
... Naga dan Tea memerintahkan pasukannya untuk mempersiapkan toksin sebanyak mungkin yang bisa dibuat serta beberapa perlengkapan seperti peledak, persenjataan dan akomodasi selama mereka berada di area bersalju. Keesokan paginya Naga, Tea, dan beberapa pasukan dari klan Gensai langsung terbang menuju Rusia dengan menggunakan dua pesawat kargo. Mereka tiba di Severnaya Zemlya, Rusia hari berikutnya dan mereka langsung mengeluarkan semua perlengkapan yang mereka perlukan untuk mencari tahu keberadaan para landak putih di bawah permukaan berdasarkan anomali panas bumi....
... Naga meminta ketujuh pengawalnya untuk berjaga di dekat pesawat bersiap untuk kemungkinan terburuk sambil terus berkoordinasi dengan militer Rusia bersama dengan empat dari lima pelindung Tea. Sementara Naga, Tea, Jay salah satu dari lima pelindung Tea, dan beberapa pasukan dari klan Gensai pergi mencari lokasi keberadaan landak putih. Tim pencari menggunakan motor salju untuk berkendara dan mencari - cari dugaan keberadaan landak putih di bawah permukaan ke seluruh penjuru daerah Severnaya Zemlya, Rusia....
... Ketika tim pencari telah mencari seharian dan matahari mulai turun ke arah barat tiba - tiba alat pengukur yang ada di motor salju semua orang bermasalah yang membuat semua orang berhenti. Ketika Naga, Tea, dan yang lainnya sedang berjalan kaki di atas tumpukan salju tiba - tiba mereka semua merasakan semacam arus listrik atau sesuatu yang bergerak dari bawah permukaan. Naga mengeluarkan kompak tapi kompas tersebut terus menerus berputar seolah - olah mereka berdiri di atas medan magnet yang membuat Naga berjalan beberapa meter ke depan diikuti oleh yang lain....
“Aku rasa kita telah menemukan lokasi dimana para landak putih berada!” kata Naga penuh percaya diri sambil melihat bongkahan es yang ada di hadapannya.
... Naga langsung menghubungi Pride untuk meminta Pride melacak telepon satelit miliknya dan mengirimkan drone pengintai ke lokasi Naga saat ini. Di waktu yang bersamaan Tea meledakan bongkahan es di depan mereka hingga terlihat sebuah jalan untuk masuk ke dalam gua aneh yang memberikan sinyal tidak diketahui. Sebelum berjalan masuk, Naga meminta Pride untuk meledakan area yang terlihat dari drone pengintai jika dalam tiga puluh menit tidak terlihat ledakan dari kamera drone pengintai....
... Naga memimpin jalan masuk ke dalam pesawat luar angkasa di ikuti oleh Tea dan yang lainnya dengan penuh kewaspadaan. Akhirnya mereka semua tiba di depan pesawat luar angkasa yang diduga membawa landak putih ke bumi dan membuat mereka langsung memeriksa area sekitar pesawat tersebut. Salah satu anggota klan Gensai langsung melubangi bagian pesawat dengan menggunakan gergaji baja untuk mereka masuk ke dalam pesawat tersebut....
... Naga meminta Tea dan Jay sebagai parimeter sekunder di luar pesawat jika ada landak putih yang tiba - tiba keluar dari pesawat agar mereka bisa mencegah landak putih menuju permukaan. Tanpa ragu Tea dan Jay langsung mengangguk setuju serta mempersiapkan semua kebutuhan mereka untuk melawan landak putih dari luar pesawat. Naga bersama lima orang anggota klan Gensai masuk ke dalam pesawat luar angkasa dengan penuh kewaspadaan dan memperhatikan area sekitar mereka dengan seksama....
__ADS_1
... Beberapa saat kemudian Naga berserta lima anggota klan Gensai berhasil menemukan kokpit dari pesawat luar angkasa yang terdapat jasad alien terawetkan dan setelah diperiksa anggota klan Gensai dari masa depan mengkonfirmasi bahwa alien di kokpit bukanlah landak putih yang menyerang bumi. Mendengar hal itu Naga langsung menyadari bahwa sebenarnya bumi bukanlah target mereka karena mereka secara tidak sengaja jatuh ke bumi. Naga bersama kelima anggota klan Gensai yang bersamanya kembali melanjutkan mencari landak putih yang ada di pesawat tersebut hingga akhirnya mereka menemukan sebuah ruangan yang berisi beberapa landak putih dalam sebuah tempat selayaknya kargo untuk di kembang biakan seperti ternak....
