Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Sebuah Awal


__ADS_3

... Ketika Naga hendak kembali ke mobilnya setelah Nara pergi masuk ke kelasnya secara tidak sengaja Naga bertemu dengan Yura yang mulai kembali beraktivitas di kampus meskipun statusnya masih cuti. Yura langsung tersenyum sambil mengangguk dengan penuh hormat ketika melihat ke arah Naga karena Yura tahu berkat Naga dirinya terbebas dari ‘Asosiasi’ dan bisa menjalani kehidupannya saat ini sebagai Yura. Naga juga sedikit mengangguk menyapa Yura lalu masuk ke dalam mobilnya untuk segera pulang kembali ke markas klan Gensai menyelesaikan semua agendanya hari itu....


... Mulai hari itu Naga selalu mengantar jemput Nara setiap harinya selama Nara tinggal bersama Naga di markas klan Gensai dan Nara selalu mendampingi Naga di setiap aktivitas Naga di markas klan Gensai kala Nara sedang tidak ada tugas dari kampus. Sesekali Naga dan Nara juga pulang ke rumah Mamahnya Nara menghabiskan waktu bersama Mamahnya Nara yang membuat Mamahnya Nara semakin akrab dengan Naga. Hari peringatan kematian teman - teman kelas 12-2 pun tiba, Nara dan Naga datang bersama - sama yang membuat teman - teman dari kelas 12-2 terkejut karena mereka belum tahu bahwa ingatan Nara sudah pulih seutuhnya....


“Kalian semua jahat!” kata Nara sambil cemberut melihat ke arah teman - teman kelas 12-2 yang membuat semua teman - teman kelas 12-2 saling bertukar pandangan keheranan mendengar Nara.


“Kami jahat kenapa Nara?” tanya Jihan memastikan.


“Tidak ada satupun dari kalian yang memberitahuku bahwa Naga adalah kekasihku bahkan ketika aku bertanya kepada Jihan dan Yuna!” jawab Nara yang langsung membuat teman - temannya tersenyum.


“Kenapa semua orang berpihak kepada Naga ketika dia minta untuk tidak memberitahuku tentang hubungan kami? Bahkan Mamahku juga berpihak kepada Naga mengikuti permintaan Naga sekalipun dia tahu bahwa kebahagiaanku adalah menghabiskan waktu bersama Naga!” protes Nara sambil cemberut manja melihat ke arah teman - temannya.


“Bukankah ketika kami semua berpihak kepada Naga artinya kami semua berada di pihakmu? Semua yang Naga lakukan hanya untukmu!” jawab Jihan sambil tersenyum lega menatap Nara.


“Ketika hari pertama kamu mulai kuliah setelah hilang ingatan, Naga selalu datang ke kampus setiap harinya untuk melihatmu dari kejauhan memastikan kamu aman. Naga berhenti melakukan semua itu ketika kamu sudah memiliki kekasih baru.” lanjut Jihan sambil melihat ke arah Naga begitupun dengan Nara.


“Sungguh? Kamu memiliki kekasih baru Nara?” tanya Resa memastikan.


“Kalau begitu, Naga maukah kamu berkencan denganku?” tanya Resa sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.


“Tidak boleh, aku tidak akan memberikan Naga kepada siapapun dan aku sudah putus dengan kak Lucas karena saat itu aku hilang ingatan!” jawab Nara dengan mana sambil berdiri di depan Naga merentangkan kedua tangannya menghalangi Naga dari teman - temannya yang lain.


“Ingatan Nara sudah pulih seutuhnya!” jawab Resa sambil tersenyum penuh percaya diri yang membuat Nara keheranan.


“Nara yang pendiam, mandiri, dan tegas akan menjadi Nara yang lebih cerewet dan manja ketika sedang bersama Naga ataupun nama Naga disinggung!” lanjut Resa sambil tersenyum lega menatap Nara yang membuat Nara ikut tersenyum sumringah.

__ADS_1


... Hari itu Naga, Nara, dan teman - teman dari kelas 12-2 yang lain memperingat hari kematian teman - temannya dengan khidmat lalu kembali mengobrol santai untuk menikmati momen kebersamaan mereka. Mereka menghabiskan seharian penuh dengan makan bersama, bermain game bersama, dan bercengkrama bersama ditemani foto dati teman - teman mereka yang telah gugur. Kabar Nara yang saat ini tinggal di markas klan Gensai untuk menggantikan waktu yang terbuang ketika dirinya hilang ingatan sehingga tidak bisa menghabiskan waktu bersama Naga membuat teman - temannya tersenyum geli mendengarnya....


... Namun mereka memahami perasaan Nara yang membuat mereka tetap mendukung hubungan Naga dan Nara baik dulu ataupun saat ini. Mereka juga saling bertukar cerita dimana setelah melewati semester 4 dan bersiap memasuki semester 5 kesibukan mereka di kampus semakin padat. Namun cerita pengalaman mereka masing - masing bisa menjadi pelajar bagi yang lainnya sekaligus menjadi hiburan terutama kisah Diki, Raka, dan Teguh yang selalu memiliki pengalaman lucu di setiap semester yang mereka jalani....


