
... Ketika Naga sedang mengendarai mobilnya tiba - tiba langit daerah Jabodetabek di penuhi oleh beberapa balon udara yang mulai menjatuhkan bom sambil menyebarkan banyak kertas bertuliskan penghakiman manusia dalam bahasa Jepang. Naga yang melihat banyak orang berlarian menyelamatkan diri langsung turun dari mobilnya ketika melihat seorang gadis yang hendak terkena salah satu bom untuk menyelamatkannya dari ledakan bom tersebut. Pihak militer Indonesia tidak bisa mengerahkan pesawat tempur karena terlalu beresiko, beruntung serangan balon udara tersebut tidak berlangsung lama....
“Siapa kamu? (dalam bahasa Jepang)” tanya Naga yang menatap tajam ke arah seseorang yang berjalan santai sambil membawa sebilah pedang di punggungnya.
“Sudah hampir lima tahun berlalu sejak kematian kakakku karena menyelamatkanmu dan orang - orang di sekitar Aquarium Toho. Setelah kamu menghancurkan organisasi mata - mata tempat kakakku bekerja aku mulai berlatih berpedang hingga hampir mati dan terus berjuang. Semua itu aku lakukan hanya untuk membalas kematian kakakku karenamu! (dalam bahasa Jepang)” jawab Mikoto Yukishiro penuh percaya diri sambil menatap Naga tajam.
“Tunggu saja penghakiman manusia untukmu sudah dekat dan orang - orang yang bersamaku sangat senang jika bisa menghabisimu. Naga menyakitimu saja tidak cukup bagiku karena aku ingin kamu menderita dengan penderitaan yang sangat sakit! (dalam bahasa Jepang)” lanjut Mikoto penuh percaya diri sambil menatap Naga tajam lalu pergi meninggalkan Naga.
... Muncul seorang pendekar pedang dengan tangan kanan senapan mesin yang langsung menembaki Naga ketika Mikoto pergi dari tempat tersebut. Naga terus berlari menghindari tembakan dari senapan mesin tersebut sambil terus bergerak mendekati sang pendekar pedang. Kemudian dengan tangan kosong Naga menekan senapan mesin tersebut ke arah bawah lalu mendorong sang pendekar pedang hingga menghantam dinding salah satu rumah....
... Tidak lama kemudian sang pendekar bangkit dan langsung kembali menembaki Naga dengan tangan kanan senapan mesinnya yang membuat Naga terus berlarian menghindari tembakan tersebut. Dengan kecepatan reflek yang Naga miliki serta kelincahannya Naga bisa dengan meudah menghindari setiap tembakan dari senapan mesin sang pendekar pedang. Akhirnya dengan cepat Naga memukul dan menendang sang pendekar pedang hingga senapan mesin di tangan kanannya terlepas dan membuat dirinya kembali terpental ke salah satu dinding rumah sekitar....
... Akhirnya sang pendekar pedang menghunus pedangnya dengan menggunakan tangan kiri lalu berusaha menebas Naga dengan kondisi yang sudah kacau balau. Tidak butuh waktu lama Naga langsung menendang sang pendekar tersebut hingga pingsan dan polisi langsung berdatangan untuk menangkap sang pendekar pedang yang masih pingsan. Ketika Naga kembali ke mobilnya dan hendak pergi tiba - tiba handphonenya bergetar dan tertulis nomor pribadi di layar tersebut....
“Bukankah jam segini waktunya adikmu pulang dari sekolahnya? (dalam bahasa Jepang)” tanya Mikoto dengan suara dingin nan mencekamnya.
__ADS_1
... Mendengar hal itu Naga terkejut dan langsung menghubungi klan Gensai yang ternyata markas klan Gensai juga sedang diserang oleh banyak orang yang terdiri dari pembunuh bayaran dan orang - orang suruhan Mikoto. Yuri yang menerima panggilan Naga juga membenarkan bahwa saat ini Eri sedang dikejar - kejar oleh banyak pembunuh bayaran. Sang supir yang menjemput Eri sampai harus masuk ke tol Cikampek menuju Cipali untuk berusaha kabur dari para pembunuh bayaran....
“Greed aku membutuhkan pesawat kargo segera untuk menyelamatkan Eri!” pinta Naga kepada Greed.
“Kamu ingin kita terbang ke Bandung atau ke bandara Kertajati untuk menghadang para pembunuh bayaran dari arah sebaliknya?” tanya Greed memastikan sambil berjalan menuju lapangan udara milik klan Gensai.
“Itu sama saja seperti mengejar mereka dari sini, aku akan mengejar mereka secara langsung!” jawab Naga penuh percaya diri yang membuat Greed langsung tersenyum paham maksud Naga.
