Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Kehidupan Baru


__ADS_3

... Setelah kepergian Lintang komandan pleton 2 di serahkan kepada Jihan selaku ketua kelas dari kelas 12-2. Sementara Bima pergi meninggalkan pleton 2 karena diperintahkan untuk bergabung dengan unit lain oleh markas pusat. Sejak saat itu pleton 2 melanjutkan operasi pembersihan bola dari satu tempat ke tempat lainnya sambil membuat markas sementara untuk mereka tinggal....


... Setiap harinya Jihan membuat 3 tim yakni tim penyerbu yang bertugas untuk mencari para bola alien sambil mencari keperluan mereka, tim pencari yang berfokus mencari persediaan perbekalan mereka, dan terakhir tim penjaga markas mereka sendiri. Mereka terus memburu para bola alien untuk dimusnahkan sambil tetap bertahan hidup saling melindungi satu sama lainnya. Kemampuan mereka dalam berperang dan bertahan hidup sudah jauh meningkat setelah lebih dari satu bulan kepergian Lintang....


“Ayo tangkap aku kalau bisa!” kata Diki sambil mengendarai skuter yang dia temukan untuk memancing para bola alien.


“Ayo kejar aku sialan!” kata Ilham sambil mengendarai motor yang dia temukan untuk memancing para bola alien di sisi lainnya.


... Tim penyerbu pada hari itu terdiri dari Diki, Nara, Vivi, Ilham, Resa, Julian, Yuna, Teguh, dan Naga terus memusnahkan para bola alien yang dipancing keluar oleh Diki serta Ilham. Mereka menembaki para bola alien sambil melindungi satu sama lain berusaha agar tidak ada satupun yang terluka. Naga masih memburu para bola alien dengan senapan beserta belati yang dia bawa dan selalu menjadi anggota tim penyerbu yang diketahui berhasil membunuh para bola alien terbanyak oleh teman - temannya....


“Sembunyilah atau akan kutangkap!” kata Diki bersenandung penuh kemenangan sambil berjalan hendak menembak sebuah bola alien yang terpojok.


“Dasar bola alien sialan, selamat tinggal!” kata Diki penuh percaya diri sambil mengarahkan senapan miliknya ke lubang tempat sang bola alien bersembunyi.


... Ketika Diki melihat ke dalam lubang rupanya ada banyak bola alien kecil dan ada beberapa bola alien sedang yang membuat dirinya langsung melarikan diri panik. Rupanya Diki hanya berpura - pura melarikan diri yang membuat para bola alien termakan jebakan yang telah mereka susun dengan rapih. Tim penyerbu lainnya langsung memunculkan diri mereka dan mulai menembaki para bola alien yang berada di depan Diki membuat mereka semua musnah satu persatu....


“Aku rasa kita sudah mengamankan area ini dari para bola alien, mari kita laporkan status amunisi kita!” ajak Diki yang membuat semua anggota tim penyerbu hari itu memeriksa megazine mereka masing - masing.


“Milikmu pasti habis ya Naga?” tanya Nara memastikan sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Iya semua amunisiku habis.” jawab Naga sambil tersenyum ramah.


“Meskipun amunisi Naga selalu habis tapi tembakan dia tidak pernah meleset.” kata Resa sambil tersenyum bangga menatap Naga.


“Perutku juga kehabisan makanan!” kata Diki yang membuat semuanya tersenyum geli sambil melihat ke arah Diki.


“Jika membicarakan itu aku rasa aku juga sama.” jawab Yuna sambil tersenyum menatap lurus ke depan.


“Ayo kita kembali sekarang!” ajak Julian sambil tersenyum ramah yang membuat mereka semua langsung berjalan pulang ke markas mereka.

__ADS_1


... Naga mulai terbiasa mengobrol tentang banyak hal bersama dengan teman - temannya dari pleton 2. Naga juga mulai membuka diri dan memiliki hubungan akrab dengan beberapa temannya khususnya Nara. Naga menjadi poros utama tim penyerbu pleton 2 sekaligus penyusun rencana penyerangan handal yang dipercaya oleh semua siswa pleton 2 khususnya dalam hal memburu para bola alien....


...


... Tim pencari yang pada hari itu terdiri dari Sarah, Kevin, Rani, Jonathan, Raka, Jihan, dan Yoshua juga berhasil menemukan beberapa barang yang mereka perlukan guna bertahan hidup. Raka terus mengeluh selama perjalanan pulang setelah melakukan pencarian karena mereka sempat bertemu dengan beberapa bola alien saat dalam perjalanan. Sarah ikut mengeluh karena dirinya ingin bisa segera pulang tapi protofon milik pleton 2 tiba - tiba rusak sehingga tidak bisa digunakan sampai saat ini dan mereka juga belum menemukan peralatan yang tepat untuk memperbaikinya....