... Ketika mulai memasuki semester 5 Nara kembali tinggal bersama Mamahnya dan jadi lebih sering membicarakan tentang Naga terutama tentang pendapat Mamahnya tentang Naga. Mamahnya Nara kagum dan bersyukur Nara memiliki kekasih seperti Naga yang membuat Mamahnya tenang jika Nara sedang bersama Naga serta merestui hubungan mereka. Meskipun sudah mendapat restu Mamahnya Nara meminta Nara untuk menyelesaikan studi sarjananya terlebih dahulu jika ingin melanjutkan hubungannya dengan Naga ke jenjang pernikahan....


... Naga kembali disibukan dengan sebuah kasus di dalam negeri dimana ada sindikat pengedar narkoba jenis baru nan berbahaya beredar di Jakarta dan Bandung yang bisa membuat seseorang yang mengkonsumsinya kehilangan ingatan saat menggunakan narkoba tersebut. Biasanya seseorang menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri tapi untuk narkoba jenis ini digunakan oleh seseorang untuk memperdaya orang lain dan kebanyakan target mereka adalah kaum wanita untuk dilecehkan. Penyelidikan klan Gensai bersama BNN dan POLRI membawa mereka mendapatkan informasi bahwa dalang dari semua ini bersembunyi di kota Bandung dan mengatur segala sesuatunya dari Bandung....


... Penyelidikan narkoba jenis ini bersifat rahasia karena diduga ada oknum kepolisian yang bekerja untuk para pengedar narkoba jenis ini karena setiap kasus narkoba jenis ini muncul banyak kejanggalan terjadi. Dari mulai tidak adanya tersangka hingga penyelidikan yang selalu berakhir karena kurangnya bukti atas kasus tersebut. Pride diminta Naga untuk melakukan penyelidikan dan pengamatan di kota Bandung terutama tempat - tempat yang disinyalir merupakan bagian dari sindikat pengedar narkoba jenis ini....


“Resa!” panggil Pride sambil berjalan menghampiri Resa.


“Pride?” sapa Resa sambil tersenyum manis menatap Pride.


“Iya.” jawab Pride sambil tersenyum ramah.


“Mau sedikit berjalan - jalan?” ajak Pride yang tersenyum sambil menatap Resa dengan penuh harap.


“Boleh!” jawab Resa sambil tersenyum manis menatap Pride yang membuat mereka berjalan berduaan.


“Resa!” teriak Viktor salah satu mahasiswa UNPAD (Universitas Padjajaran) yang berbeda jurusan dengan Resa.


“Plak!” suara tamparan dari Viktor yang mendarat di pipi kanan Resa.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Pride sambil berusaha melerai Resa dan Viktor tapi Viktor langsung mendorong Pride.

__ADS_1


“Kenapa kamu memblok kontak aku?” tanya Viktor kesal sambil membentak Resa.


“Ingat baik - baik, kamu yang memulai semua ini!” jawab Resa sambil menatap Viktor kesal dan langsung menamparnya.


... Tidak berhenti sampai disitu Resa langsung menendang ******** Viktor yang membuat Viktor mengerang kesakitan. Kemudian Resa memukul kepala Viktor sebayak dua kali dengan tas yang dia bawa lalu menendang bokong Viktor hingga membuat Viktor tersungkur ke tanah. Pride yang melihat hal itu terkejut sekaligus kagum kepada Resa sehingga Pride hanya melihat Resa menghajar Viktor tanpa berusaha melerai mereka....


“Sebaiknya kamu jangan pernah menampakan dirimu lagi di hadapanku!” kata Resa sambil menatap Viktor dengan tatapan tajam yang membuat Pride mengangguk kagum melihat ke ara Resa.


“Wow, apa aku boleh mentraktirmu atas keberanianmu?” tanya Pride sambil tersenyum kagum menatap Resa.


“Setuju!” jawab Resa sambil tersenyum puas.


... Pride dan Resa pergi ke sebuah minimarket yang terdapat kursi serta meja di depannya untuk makan, minum, serta mengobrol. Pride dan Resa sambil bertukar cerita satu sama lain dengan penuh canda tawa membuat Resa melupakan kepenatannya selama dikampus dan kekesalannya kepada Viktor. Banyak hal yang ingin Resa tanyakan tapi Resa sadar bahwa dirinya tidak bisa bertanya semua hal yang dia pikirkan begitu saja kepada Pride termasuk tentang pekerjaannya yang saat ini sedang dia lakukan....


“Tik ... tik ... tik!” suara hujan yang turun perlahan dan akhirnya mulai turun deras.


“Pakailah ini Resa!” kata Pride yang langsung mengenakan jaket yang dia pakai kepada Resa ketika melihat Resa tampak kedinginan.


“Terima kasih Pride.” jawab Resa sambil tersenyum salah tingkah.


“Boleh aku antar pulang?” tanya Pride yang membuat Resa langsung menatap Pride terkejut dan salah tingkah.


“Aku bawa mobil, setidaknya agar kamu pulang tidak kehujanan.” lanjut Pride memastikan sambil menatap Nara.


“Boleh Pride.” jawab Resa sambil tersenyum manis menatap Pride.

__ADS_1


__ADS_2