... Tidak lama kemudian Naga tiba dan langsung masuk ke dalam pesawat kargo yang telah disiapkan oleh Greed lalu segera terbang mengejar Eri. Di waktu yang bersamaan ada helikopter media nasional yang meliput secara langsung para pembunuh bayaran yang mengejar Eri. Terutama setelah para pembunuh bayaran membunuh para polisi yang mengejar mereka dan merusak berbagai fasilitas baik fasilitas pribadi ataupun fasilitas publik....
“Ini bukan sebuah film kan? Tadi Naga benar - benar turun dari pesawat dan menghantam dua mobilkan?” tanya Raka memastikan sambil melihat ke arah teman - teman kelas 12-2 lainnya.
“Naga akan melakukan apapun demi melindungi tiga wanita paling berharga bagi dirinya termasuk hal - hal yang tidak masuk akal.” jawab Julian sambil menyaksikan siara langsung tersebut dengan sangat serius.
... Naga meminta Greed untuk mendarat di bandara Kertajati sementara dirinya akan mengemudi di depan Eri menuju bandara tersebut. Perjalanan tenang Eri bersama salah satu supir dari klan Gensai tiba - tiba berubah kembali menegangkan ketika ada salah satu pembunuh bayarang yang berhasil menyusul mereka lalu menarik Eri menuju mobil sang pembunuh bayaran. Sang pembunuh bayarang yang membawa Eri langsung mengaktifkan nos (nitrous oxide system) untuk menabrak bagian belakang mobil Naga hingga akhirnya Naga menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalan yang berlawanan....
__ADS_1
... Naga terus menghindari mobil yang melaju ke arahnya dari arah depan untuk bisa mengejar mobil pembunuh bayaran yang membawa Eri. Ketika melihat mobil pembunuh bayaran lain dari arah depan mobil Naga, supir dari klan Gensai yang sebelumnya menjemput Eri langsung menabrak pembatas jalan agar menabrakan mobilnya ke arah mobil para pembunuh bayaran yang hendak menghentikan Naga. Seketika ledakan besar terjadi yang membunuh sang supir dari klan Gensai beserta para pembunuh bayaran yang terdapat di mobil yang tertabrak oleh mobil sang supir dari klan Gensai....
... Tidak lama kemudian muncul kembali beberapa pembunuh bayaran dalam beberapa mobil dan dua helikopter yang langsung menembakan tombak pengait ke mobil milik Naga. Mobil Naga sempat hendak dibawa terbang oleh kedua helikopter para pembunuh bayaran tapi kemampuan mengemudi Naga berhasil membuat dirinya tetap berada di jalanan. Di waktu yang tepat Naga langsung mengaktifkan nos yang ada di mobilnya untuk kembali ke jalan yang sama dengan mobil pembunuh bayaran yang membawa Eri....
... Setelah Naga mengaktifkan nos kedua helikopter yang hendak membawanya terbang tiba - tiba saling bertabrakan dan meledak. Naga langsung bermanuver memanfaatkan salah satu helikopter yang terbakar untuk menyingkirkan dua mobil pembunuh bayaran yang ada di depannya. Kemudian menggunakan helikopter yang tersisa untuk menghantamkannya ke mobil pembunuh bayaran yang membawa Eri....
“Eri lompatlah!” teriak Naga sambil membukakan pintu penumpang bagian depan yang membuat Eri memberanikan dirinya melompat dari mobil pembunuh bayarang yang membawanya.
... Dengan sigap Naga langsung mengendalikan laju mobilnya dan kembali berjalan dengan normal menuju bandara Kertajati. Sementara mobil pembunuh bayaran yang membawa Eri sebelumnya akhirnya meledak setelah menabrak pembatas jalan dan menabrak pepohonan di sekitarnya. Eri langsung memeluk Naga sambil menangis ketakutan setelah mereka tiba di bandarak kertajati dan masuk ke dalam pesawat kargo milik klan Gensai....
“Yeah!” teriak Teguh penuh kemenangan ketika Naga berhasil menyelamatkan Eri dari tayangan siara langsung salah satu media nasional.
“Syukurlah Naga!” kata Jihan sambil bernapas lega dan saling berpegangan, berpelukan dan saling menatap satu sama lain dengan teman - teman wanita kelas 12-2 yang sedang bersamanya.
... Namun tidak lama kemudian Pride menghubungi Naga dan meminta maaf bawah Nara diculik dari markas klan Gensai oleh beberapa orang serta Enma dibawa oleh para penculik yang membawa Nara. Rupanya upaya penculikan Eri dan penyerangan klan Gensai direncanakan oleh Mikoto untuk bisa menculik Nara beserta Enma yang membutuhkan perlakuah khusus. Mendengar hal itu Naga langsung meminta Greed untuk membawa Eri pulang sementara dirinya akan menjemput serta menyelamatkan Nara....
__ADS_1