
... Ketika sudah mendekati jam makan siang, Naga mengajak teman - temannya untuk pergi makan siang terlebih dahulu. Mereka makan siang di meja khusus yang telah disiapkan untuk teman - teman Naga dengan makanan yang sudah tersedia di meja tersebut. Naga bersama teman - temannya menikmati makan siang sambil mengobrol santai membicarakan pengalaman mereka selama di markas klan Gensai terutama tentang Mike dan ular besar yang Naga ceritaka berada di goa bawah tanah markas klan Gensai....
... Setelah selesai makan siang Naga dan teman - temannya beristirahat sejenak lalu pergi untuk melakukan pembekalan serta pelatihan dasar sebelum melakukan sky diving. Naga dibantu beberapa anggota klan Gensai memperkenalkan peralatan untuk melakukan sky diving serta pengetahuan dasar yang harus dipahami oleh teman - temannya sebelum melakukan sky diving. Naga juga mengajak mereka melakukan latihan menggunakan sebuah board untuk mereka masing - masing mensimulasikan ketika sedang berada di atmosfer melakukan sky diving....
... Setelah selesai melakukan pelatihan dasar - dasar sky diving semua teman - teman Naga semakin tidak sabar untuk melakukan sky diving keesokan harinya. Mereka kembali berjalan mengeliling markas klan Gensai yang kali ini Naga membawa teman - temannya ke salah satu gudang persenjataan milik klan Gensai. Ketika mereka tiba di salah satu gudang persenjataan klan Gensai mereka semua menatap kagum senjata - senjata yang ada di ruangan tersebut mengingatkan mereka ketika masih berperang melawan para bola alien....
“Melihat senjata api sebanyak ini mengingatkanku ketika kita belajar melepas dan merakit senjata api saat pertama kali mengikuti pelatihan militer di sekolah.” kata Diki sambil melihat sekelilingnya.
“Apa kalian ingin mencobanya lagi? Mungkin kali ini dengan menggunakan handgun.” tanya Naga sambil melihat ke arah teman - temannya.
“Bolehkah Naga?” tanya Jihan memastikan.
“Tentu.” jawab Naga santai.
... Naga langsung meminta penjaga gudang senjata api milik klan Gensai untuk mengambil glock 34 dan menunjukan cara melepas setiap bagiannya serta memasangkannya kembali seperti semula. Semua teman - teman Naga mengamati sang penjaga gudang dengan seksama ketika melepas seluruh komponen glock 34 sampai akhirnya memasangkannya kembali. Setelah selesai melihat sang penjaga gudang Naga mengambil empat glock 34 agar teman - temannya bisa mencoba secara langsung bergantian satu sama lain....
... Semua teman - teman Naga mencoba melepaskan semua komponen glock 34 lalu memasangkannya kembali mengingatkan mereka ketika mereka melakukan hal yang sama pada senapan M16 yang mereka gunakan saat berperang melawan para bola alien. Meskipun teman - teman Naga sudah tidak memegang senjata api lebih dari satu tahun tapi kemampuan mereka dalam melepas dan merakit kembali glock 34 masih tampak kemampuan berdasarkan pengalaman mereka. Naga dan sang penjaga gudang hanya memperhatikan teman - teman Naga yang secara bergiliran mencoba melepas dan merakit glock 34 kembali....
“Resa ayo kita tanding siapa yang lebih cepat melepaskan dan merakitnya kembali!” ajak Diki penuh semangat sambil menatap Resa.
“Ayo siapa takut.” jawab Resa penuh percaya diri.
“Bolehkan Naga?” tanya Resa memastikan.
“Tentu.” jawab Naga santai yang langsung meminta sang penjaga gudang senjata untuk menjadi wasitnya.
__ADS_1
“Siap, mulai!” kata sang penjaga gudang.
... Diki dan Resa langsung membongkat serta melepas seluruh komponen glock 34 lalu menyusunnya dengan rapih di depan mereka masing - masing. Setelah semua komponen tersusun di depan mereka mereka berdua mulai kembali merakit glock 34 seperti semula. Akhirnya Resa kembali memenangkan pertandingan perakitan senjata api dari Diki yang langsung mengarahkan glock 34 yang dia pegang ke kepala Diki....
“Aku menang!” kata Resa sambil tersenyum penuh kemenangan yang diikuti senyuman dari teman - temannya yang lain.
“Wah Resa benar - benar luar biasa, aku pikir setelah lama tidak memegang senjata aku bisa mengalahkannya.” kata Diki sambil melihat Resa dengan kagum.
“Aku juga ingin tanding!” kata Nara yang membuat semuanya langsung melihat ke arah Nara.
“Aku ingin tanding melawan Naga!” lanjut Nara sambil tersenyum manis menatap Naga yang membuat semua teman - temannya penuh semangat.
“Baiklah.” jawab Naga singkat yang langsung duduk di hadapan Nara bersiap tanding melawan Nara dalam merakit glock 34.
“Kamu curang!” protes Nara sambil menatap Naga keheranan.
