mengayunkan Enma. Ketua klan Arashikage berkata bahwa Enma telah memilih Naga dan Enma ingin menguji kemampuan Naga untuk memastikan dia adalah pendekar yang layak menggunakan Enma. Ketika Naga memegang Enma dan menggunakannya dalam berlatih semua orang dari klan Arashikage yang melihat hal itu langsung terkejut karena Enma dan Naga saling terhubung dalam setiap gerakan yang Naga lakukan ketika mengayunkan Enma....
__ADS_1
... Setelah melihat hal itu ketua klan Arashikage memberikan Enma kepada Naga tapi karena Enma salah satu pedang terkutuk maka kami harus menyimpannya dalam box berisi cairan asam agar tidak ada orang lain yang memegang Enma secara langsung. Ketua klan Arashikage menceritakan bahwa sebelumnya ada beberapa orang yang pernah memegang dan mengayunkan Enma tapi mereka langsung ditolak oleh Enma ada yang tangannya langsung terluka, terpotong, mengalami gangguan kejiwaan hingga ada yang tewas. Sarung Enma juga merupakan sarung yang dibuat khusus dimana salah satu bahan untuk membuat sarung pedang tersebut adalah darah Naga sendiri....
... Naga, Envy, dan dua orang kopassus langsung pergi meninggalkan Kepulauan Seribu menuju salah satu kapal induk terbesar milik Indonesia untuk naik pesawat yang akan mengantarkan mereka menuju Korea Selatan. Setelah menempuh penerbangan selama lebih dari tujuh jam akhirnya Naga mendarat di kota Seoul, Korea Selatan dan langsung pergi menemui salah satu pejabat tinggi Korea Selatan bernama Han Kii Moon. Han Kii Moon menceritakan dinding pelindung yang melindungi kota Seoul pada awalnya dibangun untuk melawan para bola alien sebagai benteng perlindungan....
... Setelah para bola alien musnah dinding pelindung tersebut tidak di robohkan tapi di optimalkan kembali fungsinya seperti dibuatkan gerbang untuk kendaraan dan lorong untuk pejalan kaki. Ketika wabah zombie mulai menyebar ke seluruh masyarakat Korea Selatan gerbang ini langsung menjadi pelindung untuk membangun area evakuasi di kota Seoul. Dinding pelindung kota Seoul memiliki sepuluh gerbang yang tersebar dimana semakin banyak manusia yang berhasil mereka selamatkan maka semakin sedikit zombie yang harus mereka lawan....
“Sudah sangat terlambat untuk kami membangun dinding pelindung di kota - kota besar. Aku butuh informasi yang kalian dapatkan selama satu Minggu penuh ketika kalian berhasil menahan wabah zombie ini menyebar ke masyarakat, mungkin aku bisa menyempurnakannya dan membawa kembali ke Korea Selatan. (dalam bahasa Korea)” kata Naga sambil menatap Han Kii Moon penuh harap.
“Kami mencoba mencari vaksin untuk wabah ini, tapi nyatanya kami hanya menemukan jalan buntu sampai akhirnya kami tidak bisa lagi menanganinya dan menyebar ke masyarakat. (dalama bahasa Korea)” jawab Han Kii Moon sambil menatap Naga ramah.
“Suaranya terlalu keras! (dalam bahasa Korea)” kata Naga menyadari suara nyanyi masyarakat kota Seoul semakin kencang.
“Apa? (dalam bahasa Korea)” tanya Han Kii Moon yang kurang jelas mendengar perkataan Naga akibar suara nyanyian yang terlalu berisik.
“Suaranya terlalu keras! Mereka datang dari atas! (dalam bahasa Korea)” kata Naga sambil menujuk para zombie yang berhasil memanjat dinding pelindung dan menjatuhkan diri mereka untuk menyerang para manusia.
... Melihat hal itu semua masyarakat Korea Selatan yang berada di kota Seoul langsung berlarian panik berusaha menyelamatkan diri mereka masing - masing. Para militer langsung dikerahkan untuk membunuh para zombie sementara Naga, Envy, dan dua orang kopassus yang bersama Naga diminta Han Kii Moon untuk segera pergi ke pesawat yang mengantarkan mereka ke Korea Selatan. Naga, Envy, dan dua kopassus yang bersamanya berlari ditengah masyarakat kota Seoul menuju bandara sambil terus membunuh para zombie yang menghalangi jalan mereka....
__ADS_1
... Zombie yang berada di dalam dinding pelindung kota Seoul semakin banyak membuat Naga dan Envy kehilangan dua anggota kopassus yang bersama mereka akibat di serang para zombie. Naga dan Envy terpaksa harus bersembunyi di salah satu rumah yang mereka temui akibat banyaknya zombie yang menghadang mereka hingga Envy terpaksa melemparkan salah satu granatnya. Ketika para zombie yang menghadang mereka sudah berguguran di bunuh oleh mereka berdua tiba - tiba ada seorang zombie yang langsung menggigit tangan kiri Envy kala memegang laras senapan yang dia bawa....
... Reflek Envy melemparkan sang zombie ke arah Naga dan Naga dengan sigap langsung memenggal kepala sang zombie. Sadar tangannya digigit oleh zombie tersebut Envy langsung menatap Naga, tanpa basa basi Naga langsung memotong tangan kiri Envy yang terdapat gigitan zombie. Envy langsung menjerit kesakitan sementara Naga langsung menutup luka Envy sambil menyuntikan Envy dengan cairan pereda nyeri yang dia bawa....
“Kamu tidak akan berubah Envy!” kata Naga penuh percaya diri sambil membantu Envy berdiri dan langsung melanjutkan perjalanan mereka.
... Ketika Naga dan Envy sudah tiba di bandara mereka melihat pesawat yang mengantarkan mereka sudah mulai lepas landas karena arus lalu lintas bandara yang padat dan mulai kacau sehingga harus meninggalkan Naga dan Envy. Naga dan Envy memutuskan untuk ikut terbang bersama pesawat sipil yang hendak berangkat dengan menghadang mereka dari depan. Sang pilot dan ko pilot langsung mengizinkan Naga bersama Envy masuk ke dalam pesawat tapi sang ko pilot membuang senapan yang dibawa Envy sementara Enma masih tetap bersama Naga....
... Tidak lama kemudian pilot dan ko pilot langsung lepas landas terbang meskipun belum memiliki tujuan yang pasti. Di dalam pesawat Naga mengobati tangan Envy yang dia potong dengan alat medis yang tersedia membuat Envy menangis menahan rasa sakit yang teramat sangat. Ketika sedang mengobati Envy tiba - tiba Naga teringat dengan beberapa orang yang dia lihat saat berada di Kota Seoul dimana para zombie berlari melewati mereka seolah - olah mereka tidak ada....
“Halo kak Yuri?” tanya Naga terburu - buru.
“Naga? Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Yuri cemas.
“Maaf kak, bisa tolong sambungkan ke panglima TNI!” pinta Naga terburu - buru.
“Baik, kakak akan segera sambungkan Naga.” jawab Yuri sigap yang langsung berlari ke arah markas tempat panglima TNI berada.
__ADS_1