Keluarga Gensai

Keluarga Gensai
Sun of Java


__ADS_3

... Setelah mengantarkan Resa pulang ke rumah kostnya, Pride kembali melanjutkan pengintaiannya menuju sebuah club Sun of Java di Bandung. Pride mencoba menyelinap masuk memalui pintu belakang club tersebut yang belum lama Pride berjalan masuk langsung dibuat terkejut ketika melihat beberapa plastik ukuran besar yang tertuliskan barang bukti POLRI. Pride memeriksa kantong tersebut yang rupanya isinya berupa tepung terigu dengan berat tertentu yang membuat Pride langsung menyadari bagaimana para pengedar narkoba ini mengirimkan barang - barangnya tanpa diketahui oleh pihak kepolisian selain hadirnya oknum polisi yang membantu mereka dalam pengiriman....


... Setelah mendapatkan informasi tersebut Pride langsung keluar dari clun Sun of Java dari tempat dirinya masuk untuk segera melaporkan kepada Naga. Naga yang melakukan pengintaian club Sun of Java Jakarta menemukan fakta bahwa club tersebut menggunakan narkoba untuk menjual para gadis kepada tamu - tamu kelas atas tanpa sepengetahuan para gadis. Singkatnya mereka berbisnis prostitusi tanpa menghadirkan PSK (Pekerja **** Komersial) karena para gadis yang dijebak mengkonsumsi narkoba tersebut akan kehilangan ingatan mereka setelah narkoba tersebut bereaksi dalam tubuh mereka....


... Hal itu juga yang membuat club Sun of Java hanya mengizinkan tamu - tamu rupawan yang boleh masuk ke club mereka selain tamu - tamu kelas atas yang terdaftar dalam buku tamu mereka. Mereka juga mempekerjakan beberapa orang untuk mengajak wanita - wanita cantik agar mau datang ke club tersebut. Naga langsung memberikan daftar orang - orang yang dipekerjakan oleh club Sun of Java untuk mengajak wanita - wanita cantik datang ke club tersebut....


... Ketika Pride melihat daftar tersebut, Pride langsung terkejut karena nama Viktor ada dalam daftar tersebut yang mana hal itu bisa membuat Resa dalam bahaya. Pride langsung menjelaskan tentang Viktor yang tadi dia sempat lihat marah kepada Resa karena Resa memblok kontak Viktor lalu menghajar Viktor sampai tersungkur. Pride khawatir Viktor akan membalas Resa dengan menggunakan narkoba jenis baru yang hanya dijual oleh club Sun of Java....


“Aku mengerti, besok aku akan pergi ke Bandung!” kata Naga tegas ketika dirinya masih meeting dengan Pride.


“BNN dan POLRI juga sudah mendapatkan bukti yang cukup untuk meringkus mereka!” lanjut Naga penuh percaya diri.


... Keesokan paginya Naga langsung pergi ke Bandung untuk meringkus Fredy Myuran dan Meirika Salami yang merupakan dua tokoh utama dalam pengedaran narkoba jenis baru dengan menutupinya di club Sun of Java serta mengendalikannya dari Bandung. Ketika Naga sudah bersama Pride mereka mendengar berita bahwa pihak kepolisian akan membakar narkotika yang beberapa hari lalu mereka sita besok demi menjaga masyarakat Indonesia dari narkotika. Hal itu membuat Naga dan Pride saling bertukar pandangan menyadari bahwa besok adalah hari dimana para pengedar dan oknum polisi akan melakukan aksinya....


... Naga dan Pride memutuskan unutk mengawasi Viktor terlebih dahulu karena Viktor merupakan salah satu orang yang bertugas mengajak para wanita cantik untuk pergi ke club Sun of Java sekaligus berusaha melindungi Resa. Setelah kelas terakhir Resa selesai dan hendak pulang tiba - tiba Resa merasa pusing hingga jalannya sempoyongan. Viktor yang sejak tadi mengawasi Resa langsung bergerak menghampiri Resa dan berkata bahwa Resa sepertinya sedang sakit dan dia akan membawa Resa ke rumah sakit terdekat dengan mobilnya....


... Teman - teman Resa yang saat itu sedang bersama Resa percaya kepada Viktor terutama karena Viktor membawa mobil memudahkannya untuk membawa Resa menuju rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan. Namun ketika Viktor baru berjalan beberapa langkah Naga langsung berlari dan menendang perut Viktor hingga membuatnya terpental beberapa meter ke belakang. Naga dengan sigap menahan tubuh Resa agar tidak terjatuh sementara Pride langsung membangkitkan Viktor lalu menghajarnya beberapa kali....

