
... Dua hari setelah peringatan kematian teman - teman kelas 12-2 Resa bertanya kepada Naga di grup chat kelas 12-2 tentang sky diving di Indonesia. Namun dengan santai Naga mengajak Resa beserta semua siswa kelas 12-2 lainnya untuk sky diving bersama menebus rencana sky diving mereka yang gagal kala di pulau Hawaii. Tidak butuh waktu lama semua teman - teman Naga termasuk Nara langsung setuju dengan ide Naga untuk sky diving bersama....
... Naga meminta semua teman - temannya untuk datang menginap di markas klan Gensai sambil memberikan alamat markas klan Gensai di grup chat kelas 12-2 agar bisa melakukan pelatihan singkat sebelum sky diving dan juga melaksanakan sky diving di hari berikutnya. Keesokan harinya semua siswa kelas 12-2 pergi bersama - sama menuju markas klan Gensai sesuai dengan yang diberikan oleh Naga. Zebro sang kepala penjaga gerbang bagian depan langsung menyambut kedatangan teman - teman Naga dengan penuh kehangatan....
“Selamat datang nona Nara dan teman - teman tuan Naga lainnya!” sapa Zebro yang tersenyum ramah sambil melihat semua teman - teman Naga.
“Mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi tuan Naga bahwa kalian sudah tiba!” pinta Zebro ramah yang masuk ke dalam ruang pos keamanan untuk menghubungi tujuh pengawal Naga.
“Lust, Nara dan teman - teman tuan Naga sudah tiba di gerbang depan.” kata Zebro ramah sambil melihat ke arah teman - teman Naga.
“Baik terima kasih Zebro.” jawab Lust yang langsung menutup panggilan dari Zebro.
“Teman - teman Naga sudah datang?” tanya Yuri yang kebetulan lewat ketika Zebro sedang menghubungi Lust.
“Benar nona Yuri.” jawab Lust penuh hormat.
“Kalau begitu tolong jemput mereka Lust!” pinta Yuri sambil tersenyum ramah menatap Lust.
“Tapi Naga masih sedang berlatih nona Yuri.” kata Lust memastikan.
“Tidak apa, jangan buat mereka menunggu terlalu lama!” pinta Yuri ramah.
__ADS_1
“Baik nona Yuri.” jawab Lust sigap dengan penuh hormat.
... Lust langsung meminta tiga orang dari klan Gensai untuk mengendarai mobil bersamanya menjemput teman - teman Naga di gerbang depan. Tidak butuh waktu lama empat mobil SUV datang ke gerbang depan untuk menjemput Nara dan teman - temannya yang membuat mereka terkejut penuh tanya. Namun ketika mereka semua sudah naik ke dalam mobil dan pergi menuju tempat kediaman Naga mereka langsung menyadari kenapa mereka di jemput oleh mobil....
... Markas klan Gensai sangat luas yang terdiri dari tempat tinggal seluruh pasukan klan Gensai beserta tempat berbagai latihan guna membentuk pasukan klan Gensai. Selain tempatnya yang luas markas klan Gensai yang hijau juga menyejukan pandangan, udara di markas klan Gensai juga begitu bersih karena banyaknya pepohonan yang membentuk hutan kota. Beberapa menit kemudian Nara dan teman - temannya tiba di gedung tempat mereka akan beristirahat sekaligus untuk bertemu Naga yang masih berlatih seorang diri....
“Selamat datang semuanya!” sapa Yuri sambil tersenyum ramah melihat ke arah teman - teman Naga yang berdiri di hadapannya.
“Halo kak Yuri!” sapa Nara dan teman - teman Naga kompak.
“Ayo kita pergi ke kamar kalian masing - masing sambil menjemput orang yang janjian sama kalian tapi masih sibuk latihan!” ajak Yuri ramah yang membuat teman - teman Naga tersenyum mengerti maksud dari perkataan Yuri.
... Baru berjalan beberapa menit Yuri, Lust, Nara, dan teman - temannya Naga melihat Naga sedang berada di dalam sebuah ruangan dengan teknologi super canggih yang bisa membuat simulasi secara virtual reality. Mereka bisa melihat Naga dari balik kaca berada di dalam ruangan yang bisa mengeluarkan berbagai macam bentuk serangan ke arah Naga. Namun mereka juga bisa melihat di sebuah layar monitor yang menunjukan virtual reality simulasi pertempuran yang sedang Naga lakukan dalam proses latihannya....