... Tanpa berlama - lama Naga beserta kelima anggota klan Gensai yang bersamanya langsung menyuntikan toksin yang mereka bawa ke landak putih satu persatu. Suntikan tersebut membuat sang landak putih mengerang kesakitan hingga akhirnya mati meleleh seperti terkena cairan asam kuat. Namun suara erangan kesakitan landak putih yang mati membuat landak putih yang lain langsung terbangun dan beberapa dari mereka berhasil melarikan diri keluar dari pesawat....
... Naga langsung memberi tahu Tea dan Jay bahwa ada landak putiih yang berusaha keluar dari pesawat ke arah mereka membuat Tea bersama Jay langsung bersiap membidik setiap landak putih yang muncul. Kelima anggota klan Gensai yang bersama Naga meminta Naga untuk keluar membantu Tea dan Jay sementara mereka akan meledakan pesawat tersebut secara manual. Pada awalnya Naga menolak rencana tersebut tapi kelima anggota klan Gensai yang bersamanya meminta Naga secara paksa dan berdalih untuk melindungi Tea putri Naga....
“Sebuah kehormatan besar bisa menjalankan misi bersama anda tuan Naga!” kata semua anggota klan Gensai yang bersamanya sambil menatap Naga bangga.
...Kelima anggota klan Gensai yang masih berada di dalam pesawat terus membunuh landak putih yang mereka temukan sambil meletakan bom C-4 yang mereka bawa di berbagai lokasi dalam pesawat tersebut. Ketika mereka terus masuk semakin dalam mereka menemukan semua koloni dari landak putih yang mulai keluar satu persatu. Tanpa ragu salah satu anggota klan Gensai yang memegang detonator langsung menekan detonator tersebut ketika rekan - rekan yang lainnya sibuk menahan para landak putih....
“Jika aku harus mati, maka aku akan mati dengan caraku!” teriak salah satu anggota klan Gensai yang langsung menekan detonator yang dia pegang.
... Beruntung ketika pesawat luar angakasa yang membawa landak putih meledak Naga sudah berhasil keluar dari sana dan melihat Tea bersama Jay yang sedang mengawasi sekitar dengan penuh kewaspadaan. Pride yang mengawasi Naga melalui drone pengintai bersama klan Gensai lainnya langsung bersorak sorai gembira ketika melihat area tersebut meledak. Namun mereka dibuat terkejut ketika melihat Naga, Tea, dan Jay memperhatikan area sekitar dengan penuh kewaspadaan serta membuat mereka mengerti bahwa masih ada landak putih yang belum terbunuh....
__ADS_1
... Tea memberitahu bahwa landak putih yang berhasil melarikan diri adalah seekor betina dan mereka harus segera memusnahkannya sebelum sang betina mulia mencari mangsa dan bereproduksi. Naga meminta Tea untuk menunggu tapi Tea dengan sigap menolaknya dan akan ikut bersama Naga serta Jay memburu sang betina mengikuti jejak kaki dari sang betina. Tidak lama kemudian Naga melihat sang betina landak putih yang mulai bergerak ke arah sebuah jaket yang Naga kira itu adalah Tea saat sedang membidik landak putih betina....
“Dor!” suara tembakan dari senapan Tea yang bersembunyi dari jauh dan membuat sang betina terluka hingga berlari ke arah Tea.
“Kejutan!” kata Tea sambil tersenyum penuh kemanangan yang membuat Naga ikut tersenyum lega.
... Tea terus menembaki sang betina dengan senapannya hingga ketika sang betina sudah dekat dengan posisi Tea, Naga langsung menabrakan motor salju yang dia kendarai ke tubuh sang betina. Naga, Tea, dan Jay terus menembaki sang betina dari berbagai sisi berusaha membunuh sang betina sambil terus menghindari serangan duri dari ekor sang betina. Merea bertiga terus menembaki sang betina hingga sang betina terpojok tapi tiba - tiba uap udara dingin membuat sang betina berhasil melarikan diri dan bersembunyi untuk sementara dari Naga, Tea, dan Jay....
“Saling membelakangi!” pinta Naga yang membuat Tea dan Jay langsung mendekati Naga untuk saling memunggungi satu sama lain.
... Mereka bertiga terus mengamati area sekeliling mereka dengan seksama mencari keberadaan sang betina yang sudah terluka. Tiba - tiba sang betina menyerang mereka bertiga membuat Naga dan Tea terpental ke tumpukan salju sementara Jay tertusuk duri dari ekor sang betina di bagian paha kanannya. Sang betina langsung berlari ke arah Tea untuk menyerangnya tapi berhasil Tea tahan hingga Naga datang dan langsung menusukan kapak es yang dia bawa ke kedua mata sang betina....
“Raaawwwrrr!” suara sang betina mengerang kesakitan.
__ADS_1