
... Setelah telepon satelit milik Yuri berada di tangan panglima TNI, Naga meminta bantuan panglima TNI untuk mencari fasilitas penelitian medis yang membuat vaksin terdekat dari bandara. Panglima TNI meminta informasi keberadaan Naga untuk mempermudah pencarian fasilitas penelitian medis yang Naga minta membuat Naga mengetuk pintu kokpit dan menyerahkan telepon satelit yang dia bawa kepada ko pilot. Tidak lama kemudian sang ko pilot keluar menemui Naga dan memberitahu bahwa panglima TNI Indonesia sudah berkoordinasi dengan pemerintah Jepang untuk mengarahkan mereka menuju bandara internasional Itami Osaka, Jepang....
... Ketika Naga sedang tertidur dalam penerbangan menuju bandara internasional Itami Osaka, Jepang tiba - tiba dirinya terbangun karena suara guncangan di bagian belakang pesawat. Suara berisik di bagian belakang pesawat membuat para penumpang di bagian depan penasaran tapi hanya Naga yang pergi untuk memeriksanya. Ketika Naga melihat para penumpang bagian belakang ternyata mereka di serang oleh seorang zombie yang membuat wabah zombie mulia menyebar di pesawat yang dia naiki....
... Naga langsung meminta para penumpang untuk tetap tenang dan meminta koper serta tas yang ada dijadikan dinding penghalang antara para penumpang bagian depan dengan para penumpang bagian belakang. Para penumpang bagian depan saling bahu membahu membangun dindin penghalang tapi salah satu penumpang secara tidak sengaja menjatuhkan tas yang dia pegang ke arah bagian belakang pesawat. Suara tas yang terjatuh membuat para zombie langsung melihat ke arah penumpang bagian depan dan mulai menyerang para penumpang bagian depan....
... Pada awalnya Naga berhasil membunuh para zombie dengan menggunakan Enma yang dia bawa tapi karena para zombie yang berdatangan sangat banyak dan sudah mulai mengubah para penumpang bagian depan menjadi zombie membuat Naga kewalahan melawan para zombie. Envy membantu Naga membunuh para zombie dengan peluru yang tersisa di senjata api yang dia bawa tapi hal itu belum cukup kala semua penumpang sudah berubah menjadi zombie menyisakan mereka berdua. Tanpa basa basi Naga langsung mengambil granat yang dibawa oleh Envy dan melemparkannya ke arah kerumunan para zombie....
... Ledakan dari granat tersebut membuat lubang di tengah badan pesawat sehingga para zombie mulai bertebrangan keluar dari pesawat. Naga langsung duduk di kursi sambil mengencangkan sabuk pengaman dan membantu Envy untuk segera duduk juga di kursi sebelahnya. Lubang di pesawat membuat pesawat akhirnya terjatuh di hutan kota Kobe membuat Naga beserta Envy pingsan kala pesawat membentur daratan dengan sangat keras....
... Ketika Naga sadar Envy sudah tidak berada di sebelahnya dan ada sebuah besi yang menusuk perutnya menembus hingga ke belakang pinggang Naga. Tidak lama kemudian Envy datang dan membantu Naga untuk berjalan menuju fasilitas WHO yang ada di Kobe, Jepang. Ketika Naga dan Envy berjalan menuju fasilitas WHO tampak daerah sekitar tersebut berhasil menangani wabah zombie dengan baik sehingga kerusakan yang ditimbulkan sangat minim....
...
... Di Kepulauan Seribu Panglima TNI terus memantau keberadaan Naga berkoordinasi dengan bandara internasional Itami Osaka, Jepang. Namun tidak lama kemudian Panglima TNI mendapat kabar bahwa pesawat yang dinaiki Naga tidak kunjung tiba di bandara internasional Itami Osaka, Jepang dan saat ini statusnya pesawat tersebut telah menghilang dari radar. Panglima TNI langsung memanggil Pride untuk memberi informasi tersebut agar disampaikan kepada Yuri....
“Apa yang terjadi Pride?” tanya Yuri yang langsung bangkit ketika melihat Pride kembali setelah dipanggil oleh Panglima TNI sambil berjalan perlahan dengan menundukan kepalanya.
__ADS_1
“Naga pasti memiliki cara untuk pulang Pride!” kata Yuri sambil meneteskan air mata ketika melihat wajah Pride penuh kesedihan dan membuat Yuri mengetaui pesan yang akan disampaikan oleh Pride sekalipun Pride belum mengatakan apapun.
“Naga ...” belum selesai berbicara akhirnya tangis Yuri pecah hingga membuatnya langsung terduduk lemas dan membuat semua teman - teman Naga bersama Lust ikut menangis penuh kesedihan.
...