“Aku akan melakukan apapun demi melindungi salah satu wanita paling berharga di hidupku sekalipun orang - orang akan mengatakan bahwa aku curang.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara yang membuat semua orang yang mendengarnya ikut tersenyum juga.
“Wooo!” sorak sorai teman - teman Naga sambil tersenyum bahagia.
“Anda benar - benar menunjukan perbedaan yang mencolok dari sebuah insting membunuh, tuan Naga!” puji sang penjaga gudang senjata sambil tersenyum.
“Apa perbedaannya?” tanya Teguh penasaran.
... Sang penjaga gudang menjelaskan bahwa cara merakit senjata glock 34 yang dilakukan oleh Naga bermaksud untuk membunuh satu orang yang paling mungkin melukai Nara sekaligus memberikan waktu untuk bergerak melindungi Nara dan menyerang balik orang - orang di sekitar mereka. Secara tidak langsung Naga sudah mempersiapkan dua tiga langkah ke depan ketika Naga masih merakit glock 34 yang dia pegang. Dengan begitu peluang Naga menyelamatkan Nara menjadi lebih besar dan dengan kecepatan serta kekuatan Naga hal itu bisa menjadi sebuah kepastian bahwa Nara akan selamat....
__ADS_1
... Setelah selesai mencoba melepas dan merakit kembali glock 34 Naga mengajak teman - temannnya untuk berlatih menembak seperti pelatihan yang mereka jalani waktu sekolah. Kemampuan teman - teman Naga dalam hal menembak belum tumpul dengan Resa, Nara, dan Julian masih menjadi yang terbaik di antara mereka semua tanpa menghitung Naga. Teman - teman Naga saling bertukar pandangan dengan penuh senyuman ketika mereka bisa kembali merasakan menembak target menggunakan senjata api meskipun hanya sekedar latihan....
“Anda memiliki kemampuan menembak yang luar biasa nona Nara!” puji sang penjaga gudang senjata sambil tersenyum menatap Nara penuh hormat.
“Dia salah satu penembak jitu terbaik di kelasku.” kata Naga sambil tersenyum bangga menatap Nara.
“Seharusnya gelar itu milikmu karena aku tidak bisa menembak target dengan jarak lebih dari satu kilo.” jawab Nara sambil tersenyum menatap Nara.
“Aku bukan penembak jitu pleton 2, benarkan komandan?” jawab Naga yang langsung melihat ke arah Jihan.
“Jangan melibatkan aku dalam pertengkaran romantis kalian!” pinta Jihan sambil tersenyum bahagia melihat ke arah Nara dan Naga yang membuat semua orang ikut tersenyum serta tertawa mendengar percakapan Naga dan Nara.
... Setelah selesai berlatih menembak bernostalgia dengan masa mereka saat pelatihan militer sebelum berperang melawan para bola alien semua teman - teman Naga kembali ke ruangan mereka untuk membersihkan diri mereka masing - masing. Ketika sudah masuk jam makan malam Naga menjemput semua teman - temannya untuk makan malam bersama di ruang utama tanpa memberitahu apapun tentang acara makan malam tersebut. Teman - teman Naga mengikuti Naga sambil bercanda tawa tanpa banyak bertanya hingga saat tiba di ruang utama mereka semua terkejut karena banyak anggota klan Gensai yang sudah berada di sana termasuk tujuh dosa besar pengawal pribadi Naga....
“Selamat malam semuanya, saya Anna bundanya Naga!” kata Anna memperkenalkan diri sambil tersenyum ramah melihat ke arah teman - temannya Naga.
“Wah kamu cantik sekali Nara!” puji Anna yang tersenyum menatap Nara.
“Terima kasih Bu.” jawab Nara sambil tersenyum dengan penuh hormat.
“Ayo kita makan malam bersama!” ajak Anna yang membuat semua teman - teman Naga langsung duduk di meja yang kosong bersama - sama dengan Naga.
... Ayah Naga yang baru saja tiba dan langsung duduk membuka acara makan malam bersama yang membuat Bunda Naga mempersilahkan semuanya untuk makan terutama teman - teman Naga. Rupanya pada makan malam itu Ayah dan Bunda Naga meminta para eksekutif untuk makan malam bersama sebagai rasa tanda syukur karena Naga memiliki teman - teman yang telah berjuang bersamanya hingga saat ini. Posisi duduk Naga bersama teman - temannya diapit oleh empat orang pengawal pribadi Naga di sebelah kanan dan tiga orang pengawal pribadi Naga di sebelah kiri....
... Ayah dan Bunda Naga duduk di antara empat pengawal pribadinya yang memiliki julukan empat pilar mata angis. Yuri dan Eri duduk diantara pengawalan pribadinya yang disebut sepuluh perintah. Orang - orang di sekitar mereka merupakan para eksekutif klan Gensai dari mulai kepala pelayan, kepala tim keamanan, kepala pembinaan dan pendidikan, kepala logistik dan beberapa eksekutif lainnya....
__ADS_1