Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 14


__ADS_3

Pov RAKA WIJAYA


Aku menatap lekat gelang di tangan ku. Memutar mutar nya tanpa rasa bosan bagiku seolah sedang memandang wajah cantik wanita berjilbab lebar itu. Siapalagi kalau bukan Nindy.


"Mas Raka, itu gelang cantik banget..buat aku ya" tiba tiba Naura datang sambil berucap demikian


"Ngak, untuk orang.. Ingin saya kembalikan" jawab ku sambil memasukan kedalam saku celana jeans milik ku.


"Orang, wanita kan" tanya nya terlihat penasaran menatap ku tajam.


"Apa". Tanya ku


" jangan bilang mas Raka suka


sesorang.. makanya sering nunda pernikahan kita" tuduh wanita itu memang sedikit sebanyak nya fakta


Aku hanya membuang nafas kasar menahan emosi di dada.


"Saya malas berdebat" setelah mengucapkan itu dengan kasar ku raih kunci mobil di atas meja


" hey, Mas Raka aku belum selesai ngomong .aku ngak nuduh kamu" teriaknya tak ku perdulikan.


"Akkkhh.." dengan kasar ku tarik rambut frustasi. Belum lagi masalah dengan Nindy selesai kini masalah Naura.


Brakk brakk brakk


Ku luapkan emosi dengan memukul kemudi stir beberapa kali. Bayangan bayangan wajah Nindy menghantui pikiran.


Apa aku sudah jatuh cinta pada wanita yang telah ku r u s ak itu. Sebab kini aku seperti anak ABG an saja.


Tiba tiba saat mengemudi mobil dari arah samping jalanan aku menangkap sosok bu Desi ibu nya Nindy. Sepertinya sedang menunggu tukang ojek.


Entah kenapa diri ku tiba tiba bahagia. Sebab harapan besar untuk meluluhkan Nindy hanya ada pada bu Desi.


Meski kala itu Nindy mungkin belum cerita siapa diriku, tapi jika bu Desi tahu ntah apa jadinya.


Lambat cepatnya pasti beliau tahu.. Aku pasti siap menerima konsekuensinya.

__ADS_1


"Assalamualikum bu" sapa ku


"Waalsikumsalam"


Alis ku terangkat melihat reaksi bu Desi... Biasanya ia akan membalas dengan tersenyum hangat tapi kini? Ihklas pun sepertinya tidak.


"Bu, mau kepasar ya, biar Raka antar" tawar ku mencoba ramah.


"Tidak usah terimakasih.." tolaknya tegas.


"Bu Desi kenapa? Kok beda dari biasanya" tanya ku lagi semakin penasaran dengan perubahan sikap bu Desi yang biasanya ramah.


"Ngak kenapa kenapa. Saya lagi sibuk, " setelah mengucapkan itu bu Desi pergi lalu mengkode ojek. Setelah ity bu Desi hilang dari pandangan bersama tukang ojek tersebut.


Aku hanya bisa diam mematung. Menyaksikan itu.


Fixx..bu Desi pasti sudah tau siap diriku.? Apa yang telah ku lakukan pada putrinya.


*


"Bu ,Izinkan Raka menjelaskan segalanya." Panggil ku pada bu Desi terus berjalan dengan langkah lebar


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, kalau pada akhirnya kau juga tak bisa bertanggung jawab pada putri saya" jawab bu Desi tanpa menghentikan langkah nya.


"Oke, kalau ibu ingin saya bertanggung jawab. Saya akan menikahi Nindy" dengan sekali tarikan nafas kalimat ith lolos begitu saja.


Berhasil menghentikan langkah bu Desi. Ibu dari wanita yang ku renggut masa depan nya itu pun berbalik.


"Ulangi sekali lagi" pinta nya


"Saya akan menikahi Nindy.. Sebagai pria yang bertanggung jawab" jawab ku terdengar mantap.


"Lalu tunangan mu?"


Deghh


Kali ini aku diam sepertinya bu Desi sudah tau segalanya. Lalu aku harus menjawab apa?

__ADS_1


"Nyatanya kau memang pria pengecut Raka" sinis bu Desi lagi benar benar pergi. Kali ini aku pun tak menahan beliau lagi.


Memutuskan pulang . ke kantor pun tak ada gunanya saat pikiran kacau seperti ini.


*


Brukk brukk brukk


Brak brak..


Semua yang ada di sekitar kamar ku dengan kasar ku lempar semua. Rasa stres telah merusak akal sehat diri ini.


Bruukk


Dengan sekali tinjuan kaca besar di depan ku hancur berkeping keping


Tak ku perdulikan rasa perih dan darah yang telah membasahi buku tangan.


Dada ini naik turun seiring emosi yang menguasai jiwa. Seumur umur hidup ku baru kali ini merasakan kemarahan sebesar ini.


Dengan kasar melampiaskan dengan barang barang tak bernyawa.


"Si4lan ,semuanya memang sialan.." teriak ku furustasi.


Disisi lain aku ingin menikahi Nindy meski ia ntah mau atau tidak menerima ku. Namun disisi lain aku tak bisa menentang mama untuk memutuskan tunangan dengan Naura.


"Yaa Allah kamu kenapa nak" teriak mama panik . Namun sama sekali tak ku gubris.


" kamu punya masalah Raka..kamar mu berantakan sekali" teriak Mama lagi terlihat kahwatir


"Ayo cerita sama Mama, Raka" tanya Mama lagi .


"Raka ingin memutuskan tunangan dengan Naura" jawab ku kemudian


"APA" Teriak Mama memenuhi ruangan seiring bola mata itu membulat sempurna


"Apa, Raka ingin memutuskan tunangan dengan Naura" ulang mama.

__ADS_1


" iya Raka ingin memutuskan tunangan dengan Naura" jawab ku lagi masih dengan rasa emosi menguasai diri.


Bersambung...


__ADS_2