... Naga mulai menendang dan membunuh orang - orang tersebut menggunakan pedang di mulutnya dalam kondisi tangan yang masih terikat. Pada akhirnya Naga berhasil dari ikatannya dengan memanfaatkan pedang milik musuhnya dan langsung mengambil Enma untuk membantai semua orang yang ada disana. Dengan cepat Naga menebak serta membunuh semua orang dalam simulasi menggunakan Enma tanpa terluka sedikitpun....
... Nara dan teman - teman Naga lainnya sudah tidak asing melihat Naga bertarung menggunakan tangan kosong ataupun pedang tapi ketika melihat Naga yang sedang berlatih mereka seolah - olah melihat kemampuan Naga yang jauh lebih hebat daripada yang mereka lihat selama ini. Kecepatan serta kekuatan Naga saat sedang berlatih benar - benar menunjukan betapa mengerikannya Naga dalam hal pertarungan sehingga mendapat julukan anak yang terlahir untuk berperang. Setelah semua orang dalam simulasi berhasil Naga bunuh, simulai tersebut selesai dan Eri yang saat itu sedang melihat Naga berlatih langsung menghampiri Naga sambil memberikan Naga segelas jus buah blueberry kesukaan Naga....
“Kak Naga benar - benar hebat, suatu hari aku ingin bisa menjadi seperti kak Naga!” puji Eri yang menatap Naga sambil tersenyum kagum.
“Kenapa kamu ingin menjadi seperti kakak?” tanya Naga ramah setelah meminum jus blueberry miliknya.
__ADS_1
“Agar aku bisa menolong banyak orang seperti kakak.” jawab Eri penuh semangat.
“Kamu tidak perlu menjadi seperti kakak untuk bisa menolong orang, kamu bisa memulainya dengan menghormati dan menolong orang - orang disekitar kita!” pinta Naga sambil tersenyum ramah membelai rambut Eri sambil melihat ke arah teman - temannya yang sudah tiba.
“Ayo kak Yuri sudah menunggu kita!” ajak Naga sambil tersenyum yang membuat Eri lagnsung berlari ke luar ruangan simulasi.
“Kak Yuri!” panggil Eri penuh semangat yang tiba - tiba berhenti ketika melihat banyak orang sedang bersama Yuri lalu kembali ke belakang Naga.
“Tidak perlu malu ataupun takut Eri, mereka teman - teman kakak dan mereka orang - orang baik!” kata Naga sambil memegang kepala Eri yang bersembunyi di belakang tubuh Naga dengan menggemaskan.
... Nara dan teman - teman Naga lainnya langsung tersenyum ramah menatap Eri yang begitu menggemaskan karena malu bertemu orang - orang baru. Namun tiba - tiba Eri langsung berjalan menghampiri Nara dan menggenggam tangan kanan Nara dengan penuh kelembutan sambil tersenyum menatap Nara. Sikap Eri langsung membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tersenyum sambil melihat ke arah Eri dan Nara....
“Kak Naga begitu mencintai kakak ini?” tanya Eri yang terus menggengam tangan kanan Nara sambil melihat ke arah Naga.
“Namanya Nara, Eri!” kata Naga sambil tersenyum ramah.
“Salam kenal kak Nara, namaku Eri!” kata Eri memperkenalkan dirinya sambil sedikit menunduk penuh hormat.
“Salam kenal Eri!” jawab Nara yang tersenyum ramah sambil menatap dan membelai rambut Eri dengan penuh kelembutan.
“Enma juga ingin melindungi kak Nara!” kata Eri yang langsung menunjuk dan melihat ke arah Enma di tangan kiri Naga yang membuat Naga, Yuri, dan Lust terkejut hingga Naga mencoba menarik sedikit bilah pedang Enma dari sarungnya.
__ADS_1
“Lust tolong antarkan Nara dan teman - temanku ke ruangan mereka untuk beristirahat ya!” pinta Naga sambil melihat ke arah Lust.
“Aku permisi ganti baju dulu ya, semoga kalian bisa nyaman bermalam di markas klan Gensai!” lanjut Naga sambil melihat ke arah teman - temannya.