
... Rupanya pertarungan Naga dengan dua orang Nagazi sebelumnya memberikan Naga luka di pinggang kirinya karena luka tembakan dari salah satu Nagazi yang menyerang Naga. Dengan luka tersebut akhirnya Naga berhasil mengejar Davit dan menembaki tanah di depan Davit yang langsung menghentikan langkah Davit untuk melarikan diri. Davit yang berbalik badan melihat Naga siap menembaknya langsung melemparkan senjata api yang dia bawa ke tanah....
“Kamu menginginkanku bukan? (dalam bahasa Inggris)” tanya Naga penuh percaya diri yang langsung membuang senapan yang dia bawa.
... Tanpa ragu mereka berdua langsung berlari menyerang satu sama lain dengan menggunakan tangan kosong sehingga mereka berdua terlibat dalam pertarungan jarak dekat. Pada awalnya pertarungan mereka berlangsung sengit dimana mereka saling menyerang dan saling menghindari satu sama lain tapi rupanya Naga hanya sedang beradaptasi dengan lukanya serta kemampuan Davit. Setelah Naga mengetahui setiap detail kemampuan Davit dari saling menyerang Naga langsung memberikan serangan yang tidak bisa dihindari oleh Davit....
... Perlahan tapi pasti Naga terus menghajar Davit secara beruntun sementara serangan Davit selalu bisa Naga hindari. Akhirnya Naga mengerahkan seluruh kekuatannya kepada satu tinju kanannya hingga membuat Davit terpental dan membentur pohon yang ada di dekat mereka. Tanpa berlama - lama lagi Naga langsung mengambil senjata api miliknya dan langsung menembak kepala Davit yang sudah tidak berdaya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sebelumnya....
... Tidak lama setelah itu Naga pergi kembali ke kantor kedubes Indonesia di Moskow dan langsung pulang kembali ke Indonesia bersama para pengawal pribadinya. Setibanya Naga di Indonesia barulah Naga menjalani pengobatan untuk luka - lukanya dan di hari yang sama Naga mengadakan upacara pemakaman untuk Wrath bersama bersama beberapa anggota klan Gensai yang ada. Setelah selesai melakukan pemakaman Naga mengajak seluruh pengawal pribadinya untuk berkumpul sambil menyiapkan beberapa minuman....
“Meskipun kita telah berpisah kamu akan tetap menjadi keluargaku Wrath, jadi mari berpisah dengan tawa!” kata Naga sambil mengangkat minuman yang dia pegang dengan mata berkaca - kaca.
“Aku tidak akan menyianyiakan pengorbananmu Wrath!” lanjut Naga yang tertawa berusaha menutupi tangisnya diikuti oleh para pengawal pribadi Naga yang lain.
__ADS_1
... Naga dan para pengawal pribadinya duduk membelakangi pintu masuk ruangan tersebut sambil tertawa penuh suka cita menutupi tangisnya yang terus mengalir deras di pipi mereka masing - masing. Yuri yang sejak proses pemakaman Wrath khawatir tentang keadaan Naga terus mengamati Naga secara diam - diam termasuk ketika Naga sedang tertawa bersama para pengawal pribadinya. Meskipun suara yang terdengar suara tawa dari Naga dan para pengawal pribadinya tapi Yuri mengerti bahwa mereka tertawa untuk menutupi tangis mereka masing - masing....
... Yuri meneteskan air mata melihat Naga yang berusaha tegar kehilangan Wrath dimana untuk pertama kalinya Yuri melihat Naga begitu sedih ketika seseorang meninggal dunia di hadapannya. Yuri hanya meneteskan air mata dari balik pintu karena tidak ingin mengganggu Naga dan para pengawal pribadinya yang masih berduka atas kehilangan Wrath. Eri yang pada saat itu baru pulang sekolah langsung menghampiri Yuri ketika melihat Yuri meneteskan air mata sambil mengintip dari balik pintu....
“Apa yang terjadi kepada kak Naga kak?” tanya Eri penasaran dengan mata berkaca - kaca yang membuat Yuri memberikan kode agar Eri tidak terlalu berisik.
“Naga baik - baik saja Eri, tapi Wrath pulang dalam keadaan meninggal dan saat ini Naga bersama para pengawal pribadinya sedang berduka Eri.” jawab Yuri sedikit berbisik yang masih meneteskan air mata.
... Eri ikut mengintip Naga dan para pengawal pribaidnya yang perlahan Eri bisa mendengar jelas suara tangisan dari Naga dan para pengawal pribadinya di sela - sela suara tawa mereka. Eri yang ikut bersedih hanya bisa memeluk Yuri dan membuat Yuri mengajak Eri untuk pergi dari depan ruangan tersebut agar bisa memberikan Naga waktu untuk berduka dengan tenang. Hari itu hingga Naga tertidur, Naga tidak menemui Yuri ataupun Eri yang membuat Yuri dan Eri cemas pasti sedikit lega setelah mengetahui Naga yang sudah tertidur pulas....
