Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Izinkan Aku Mencintaimu


__ADS_3

... Ketika Naga hendak pergi menuju pantai Ko Ma tiba - tiba muncul komplotan para penculik dengan mobil lapis baja yang membuat Naga terpaksa berlari masuk ke dalam resort pantai Ko Ma untuk menghindari tembakan dari mobil lapis baja. Envy dengan sigap langsung menembakan RPG yang dia bawa ke arah helikopter untuk menyelamatkan Wrath. Naga bersembunyi di dalam resort pantai Ko Ma ketika para komplotan penculik masuk dengan cepat Naga menyergap mereka dan menembaki mereka hingga tewas satu persatu....


... Kemudian Naga mengambil jalan memutar untuk membunuh para komplotan penculik yang ada di dalam mobil lapis baja dengan dua buah granat. Setelah membunuh para komplotan yang ada di mobil lapis baja Naga langsung pergi ke arah pantai Ko Ma sambil terus membunuh para komplotan penculik yang dia temukan sepanjang perjalanan. Ketika para pengawal pribadi Naga sedang menembaki komplotan penculik guna membuka jalan untuk Sheryl pergi ke perahu motor tiba - tiba dua anggota klan Gensai yang bersama mereka tewas ditembak oleh seorang penembak jitu yang membuat mereka semua langsung merunduk....


... Envy langsung mencari sang penembak jitu dengan teleskop senapan yang dia bawa lalu menembak sang penembak jitu tepat di kepalanya kala sang penembak jitu menembak bahu kiri Naga dari belakang. Naga langsung menghampiri Sheryl di tempat persembunyiannya sambil menahan rasa sakit karena tertembak oleh sniper dan luka sayatan peluru kala dirinya menghindari tembakan dari komplotan pencuri dengan mobil lapis baja. Naga meminta Sheryl untuk berlari ke arah pengawal pribadi Naga tanpa melihat ke arah belakang yang membuat Sheryl meneteskan air mata ketika mendengar permintaan itu....


“Larilah Sheryl!” pinta Naga tegas sambil menatap Sheryl.


... Akhirnya Sheryl memberanikan diri untuk berlari ke arah perahu motor para pengawal pribadi Naga sekuat tenaganya sambil menangis. Sementara Naga terus menembak para komplotan penculik yang masih saja terus berdatangan ke arah mereka. Setelah Sheryl aman, Pride, Wrath, Lust, dan Greed langsung maju untuk membantu Naga membunuh para komplotan penculik hingga akhirnya mereka semua bisa pergi ke perahu motor dan meninggalkan pulau Ko Phan Ngan....


... Setelah tiba di pulau utama Thailand Naga dan Wrath langsung dibawa oleh pesawat medis kembali ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan atas luka - luka mereka. Sedangkan Sheryl pulang ke Indonesia didampingi oleh para pengawal pribadi Naga yang lain. Di bandara Soekarno Hatta, Melisa bersama kedua orang tuanya menunggu kedatangan Sheryl dan ketika Sheryl melihat kakaknya serta kedua orang tuanya dia langsung berlari sambil menangis haru....


... Melisa dan kedua orang tuanya langsung memeluk Sheryl dengan penuh kasih sayang sambil menangis haru dan lega karena Sheryl berhasil kembali dengan selamat. Melisa dan kedua orang tuanya juga mengucapkan terima kasih kepada para pengawal Naga yang telah menyelamatkan Sheryl serta membawa Sheryl kembali ke Indonesia. Ketika mereka hendak berpisah tiba - tiba Sheryl teringat dengan Naga yang membuat dirinya langsung memanggil Pride dan pengawal pribadi Naga lainnya hingga mereka menghentikan langkah mereka....


“Apa kak Naga akan baik - baik saja?” tanya Sheryl cemas sambil menatap Lust dengan mata berkaca - kaca.


“Iya tidak perlu khawatir, peluru snipernya hanya mengenai bahu kiri belakang Naga dan luka di pinggangnya hanya sayatan dari peluru yang meleset.” jawab Lust sambil tersenyum ramah menatap Sheryl.


“Apa aku boleh menjenguk kak Naga?” tanya Sheryl sambil menatap Lust penuh harap yang membuat Lust langsung menuliskan nama rumah sakit tempat Naga dirawat pada sebuah kertas lalu memberikannya kepada Sheryl.


“Bilang ke resepsionis rumah sakit Naga Gensai maka dia akan mengantarkanmu ke kamar Naga. Saranku jika kamu ingin menjenguk Naga datang sendirian karena Nara, nona Yuri, dan nona Eri akan jadi prioritas untuk bersama Naga. Mereka bebas datang jam berapapun walaupun aku cukup yakin besar kemungkinan mereka akan setiap hari bersama Naga.” jawab Lust yang tersenyum ramah sambil menatap Sheryl.

__ADS_1


“Baik, terima kasih kak Lust.” jawab Sheryl sambil tersenyum bahagia menatap Lust.


