
... Pada awalnya semua siswa pleton 2 berusaha bersembunyi takut dimarahi oleh Lintang, tapi Lintang yang menyadari kegugupan semua siswa mengajak mereka semua untuk makan malam bersama dengan memasak bersama dirinya dan Bima. Semua siswa pleton 2 langsung kegirangan ketika Lintang dan Bima mulai memasak di hadapan mereka semua. Lintang dan Bima memasak sambil menggunakan beberapa trik tangan yang membuat semua siswa pleton 2 tertawa dan bersorak dengan penuh suka cita....
... Mereka semua mulai menikmati hidangan yang mereka buat sambil mengobrol santai dengan penuh canda tawa. Ketika selesai menikmati hidangan bersama Julian mulai jahil dengan membuat wajah Teguh penuh dengan tepung terigu. Teguh yang berniat membalas Julian justru malam memulai peperangan tepung terigu bagi semua siswa dari pleton 2....
... Semua siswa penasaran tentang Lintang dan Bima yang membuat mereka menceritakan sebagian kehidupan mereka serta rencana mereka ke depannya. Para siswa mulai mempertanyakan operasi yang akan mereka jalani besok kepada Lintang dan Bima, tapi Lintang hanya bisa menjawab bahwa dirinya akan membantu pleton 2 berjuang sampai akhir tanpa ada yang terluka. Setelah menghabiskan malam bersama akhirnya mereka semua bisa tertidur untuk keberangkatan mereka keesokan paginya....
... Pagi harinya sebelum berangkat menjalankan operasi pembersihan Lintang membagikan tugas kepada semua siswa pleton 2 sambil memberikan prototipe detektor bola. Lintang juga kembali menjelaskan rincian misi mereka sambil melihat ke arah semua siswa yang berdiri di hadapannya dengan penuh ketegasan. Setelah selesai menjelaskan dan membagikan tugasnya Lintang dan Bima langsung bersiap pergi untuk melapor keberangkatan mereka kepada komandan markas militer....
“Naga!” panggil Lintang yang membuat Naga langsung memiringkan kepalanya.
“Bersiaplah sebagai tim pembersih!” lanjut Lintang sambil menatap Naga dengan penuh percaya diri.
“Baik, Letnan!” jawab Naga sigap.
... Sebelum berangkat semua siswa pleton 2 langsung berkumpul membentuk lingkaran untuk melihat prototipe detektor bola yang diberikan oleh Lintang dan Bima dengan penuh semangat. Setelah Lintang selesai melaporkan bahwa mereka siap untuk berangkat ke komandan markas militer, Lintang langsung meminta semua siswa pleton 2 untuk masuk ke truk sesuai dengan pembagian tugas yang disampaikan sebelumnya. Dengan sigap dan bergiliran semua siswa pleton 2 langsung naik ke truk sesuai dengan pembagian tugas dan tim mereka masing - masing....
... Setibanya di kota terdekat mereka semua langsung dihadapkan dengan jalanan yang dipenuhi oleh mobil terbengkalai sehingga mereka harus melanjutkan misi dengan berjalan kaki. Semua siswa pleton 2 berjalan sambil melihat - lihat sekitar dengan berbagai ekspresi dan mengobrol santai satu sama lain untuk mencairkan suasana. Naga berjalan dibagian belakang bersama Bima dengan santai sambil mengamati sekitar dengan seksama dan penuh kewaspadaan....
“Jihan?” panggil Teguh yang keheranan melihat Jihan selalu melihat ke arah belakang sekalipun ada Naga dan Bima yang berjalan di bagian belakang.
“Iya?” jawab Jihan sambil terus memperhatikan sekitar terutama bagian belakang.
__ADS_1
“Kenapa kamu terus memeriksa bagian belakang sekalipun ada Naga dan Sersan Bima?” tanya Teguh penasaran.
“Kita harus waspada.” jawab Jihan santai sambil terus mengawasi sekitar.
“Kalau begitu berjalan mundur saja agar lebih mudah!” kata Teguh sambil menatap Jihan penuh percaya diri.
“Benarkah?” tanya Jihan memastikan yang dijawab anggukan oleh Teguh dan membuat Jihan mulai berjalan mundur.
“Aah ... ahh!” teriak Jihan yang terpleset hingga akan terjatuh tapi berhasil ditangkap oleh kedua tangan Teguh.
“Kamu baik - baik saja?” tanya Teguh memastikan sambil tersenyum menatap Jihan.
“Aku tidak menyangka kamu akan benar - benar berjalan mundur, kamu lebih ceroboh dari dugaanku.” kata Teguh yang tersenyum menatap Jihan sambil membetulkan posisi helm Jihan.
... Sikap Teguh seketika membuat jantung Jihan berdegup kencang salah tingkah, tapi akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka seperti sebelumnya. Bima ikut mengobrol santai bersama siswa pleton 2 lainnya sementara Naga tetap fokus menjaga bagian belakang dan bersiap siaga untuk menjadi tim penyapu bersih. Charlie yang menyukai Nara langsung menepuk pundak kanan Nara, lalu berjalan melewatinya terlebih dahulu....
“Hati - hati Nara!” pinta Charlie sambil tersenyum menatap Nara.