... Setibanya Naga dan Envy di fasilitas WHO Kobe, Jepang luka Naga langsung diobati yang membuat Naga tidak sadarkan diri selama tiga hari. Setelah sadar dua orang dari WHO Kobe bernama Murakami Souji dan Saito Yosuke menanyakan identitas Naga serta tujuan Naga datang ke WHO Kobe sambil menunjukan telepon satelit milik Naga. Naga meminta mereka berdua untuk menghubungi nomor yang ada di telepon satelit tersebut untuk menjawab pertanyaan mereka....
... Beruntung telepon satelit Yuri masih berada di tangan Panglima TNI sehingga Panglima TNI langsung menjelaskan siapa Naga dan tujuan Naga ke WHO Kobe. Mendengar identitas Naga sebagai keluarga Gensai generasi ketika Souji dan Saito langsung meminta maaf atas kelancangan mereka karena mereka tahu hubungan baik antara keluarga Gensai dengan keluarga Arashikage pelindung Jepang termasuk dengan keluarga kerajaan kekaisaran Jepang saat ini. Naga sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu yang membuat Souji dan Saito langsung mengantarkan Naga untuk bertemu dengan para peneliti yang bekerja di WHO Kobe....
“Anda ingin apa tuan Naga?” tanya Mayu salah satu peneliti yang bekerja di WHO Kobe dengan penuh hormat.
“Baik, mungkin maksud anda bakteri bukan virus tapi untuk apa tuan Naga?” tanya Mayu penasaran.
“Tuan Naga percaya bahwa kita bisa menggunakan penyakit itu untuk melawan para zombie.” jawab Saito mewakili Naga dengan penuh hormat.
“Izinkan saya memberikan saran tuan Naga kami tidak pernah mencobanya karena bakteri ataupun virus membutuhkan tubuh orang hidup supaya bisa berkembang maka kita tidak bisa membuat orang yang sudah mati menjadi sakit.” jawab Mayu ramah dengan penuh hormat sambil melihat ke arah Naga.
__ADS_1
“Penyakit ini bukan untuk para zombie tapi untuk para manusia karena aku percaya wabah ini memiliki kelemahan dan kelemahannya adalah kelemahan kita. Ketika aku berada di Seoul aku melihat para zombie berlarian melewati beberapa orang selayaknya batu yang berada di tengah sungai. Kenapa? Aku yakin karena mereka sakit dan para zombie bisa merasakan tubuh manusia yang sakit sehingga mereka mencari tubuh manusia yang sehat untuk bisa berkembang seperti yang kamu katakan.” jelas Naga yang membuat Mayu terkejut karena secara teori benar.
“Teori anda benar tuan Naga, tapi menginfeksi sebagian besar populasi manusia yang sehat bukanlah obat penyembuhnya.” jawab Mayu memastikan.
“Ini bukan untuk penyembuh tapi untuk kamuflase karena kita akan melawan balik para zombie.” jawab Naga penuh percaya diri yang seketika membuat Mayu tersenyum tercengan dengan ide brilian dari Naga.
“Saya mengerti, ada contoh nyata untuk hal ini dimana predator yang kelaparan akan menghindari mayat yang berpenyakit dengan patogen yang tepat maka pasukan kita tidak akan terlihat oleh para zombie. Kurasa anda sudah paham cara untuk membuktikan teori anda tuan Naga?” tanya Mayu memastikan dengan penuh hormat.
“Tentu.” jawab Naga penuh percaya diri.
“Apakah kita memiliki apa yang dibutuhkan tuan Naga, Mayu?” tanya Souji memastikan sambil melihat ke arah Mayu.
“Tipus, flu burung, sars, kita memilik berbagai macam pilihan yang dibutuhkan oleh tuan Naga tapi masalahnya semua itu berada di gedung sayap B.” jawab Mayu ramah sambil melihat ke arah Souji.
... Souji menjelaskan bahwa beberapa jam setelah wabah zombie menyebar dan diberitakan diseluruh dunia mereka mendapatkan sampel darah dan ada dokter yang coba menelitinya. Namun secara tidak sengaja sampel tersebut membuat sang dokter berubah menjadi zombie dan menyebarkannya ke seluruh karyawan di gedung sayap B. Ada sekitar delapan puluh orang yang bekerja di gedung sayap B dan mereka semua sudah berubah menjadi zombie....
... Souji langsung menunjukan ruangan tempat mereka menyimpan penyakit yang Naga inginkan lalu menunjukan jembatan penghubung antara gedung sayap B dengan bangunan utama tempat mereka berada serta penghalang menuju gedung sayap B. Dengan penuh tekad Naga tetap akan pergi ke gedung sayap B untuk mengambil apa yang dia butuhkan. Souji memutuskan akan ikut pergi bersama Naga dan Envy karena gedung sayap B seperti labirin yang bisa membuat Naga serta Envy tersesat karena tidak tahu arah....
__ADS_1
“Tuan Naga saya tahu delapan puluh orang pekerja disana hanya angka bagi anda dan Enma, tapi sebaiknya anda tidak membunuh salah satu dari mereka karena itu akan membuat yang lain menjadi semakin agresif.” saran Mayu dengan penuh hormat.