... Luka ditubuh Naga sebenarnya tidak memerlukan rawat inap tapi Yuri meminta agar Naga menjalani rawat inap di rumah sakit agar Naga tidak seenaknya menggunakan tubuhnya yang masih terluka. Terlebih komplotan penculik Sheryl merupakan kelompok kriminal yang terorganisir sehingga meskipun Naga di rumah sakit, Naga meminta semua pengawal pribadinya kecuali Wrath untuk mengbongkar semua detail terkait kelompok tersebut. Terutama tentang sang kepala ular dan operasi pembersihan untuk menyelamatkan para korban yang bisa diselamatkan....


“Selamat sore kak Naga!” sapa Sheryl yang masuk ke dalam ruang rawat inap Naga sambil tersenyum manis dan membuat Naga cukup terkejut.


“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Naga datar.


“Aku hanya ingin menjenguk kak Naga." jawab Sheryl yang tersenyum sambil menatap Naga.


“Aku bawa bingkisan buah untuk kak Naga, aku simpan disini ya!” lanjut Sheryl sambil meletakan bingkisan yang dia bawa.


“Bagaimana keadaan kak Naga?” tanya Sheryl cemas.


“Aku baik - baik saja, aku berada disini hanya karena kakakku yang meminta.” jawab Naga datar yang membuat Sheryl mengangguk paham.


“Kak Naga apakah jika aku berada dalam kondisi berbahaya aku boleh meminta bantuan kak Naga lagi?” tanya Sheryl sambil menatap Naga penuh harap.


“Bukannya sudah kubilang jangan berharap apapun dariku? Jika kamu berada dalam kondisi berbahaya karena kamu berharap sesuatu dariku hingga kamu tidak menyadari kasih sayang orang - orang disekitarmu maka kamu tidak layak untuk diselamatkan.” jawab Naga sambil menatap Sheryl dingin yang tanpa disadari Nara sudah berdiri di depan pintu ruang rawat inap Naga mendengar pembicaraan mereka berdua.


“Aku mengerti, aku mengerti jika kak Naga tidak ingin berpaling dari kak Nara dan aku tidak akan meminta kak Naga untuk bisa menyukaiku. Aku hanya ingin terus bisa menyukai kak Naga karena hanya itu yang aku butuhkan. Jadi tolong jangan memintaku berhenti untuk menyukai kak Naga!” jawab Sheryl yang meneteskan air matanya sambil menatap Naga.

__ADS_1


“Baiklah.” jawab Naga santai yang membuat Nara langsung pergi ke kamar mandi.


... Nara tidak pernah sedikitpun meragukan kesetian dari komitmen Naga tapi sebagai seorang wanita Nara juga mengerti perasaan Sheryl kepada Naga. Nara sangat bersyukur dan bahagia memiliki kekasih seperti Naga tapi bukan berarti Nara menyukai sikap dingin Naga kepada wanita lain hingga terkesan Naga seolah - olah tidak memiliki perasaan. Ketika Nara keluar dari kamar mandi Nara bertemu Eri yang baru saja tiba untuk menemani Naga yang berada di rumah sakit dan membuat mereka berdua berjalan bersama menuju ruang rawat inap Naga....


“Tok ... tok ... tok!” suara ketukan pintu yang membuat Sheryl langsung menghapus air matanya.


“Sheryl? Udah lama disini?” tanya Nara pura - pura tidak tahu yang langsung masuk sambil tersenyum melihat ke arah Sheryl dan Naga.


“Eri? Bukankah kakak sudah memintamu tidak perlu ke rumah sakit?” tanya Naga yang terkejut melihat Eri berdiri di depan pintu ruang rawat inapnya.


... Eri langsung berlari memeluk Naga dan menyandarkan kepalanya ke dada kanan Naga dengan penuh kelembutan sambil meneteskan air mata. Naga dengan penuh kelembutan membelai rambut Eri yang membuat Eri menghapus air matanya sendiri dan berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya. Naga dan Yuri sepakat untuk tidak memberitahu Eri tentang Naga yang sedang berada di rumah sakit karena Eri selalu sedih ketika melihat Naga terluka setelah pulang dari misi....


“Apakah lukanya sangat sakit?” tanya Eri cemas sambil menghapus air matanya sendiri dan menahan tangisnya.


“Sudah tidak terlalu terasa Eri.” jawab Naga penuh kelembutan sambil terus membelai rambut Eri dengan lemah lembut.


“Aku takut terjadi sesuatu kepada kak Naga hingga harus dirawat di rumah sakit.” kata Eri manja yang tidak mau melepaskan pelukannya dari Naga.


“Kakak juga tidak ingin berada di rumah sakit, tapi kak Yuri yang ingin kakak tinggal di rumah sakit selama beberapa hari.” jawab Naga penuh kelembutan.


“Aku setuju, agar kak Naga sembuh dulu sebelum melakukan hal yang lain.” jawab Eri manja yang langsung melepaskan pelukannya sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.

__ADS_1


__ADS_2