... Hari itu Naga masih meminta Greed dan Gluttony untuk mengantar jemput Nara yang membuat mereka berdua menceritakan tentang Wrath yang gugur bertugas kepada Nara. Pada awalnya Nara cemas akan keadaan Naga tapi Greed dan Gluttony meyakinkan Nara bahwa Naga sudah baik - baik saja. Sore harinya Naga tiba - tiba ingin menjemput Eri dari sekolahnya yang membuat Naga pergi dengan mengendarai motornya tanpa memberitahu Eri sebelumnya....
... Naga menunggu Eri tidak jauh dari gerbang pintu masuk menuju sekolah Eri agar Naga bisa langsung menghampiri Eri ketika keluar dari sekolahnya. Tidak lama kemudian Eri keluar dari gerbang sekolah bersama seorang pria sambil mengobrol dan membuat mereka tersenyum satu sama lain yang membuat Naga cukup terkejut. Naga memutuskan untuk mengikuti mereka berdua yang pergi menuju sebuah cafe untuk mengobrol santai sambil mengerjakan beberapa tugas sekolah secara bersama - sama dan Eri tampak tersenyum penuh cinta selayaknya orang yang sedang kasmaran....
__ADS_1
... Naga asyik melihat Eri yang sedang kasmaran dan membuat dirinya tersenyum sendiri melihat adiknya begitu bahagia bersama seorang yang dia sukai. Setelah yakin bahwa laki - laki yang bersama Eri adalah anak yang baik Naga memutuskan untuk pulang kembali tidak ingin menganggu kebahagiaan Eri dengan dalih menjemputnya. Tapi ketika Naga hendak pergi tiba - tiba Eri melihat ke arah Naga dan menyadari keberadaan Naga yang membuatnya langsung menghampiri Naga dengan cepat....
“Kak Naga!” panggil Eri yang tersenyum bahagia sambil menatap Naga.
“Kak Naga mau menjemput aku?” tanya Eri sambil tersenyum penuh percaya diri.
“Tadinya, tapi sepertinya kamu sedang bahagia bersama seseorang.” jawab Naga sambil tersenyum jahil menatap Eri.
“Ayo kita ketemu sama Zeni!” ajak Eri penuh semangat sambil menarik tangan kanan Naga agar mengikuti dirinya.
... Akhirnya Naga berkenalan dengan Zeni pria yang sedang bersama Eri dan ikut mengobrol bersama Zeni kala mereka sedang asyik mengerjakan tugas bersama. Sejak berkenalan dengan Naga, Zeni merasa tidak asing melihat Naga tapi dia juga tidak tahu pernah melihat Naga dimana. Setelah tugas mereka selesai Eri berpamitan kepada Zeni untuk pulang bersama Naga sementara Zeni pulang sendirian....
... Sepanjang perjalanan Eri membicarakan tentang Zeni kepada Naga sehingga Naga mengendarai motornya pelan - pelan agar mereka bisa tetap saling mengobrol. Eri terdengar sangat bersemangat dan bahagia setiap kali membicarakan tentang Zeni selama perjalanan pulang mereka dan Naga hanya memberi sedikit respon yang membuat Eri nyaman menceritakan Zeni kepada Naga. Meskipun Naga berkomitmen untuk tidak over protektif kepada Eri tapi setibanya di rumah Naga langsung memeriksa semua hal tentang Zeni dan membuat dirinya yakin bahwa Zeni adalah anak yang baik....
__ADS_1
... Keesokan harinya Naga mulai kembali mengantar jemput Nara dan menceritakan semua kejadian yang terjadi di Georgia hingga kembali pulang ke Indonesia termasuk tentang kepergian Wrath. Nara dengan penuh perhatian dan penuh kasih sayang mendengarkan cerita Naga lalu memeluk Naga sambil berusaha menghibur serta menenangkan Naga agar Naga tidak menyalahkan dirinya sendiri. Naga juga memastikan rencana Nara dan Eri yang ingin menonton pertandingan MPL bersama karena mereka sudah berjanji ketika Naga masih menjalankan misi penyelamatan keluarga Asiya dari Georgia....
... Nara memang berencana menonton MPL bersama Eri karena Nara ingin menghabiskan waktu bersama Eri sekalipun Naga sedang tidak ada di Indonesia. Dengan penuh senyum kebahagiaan Naga menyukai ide tersebut tapi Naga tidak bisa menagantarkan mereka dan baru bisa bergabung kala menjemput mereka pulang sekalian untuk makan malam bersama. Tanpa ragu Nara langsung setuju terlebih Naga mengatakan hari itu Naga harus menemui seseorang yang sangat berharga bagi Wrath selama hidupnya....