... Charlie begitu perhatian kepada Nara dan memperlakukan Nara dengan penuh kelembutan yang membuat Kevin cemburu karena dia juga menyukai Nara. Diki yang mengetahui hal tersebut berusaha menghibur Kevin dengan mengajaknya bercanda, tapi karena Kevin terus melihat kedekatan Charlie dan Nara membuat dirinya sulit untuk diajak bercanda. Ketika mereka sedang mengobrol santai dan bercanda satu sama lain tiba - tiba detektor bola yang dipegang Jonathan berbunyi dan mendeteksi keberadaan bola di sekitar mereka....
“Letnan!” panggil Jonathan sambil memperhatikan detektor bola yang dipegangnya.
__ADS_1
... Lintang langsung mengkonfirmasi informasi tersebut dengan menggunakan dua detektor bola. Setelah mengetahui posisi bola dari alat tersebut Lintang langsung memerintahkan semuanya untuk bersiap siaga dan bergerak ke arah tempat para bola yang terdeteksi. Semua siswa berjalan dengan siaga penuh sambil mengarahkan senjata mereka masing - masing ke area sekitar mereka....
... Tidak lama setelah itu mereka menemukan persimpangan dengan beberapa mayat di sekitar area tersebut. Lintang langsung memberi kode kepada semua siswa untuk mengambil posisi yang membuat mereka semua langsung bergerak sesuai dengan kode yang diberikan oleh Lintang. Setelah semuanya bersiap di posisi masing - masing Lintang menggunakan mobil mainan yang dia temukan untuk memancing para bola alien keluar dari tempat persembunyian mereka....
... Mobil mainan tersebut mengeluarkan suara yang cukup berisik hingga membuat para bola alien keluar dari persembunyiannya. Melihat banyaknya jumlah bola alien yang keluar beberapa siswa mulai panik ketakutan sambil memanggil Lintang. Namun Lintang meminta semuanya untuk menahan tembakan hingga posisi para bola alien terlihat jelas setelah mendekati suara mobil mainan....
“Tembak!” perintah Lintang yang membuat semua siswa menembaki para bola alien satu persatu.
... Beberapa bola alien mulai musnah satu persatu terkena tembaka dari Lintang, Bima dan para siswa pleton 2. Beberapa siswa ketakutan hingga tidak bisa menembak dan beberapa diantaranya menembak tanpa mengenai satupun bola alien. Nara dan Resa yang ditugaskan sebagai penembak jitu berhasil membunuh para bola alien dengan efektif dan efisien....
... Sementara Naga terus menembaki para bola alien satu persatu tanpa meleset satupun sambil terus maju mengejar para bola alien. Naga yang terus berjalan hingga mulai terpisah dari pleton 2 membuat beberap bola alien berusaha menyerangnya tapi berhasil Naga hindari lalu membunuh para bola alien tersebut. Naga yang kehabisan peluru langsung melemparkan megazine kosong dari senjatanya secara otomatis kepada bola alien yang berusaha menyerangnya dan langsung menggangtinya dengan megazine yang terisi penuh....
... Naga kembali menembaki para bola alien yang kali ini sambil berdiri di sebuah pagar dinding rumah dan terus berlari mengejar para bola alien. Beberapa teman kelas Naga yang melihat aksi Naga berteriak memanggil Naga agar Naga berhenti tapi tidak dihiraukan oleh Naga. Naga langsung melompat ke aspal sambil melepaskan megazine kosong dari senapan miliknya ketika ada bola alien yang menyerangnya dari dalam rumah....
... Dengan cepat Naga bangkit lalu mengambil belati yang dia bawa sambil menebas sang bola alien yang kembali menyerangnya. Naga langsung menebas para bola alien yang datang ke arahnya dengan belati yang dia pegang hingga bola alien yang tersisa memutuskan untuk kembali bersembunyi. Melihat hal itu dengan cepat Naga mengisi ulang senjata api miliknya lalu kembali menembak para bola alien yang berusaha melarikan diri hingga membuat beberapa temannya terdiam kagum melihat aksi Naga memusnahkan para bola alien....
“Musnahkan semua bola alien yang sedang bersembunyi!” perintah Lintang yang membuat semua siswa pleton 2 langsung berpencar memburu para bola alien.
... Naga langsung berlari naik ke atas rumah dengan kemampuan parkur miliknya yang membuat dirinya dengan mudah menemukan para bola alien yang sedang bersembunyi. Suara tembakan mulai terdengar hampir disetiap sudut kota menembaki para bola alien yang terlihat. Nara dan Resa yang bertugas sebagai penembak jitu mengambil posisi dari atas salah satu rumah untuk menolong teman - temannya dengan membunuh para bola alien yang berada di titik buta pandangan teman - temannya....
... Naga yang sudah kehabisan amunisi lanjut memburu para bola alien dengan belati yang dia bawa. Naga melompati satu rumah dengan rumah yang lain dengan sangat cepat dan mudah yang membuat teman - temannya keheranan melihat Naga termasuk tim penembak jitu. Bima, Diki, dan Kevin yang sedang berburu bola alien di salah satu rumah dikejutkan dengan seorang pasukan cadangan wanita dari sekolah lain yang sedang bersembunyi ketakutan....
__ADS_1