... Tim penyerbu tiba terlebih dahulu di markas sehingga mereka sudah lebih dahulu membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Tidak lama setelah matahari tenggelam tim pencari juga tiba di markas mereka yang langsung di konfirmasi oleh Charlie serta Deby selaku tim penjaga basecamp dan memberi tahu semuanya lewat radio kamonukasi pleton 2. Tim pencari yang baru kembali langsung beristirahat sejenak dan membersihkan diri mereka masing - masing sebelum berkumpul kembali untuk melaporkan status senjata mereka masing - masing....


... Setelah Jihan selaku komandan pleton sudah mendapatkan laporan harian dari masing - masing tim, mereka semua langsung mengantri untuk mendapatkan makan malam. Sebelum mereka mulai makan malam bersama, mereka berdoa terlebih dahulu mengucap syukur kepada sang pencipta sambil mengenang dan menghormati rekan - rekan mereka, wali kelas, dan Lintang yang telah gugur terlebih dahulu. Yuna yang jago memasak membantu teman - temannya mempersiapkan makan malam lezat sekalipun dengan bahan - bahan seadanya....


“Apa yang kamu dapat untuk makan malam kali ini Naga?” tanya Nara sambil menepuk punggung Naga.


“Aaaggghhh.” kata Naga sambil menahan sakit.


“Apa yang terjadi Naga?” tanya Nara cemas sambil menatap Naga.


... Mereka semua menikmati makan malam bersama hasil kreasi dari Yuna yang membuat semua orang senang akan hasilnya. Setelah selesai mereka kembali dengan kesibukan mereka masing - masing dimana Jihan dan Julian mulai menyusun rencana untuk hari esok. Sementara Kevin sedang bercukur dibantu oleh Diki yang membuat Hana, Resa, Charlie, Nara, dan Deby penasaran serta memutuskan untuk melihat cara Diki memotong rambut Kevin....


... Diki menunjukan kemampuannya dalam memotong rambut yang membuat Kevin puas akan hasilnya. Teman - teman lain yang melihat kemampuan Diki juga langsung bertepuk tangan mengapresiasi hasil potongan rambut Diki kepada Kevin. Diki yang mendapatkan banyak pujian dari teman - temannya langsung tersenyum bangga penuh percaya diri....


“Diki, tolong potong rambutku juga!” pinta Resa ramah.


“Apa kamu yakin Resa?” tanya Diki memastikan.


“Iya, tolong potong saja!” pinta Resa yang langsung duduk di hadapan cermin.


... Deby, Hana, Charlie, dan Nara sempat khawatir karena rambut wanita dan pria memiliki perbedaan sehingga mungkin hasilnya akan berbeda dari potongan rambut Kevin. Namun Diki kembali berhasil menunjukan kemampuannya hingga membuat teman - temannya terkejut dan kagum atas hasil potongan rambut Resa oleh Diki. Bahkan Resa juga merasa puas dengan hasil potongan rambut Diki ketika melihat gaya rambut pendeknya yang baru dari cermin di depannya....


“Diki, bisakah kamu juga memotong rambutku?” tanya Nara sambil tersenyum penuh harap menatap Diki yang membuat Charlie dan Kevin terkejut panik.

__ADS_1


“Aku ingin potongan rambut yang sama dengan Resa!” pinta Nara yang tersenyum manis melepas ikatan rambutnya sambil menatap cermin di depannya.


“Baiklah!” jawab Diki setuju.


“Tidak!” cegah Kevin yang membuat Diki berhenti bergerak sementara Nara langsung melihat ke arah Kevin kebingungan.


“Ada apa Kevin? Memangnya siapa kamu bisa melarangnya?” tanya Hana sambil menatap Kevin penuh tanya.


“Menurutku Nara sudah terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnnya, jadi aku tidak mau Nara merusak rambutnya.” jawab Kevin gugup beralasan.


“Benar, tapi kenapa kamu mengkhawatirkan rambutnya Nara?” tanya Hana sambil tersenyum jahil menatap Kevin.


“Aku juga menentangnya, aku suka rambut Nara yang sekarang.” kata Charlie sambil menatap Nara dengan penuh senyuman yang membuat Nara kebingungan.


“Naga!” panggil Nara ketika melihat Naga sedang berjalan di depannya.


“Ada apa Nara?” tanya Naga ramah sambil menatap Nara.


“Menurutmu aku lebih baik potong rambut atau tidak?” tanya Nara sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.


“Jika kamu nyaman dengan potongan rambut pendek, lebih baik kamu potong saja Nara.” jawab Naga santai sambil menatap Nara.


“Kalau kamu lebih suka melihat aku dengan potongan rambut seperti apa?” tanya Nara sambil tersenyum penuh harap yang membuat Kevin dan Charlie cemburu.


“Hmm sepertinya kamu lebih cocok dengan potong rambut panjang Nara.” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatap Nara.


“Benarkah? Maaf Diki sepertinya aku tidak jadi potong rambut.” kata Nara yang langsung berdiri dan melihat ke arah Diki.


“Baiklah.” jawab Diki sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


__ADS_2