Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Hilang Ingatan


__ADS_3

... Melihat adanya kesempatan untuk membantu Naga dan Yura, Nara langsung mengambil salah satu senapan milik anak buah Tohari yang terjatuh untuk membantu Naga dan Yura membunuh para anak buah Tohari. Tidak lama kemudian semua anak buah Tohari yang datang untuk membunuh Yura telah tewas dibunuh oleh Naga, Yura, dan Nara. Naga melihat ke arah Nara sambil bernapas lega karena Nara tidak terluka sedikitpun sementara Nara melihat Naga dengan tatapan penuh percaya diri bahwa kemampuan dirinya masih sama seperti saat berperang melawan para bola alien....


... Yura meminta semua orang yang masih berada di dalam kantin untuk segera keluar menunggu tim medis yang sedang dalam perjalanan. Naga yang fokus mengamankan keadaan sekitar mendengar suara aneh dari salah satu tas anak buah Tohari yang sudah tewas. Begitu Naga menyadari bahwa itu adalah bom Naga meminta semuanya untuk lari sejauh mungkin sementara Nara yang berlari sambil berusaha menyelamatkan orang lain terkena dampak ledakan bom tersebut hingga membuat Nara tidak sadarkan diri....


“Nara! Bangun Nara!” pinta Naga sambil memeluk Nara yang ada di pangkuannya.


“Nara, tolong bangun Nara!” pinta Naga yang mulai meneteskan air mata ke pipi Nara yang ada di pangkuannya.


... Tidak lama setelah tim medis tiba di FISIP, Nara langsung dibawa ke rumah sakit terdekat bersama para korban lain yang membutuhkan perawatan dengan segera. Setelah mendapatkan perawatan, dokter yang bertugas menangani Nara menyatakan bahwa Nara berhasil diselamatkan tapi saat ini kondisi Nara masih belum sadarkan diri. Mamah Nara datang ke rumah sakit ditemani oleh Yuna dan Jihan yang mengetahui kabar tersebut setelah Naga memberitahu mereka berdua....


“Bu, saya minta maaf karena ulah saya Nara saat ini terbaring di rumah sakit!” kata Naga yang tertunduk merasa bersalah sambil meneteskan air mata di depan Mamah Nara ketika Mamah Nara, Yuna, dan Jihan berdiri di samping Nara.


“Naga, tolong jangan menyalahkan diri sendiri ya!” pinta Mamahnya Nara sambil mengusap pundak kanan Naga dengan penuh kelembutan.


“Ini semua bukan salah kamu dan Ibu percaya bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi Nara. Sekarang mari doakan Nara agar Nara bisa segera siuman dan kembali bersama kita ya!” lanjut Mamahnya Nara sambil meneteskan air mata dan terus mengusap pundak Naga dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


... Sejak Nara belum sadarkan diri Naga bekerja sama dengan Mamahnya Nara untuk merawat Nara setiap harinya. Yuna dan Jihan juga terkadang datang untuk membantu merawat Nara bersama dengan Naga ataupun Mamahnya Nara. Naga merawat Nara dengan penuh kasih sayang setiap harinya yang membuat Mamahnya Nara terharu dan bersyukur karena Nara memiliki kekasih seperti Naga....


“Naga, Ibu banyak mendengar tentang kamu dari Nara termasuk tentang kamu sebagai anak dari keluarga Gensai. Pada awalnya Ibu tidak tahu tentang keluarga Gensai hingga Nara menjelaskan semuanya secara rinci dari yang dia ketahui. Setelah mendengar itu Ibu khawatir serta takut karena Nara adalah satu - satunya harta paling berharga untuk Ibu dan Ibu tidak ingin kehilangan Nara.” kata Mamahnya Nara ketika sedang menunggu Nara di ruang rawat inap bersama Naga.


“Kemudian Ibu teringat masa peperangan melawan para bola alien dan wabah zombie yang membuat Ibu sadar bahwa tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Namun kamu selalu bisa dan berhasil membuat Nara tetap aman serta selamat hingga saat ini. Jadi tolong jangan salahkan dirimu sendiri atas hal ini dan tetaplah bersama Nara untuk melindunginya, ya!” pinta Mamahnya Nara sambil menatap Naga dengan penuh percaya diri.


“Aku akan melakukan apapun demi melindungi Nara, Bu.” jawab Naga yang menatap Mamahnya Nara penuh percaya diri dan membuat Mamahnya Nara tersenyum bangga sambil menatap Naga.


...Setelah lebih dari dua Minggu Nara tidak sadarkan diri akhirnya mata Nara perlahan mulai terbuka yang membuat Jihan pada saat itu sedang merawat Nara bersama Naga langsung pergi menemui dokter penanggung jawab Nara. Dokter penanggung jawab Nara langsung memeriksa keadaan Nara dan melakukan uji motorik kepada Nara seperti membuka pena serta menulis. Dokter menyatakan bahwa Nara baik - baik saja tinggal melakukan beberapa pemeriksaan tahap akhir dan beristirahat, Nara sudah bisa pulang....