__ADS_1


“Dasar pengecut!” kata Pride sambil menghajar Viktor yang membuat Viktor tersungkur ke lantai.


“Setelah Resa menolakmu sekarang kamu memberikan Resa GHB (Gamma Hydroxybutyrate) agar kamu bisa melecehkannya!” bentak Pride sambil mengangkat kerah baju Viktor yang sudah tidak berdaya.


“Pride kita prioritaskan Resa, serahkan pria itu kepada mereka!” pinta Naga tegas ketika satgas BNN dan POLRI yang bekerja sama dengan klan Gensai tiba di kampus Resa untuk menangkap Viktor.


... Naga dan Pride langsung membawa Resa ke rumah sakit terdekat untuk memberikan perawatan kepada Resa. Envy yang sudah kembali dari mempersiapkan tepung untuk menukar narkotika yang akan diambil oleh oknum polisi langsung datang ke rumah sakit untuk menunggu Resa. Sementara Naga dan Pride bersama beberapa anggota satgas gabungan BNN, POLRI, dan klan Gensai langsung pergi ke tempat penyimpanan narkotika sitaan yang akan dibakar besok pada tengah malam....


... Naga bersama timnya langsung mengamankan narkotika yang ada di tempat penyimpanan untuk tetap dibakar sesuai rencana sementara tepung yang tim Naga bawa disimpan di tempat penyimpanan menggantikan narkotika yang sebenarnya. Pada jam 7 malam keesokan harinya Naga dan Pride sudah berada di club Sun of Java untuk mengamati rencana mereka dari dekat. Banyak berbagai macam orang dari berbagai macam daerah, suka, dan negara datang ke club Sun of Java untuk membeli narkotika GHB yang mereka jual....


... Pada awalnya transaksi berjalan lancar tidak terjadi masalah tapi tiba - tiba Meirika Salami datang kembali ke club Sun of Java sambil marah - marah dan melemparkan tepung yang dikemas selayaknya narkotika GHB. Oknum polisi yang berada di club tersebut terkejut melihat tepung yang berserakan begitupun dengan manager club Sun of Java. Tidak lama kemudian tiba - tiba para tamu yang ada di club tersebut jatuh pingsan satu persatu termasuk salah satu oknum polisi yang berada di club tersebut....


... Di waktu yang bersamaan oknum Inspektur Jenderal yang terlibat dalam pengedaran narkotika GHB melarikan diri setelah di setiap sudut ruanga kerjanya ditemukan GHB yang berusaha diselundupkan. Tidak lama kemudian satuan gabungan BNN, POLRI, dan klan Gensai datang untuk menangkap semua orang yang terlibat dalam pengedaran GHB di club Sun of Java termasuk Fredy Myuran yang saat itu sedang berada di rumahnya. Setelah semua orang yang terlibat berhasil ditangkap dan dibawa ke POLDA Jabar, Naga bersama Pride langsung kembali ke rumah sakit menunggu Resa siuman....


“Apa yang terjadi?” tanya Resa yang langsung bangkit dari tidurnya perlahan sambil memegang kepala menahan rasa sakit di pagi harinya.


“Seorang pria bernama Viktor memasukan narkotika GHB dengan alkohol ke dalam minumanmu yang membuatmu seperti pasien demensia agar kamu mau mengikuti perintah sederhana darinya.” jawab Naga ramah sambil menatap Resa.

__ADS_1


“Resa!” panggil Pride sambil memberikan segelas air mineral kepada Resa.


“Terima kasih Pride!” jawab Resa sambil tersenyum manis menatap Pride.


“Resa! Resa! Resa!” panggil Teguh dan Diki kompak yang datang berlari dengan penuh kecemasan menghampiri Resa karena mereka berdua berkuliah di kampus yang sama dengan Resa.


“Kamu tidak apa - apa? Apa ada yang terluka?” tanya Teguh dan Diki silih bergantian yang membuat Resa keheranan melihat mereka berdua.


“Tenanglah, ini rumah sakit dan aku baik - baik saja!” jawab Resa sambil tersenyum ramah yang langsung membuat Diki dan Teguh bernapas lega.


“Apa yang terjadi Naga?” tanya Diki penasaran sambil melihat ke arah Naga.


“Ada seseorang yang memasukan narkotika ke minuman Resa.” jawab Naga santai.


“Kalian berdua tolong jaga Resa dulu ya!” pinta Naga ramah sambil melihat ke arah Teguh dan Diki.


“Pride akan mengantarkanmu pulang dan memastikanmu baik - baik saja Resa!” lanjut Naga ramah sambil menatap Resa.

__ADS_1


“Terima kasih Naga!” jawab Resa sambil tersenyum ramah menatap Naga.


__ADS_2