“Terima kasih Dok!” kata Jihan dan Naga kompak sambil tersenyum lega.


“Aku Jihan ketua kelas saat kita SMA!” kata Jihan sambil menatap Nara penuh harap.


“Aku Naga, teman sekelasmu ketika di SMA!” lanjut Naga sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


“Naga ini ...” kata Jihan yang langsung ditahan oleh Naga.


“Kami bergantian menjagamu diminta oleh Ibumu karena kami teman yang berada di Jakarta!” lanjut Jihan sambil tersenyum ramah.


“Hoo begitu terima kasih!” jawab Nara sambil tersenyum ramah.


... Tidak lama setelah Mamahnya Nara datang ke rumah sakit, dokter penanggung jawab Nara langsung melalukan pemeriksaan menyeluruh kepada Nara. Sang Dokter mengatakan kepada Mamahnya Nara yang datang bersama Naga bahwa sepertinya Nara mengalami hilang ingatan akibat ledakan yang dia terima dan saat ini belum tahu kapan ingatan Nara akan kembali. Sang dokter meminta Naga dan Mamahnya Nara untuk bersabar menunggu agar ingatan Nara pulih seluruhnya karena mungkin ingatannya akan kembali secara bertahap....


... Ketika keluar dari ruangan sang dokter Naga meminta Mamahnya Nara untuk tidak memberitahu Nara tentang hubungannya dengan Naga selama ini. Pada awalnya Mamahnya Nara terkejut dan penasaran akan hal tersebut tapi Naga menjelaskan jika hilang ingatan Nara akan membuat Nara lebih aman dan terhindar dari bahaya itu jauh lebih penting daripada hubungan Naga dengan Nara itu sendiri. Sekalipun Naga harus merelakan Nara dengan laki - laki lain itu tidak masalah demi keselamatan dan kebahagiaan Nara....


... Mamahnya Nara mengerti maksud Naga dan akhirnya setuju untuk tidak memberitahu perihal hubungannya dengan Naga selama ini. Setelah bertemu dengan Nara yang sudah siuman Naga izin pamit kepada Nara dan Jihan untuk pulang dengan dalih ada hal yang harus dia kerjakan. Ketika Naga pulang Naga memberitahu teman - teman kelas 12-2 bahwa Nara sudah siuman dan Naga juga meminta teman - teman kelas 12-2 untuk tidak membicarakan hubungan Naga dengan Nara selama ini....


... Pada awalnya Resa, Vivi, dan Jihan tidak setuju karena mereka berpikir mungkin dengan kehadiran Naga serta perlahan memberitahu Nara tentang hubungannya dengan Naga selama ini bisa membuat ingatan Nara cepat pulih. Namun Naga meminta hal ini karena Naga tidak ingin nyawa Nara kembali terancam akibat dirinya. Jika hilang ingatan Nara bisa memberikan Nara kesempatan untuk memilih hidup baru dengan seseorang yang bisa membuat dia bahagia dan tetap aman itu jauh lebih baik daripada Nara mengetahui hubungannya dengan Naga yang bisa kembali mengancam keselamatan Nara itu sendiri....


... Mendengar hal itu teman - temannya mengerti bahwa Naga merasa bersalah dan melakukan semua ini demi Nara karena Naga begitu mencintai Nara yang akhirnya dengan terpaksa mereka semua mengikuti permintaan Naga. Setelah keluar dari rumah sakit Nara mulai kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa meskipun Nara perlu beradaptasi kembali terutama mengenal orang - orang di sekitar Nara. Teman - teman kuliah Nara juga sangat menyambut hangat Nara dan membantu Nara secara perlahan untuk beradaptasi kembali dan mengejar ketertinggalan Nara dalam perkuliahannya....

__ADS_1


... Setiap hari Naga selalu datang ke kampus Nara untuk melihat Nara dari jauh memastikan bahwa Nara baik - baik saja dan di waktu yang sama Yura juga diminta untuk cuti dari perkuliahan sampai Tohari berhasil ditangkap. Perlahan Nara mulai mengejar ketertinggalannya di dunia perkuliahan meskipun ingatannya belum pulih seutuhnya. Salah satu senior Nara bernama Lucas Hassan juga membantu Nara secara langsung untuk mengejar ketertinggalan Nara yang membuat hubungan mereka semakin lama semakin dekat....


... Lucas yang rupawan, cerdas, dan sejak awal menyukai Nara akhirnya perlahan berhasil membuat hati Nara luluh kepadanya hingga hubungan mereka terus berkembang menjadi sepasang kekasih. Naga yang mengetahui hal itu karena sering melihat Nara dari jauh hanya bisa bernapas lega lalu pergi memutuskan untuk berhenti memperhatikan Nara. Saat ini Naga hanya ingin memastikan keselamatan Nara benar - benar terjadi dengan memburu Tohari Ahmad Suradji alias ‘Datuk’ dimanapun dirinya bersembunyi....


__ADS_2